PIRAMIDA.ID – Di tengah upaya Polri menstabilkan situasi Ibukota dan sejumlah kota lain yang sempat memanas, muncul desakan agar Presiden Prabowo segera mencopot Kapolri dan Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri. Namun, desakan ini justru dinilai sebagai langkah provokatif yang berpotensi memperkeruh keadaan.
Koordinator Komrad Pancasila, Antony Komrad, menegaskan bahwa wacana mendesak pencopotan pejabat Polri di saat kondisi rawan sama sekali tidak bijak.
“Itu tindakan provokator. Bukannya menenangkan, tapi justru bisa memperparah kerusuhan yang sudah menjurus ke penjarahan dan perusakan fasilitas umum,” tegas Antony.
Menurutnya, aparat keamanan saat ini tengah berada di garis terdepan untuk mengendalikan keadaan. Polri, kata Antony, sedang fokus menjaga ketertiban, melindungi warga, dan memastikan agar situasi tidak semakin liar. Menyulut opini politik dengan menuntut pencopotan pimpinan kepolisian hanya akan memicu ketidakpercayaan publik dan membuka celah bagi kelompok yang ingin menunggangi kerusuhan.
“Kalau benar-benar cinta bangsa ini, hentikan dulu agenda politik yang tendensius. Kesampingkan ego politik sampai kondisi Ibukota benar-benar aman terkendali. Jangan sampai rakyat jadi korban hanya karena segelintir pihak ingin mencari keuntungan politik,”tandas Antony.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mendukung langkah-langkah pemulihan keamanan, dan tidak mudah terprovokasi isu-isu yang tidak bertanggung jawab.