Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Senin, Juni 8, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDialektika

Menikah Pada Waktunya

byRedaksi
10/08/2021
inDialektika
102
SHARES
728
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Novelin Silalahi*

PIRAMIDA.ID- Kita memiliki tujuan hidup masing-masing, kita memiliki warna masing-masing dalam hidup yang penuh arti.

Menikah adalah satu keputusan besar dalam hidup setiap orang yang membutuhkan pertimbangan matang. Kita tidak boleh main-main dalam mengambil keputusan tersebut, keputusan besar untuk menentukan siapa teman hidup kita sampai akhir perjuangan hidup ini, sosok yang akan selalu ada di dalam suka dan duka, sosok yang akan berjuang bersama dengan segala kelebihan dan kekurangannya yang harus kita terima.

Dilematis kata menikah biasanya ditemui oleh beberapa orang dengan usia dewasa, dengan orang-orang yang memiliki target pernikahan, dengan orang-orang yang memiliki pasangan dengan usia perkenalan atau pacaran yang sudah lama, dengan orang-orang dengan trauma masa lalu, dan kondisi lainnya.

Pentingnya mempersiapkan beberapa hal sebelum melangkah ke jenjang tersebut, di antaranya:

1. Kepastian mental

Masih banyak orang yang ingin bermain-main dalam usia mudanya, hidup bebas dan belum memiliki kemantaban emosional. Kita perlu mematangkan pikiran kita agar mampu mengahadapi persoalan dalam perjalan kehidupan rumah tangga yang akan terbangun nanti.

2. Mempertimbangkan keuangan sebagai pemenuhan kebutuhan

Kita perlu mengevaluasi hubungan yang selama ini telah terbangun, apakah kita sama-sama memberi kesempatan satu sama lain, ataukah kita hanya sendiri memenuhi segala sesuatunya. Satu hal sensitif yang dapat menyerang kita dikemudian hari. Maka dari itu sebelum melangkah perlu dibicarakan hal ini. Mulai dari keuangan dalam mempersiapkan pernikahan hingga berjalannya rumah tangga itu. Banyak pasangan yang kalah dengan kondisi ini baik sebelum dan sesudah pernikahan. Namun bukan berarti ini menjadi penghalang, justru hal ini harus menjadi penyemangat kita untuk berjuang dengan keputusan yang bijaksana.

3. Perlunya perkenalan dan penerimaan orang tua

Kita perlu mendengar harapan orang tua yang telah melahirkan dan membesarkan kita.
Setiap orang tua pasti memiliki harapan untuk masa depan anaknya. Banyak orang tua ingin yang terbaik untuk anak-anaknya, banyak juga orang tua mempercayakan segalanya kepada anak-anaknya dalam menentukan masa depannya. Tapi bagaimanapun itu, kita sebagai orang dewasa harus mampu menentukan bagaimana diri kita di masa depan. Bagaimana warna kehidupan kita, kita sendiri yang akan mempertanggungjawabkannya.

4. Tujuan hidup dan tujuan pernikahan

Apa yang menjadi tujuan kita itu perlu dibicarakan bersama, keharusan anak, damai sejahtera, kebahagiaan, dan semuanya mesti dibicarakan, sehinggga kita boleh sama-sama memperjuangkan satu hal yang sama. Terkadang perbedaan itu akan menimbulkan gesekan, namun tidak sedikit pula yang akan menerima segala perbedaan itu, terkadang perbedaan juga menjadikan perjalanan itu indah dengan penerimaan yang besar diantara kedua belah pihak.

5. Kehidupan setelah pernikahan

Banyak dari kita yang akan siap dalam pernikahan, namun banyak pula yang belum memikirkan kehidupan setelahnya. Tanpa kesiapan kita akan masuk ke dalam fase terkejut. Dalam beberapa usia muda pernikahan tak sedikit pasangan yang ribut karena perbedaan, karena ego dan emosi yang tidak terkendali, kekerasan dalam rumah tangga, bahkan hingga masuk dalam perceraian.

Hal ini bisa dibekali dengan waktu konseling bimbingan pra nikah, membaca buku bimbingan, atau konsultasi dengan keluarga, secara psikis dan psikologi kita harus siap.

Menikah bukan soal usia yang sudah menua, bukan soal perjodohan, bukan pula soal keterpaksaan. Menikah itu adalah keputusan besar dalam hidup setiap orang dengan pertimbangan matang.

Karena kita akan menikah pada waktunya, pun ada yang memilih untuk tidak menikah itu pun pilihan dari masing-masing kita, dengan pertimbangan yang luar biasa, setiap orang akan menikmati hidupnya dengan cara dan keputusannya masing-masing.(*)


Penulis merupakan Bendahara Umum PP GMKI.

Tags:#analisis#gagasan#menikah
Share41SendShare

Related Posts

Menantang Narasi Pikiran Ferry Irwandi Desak Reformasi Total Polri

05/09/2025

PIRAMIDA.ID - Seruan Ferry Irwandi dalam beberapa media berita online yang mendesak “reformasi total Polri” terdengar lantang, tetapi jika ditelisik...

Pidato Lengkap Jefri Gultom di Dies Natalis GMKI ke-74: Bangkit Ditengah Pergumulan

26/02/2024

Bangkit Ditengah Pergumulan Pidato 74 tahun GMKI Jefri Edi Irawan Gultom Para peletak sejarah selalu berpegang pada prinsip ini, ‘’perjalanan...

Pewaris Opera Batak

11/07/2023

Oleh: Thompson Hs* PIRAMIDA.ID- Tahun 2016 saya menerima Anugerah Kebudayaan dari Kemdikbud (sekarang Kemendikbudristek) Republik Indonesia di kategori Pelestari. Sederhananya,...

Mengapa Membahas Masa Depan Guru “Dianggap” Tidak Menarik?

01/05/2023

Oleh: Agi Julianto Martuah Purba PIRAMIDA.ID- “Mengapa sejauh ini kampus kita tidak mengadakan seminar tentang tantangan dan strategi profesi guru di...

Membangun Demokrasi: Merawat Partisipasi Perempuan di Bidang Politik

14/04/2023

Oleh: Anggith Sabarofek* PIRAMIDA.ID- Demokrasi, perempuan dan politik merupakan tiga unsur yang saling berkesinambungan satu dengan yang lain. Berbicara mengenai...

Dari Peristiwa Kanjuruhan Hingga Batalnya Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-20

03/04/2023

Oleh: Edis Galingging* PIRAMIDA.ID- Dunia sepak bola tanah air sedang merasakan duka yang dalam. Kali ini, duka itu hadir bukan...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

PA Simalungun dan Posbakum Perkuat Komitmen Berikan Akses Keadilan Masyarakat.

06/06/2026
Berita

Ketua BEM FE USI: Uang Rakyat Harus Kembali untuk Rakyat

03/06/2026
Berita

Jakarta Bisa Kalahkan Sampah! Komrad Pancasila Puji Gebrakan Polda Metro, Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta Lewat Gerakan Pilah Sampah

03/06/2026
Berita

Pancasila Bukan Hanya Seremonial: Saatnya Menjadi Etika Kekuasaan dan Jalan Keadilan Rakyat

01/06/2026
Berita

KNPI Simalungun Apresiasi Pemkab Simalungun Pertahankan Opini WTP dari BPK RI

31/05/2026
Berita

Pemkab Simalungun Raih Opini WTP dari BPK Tahun Anggaran 2025, ILAJ: Bupati, Sekretaris Daerah dan Inspektorat Layak di Apresiasi

31/05/2026

Populer

Berita

PA Simalungun dan Posbakum Perkuat Komitmen Berikan Akses Keadilan Masyarakat.

06/06/2026
Pojokan

Asal Usul Kata Rokok di Indonesia

05/08/2022
Berita

Penyidik Polsek Bandar Huluan Dinilai Lambat” PH Tegaskan: BAP Tersangka Adalah Hak, Bukan Pemberian

29/05/2026
Berita

Ketua BEM FE USI: Uang Rakyat Harus Kembali untuk Rakyat

03/06/2026
istimewa
Dialektika

Ana ‘Abdu Man ‘Allamani

17/06/2020
Berita

Ketua ILAJ Fawer Sihite Minta Kapolres Simalungun & Kasat Reskrim Serius Tangani Dugaan Pungli PDAM Totap Majawa

26/05/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber