Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Jumat, September 18, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeEdukasi

Sikap Disiplin sebagai Salah Satu Keteladanan Guru Sebagai Peserta Didik

byRedaksi
28/07/2021
inEdukasi
114
SHARES
815
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Frans Sipayung*

PIRAMIDA.ID- Kita sering mendengar kata “disiplin” dalam proses pendidikan (sekolah). Dikutip dari Wikipedia, “disiplin” merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya merupakan tanggung jawabnya.

Nah, yang menjadi pertanyaannya adalah apakah kata disiplin tersebut sudah dimulai dari tenaga pendidik (guru) terlebih dahulu? Misalnya ketika guru terlambat siapa yang mengenakan sanksi padanya?

Jelas kita tahu bahwa kejadian semacam ini sering terjadi. Tak jarang siswa kebanyakan memilih diam di dalam situasi seperti itu. Ada semacam ketakutan untuk menegur yang tertanam di dalam mindset (pola berpikir) nya.

Dalam praktik pendidikan, kita tahu beberapa kegiatan yang menggambarkan sikap disiplin, di antaranya:

1. Masuk sekolah tepat waktu.

2. Berbaris dengan tertib.

3. Berseragam sesuai ketentuan sekolah.

4. Menaati tata tertib sekolah.

5. Mendegarkan pelajaran yang tekun.

6. Beribadah tepat waktu.

7. Tidak terlambat masuk sekolah.

8. Izin jika keluar kelas.

9. Melaksanakan tugas piket.

10. Membuang sampah pada tempatnya.

11. Duduk dengan rapi.

12. Berlaku sopan santun.

Dewasa ini, ketika melihat sebagian guru sering datang terlambat, yang ada hanya “pemakluman” saja. Sementara disisi lain, kalau siswa yang terlambat sering diberikan sanksi, contoh seperti membersihkan halaman sekolah atau apa saja yang menjadi disekitaran sekolah itu wajib yang dilakukan siswa. Menurut penulis, hal ini merupakan sebuah tindakan diskriminasi.

Kita tahu ketika guru itu terlambat, itu akan merugikan bagi anak-anak, seperti ketinggalan mata pelajaran tiap les nya. Bahkan juga ketika guru terlambat, ruangan kelas akan ribut karena tidak ada yang mengontrol kelas tersebut.

Jelas kita tahu bahwa guru itu harus jadi contoh dan teladan bagi setiap siswanya untuk memberikan energi yang positif agar benar-benar memberikan contoh yang patut diteladani oleh siswanya.

Kita melihat bahwa sebagian guru, menganggap sekolah itu hanya untuk mentransfer materi saja bukan lagi bagaimana mendidik anak-anak itu dengan benar, situasi ini membuat penulis merasa miris.

Oleh sebab itu, profesi guru bukan hanya mengajar saja melainkan mendidik siswa untuk menjadi disiplin di tengah-tengah keluarga, sekolah, lingkungan, bangsa dan negara.

Kita melihat bahwa fungsi guru itu merencanakan tujuan belajar; mengorganisasikan berbagai sumber belajar untuk mewujudkan tujuan belajar; memimpin, yang meliputi memberikan motivasi, mendorong, dan memberikan stimulus pada siswa; mengawasi segala sesuatu, apakah sudah berfungsi sebagaimana mestinya atau belum dalam rangka pencapaian tujuan.

Sebagaimana yang dimaksud dalam Undang Undang (UU) Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyebutkan bahwa, “Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta pada pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.”

Berlandaskan Undang Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, tersebut dapat dipahami bahwa tugas guru bukan hanya mengajar atau menyampaikan materi pelajaran kepada siswa saja, tetapi juga mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi belajar siswanya.

Maka dengan itu guru itu harus jadi panutan dan teladan bagi siswa/i nya. Sebagaimana peribahasa berbunyi “Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari”, guru seyogianya menjadi sosok yang digugu dan ditiru.(*)


Penulis merupakan tenaga pendidik di Kabupaten Simalungun.

Tags:#disiplin#guru#pendidik#siswa
Share46SendShare

Related Posts

Menjaga Marwah Negara Hukum: Confirmation Bias, Perceived Institutional Bias, Hubungan Antar-Lembaga Negara, dan Due Process of Law dalam Perkara Febrie Adriansyah, Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus

28/07/2026

Menjaga Marwah Negara Hukum: Confirmation Bias, Perceived Institutional Bias, Hubungan Antar-Lembaga Negara, dan Due Process of Law dalam Perkara Febrie...

Budaya Adat di Lingkungan Masyarakat Era Modern saat ini

15/11/2025

PIRAMIDA.ID-Dalam kehidupan Masyarakat era modern, budaya adat sering kali terpinggirkan oleh pengaruh media sosial dan perkembangan teknologi pada saat ini....

Geowisata Kaldera Toba Untuk Bumi Untuk Kita

15/07/2025

Geowisata Kaldera Toba Untuk Bumi Untuk Kita Oleh: Edis Galingging Geliat sektor pariwisata pacu terus pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Tampaknya...

Refleksi Paskah dan Titik Balik Kebangkitan Ekonomi Indonesia

20/04/2025

Refleksi Paskah dan Titik Balik Kebangkitan Ekonomi Indonesia Oleh: Fawer Full Fander Sihite, S.Th.,S.H.,MAPS 1. Menghadapi Perang Dagang Global Perang...

Presiden Prabowo ke Timur Tengah: Mengukuhkan Posisi Indonesia di Panggung Global

14/04/2025

Presiden Prabowo ke Timur Tengah: Mengukuhkan Posisi Indonesia di Panggung Global Oleh: Fawer Full Fander Sihite, S.Th., S.H., MAPS Kunjungan...

Pertemuan Prabowo dan Megawati: Sebuah Sinyal Positif bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

11/04/2025

Pertemuan Prabowo dan Megawati: Sebuah Sinyal Positif bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Refleksi Mahasiswa Kristen dalam Perspektif Alkitabiah Ditulis Oleh: Fawer...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Demisioner Ketua Umum HMI Cabang Pematangsiantar-Simalungun priode 2024-2025 : Robert Hidayat Pardosi Tantang Kapolres Simalungun komitmen terkait pemberantasan judi dan narkoba 

14/09/2026
Berita

PMKRI Pematangsiantar Serukan Rekonsiliasi Nasional, Tegaskan Organisasi Terlalu Besar untuk Dikorbankan dalam Dualisme

10/09/2026
Berita

DITENGAH ANCAMAN KARHUTLA, DPD GMNI SOROTI DUGAAN PELANGGARAN LAHAN HCV PT LONSUM ! SERUKAN KEBERLANJUTAN EKOLOGIS SUMATERA UTARA.

08/09/2026
Berita

PMKRI Cabang Pematangsiantar Gelar Camping Rohani 2026: Perkuat Iman Orang Muda dan Komitmen Ekowisata Melalui Penanaman Pohon

08/09/2026
Berita

4 Terdakwa Pembunuh Calon LC dituntut Hukuman Mati, Utusan Sarumaha Kaget dan Sebut Kliennya Tidak Sejajar dengan Terdakwa lain

07/09/2026
Berita

Think Talk: RUU Perampasan Aset Jangan Hanya Dikejar untuk Disahkan

07/09/2026

Populer

Berita

Diduga Terjadi Tindakan Represif terhadap Warga; Mahasiswa Kecam Keras Sikap Subkontraktor BP Batam

07/09/2026
Berita

Proyek Parit Pasangan Nagori Simpang Panei Simalungun Dipertanyakan

23/12/2023
Berita

4 Terdakwa Pembunuh Calon LC dituntut Hukuman Mati, Utusan Sarumaha Kaget dan Sebut Kliennya Tidak Sejajar dengan Terdakwa lain

07/09/2026
Edukasi

Kamus Digital Bahasa Batak ke Dalam Bahasa Indonesia

20/11/2022
Berita

PMKRI Pematangsiantar Serukan Rekonsiliasi Nasional, Tegaskan Organisasi Terlalu Besar untuk Dikorbankan dalam Dualisme

10/09/2026
Berita

Bos Mega Mall, Bowie Jonatan Dihukum 2 Bulan 25 Hari, Kajari dan Kasintel Kejari Batam Bungkam Seribu Bahasa

08/08/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber