Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Minggu, Februari 1, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
Home Berita

GMNI Minta Jokowi Konkretkan Pidatonya soal Kemerdekaan Palestina sebagaimana Pidato Bung Karno

by Redaksi
02/10/2020
in Berita
99
SHARES
704
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Dalam sidang umum PBB beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi turut menyampaikan pidato dalam sesi debat umum Sidang Majelis Umum ke-75 PBB.

Dalam pidato yang disampaikan melalui rekaman tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan beberapa pokok persoalan penting yang dihadapi dunia saat ini yang membutuhkan peran aktif seluruh anggota PBB untuk bersama-sama menyelesaikan setiap persoalan tersebut.

Menanggapi isi pidato Presiden Jokowi dalam Sidang Umum PBB tersebut, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Imanuel Cahyadi menyampaikan apresiasinya karena apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi dinilai sesuai dengan semangat Pancasila, terkhusus menyoal dukungan Indonesia untuk Palestina.

Namun menurut Imanuel ucapan ini harus segera dikonkretkan.

“Pada Konferensi Asia-Afrika di Bandung yang digagas oleh Indonesia melalui diplomasi yang dilakukan oleh Ali Sastroamidjojo yang juga merupakan ketua dari perhelatan tersebut. Palestina adalah satu di antara 29 negara yang hadir, namun hingga kini belum merasakan kemerdekaan. Untuk itu, dukungan Indonesia agar Palestina merdeka dan memperoleh hak-haknya sebagai negara merdeka patut diperjuangkan secara konsisten karena ini sesuai dengan semangat Pancasila sila ke-2, yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab serta preambule UUD 1945 bahwa penjajahan di atas dunia harus segera dihapuskan,” tegas Imanuel.

Imanuel mengingatkan bahwa apa yang dialami Palestina yang hingga kini tak kunjung merdeka adalah bentuk lain dari penindasan.

Menurutnya, adalah sebuah kewajiban Indonesia mendorong kemerdekaan Palestina seperti yang pernah dicetuskan oleh Presiden pertama Indonesia Soekarno pada Sidang Umum PBB ke-15 tahun 1960 yang berjudul “To Build The World a New”.

“Soekarno pada Sidang Umum PBB tahun 1960 pernah membacakan pidato berjudul “To Build The World a New” yang intinya adalah menawarkan suatu tatanan masyarakat dunia yang bebas dari penjajahan dan penindasan sebagaimana 5 prinsip dasar Pancasila yang menjadi panduan kehidupan berbangsa dan bernegara masyarakat Indonesia. Sekarang, 60 tahun setelah pidato tersebut dibacakan, namun Palestina masih belum merasakan kemerdekaan. Inilah tugas sejarah yang harus kita kawal agar tak ada lagi penindasan bangsa atas bangsa lainnya, penindasan manusia atas manusia lainnya,” tutur alumni Hubungan International Unpad tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa ini harus dijadikan momentum untuk menggelorakan kembali semangat negara dunia ketiga kala itu, yakni negara -negara Asia dan Afrika.

“Ini adalah momen untuk Indonesia kembali menyatukan semangat gerakan non blok negara -negara dalam KAA, bahwa tanggung jawab belum usai, Palestina belum merdeka,” pungkas Imanuel.

Ketua Bidang Hubungan Internasional dan Jaringan Luar Negeri DPP GMNI, Kristian Sinulingga, ikut menyuarakan dukungannya pada isi pidato Presiden Jokowi yang meminta agar seluruh negara bekerja sama melawan pandemi COVID-19.

“Pandemi COVID-19 saat ini adalah musuh bersama seluruh negara. Pandemi COVID-19 tak mengenal batas negara. Untuk itu diperlukan upaya bersama untuk menemukan vaksin terhadap virus ini dan juga kesetaraan untuk mendapat akses yang setara terhadap vaksin dengan harga terjangkau,” terang Kristian.

Kristian juga menyoroti soal konflik di kawasan, khususnya di Laut Cina Selatan yang juga menjadi perhatian Presiden Jokowi dalam pidatonya tersebut.

Ia mendorong agar dalam setiap penyelesaian sengketa dilakukan pada prinsip win-win solution seperti yang disampaikan Presiden Jokowi, namun harus tetap dengan mengedepankan prinsip penghormatan pada kedaulatan wilayah suatu negara.

“Dalam pidatonya, Presiden Jokowi juga menyinggung soal tidak diindahkannya prinsip-prinsip PBB dan hukum internasional. Saya memandangnya sebagai peringatan terhadap Cina yang berkonflik dengan negara-negara lain di Laut Cina Selatan. PBB harus hadir untuk menengahi konflik yang terjadi di kawasan untuk menghindari konfrontasi langsung yang memungkinkan terjadinya perang terbuka di kawasan, namun dengan tetap menghormati prinsip kedaulatan negara dan integritas wilayah,” pungkasnya.

Tags: #konflikteritori#palestina#rilis
Share40SendShare

Related Posts

Rakernas METI, Aktor, dan Proyek: Narasi Bersih yang Tak Pernah Bersih-Bersih

31/01/2026

PIRAMIDA.ID | Bandung, 31 Januari 2026 — Di tengah Rakernas Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Gerakan Pemuda Energi menggelar aksi...

Gatot Tuding Kapolri “Pembangkang”, Komrad: Ini Bukan Kritik Ini Provokasi!

30/01/2026

PIRAMIDA.ID | JAKARTA — Pernyataan Gatot Nurmantyo yang menyebut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo “pembangkang” dan “kurang ajar” menuai respons...

KOMRAD PANCASILA DKI Jakarta Apresiasi Sikap Ksatria POLDA METRO JAYA dalam Kasus Penjual Es Jadul

30/01/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta — Jumat, 30/01/2026 KOMRAD PANCASILA DKI Jakarta menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polda Metro Jaya atas sikap ksatria,...

ILAJ Desak Polda Riau Segera Menetapkan Tersangka dan Menangkap Pelaku Pembunuhan di Keritang, Indragiri Hilir

28/01/2026

PIRAMIDA.ID -Institute Law and Justice (ILAJ) menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa dugaan tindak pidana pembunuhan yang terjadi di Kecamatan Keritang,...

IJLS: PT TPL Disebut Ditutup, Namun Masyarakat Adat Masih Menyaksikan Dugaan Aktivitas Operasional di Lapangan

22/01/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta, 21 Januari 2026- Institute for Justice, Law and Society (IJLS) menyatakan keprihatinan serius atas ketidakjelasan status hukum...

Langkah Humanis Polda Metro Jaya Tuai Apresiasi, Kasus “Ijazah Palsu” Diselesaikan Lewat Restorative Justice

19/01/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta — Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri mendapat apresiasi...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Rakernas METI, Aktor, dan Proyek: Narasi Bersih yang Tak Pernah Bersih-Bersih

31/01/2026
Berita

Gatot Tuding Kapolri “Pembangkang”, Komrad: Ini Bukan Kritik Ini Provokasi!

30/01/2026
Berita

KOMRAD PANCASILA DKI Jakarta Apresiasi Sikap Ksatria POLDA METRO JAYA dalam Kasus Penjual Es Jadul

30/01/2026
Berita

ILAJ Desak Polda Riau Segera Menetapkan Tersangka dan Menangkap Pelaku Pembunuhan di Keritang, Indragiri Hilir

28/01/2026
Sorot Publik

Wacana Polri di Bawah Kementerian Dinilai “Mundur”: Komite Reformasi Diingatkan Jangan Langgar Mandat UU

27/01/2026
Berita

IJLS: PT TPL Disebut Ditutup, Namun Masyarakat Adat Masih Menyaksikan Dugaan Aktivitas Operasional di Lapangan

22/01/2026

Populer

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasi barak berita hari ini berita bola danau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasi barak berita hari ini berita bola danau tobasumber