PIRAMIDA.ID-Jakarta, Situasi politik dan sosial yang semakin memanas belakangan ini memunculkan kekhawatiran tentang adanya upaya sistematis untuk memecah belah rakyat. Institute For Justice Law And Society (IJLS) menegaskan bahwa persatuan rakyat adalah kunci utama menjaga kedaulatan dan demokrasi Indonesia.
“Kami melihat adanya pola lama yang kembali dimainkan: rakyat diadu domba, perbedaan diperuncing, dan aparat diposisikan berhadap-hadapan dengan masyarakat. Ini berbahaya bagi demokrasi kita,” tegas Hexa Hutapea.
Menurut IJLS, rakyat tidak boleh terjebak dalam provokasi yang mencoba membenturkan masyarakat dengan Polri. Aksi-aksi rakyat yang menyuarakan aspirasi adalah bagian sah dari demokrasi, sementara aparat kepolisian adalah bagian dari rakyat yang memiliki tugas menjaga ketertiban. Kedua pihak tidak seharusnya dijadikan alat konflik.
“Jangan ada lagi politik adu domba. Jangan benturkan rakyat dengan Polri. Itu hanya akan melemahkan sendi-sendi kebangsaan dan menguntungkan pihak yang ingin mempertahankan status quo,” tambahnya.
Lebih jauh, IJLS menyoroti praktik operasi intelijen yang kerap diarahkan untuk menciptakan instabilitas sosial dan politik. Operasi semacam ini dinilai berbahaya karena merusak kepercayaan publik, mencederai demokrasi, dan memperuncing konflik horizontal di masyarakat.
“Operasi intelijen untuk memecah belah rakyat harus dihentikan. Demokrasi bukan ruang rekayasa, apalagi permainan kotor untuk membungkam suara rakyat. Operasi semacam itu hanya akan meninggalkan luka, memperdalam krisis kepercayaan, dan merusak legitimasi negara,” tegas pernyataan itu.
IJLS juga menekankan bahwa rakyat memiliki kesadaran kolektif untuk menolak segala bentuk manipulasi, baik yang datang dari kepentingan dalam negeri maupun intervensi eksternal. Persatuan rakyat adalah modal utama menghadapi berbagai tantangan bangsa, bukan operasi terselubung yang menjerumuskan.
Sebagai penutup, IJLS menyerukan agar rakyat tetap bersatu, tidak terprovokasi, dan terus menjaga solidaritas lintas kelompok.
“Kekuatan rakyat ada pada persatuan. Hentikan operasi intelijen yang merusak, jangan benturkan rakyat dengan aparat, dan jangan biarkan demokrasi dicurangi. Rakyat bersatu, bangsa kuat.”