Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

Kerap Konflik dengan Masyarakat, PGK PP PMKRI: Tutup TPL!

byRedaksi
03/06/2021
inBerita
101
SHARES
721
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Konflik masyarakat adat yang terjadi di Sumatera Utara kembali menyeruak. Seperti diketahui, pada tanggal 18 Mei 2021 terjadi konflik antara Masyarakat Adat Natumingka dengan pegawai perusahaan Toba Pulp Lestari. Kejadian ini bermula saat ratusan warga adat menghadang sekitar 400 pekerja dan petugas keamanan perusahaan akan masuk wilayah adat yang diklaim masuk konsesi perusahaan yang berelasi dengan Sukanto Tanoto ini.

Konflik yang dialami Masyarakat Adat Natumingka ini mengulang kembali kejadian yang dialami oleh Masyarakat Adat Sihaporas pada akhir tahun 2019, di mana konflik ini mengakibatkan dua warga Sihaporas mengalami kriminalisasi, yakni Jhonny Ambarita dan Thomson Ambarita yang dijatuhkan putusan 9 bulan penjara.

Menanggapi kejadian tersebut, Alboin Samosir selaku Presidium Gerakan Kemasyarakatan Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PGK PP PMKRI) mengatakan konflik yang terjadi tidak terlepas dari kelambanan pemerintah merespon konflik dan cenderung abai terhadap permasalahan yang dialami masyarakat adat yang ada di Sumatera Utara. Hal itu ia sampaikan saat silaturahmi dengan warga Sihaporas, Rabu (02/06/2021).

“Melihat dari berbagai konflik yang dialami masyarakat adat di Sumatera Utara dapat disimpulkan bahwa kehadiran perusahaan Toba Pulp Lestari (TPL) lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Sebab telah mengakibatkan tersingkirnya masyarakat adat, memicu permasalahan ekologis, dan rusaknya tatanan sosial budaya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kerusakan ekologis yang terjadi akhir-akhir ini, seperti mengurangnya debit air Danau Toba, banjir dan longsor yang terjadi di beberapa daerah sekitaran Danau Toba tidak terlepas dari aktivitas perusahaan yang melakukan alih fungsi lahan secara eksploitatif dan tidak adanya batasan yang sesuai dengan pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup, ditambah pengelolan limbah yang merusak kualitas air di Danau Toba.

“Tercatat 23 komunitas masyarakat adat yang tersebar di 5 kabupaten sekitaran Danau Toba beririsan dengan Toba Pulp Lestari. Total wilayah adat yang diklaim, yakni 20.754 Hektar. Sejak tahun 2013 hingga saat ini sudah ada 50 orang masyarakat adat dari komunitas adat mengalami kriminalisasi oleh PT TPL,” ungkapnya.

Alboin menambahkan, selain permasalahan di atas, dilansir dari majalah.tempo.co melalui Forum Pajak Berkeadilan (FPB) mengungkapkan dugaan praktik pengalihan keuntungan oleh TPL. Dugaan praktik profit shifting untuk menghindari kewajiban pajak. Aksi profit shifting sepanjang 2007-2016 telah menyebabkan pendapatan perseroan lebih rendah US$ 426 juta atau senilai Rp 4,23 Triliun dari angka sebenarnya. Dan pastinya ini sangat merugikan Indonesia selaku pemberi izin konsesi.

“Berangkat dari serangkain kisah pilu dan hilangnya kesejahteraan masyarakat di sekitar Danau Toba yang beririsan dengan TPL, sudah saatnya episode menyedihkan yang dimulai sejak hadirnya TPL tiga dekade yang lalu segera diakhiri. Satu-satunya solusi konkret yang dapat dilakukan pemerintah dalam hal ini Kementerian Linngkungan Hidup dan Kehutanan segera mencabut izin konsesi TPL. Tutup TPL!” pungkasnya tegas di hadapan masyarakat.(*)

Tags:#Indonesia#keadilan#konflik#mahasiswa#masyarakatadat#pmkri
Share40SendShare

Related Posts

ILAJ Minta Kajari Simalungun Serius Tangani Dugaan Korupsi Dana TPG Di SD Al Washliyah 90 Sinaksak

17/10/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., S.Th., MAPS., meminta Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari)...

ILAJ Nilai Kajari Simalungun Lambat Tetapkan Tersangka Dugaan Pungli PDAM Tirta Lihou, Potensi Kerugian Warga Rp225 Juta

17/10/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., S.Th., MAPS., menyoroti lambatnya penanganan laporan dugaan...

Kemiskinan Disorot, Rocky Marbun Tagih Keberpihakan Pemko

16/10/2026

  PIRAMIDA.ID- Pematangsiantar - Persoalan kemiskinan di Kota Pematangsiantar dinilai masih menyisakan problematika sosial yang membutuhkan intervensi serius pemerintah. Di tengah...

Ketua ILAJ Minta DLH Pematangsiantar Periksa Penggunaan Bahan Kimia PT Bumi Sari Prima, Dorong Transparansi dan Jaminan Keamanan Produk Tepung

12/10/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., MAPS., meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota...

Ketua ILAJ Desak Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Bayi 8 Bulan di Labura Diusut Tuntas

12/10/2026

PIRAMIDA.ID – Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., MAPS, menyampaikan keprihatinan mendalam atas meninggalnya seorang...

Ketua ILAJ Soroti Kasus Perundungan Siswi SD di Medan, Minta Polisi Usut Tuntas

12/10/2026

PIRAMIDA.ID – Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., MAPS, meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

ILAJ Minta Kajari Simalungun Serius Tangani Dugaan Korupsi Dana TPG Di SD Al Washliyah 90 Sinaksak

17/10/2026
Berita

ILAJ Nilai Kajari Simalungun Lambat Tetapkan Tersangka Dugaan Pungli PDAM Tirta Lihou, Potensi Kerugian Warga Rp225 Juta

17/10/2026
Berita

Kemiskinan Disorot, Rocky Marbun Tagih Keberpihakan Pemko

16/10/2026
Berita

Ketua ILAJ Minta DLH Pematangsiantar Periksa Penggunaan Bahan Kimia PT Bumi Sari Prima, Dorong Transparansi dan Jaminan Keamanan Produk Tepung

12/10/2026
Berita

Ketua ILAJ Desak Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Bayi 8 Bulan di Labura Diusut Tuntas

12/10/2026
Berita

Ketua ILAJ Soroti Kasus Perundungan Siswi SD di Medan, Minta Polisi Usut Tuntas

12/10/2026

Populer

Berita

Siap memimpin & siap Menginspirasi Sejak Dini, SD MUKITA Sukses Gelar IPM KIDS Next Gen Leader & Musyawarah Kerja

11/10/2026
Berita

PMKRI Pematangsiantar Ajak Mahasiswa Lintas Kampus Asah Naluri Jurnalistik: Rilis Pers Tak Cukup Sekadar Informasi

11/10/2026
Berita

Kemiskinan Disorot, Rocky Marbun Tagih Keberpihakan Pemko

16/10/2026
Berita

Ketua ILAJ Desak Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Bayi 8 Bulan di Labura Diusut Tuntas

12/10/2026
Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
Berita

ILAJ Nilai Kajari Simalungun Lambat Tetapkan Tersangka Dugaan Pungli PDAM Tirta Lihou, Potensi Kerugian Warga Rp225 Juta

17/10/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus