Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Jumat, Januari 23, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
Home Sorot Publik

KSPM Menolak KKN

by Redaksi
23/03/2022
in Sorot Publik
112
SHARES
802
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Pergerakan para aktivis pada tahun 1998 menjadi awal bentuk perlawanan yang dilakukan oleh seluruh kalangan, baik itu mahasiswa maupun lapisan masyarakat dari berbagai elemen untuk menuntut penghapusan “KKN” (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) yang terjadi begitu brutal tahun 1997-1998 di negara Indonesia.

Kala itu, tragedi sejarah demokrasi memuncak pada tahun 1998, ribuan mahasiswa menduduki gedung DPR/MPR dengan tujuan menggulingkan kepemimpinan otoriter yang dipimpin oleh presiden Soeharto.

Pada tanggal 12 Mei 1998 dikenal dengan tragedi Trisakti, yang bukan lain adalah peristiwa berdarah tentang penembakan beberapa demonstran dari Universitas Trisakti, melenyapkan 4 nyawa dan sebagian lagi mengalami luka-luka.

Hal tersebut menjadi sebuah bukti represifitas yang terjadi saat itu, bukan hanya kepada mahasiswa tetapi masyarakat juga merasakan dengan banyak nya perampasan hak tani.
Kebangkitan perlawanan pun semakin kuat dan merebak, mulai dari demonstrasi hingga seni, andil menyampaikan nya melalui karya-karya seperti puisi, nyanyian, dan gambar.

Hal ini menjadi sebuah ancaman besar bagi penguasa orde baru saat itu, sehingga banyak penculikan para aktivis dan hilang bak ditelan bumi. Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya orde baru yang dipimpin presiden Soeharto pun tumbang, dan beranjak menuju reformasi.

Demi memerangi KKN itu sendiri, dalam kepemimpinan presiden Megawati, didirikan lah beberapa lembaga pengawasan terhadap instansi dan hal yang rentan mengalami korupsi, salah satunya adalah KPK yang dirujuk melalui UU Nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN dengan UU Nomor 31 Tahun 1999 pada masa reformasi, bertujuan sebagai bentuk nyata perlawanan penuh dari seluruh warga negara dan pemerintah terhadap tindak korupsi.

Pada era presiden Megawati tercatat bahwa ada 4 menteri yang terindikasi kasus korupsi sehingga menjadi tersangka oleh KPK, dan 6 menteri pada era presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tak terlebih pada masa kepemimpinan saat ini, yakni presiden Joko Widodo terindikasi ada 4 menteri yang menjadi tersangka oleh KPK.

Lembaga antirasuah tersebut sempat menjadi puncak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga negara. Tetapi dalam kurun waktu belakangan, seperti yang terlihat di publik bahwa KPK lebih menonjolkan kontroversi dari pada prestasi. Sangat jelas dan tajam.
Bagaimana tidak, pemimpin lembaga KPK tersebut harus berurusan dengan dewan pengawas karena gaya hidup dan etika yang dilanggar, sebagai kode etik.

Dan belakangan terlihat pemberhentian pegawai KPK menjadi sebuah kontroversi yang besar, menurut Pasal 94 UU Nomor 39 Tahun 1999 bahwa praktik diskriminasi dilakukan secara sistematis untuk menyingkirkan orang-orang yang berbeda pendapat ataupun oposisi, dan dinilai mirip dengan cara yang dilakukan pada masa orde baru.

Saat ini juga beredar isu penyelewengan terhadap UUD 1945, tentang maksimal masa jabatan diemban presiden sebanyak 2 periode, sehingga banyak usul untuk mengamandemen kembali UUD 1945, agar dapat dilakukan masa jabatan presiden lebih dari 2 periode. Hal ini terjadi karena beberapa pejabat, ataupun menteri yang setuju untuk penundaan pemilu.

Beberapa hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa urgensi KPK sebagai lembaga yang berperan aktif untuk memberantas indikasi tindak-tindak KKN yang beredar dalam masyarakat.

“Kami dari Kelompok Studi Pendidikan Merdeka (KSPM) mengajak seluruh masyarakat dari berbagai lapisan elemen untuk ikut serta memerangi KKN yang sedang gencar dilakukan saat ini, sehingga serentak untuk bersama menyuarakan bahwa KKN sebagai musuh rakyat,” ujar Daniel Parangin-angin selaku anggota KSPM.

“Kami juga mengajak khususnya masyarakat Pematangsiantar-Simalungun untuk ikut andil peka terhadap tindak KKN, karena pastinya setiap daerah perlu aktif dalam memerangi tindakan KKN. Banyak pembangunan yang belum terealisasi penuh saat ini. Mulai dari infrastruktur seperti jalan raya hingga fasilitas, seperti pembangunan jalan di kota Pematangsiantar-simalungun juga banyak belum rampung. Ada jalan Asahan sebagai lintas provinsi dan beberapa jalan di panei tongah serta Tanah Jawa. Belum lagi dengan GOR dan stadion Sangnawaluh yang saat ini tidak mendapat perhatian dari pemerintah, sehingga mangkrak dan tidak dapat dipergunakan sebagaimana mestinya,” ujar Putri selaku Koordinator KSPM.

Tags: #kkn#kspm#pandangan#sikap
Share45SendShare

Related Posts

Langkah Humanis Polda Metro Jaya Tuai Apresiasi, Kasus “Ijazah Palsu” Diselesaikan Lewat Restorative Justice

19/01/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta — Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri mendapat apresiasi...

GMKI P.SIANTAR-SIMALUNGUN TOLAK WACANA PEMILIHAN KEPALA DAERAH OLEH DPRD

12/01/2026

PIRAMIDA.ID | Pematangsiantar - Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun menyatakan penolakan tegas terhadap wacana pemilihan kepala daerah oleh...

POLRI Tetap Dibawah Presiden. Komrad Pancasila : Operasi Politik Menjatuhkan Polri Gagal Total !!!

12/01/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta — Komisi III DPR RI menegaskan kedudukan Polri harus tetap berada di bawah Presiden, sekaligus menegaskan pengangkatan...

Merayakan Natal Dengan Penuh Empati, Komrad Pancasila Bagikan Bingkisan Natal Untuk Pemuda Dan Mahasiswa Rantau

26/12/2025

PIRAMIDA.ID | Jakarta - Dalam semangat Natal yang sarat dengan nilai kasih, solidaritas, dan kemanusiaan, Komrad Pancasila menggelar kegiatan berbagi...

SERUAN PARKINDO: MERAYAKAN NATAL DENGAN RATAPAN

25/12/2025

Kalau dipijak-pijak dengan kaki tawanan-tawanan di dunia, kalau hak orang dibelokkan di hadapan Yang Mahatinggi, atau orang diperlakukan tidak adil...

GMKI Dukung Persembahan Natal Nasional 2025 Untuk Kemanusiaan Palestina

22/11/2025

PIRAMIDA.ID | Jakarta - Perayaan Hari Natal Nasional 2025 akan berlangsung Stadion Tenis Indoor pada 5 Januari 2026. Natal nasional...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

IJLS: PT TPL Disebut Ditutup, Namun Masyarakat Adat Masih Menyaksikan Dugaan Aktivitas Operasional di Lapangan

22/01/2026
Berita

Langkah Humanis Polda Metro Jaya Tuai Apresiasi, Kasus “Ijazah Palsu” Diselesaikan Lewat Restorative Justice

19/01/2026
Berita

UU Narkotika Dinilai Tertinggal, Komrad Pancasila Dukung untuk Percepatan RUU Narkoba Demi Selamatkan Generasi Muda

13/01/2026
Berita

GMKI P.SIANTAR-SIMALUNGUN TOLAK WACANA PEMILIHAN KEPALA DAERAH OLEH DPRD

12/01/2026
Sorot Publik

POLRI Tetap Dibawah Presiden. Komrad Pancasila : Operasi Politik Menjatuhkan Polri Gagal Total !!!

12/01/2026
Berita

PC PMII Pematangsiantar–Simalungun Soroti Lambannya Kinerja Kejari Pematangsiantar dalam Penanganan Kasus dan Minimnya Transparansi Penanganan Tindak Pidana Korupsi

12/01/2026

Populer

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasi barak berita hari ini berita bola danau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasi barak berita hari ini berita bola danau tobasumber