Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Kamis, November 5, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

Peringati Hari Lahirnya Pancasila, Forum Pancasila Rumah Kita Gelar Webinar

byRedaksi
30/05/2021
inBerita
98
SHARES
701
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Lahirnya Pancasila dalam judul pidato Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945 di dalam sidang Badan Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Dalam pidatonya, Bung Karno menyampaikan gagasan tentang dasar negara Indonesia. Kelima dasar negara tersebut yang sekarang dikenal sebagai Pancasila diterima secara aklamasi oleh semua anggota badan persiapan kemerdekaan hingga kemudian disahkan secara resmi pada tanggal 18 Agustus 1945, satu hari setelah proklamasi kemerdekaan negara Republik Indonesia.

Kini pada peringatan 76 tahun lahirnya Pancasila 1 Juni 1945-1 Juni 2021 kami Forum Pancasila Rumah Kita bersama berbagai pihak dari berbagai organisasi keagamaan, kemasyarakatan, komunitas dan kepemudaan menggadakan Webinar dengan tema “Pancasila Rumah Kita” sebagai bentuk kecintaan kami kepada Pancasila sebagai dasar dan Ideologi bangsa Indonesia yang diadakan melalui virtual zoom pada hari Selasa, 1 Juni 2021.

Tak dapat dimungkiri Pancasila saat ini memiliki berbagai tantangan yang beragam yang tidak dapat
dibendung, di alam demokrasi seluruh nilai berhak mendapat tempat. Apapun sepanjang pada tataran pemikiran, tidak lagi dianggap sebagai ancaman. Kebebasan berpikir dilindungi. Individualisme dihargai. Di situlah, radikalisme berhasil mendapat momentum. Di balik kebebasan individu, radikalisme mendapat tempat bersembunyi. Di balik penjaminan hak berserikat dan berkumpul, suara radikal bisa sedemikian nyaring.

Sentimen ketidakpuasan publik dieksploitasi, agar sekelompok masyarakat mau bertindak. Sentimen agama dimanfaatkan, agar sekelompok masyarakat mau bergerak. Tindakannya menolak sistem yang berlaku. Gerakannya menghendaki perubahan bentuk negara. Caranya, segala cara jadi boleh.

Ciri khasnya, menolak toleransi. Menolak kerja sama dengan penganut agama lain, bahkan dengan saudara seagama yang berbeda pandangan. Sistem demokrasi yang dianut memang ekspresi pengakuan kemajemukan, pengakuan hak pribadi.

Tapi untuk melawan ekses yang mematikan rahim politiknya sendiri, demokrasi perlu diinjeksi. Beruntungnya, Indonesia punya Pancasila sebagai fondasi. Lima sila Pancasila adalah semangat kolektivitas yang menyeimbangkan nilai individualisme milik demokrasi. Ketuhanan Yang Maha Esa. Telah diingatkan jauh-jauh hari, Bung Karno berpesan agar bangsa ini ber-Tuhan dengan mengedepankan sifat toleransi dan solidaritas.

Agama dijalankan dengan cara yang berkeadaban, hormat-menghormati satu sama lain. Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila mengandung prinsip kemanusiaan sekaligus keadilan sosial.

Nilai liberal dan sosialisme, berani dipasang berdampingan. Jadi cerminan identitas bangsa, bahwa bangsa Indonesia bukan bangsa yang ekstrem. Tidak hitam-putih pilih kiri maupun kanan, tapi mengambil jalan tengah. Prinsip moderat dapat membangun dialog di tengah perbedaan suku, agama, ras, dan golongan. Sikap bijak bagi kodrat pluralistik yang kita miliki.

Sejatinya 76 tahun Pancasila hadir menjaga keutuhan negeri, meski digempur tantangan berbeda dari zaman ke zaman, sekarang kita ada di sini. Berdiri tegak, berdaulat. Seperti halnya
menyambut hari lahir orang-orang yang dicintai, hari lahir Pancasila pula penting untuk diperingati.

Mungkin sulit untuk sepenuhinya dihayati, tapi paling tidak kita mengerti. Bahwa 1 Juni bukan sekadar seremonial hormat bendera. Lelah berdiri di tengah lapang bisa lebih dimaknai. Beruntungnya kita punya fondasi.

Entah gempuran radikalisme, fundamentalisme, dan isme lain di masa depan, rakyat dapat berlindung di bawah naungan lima sila dasar negara. Ada tempat kembali, saripati jati diri negeri. Seperti cita-cita founding fathers saat merumuskan dasar negara, mari jaga negara Indonesia agar terus berdiri kekal dan abadi.(*)

Tags:#forumpancasilakita#pancasilarumahkita#webinar
Share39SendShare

Related Posts

Bintang Empat Bukan Tameng Hukum, Komrad Pancasila Dukung Kapolri Bersih-Bersih Institusi

04/11/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta-Komrad Pancasila mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto beserta jajaran dalam mengusut kasus dugaan penyadapan ilegal...

Pentingnya Pemahaman UU Ketenagakerjaan, Forum Think Talk Bahas Pentingnya ‘Memahami UU Ketenagakerjaan’

04/11/2026

PIRAMIDA.ID.- Pemahaman terhadap aturan ketenagakerjaan merupakan hal penting bagi setiap pekerja maupun pemberi kerja. Hal ini diperlukan agar hubungan industrial...

KETUA ILAJ: REGISTER 18 BUKAN WARISAN PARA MAFIA! JANGAN SAMPAI HUTAN NEGARA HANYA JADI LADANG BISNIS SEGELINTIR ORANG

03/11/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, menyindir keras dugaan penguasaan kawasan Hutan Register 18...

REGISTER 18 SIMALUNGUN JANGAN JADI WARISAN SEGELINTIR ORANG! KETUA ILAJ DESAK DINAS KEHUTANAN SUMUT DAN SATGAS PKH BERTINDAK!

03/11/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, melontarkan desakan keras kepada Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera...

Ketua ILAJ Desak Dinas Kehutanan Sumut dan Satgas PKH Selamatkan Register 18 Simalungun

03/11/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, mendesak Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara segera berkoordinasi...

Keamanan Bukan Intimidasi, KOMRAD Pancasila Bela Langkah Preventif Polda Jateng Terkait Kasus Sukoharjo

31/10/2026

PIRAMIDA.ID | JAKARTA – Langkah Polda Jawa Tengah dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan di tengah polemik penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Edukasi

HALO USI – APA KABAR PEMILIHAN REKTOR “DEADLOCK”

04/11/2026
Berita

Bintang Empat Bukan Tameng Hukum, Komrad Pancasila Dukung Kapolri Bersih-Bersih Institusi

04/11/2026
Berita

Pentingnya Pemahaman UU Ketenagakerjaan, Forum Think Talk Bahas Pentingnya ‘Memahami UU Ketenagakerjaan’

04/11/2026
Berita

KETUA ILAJ: REGISTER 18 BUKAN WARISAN PARA MAFIA! JANGAN SAMPAI HUTAN NEGARA HANYA JADI LADANG BISNIS SEGELINTIR ORANG

03/11/2026
Berita

REGISTER 18 SIMALUNGUN JANGAN JADI WARISAN SEGELINTIR ORANG! KETUA ILAJ DESAK DINAS KEHUTANAN SUMUT DAN SATGAS PKH BERTINDAK!

03/11/2026
Berita

Ketua ILAJ Desak Dinas Kehutanan Sumut dan Satgas PKH Selamatkan Register 18 Simalungun

03/11/2026

Populer

Berita

Keamanan Bukan Intimidasi, KOMRAD Pancasila Bela Langkah Preventif Polda Jateng Terkait Kasus Sukoharjo

31/10/2026
Edukasi

HALO USI – APA KABAR PEMILIHAN REKTOR “DEADLOCK”

04/11/2026
Berita

Pentingnya Pemahaman UU Ketenagakerjaan, Forum Think Talk Bahas Pentingnya ‘Memahami UU Ketenagakerjaan’

04/11/2026
ilustrasi/getty images
Pojokan

Sejarah Tai

03/08/2020
Ilustrasi/Akun Twitter @Nobodycorp
Pojokan

Cerpen: 1998

24/08/2020
ilustrasi/science photo library
Dunia

Kisah Akhir Hidup Blackbeard, Bajak Laut Paling Kesohor Sepanjang Masa

16/01/2022
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus