Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

PP GMKI: Momen Hari Anak Nasional Wujudkan Anak Bebas Stunting

byRedaksi
28/07/2021
inBerita
100
SHARES
714
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) diselenggarakan setiap tahun pada tanggal 23 Juli berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984. Hari Anak Nasional merupakan momentum penting untuk menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh komponen bangsa Indonesia dalam menjamin pemenuhan hak anak atas hak hidup, tumbuh, dan berkembang.

Tahun ini tema yang diangkat pada Hari anak Nasional adalah “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” dengan tagline #AnakPeduliDiMasaPandemi”.

Malona Aruan, Kabid Pemberdayaan Perempuan PP GMKI

Malona Aruan, selaku Kabid Pemberdayaan Perempuan menyampaikan, untuk merayakan Hari Anak ini, Bidang Pemberdayaan Perempuan PP GMKI mengadakan Webinar dengan topik “Bebas Stunting, Anak Cerdas, Indonesia Maju”. Hal ini didasari pertimbangan bahwa kasus stunting pada anak di Indonesia tergolong masih tinggi. Padahal stunting menjadi indikator penting kualitas sumber daya manusia ke depan.
Pemerintah dalam RPJMN menargetkan penurunan stunting menjadi 14% di tahun 2024. Pandemi Covid-19 saat ini menjadi tantangan tersendiri dalam mencapai target tersebut.

Saat pemateri berlangsung Dr. Tiopan Sipahutar menyampaikan bahwa stunting adalah sebuah kondisi gagal tumbuh yang dialami anak sebagai manifestasi kekurangan gizi kronik dan infeksi berulang terutama pada masa 1000 hari pertama kehidupan atau masa yang dimulai sejak janin dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun setelah dilahirkan.

Beliau juga menyampaikan bahwa stunting memiliki efek jangka pendek maupun jangka panjang berkaitan dengan segala aspek kehidupan. Efek jangka pendek termasuk didalamnya meningkatnya angka kesakitan dan kematian, menurunnya perkembangan kognitif dan motorik, meningkatnya biaya perawatan anak sakit dan sebagainya. Sedangkan efek jangka panjang seperti meningkatnya obesitas dan penyakit lainnya, kesulitan belajar di sekolah, menurunnya kapasitas kerja dan produktifitas, serta efek lainnya.

Lanjut, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak dan Pendidikan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Pak Entos menyebutkan bahwa kecukupan gizi seseorang memiliki kaitan yang erat dengan kecerdasan, dan pada masa 1000 hari pertama kehidupan itu merupakan masa emas pertumbuhan otak anak.

Oleh karenanya intervensi gizi pada masa ini sangatlah penting. Beliau juga menyampaikan bahwa persoalan stunting bukan persoalan individu tapi menjadi persoalan lingkup keluarga, sehingga saat ini dipegang oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sehingga intervensi pencegahannya bersifat komprehensif.

Di sisi lain, wakil ketua komisi IX DPR RI, Bapak Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada PP GMKI yang telah mengadakan webinar ini, dikarenakan telah peka dan peduli pada isu stunting. Beliau menyampaikan bahwa stunting bukanlah persoalan yang baru, tapi merupakan persoalan yang sudah lama dan klasik. Beliau menambahkan bahwa kerjasama lintas sector sangat penting dioptimalkan untuk menurunkan kasus stunting di Indonesia.

Besar harapan melalui webinar ini dapat mengedukasi dan memberikan pemahaman baru kepada masyarakat dalam persoalan stunting ini serta untuk masalah stunting ini menjadi perhatian yang lebih dan kerjasama dari semua aspek dan semua elemen masyarakat untuk bersama sama melakukan upaya mengatasi penurunan angka stunting ini. Karena masa depan bangsa ini ada di tangan anak-anak bangsa yang sehat dan cerdas.(*)

Tags:#bebasstunting#GMKI#harianak#Perempuan
Share40SendShare

Related Posts

FAJAR BARU TRUNOJOYO: MENANTI REVOLUSI POLRI DI TANGAN JENDRAL SUYUDI

05/10/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta - Penunjukan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang baru membawa...

62 Tahun PMKRI Pematangsiantar: Bertumbuh dalam Persaudaraan, Mengabdi dalam Perjuangan

05/10/2026

PIRAMIDA.ID- Pematangsiantar, 4 Oktober 2026 — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi memperingati Dies...

Tokoh Simalungun: Pemilihan Rektor USI PerluMengedepankan Kapasitas dan Visi

05/10/2026

PIRAMIDA.ID  – Pemilihan Rektor Universitas Simalungun (USI) tengah berlangsung. Sejumlah tokohmasyarakat Simalungun meminta proses tersebutmempertimbangkan kapasitas, integritas, rekam jejak, serta...

5 Fraksi DPRD tidak mau bahas P-APBD berpotensi melakukan Perbuatan Melawan Hukum

02/10/2026

PIRAMIDA.ID- Karena tidak menjalankan fungsi legislasi dengan tidak membahas Perubahan P-APBD Pematangsiantar Tahun Anggaran (TA) 2026, mencuat pernyataan, 5 Ketua...

Apresiasi Polda Metro Jaya Dalam Pengungkapan Kasus Alm Bambang Setiawan, Komrad Pancasila: Jangan Naikkan Dugaan Menjadi Vonis

01/10/2026

PIRAMIDA | JAKARTA — Koordinator Komrad Pancasila, Antony Komrad, mengingatkan pentingnya menjaga ketelitian dalam menanggapi laporan investigasi mengenai kematian Bambang...

PMKRI Pematangsiantar Kota Pendidikan Tak Boleh Membiarkan Anak Belajar dalam Ketakutan

26/09/2026

PIRAMIDA.ID- Pematangsiantar, 26 September 2026 — DPC PMKRI Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi Periode 2026–2027 menyoroti persoalan perundungan (bullying)...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

FAJAR BARU TRUNOJOYO: MENANTI REVOLUSI POLRI DI TANGAN JENDRAL SUYUDI

05/10/2026
Berita

62 Tahun PMKRI Pematangsiantar: Bertumbuh dalam Persaudaraan, Mengabdi dalam Perjuangan

05/10/2026
Berita

Tokoh Simalungun: Pemilihan Rektor USI PerluMengedepankan Kapasitas dan Visi

05/10/2026
Berita

5 Fraksi DPRD tidak mau bahas P-APBD berpotensi melakukan Perbuatan Melawan Hukum

02/10/2026
Berita

Apresiasi Polda Metro Jaya Dalam Pengungkapan Kasus Alm Bambang Setiawan, Komrad Pancasila: Jangan Naikkan Dugaan Menjadi Vonis

01/10/2026
Berita

PMKRI Pematangsiantar Kota Pendidikan Tak Boleh Membiarkan Anak Belajar dalam Ketakutan

26/09/2026

Populer

Berita

5 Fraksi DPRD tidak mau bahas P-APBD berpotensi melakukan Perbuatan Melawan Hukum

02/10/2026
Berita

FAJAR BARU TRUNOJOYO: MENANTI REVOLUSI POLRI DI TANGAN JENDRAL SUYUDI

05/10/2026
Berita

62 Tahun PMKRI Pematangsiantar: Bertumbuh dalam Persaudaraan, Mengabdi dalam Perjuangan

05/10/2026
Pojokan

Putu Laxman Pendit, Doktor Perpustakaan yang Tidak Dapat Tempat di Indonesia

30/07/2021
Berita

Tokoh Simalungun: Pemilihan Rektor USI PerluMengedepankan Kapasitas dan Visi

05/10/2026
istimewa
Dialektika

Ana ‘Abdu Man ‘Allamani

17/06/2020
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus