Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeEdukasi

Pancasila Dalam Keragaman Bangsa

byRedaksi
06/10/2019
inEdukasi
100
SHARES
715
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Advent Manullang*

PIRAMIDA.ID – Sebentar kita teringat pada saat di bangku Sekolah Dasar (SD). Guru kita mengajarkan bahwa dasar bangsa Indonesia adalah Pancasila dan sebagai ideologi Indonesia. Pancasila juga adalah dasar yang menghantarkan bangsa ini ke gerbang kemerdekaaan yang sudah kita rasakan selama 65 tahun yang sudah kita raih dari penjajah. Namun, saya terhentak sebuah pertanyaan apakah Pancasila masih menjadi ideologi bangsa kita yang heterogen ini?.

Menerjemahkan Nilai Pancasila

Diberbagai negara di dunia yang mempunyai paham masing-masing misalnya, sosialis, komunis, liberal mempunyai hal yang mendasar akan ideologinya dan itu berbeda dengan ideologi Pancasila yang mampu mempersatukan semua keberanekaragam bangsa baik agama, suku, adat istadat, budaya dan sebagainya ke dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI).

Namun hal tersebut tercoreng oleh sebahagian kelompok yang sangat tidak menginginkan akan kesatuan bangsa demi untuk kepentingan sesaat bahkan hanya untuk memuaskan rasa dendam dan emosi saja. Kejadian akhir-akhir ini seperti Konflik di Tarakan, Kekerasaan terhadap penatua dan jemaat HKBP di Bekasi, bahkan Kasus Teroris yang bisa saja juga punya keinginan untuk merongrong ideologi Pancasila adalah menjadi bukti yang kongkrit dalam kehidupan bermasyarakat sekarang.

Di dalam Negara Kesatuan RI kita, mungkin dan memang harus kita melihat lebih kedalam lagi makna akan Pancasila yang sudah mampu mengikat keberanekaragaman bangsa. Bagaimana Kekuatan heterogen bangsa ini dulu boleh menyatukan kaum pemuda diseluruh tanah air berjanji satu bangsa, satu tanah air dan satu tanah air pada tahun 1928 yang di kenal dengan Sumpah Pemuda. Istilah Pancasila belum ada pada saat itu, namun semangat kebersamaan dan kesatuan sangat terasa diantara pemuda dari berbagai daerah jong java, jong sumatera bond, jong batak bond, jon islamienten bond, jong celedes,jong Ambon, dan pemuda kaum betawi. Setelah kemerdekaan,  dilanjutkan oleh Presiden Bung Karno menjadikan Pancasila sebagai dasar Negara kita pada sidang BPUPKI ke 2 pada tanggal 10 Juli 1945.

Dalam perjalanan bangsa yang semakin sulit karena banyaknya tantangan baik dari dalam dan luar negeri seharusnya hal-hal yang kita sebutkan tadi tidak lagi menjadi masalah yang menganggu stabilitas dan keamanan Negara. Pancasila harus mampu kita terjemahkan ke dalam setiap lini masyarakat yang beranekaragaman secara komunal. Sebagai masyarakat terlebih juga bagi kaum muda harus memahami akan Pancasila yang Bineka Tunggal Ika, dan mengejawantahkan ke dalam setiap suku, bangsa, ras, adat dan agama. Kaum muda juga harus di depan untuk menjadi contoh mengartikan Pencasila dalam kehidupan seharinya, tidak membedakan setiap perbedaan yang antara individu yang satu dengan lainnya namun memandang semua adalah sama dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kekayaan

Keberanekaragam bangsa ini baik agama, suku, adat istadat, budaya dan sebagainya merupakan kekayaan yang tidak ternilai harganya. Pada perkenalan bangsa Indonesia di pentas bangsa lain kita juga memperkenalkannya dengan menampilkan kebudayaan, suku, dan bahasa daerah  dan sebagainya yang menjadi kesemuanya itu adalah identitas bangsa. Banyaknya wisatawan asing berlibur  ke Indonesia untuk melihat kebudayaan, adat istiadat dan aneka suku yang kita miliki menambah keindahan objek wisata alam. Dengan banyaknya wisatawan dapat menambah devisa negara kita dan bukan hanya sampai disitu menambah pendapat masyarakat. Itulah beberapa dari banyak hal yang membuktikan bahwa perbedaan bangsa kita adalah sebuah kekayaan.

Disamping itu juga kita lebih bangga lagi sebagai anak negeri ini karena kekayaan tersebut tidak dimiliki bangsa asing sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi bangsa kita. Untuk itu kita harus jaga dan lestarikan generasi ke generasi bangsa sehingga tidak mengalami “kepunahan” karena ketidakmampuan kita dalam menerima keberbedaan itu dimasyarakat.

Kita juga harus mampu meredam setiap isu SARA dan keinginan kelompok ataupun individu yang tidak bertanggung jawab dengan mengunakan keberanekaragam ini menjadi konflik-konflik baru dimasyarakat. Dan itu secara langsung menggangu keamanan dan stabilitas bangsa dalam pembangunan bahkan lebih ironis lagi sampai menghasilkan korban jiwa. Padahal kejadian itu tidak perlu terjadi kalaulah kita bisa memahami dan menjaga semua keberanekaragaman yang juga adalah  kekayaan bangsa ini secara bersama-sama.

Kalaulah rakyat masih dalam kemiskinan dan tidak mendapatkan akses pendidikan dan kesehatan karena pemerintah kita tidak dapat mensejahterahkan rakyatnya, tapi tidaklah kitamasyarakat yang heterogen dan pemerintah disibukkan dan diganggu oleh masalah kekayaan kita sendiri. Mari sama-sama melawannya. Semoga !!


Penulis adalah Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Share40SendShare

Related Posts

Menjaga Marwah Negara Hukum: Confirmation Bias, Perceived Institutional Bias, Hubungan Antar-Lembaga Negara, dan Due Process of Law dalam Perkara Febrie Adriansyah, Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus

28/07/2026

Menjaga Marwah Negara Hukum: Confirmation Bias, Perceived Institutional Bias, Hubungan Antar-Lembaga Negara, dan Due Process of Law dalam Perkara Febrie...

Budaya Adat di Lingkungan Masyarakat Era Modern saat ini

15/11/2025

PIRAMIDA.ID-Dalam kehidupan Masyarakat era modern, budaya adat sering kali terpinggirkan oleh pengaruh media sosial dan perkembangan teknologi pada saat ini....

Geowisata Kaldera Toba Untuk Bumi Untuk Kita

15/07/2025

Geowisata Kaldera Toba Untuk Bumi Untuk Kita Oleh: Edis Galingging Geliat sektor pariwisata pacu terus pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Tampaknya...

Refleksi Paskah dan Titik Balik Kebangkitan Ekonomi Indonesia

20/04/2025

Refleksi Paskah dan Titik Balik Kebangkitan Ekonomi Indonesia Oleh: Fawer Full Fander Sihite, S.Th.,S.H.,MAPS 1. Menghadapi Perang Dagang Global Perang...

Presiden Prabowo ke Timur Tengah: Mengukuhkan Posisi Indonesia di Panggung Global

14/04/2025

Presiden Prabowo ke Timur Tengah: Mengukuhkan Posisi Indonesia di Panggung Global Oleh: Fawer Full Fander Sihite, S.Th., S.H., MAPS Kunjungan...

Pertemuan Prabowo dan Megawati: Sebuah Sinyal Positif bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

11/04/2025

Pertemuan Prabowo dan Megawati: Sebuah Sinyal Positif bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Refleksi Mahasiswa Kristen dalam Perspektif Alkitabiah Ditulis Oleh: Fawer...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

FAJAR BARU TRUNOJOYO: MENANTI REVOLUSI POLRI DI TANGAN JENDRAL SUYUDI

05/10/2026
Berita

62 Tahun PMKRI Pematangsiantar: Bertumbuh dalam Persaudaraan, Mengabdi dalam Perjuangan

05/10/2026
Berita

Tokoh Simalungun: Pemilihan Rektor USI PerluMengedepankan Kapasitas dan Visi

05/10/2026
Berita

5 Fraksi DPRD tidak mau bahas P-APBD berpotensi melakukan Perbuatan Melawan Hukum

02/10/2026
Berita

Apresiasi Polda Metro Jaya Dalam Pengungkapan Kasus Alm Bambang Setiawan, Komrad Pancasila: Jangan Naikkan Dugaan Menjadi Vonis

01/10/2026
Berita

PMKRI Pematangsiantar Kota Pendidikan Tak Boleh Membiarkan Anak Belajar dalam Ketakutan

26/09/2026

Populer

Berita

5 Fraksi DPRD tidak mau bahas P-APBD berpotensi melakukan Perbuatan Melawan Hukum

02/10/2026
Berita

FAJAR BARU TRUNOJOYO: MENANTI REVOLUSI POLRI DI TANGAN JENDRAL SUYUDI

05/10/2026
Berita

62 Tahun PMKRI Pematangsiantar: Bertumbuh dalam Persaudaraan, Mengabdi dalam Perjuangan

05/10/2026
Berita

Tokoh Simalungun: Pemilihan Rektor USI PerluMengedepankan Kapasitas dan Visi

05/10/2026
Pojokan

Putu Laxman Pendit, Doktor Perpustakaan yang Tidak Dapat Tempat di Indonesia

30/07/2021
istimewa
Dialektika

Ana ‘Abdu Man ‘Allamani

17/06/2020
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus