Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Rabu, Agustus 5, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeSorot Publik

Pandemi COVID-19 Membuat Pergeseran Perubahan

byRedaksi
25/05/2020
inSorot Publik
98
SHARES
699
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Robert Tua Siregar, Ph.D*

PIRAMIDA.ID – World Health Organization (WHO) menetapkan virus corona atau COVID-19 sebagai pandemi, karena telah menyebar ke lebih dari 200 negara di dunia. Akhir-akhir ini kita disuguhkan data peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia baik jumah pasien terkonfirmasi positif dan jumlah pasien yang meninggal dunia.

Data ini cukup memprihatinkan namun pemerintah senantiasa berupaya untuk meminimalisir penyebaran COVID-19 di Indonesia. Kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah mulai dari pusat sampai daerah dilaksanakan, dan dalam perjalannanya sosialisasi dilakukan dari berbagai aspek untuk memberikan edukasi kepada masyarakat melalui sosialisasi.

Pandemi COVID-19 secara umum sama dengan negara lain, di antaranya membangun kepercayaan, menetapkan jarak sosial, dan menciptakan kepastian. Selain itu juga perlu diterapkannya komunikasi publik yang efektif. Tetapi Indonesia bukan Inggris, Eropa, atau negara-negara kaya lainnya. Agar perilaku masyarakat kita berubah, orang perlu memiliki kemampuan, peluang, dan motivasi. Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak orang Indonesia yang memiliki kemewahan kesempatan dan perlindungan sosial terbatas, oleh karenanya, partisipasi masyarakat harus didorong.

Di Indonesia saat ini sudah melakukan social distancing, akan tetapi yang kurang dari pemerintah Indonesia adalah kurangnya komunikasi publik yang asimetris (informasi yang mempengaruhi kebijakan), dan Indonesia harus mendorong community participation. “Kita tahu bahwa social protection Indonesia kurang memadai, tidak mungkin selalu bergantung dari pemerintah”.

Keberadaan musibah pandemi ini membentuk pola, membentuk perilaku dari masyarakat, dalam berbagai sektor; pekerjaan (WFH), pola komsumsi (on line), pendidikan (daring), berkumpul (daring) dan ekonomi serta budaya (ada pergeseran). Perilaku yang harus diubah adalah kebiasaan (atau folkways) masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan untuk berkumpul, bersosialisasi, dan bercengkerama dalam sebuah tatanan sosial yang cenderung berupa keramaian (seperti pasar, hajatan, dan kondangan). Kebiasaan ini harus diubah dalam arti melakukan hal tersebut tetapi secara daring (online meeting, online shopping, dan online events). Perilaku yang harus diubah juga adalah pemberian jarak antar orang sekitar 1 meter atau lebih.

Hal ini agar membantu mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi antar orang. Walaupun begitu, diperlukan waktu agar masyarakat dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan ini, yang dapat dipercepat apabila terdapat insentif dari pemerintah.

Insentif dari pemerintah ini dapat berupa advertisement, bantuan langsung tunai (BLT) kepada pekerja yang terdampak, dan pemberian sosialisasi dan wawasan terhadap masyarakat luas, terutama mereka yang berada di dalam zona merah Infeksi COVID-19. Perubahan perilaku masyarakat umum tersebut juga tentu akan membantu menyelamatkan nyawa dari mereka yang terancam terinfeksi dan tentunya, sesuai dengan inisiatif dari berbagai negara di dunia, flatten the curve (mengurangi jumlah infeksi sehingga total orang sakit berada di dalam kemampuan sistem kesehatan negara) sehingga mengurangi beban di rumah sakit (akibat keterbatasan beds dan ventilator dalam setiap Rumah Sakit) dan menyelamatkan nyawa.

Namun, melihat bahwa argumen sebelumnya cenderung mengarah ke masyarakat kelas menengah ke bawah yang perlu mengubah perilakunya, hal ini tentulah kurang atau bahkan tidak mencukupi dalam rangka menghadapi pandemik; masyarakat kelas atas dan elit tentu juga harus merubah perilakunya. Dalam hal ini, penulis mengutip Class Solidarity (yang merupakan lawan dari Class Conflict-nya Marx) sebagai bentuk perlawanan universal masyarakat dari berbagai kelas. Class Solidarity merupakan konsep di mana muncul kesadaran antar kelas untuk saling membantu dalam menghadapi common enemy, di mana di dalamnya muncul pengorbanan dan solidaritas antar kelas dalam mencapai tujuan tersebut. Konsep ini lebih menggunakan contoh dari Battle of Britain (1940), ketika masyarakat kelas atas berbaur dengan kelas bawah untuk bersembunyi dari serangan Angkatan Udara Jerman.

Mengapa diperlukan Class Solidarity di Indonesia? Cenderung (atau mungkin personal bias dari penulis) kelas atas Indonesia, selama musim pandemik ini, bertindak tidak peduli terhadap pandemik yang tengah menyerang penduduk Indonesia. Entah itu korporasi, perusahaan, sosialita, dan elit-elit lainnya, sedikit menganggap serius infeksi COVID-19. Sebagai contoh, berbagai perusahaan (terutama yang terkenal dengan perusahaan sweatshops atau pekerja kasar) tidak menerapkan WFH (atau Work From Home) dengan alasan hal tersebut mengganggu “produktivitas” walaupun berisiko terkena infeksi.

Seharusnya, mereka, para pemilik modal dan perusahaan, mempunyai CSR (Corporate Social Responsibility)untuk menangani keamanan pekerjanya dan bertanggung-jawab terhadap lingkungan di sekitarnya. Dengan menerapkan pekerjaan secara langsung, memaksa pekerja untuk terus datang di tengah musim infeksi, melepas tangan ketika memang beberapa pekerja tersebut terinfeksi COVID-19, sementara petinggi-petingginya menikmati WFH dari rumah dan tidak terkena resiko tertular penyakit infeksius tersebut.

Idealnya, Class Solidarity ini dapat diwujudkan dengan perubahan perilaku kelas atas terhadap situasi COVID-19 di Indonesia. Perubahan perilaku ini adalah seperti dengan pemberian bantuan, aktivitas-aktivitas philanthropic seperti donasi pembelian APD (Alat Pelindung Diri) Rumah Sakit, meminimalisir jam kerja buruh untuk mengurangi keramaian, dan pemberian sedikit tunjangan bagi pekerja yang berada di zona merah infeksi untuk membantu kehidupan mereka (secara general, merefleksikan kepedulian elit terhadap COVID-19).

Walaupun begitu, argumen terhadap perilaku ideal ini adalah berkurangnya insentif perusahaan, penurunan omzet perusahaan, dan berkurangnya yearly income yang berdampak pada pertumbuhan perusahaan tersebut. Akan tetapi, perlu disadari bahwa terdapat beban moral yang bukan capital dalam menghadapi krisis, dan ini adalah salah satu momen tersebut. Sehingga, kelas atas harus mengerti bahwa sudah menjadi tugas mereka untuk membantu menopang kehidupan kelas bawah sebagai bentuk tanggung jawab dan bukan hanya menjadi beban negara.


Penulis adalah Ketua LPPM STIE Sultan Agung, kota Pematangsiantar

Editor: Red/Hen

Tags:headline
Share39SendShare

Related Posts

Tak Tanggung-tanggung, Masyarakat Serbalawan Perbaiki Tribun Lapangan Dobana

03/07/2026

PIRAMIDA.ID- Setelah memperbaiki lokasi Tiang Bendera, saat ini masyarakat kelurahan Serbalawan, kecamatan Dolok Batu Nanggar (Dobana) kembali memperbaiki Atap Tribun...

PMKRI Pematangsiantar Sukses Gelar MPAB 2026: Momentum Penguatan Kaderisasi Baru

25/05/2026

PIRAMIDA.ID-​SIMALUNGUN – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi sukses menyelenggarakan Masa Penerimaan Anggota Baru...

Ketua ILAJ Soroti Jalan Rusak di Pagagan Hilir, Bupati Dairi: “Kenapa Disebut Tutup Mata?”

10/05/2026

PIRAMIDA.ID - Kecamatan Pagagan Hilir kembali menjadi sorotan akibat kondisi jalan rusak yang dinilai membahayakan masyarakat. Kerusakan terjadi di sejumlah ruas...

Komjen Pol Ridwan Zulkarnaen Panca Putra Jadi Kalemdiklat Polri, Ketua ILAJ: Dimana Saja Beliau Pasti Cemerlang

10/05/2026

PIRAMIDA.ID - Ketua Institute Law And Justice (ILAJ) Fawer Full Fander Sihite memberikan apresiasi atas pelantikan Komjen Pol Drs Ridwan...

Refleksi 800 Tahun Santo Fransiskus: PMKRI Pematangsiantar Ajak Generasi Muda Hidupi Kesederhanaan dan Cinta Lingkungan

10/05/2026

PIRAMIDA.ID-PEMATANGSIANTAR — Dalam semangat memperingati 800 tahun perjalanan spiritual Santo Fransiskus dari Assisi, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang...

ILAJ Desak Dirut PTPN IV PalmCo Copot Regional Head Budi Susanto, Dinilai Lindungi Oknum VAN

04/05/2026

PIRAMIDA.ID — Institute Law and Justice (ILAJ) mendesak Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa, untuk mencopot Budi Susanto...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Hakim PN Batam, Meneik Latuputty Anjurkan Pemohon Dan Termohon Gunakan Toga Advokat Dalam Sidang Praperadilan

03/08/2026
Berita

Kasat Resnarkoba Polres Pematangsiantar Disorot, Dugaan Bandar Narkoba Masih Bebas Beroperasi

02/08/2026
Berita

MUSYRAN DAN PEMILU PERTAMA KETUA UMUM IPM kids SD Muhammadiyah 03 pematangasiantar

02/08/2026
Berita

Korban Penganiayaan Dari Seorang Istri Bhayangkara Polda Kepri Merasa Kecewa dan sebut ada privillage pada Terdakwa yang Dituntut 2 Bulan Penjara. Pricilla; Sepertinya Ada Keistimewaan Khusus, Mungkin Karena Suaminya Polisi?

31/07/2026
Berita

Traffic Light Parluasan Padam Berlarut, PMKRI Pematangsiantar Desak Dishub Percepat Perbaikan

29/07/2026
Berita

Penggelapan Esra Angelina di PT RMI, JPU tidak menahan aset milik terdakwa

28/07/2026

Populer

Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
Berita

MUSYRAN DAN PEMILU PERTAMA KETUA UMUM IPM kids SD Muhammadiyah 03 pematangasiantar

02/08/2026
Berita

Penggelapan Esra Angelina di PT RMI, JPU tidak menahan aset milik terdakwa

28/07/2026
Berita

Hakim PN Batam, Meneik Latuputty Anjurkan Pemohon Dan Termohon Gunakan Toga Advokat Dalam Sidang Praperadilan

03/08/2026
Berita

Kasat Resnarkoba Polres Pematangsiantar Disorot, Dugaan Bandar Narkoba Masih Bebas Beroperasi

02/08/2026
Berita

Advokat Korban Pengeroyokan sebut dua oknum polisi terlibat hingga TODONG PISTOL ke kliennya

27/07/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber