Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Kamis, Oktober 29, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDialektika

SDGs Gender Equity

byRedaksi
14/11/2021
inDialektika
107
SHARES
762
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Oleh: Emi Lidia Nadeak*

PIRAMIDA.ID- Isu gender merupakan salah satu isu utama dalam pembangunan berkelanjutan khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia. Kesadaran akan kesetaraan gender telah menjadi wacana publik yang terbuka, sehingga hampir tidak ada sudut kehidupan manapun yang tidak tersentuh wacana ini.

Gender telah menjadi prospektif baru yang sedang diperjuangkan untuk menjadi kontrol bagi kehidupan sosial, sejauh mana prinsif keadilan, penghargaan martabat manusia dan perlakuan yang sama dihadapan apapun antar sesama manusia termasuk laki-laki dan perempuan.

Sebagai kaum melenial, masih banyak yang mungkin belum terbiasa atau bahkan sama sekali tidak pernah mendengar apa itu “pembangunan berkelanjutan” atau disebut juga sebagai Sustainable Development Goals (SDGs).

Maka dengan adanya tulisan ini, semoga teman-teman setidaknya setelah membaca tulisan ini memiliki keingintahuan untuk mencari tahu dan mengetahu bahkan memahami tentang SDGs.

**

Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengurangi kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. SDGs berisi 17 tujuan dan 169 target yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030. Salah satu tujuannya adalah gender equity (kesetaraan gender).

Tujuh belas tujuan SDGs, yaitu: 1. Tanpa kemiskinan, 2. Tanpa kelaparan, 3. Kehidupan sehat dan sejahtera, 4. Pendidikan berkualitas, 5. Kesetaraan gender, 6. Air bersih dan sanitasi, 7. Energi yang terjangkau dan bersih, 8. Pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi, 9. Industri, inovasi, dan infrastruktur, 10. Mengurangi ketimpangan, 11. Kota dan komunitas yang berkelanjutan, 12. Konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab, 13. Penanganan perubahan iklim, 14. Kehidupan di bawah air, 15. Kehidupan di darat, 16. Perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh, 17. Kemitraan untuk mencapai tujuan.
Lalu bagaimana perkembangan kesetaraan gender di Indonesia dalam rangka SDGs?

Pernikahan Anak

Menurut data Susenas 2020, proporsi perempuan usia 20-24 tahun yang menikah sebelum usia 18 tahun mengalami penurunan dari tahun 2015 sebanyak 12,14% menjadi 10,35% di tahun 2020. Selain itu jumlah pernikahan anak di bawah 15 tahun juga menurun dari 0,6% pada tahun 2015 menjadi 0,5% pada tahun 2020.

Pada tahun 2020, 21 dari 34 provinsi di Indonesia memiliki angka pernikahan anak yang lebih tinggi dari rata-rata nasional. Selain itu, menurut data Susenas, pernikahan anak kerap kali terjadi pada anak perempuan yang tinggal di pedesaan dan berasal dari rumah tangga dengan pendapatan rendah. Anak perempuan yang menikah pada usia anak juga cenderung memiliki pendidikan yang rendah.

Partisipasi Perempuan

Partisipasi perempuan sebagai pengambil keputusan di politik telah didorong dalam peraturan perundang-undangan dengan target minimal 30% di parlemen. Namun yang tercatat saat ini melalui data Susenas pada tahun 2019 yaitu 20,87% DPR, 30,88% DPRD.

Artinya keterwakilan perempuan dalam pengambilan keputusan di politik masih perlu di tingkatkan. Keterwakilan perempuan membawa kualitas demokasi yang baik di suatu Negara. Menurut saya, semakin banyak perempuan yang berpartisipasi dalam bidang legislatif maka demokrasi yang tercipta akan semakin baik.

Kesehatan Reproduksi

Berdasarkan data survei demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI), proporsi perempuan usia reproduksi 15-49 tahun yang mengambil keputusan sendiri terkait hubungan seksual, penggunaan kontrasepsi, dan pelayanan kesehatan reproduksi meningkat dari 57,90% pada tahun 2012 ke 57,20% pada tahun 2017.
Namun hal tersebut banyak ditemukan pada kelompok usia dewasa (usia 20 tahun ke atas) dengan tingkat pendidikan lebih tinggi dan pengeluaran menengah ke atas.

Akses ke Sumber Daya Ekonomi

Hasil uji coba survei pertanian terpadu (SITASI) badan pusat statistik (BPS) pada tahun 2020 di provinsi sumatera barat, jawa timur, dan nusa tenggara barat menunjukkan hanya 18,95% perempuan yang memiliki hak atas tanah, sedangkan sisanya dimiliki oleh laki-laki.

Akses ke Teknologi

Proporsi individu yang memiliki telepon seluler terus meningkat dari 56,92% pada tahun 2015 menjadi 57,48% pada tahun 2020. Namun apabila dibandingkan, penduduk per empuan memiliki akses yang lebih sulit terhadap teknologi dibandingkan laki-laki. Akses ke teknologi laki-laki sebanyak 62,22% sedangkan perempuan 52,69%.

Artinya, masih banyak PR terkait kesetaraan gender, maka sayang sekali kesetaraan gender tidak menjadi fokus SDGs ke depan.
Focus goal tahun 2021 adalah: 1. Tanpa kemiskinan, 2, Tanpa kelaparan, 3. Kehidupan sehat dan sejahtera, 8. Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, 10. Berkurangnya kesenjangan, 12. Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, 13. Penanganan perubahan iklim, 16. Perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh, 17. Kemitraan untuk mencapai tujuan.

Padahal semua target ini dapat lebih cepat tercapai dan terealisasi jika kesetaraan gender dijadikan fokus dan upaya kesetaraan gender sangat berpengaruh pada SDGs lainnya.
Konsensus yang tersebar luas adalah bahwa kemajuan pada semua SDGs akan terhenti jika pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender tidak diprioritaskan, dan diperlakukan secara holistik.

SDG melihat para pembuat kebijakan serta eksekutif sektor swasta dan anggota dewan untuk bekerja menuju kesetaraan gender. Pernyataan dari berbagai sumber, seperti Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), UN Women dan Forum Pensiun Dunia, telah mencatat bahwa investasi pada perempuan dan anak perempuan memiliki dampak positif pada ekonomi.(*)


Penulis merupakan Founder Komunitas Kartini Indonesia (Kokasi).

Tags:#kesetaraangender#opini#Perempuan
Share43SendShare

Related Posts

Ngobrol Pintar CS KERAS Bahas Dugaan Keterlibatan Wali Kota Siantar dalam Pembelian Eks Rumah Singgah COVID-19

02/07/2026

PIRAMIDA.ID – ALIANSI CS KERAS (Control Sosial – Kumpulan Elemen Rakyat Anti Suap) menggelar diskusi publik bertajuk NGOPI (Ngobrol Pintar) dengan...

Menantang Narasi Pikiran Ferry Irwandi Desak Reformasi Total Polri

05/09/2025

PIRAMIDA.ID - Seruan Ferry Irwandi dalam beberapa media berita online yang mendesak “reformasi total Polri” terdengar lantang, tetapi jika ditelisik...

Pidato Lengkap Jefri Gultom di Dies Natalis GMKI ke-74: Bangkit Ditengah Pergumulan

26/02/2024

Bangkit Ditengah Pergumulan Pidato 74 tahun GMKI Jefri Edi Irawan Gultom Para peletak sejarah selalu berpegang pada prinsip ini, ‘’perjalanan...

Pewaris Opera Batak

11/07/2023

Oleh: Thompson Hs* PIRAMIDA.ID- Tahun 2016 saya menerima Anugerah Kebudayaan dari Kemdikbud (sekarang Kemendikbudristek) Republik Indonesia di kategori Pelestari. Sederhananya,...

Mengapa Membahas Masa Depan Guru “Dianggap” Tidak Menarik?

01/05/2023

Oleh: Agi Julianto Martuah Purba PIRAMIDA.ID- “Mengapa sejauh ini kampus kita tidak mengadakan seminar tentang tantangan dan strategi profesi guru di...

Membangun Demokrasi: Merawat Partisipasi Perempuan di Bidang Politik

14/04/2023

Oleh: Anggith Sabarofek* PIRAMIDA.ID- Demokrasi, perempuan dan politik merupakan tiga unsur yang saling berkesinambungan satu dengan yang lain. Berbicara mengenai...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Minim Kegiatan Pemuda, KNPI Desak Kepala Dispora Simalungun Dicopot

28/10/2026
Berita

10 Bulan Menjabat Bob Saragih Dinilai Gagal, Ketua ILAJ: Pada Hari Sumpah Pemuda Ini Kami Minta Bupati Copot Kadispora Simalungun

28/10/2026
Berita

Matinya kepakaran merupakan persoalan yang semakin relevan di tengah perkembangan teknologi informasi dan kemudahan akses internet

23/10/2026
Berita

Aktivis Antikorupsi Kritik Wacana Redefinisi Korupsi: Berpotensi impunitas

23/10/2026
Berita

ILAJ Minta Kajari Simalungun Serius Tangani Dugaan Korupsi Dana TPG Di SD Al Washliyah 90 Sinaksak

17/10/2026
Berita

ILAJ Nilai Kajari Simalungun Lambat Tetapkan Tersangka Dugaan Pungli PDAM Tirta Lihou, Potensi Kerugian Warga Rp225 Juta

17/10/2026

Populer

Berita

10 Bulan Menjabat Bob Saragih Dinilai Gagal, Ketua ILAJ: Pada Hari Sumpah Pemuda Ini Kami Minta Bupati Copot Kadispora Simalungun

28/10/2026
Berita

Minim Kegiatan Pemuda, KNPI Desak Kepala Dispora Simalungun Dicopot

28/10/2026
Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
Ilustrasi: dw.com
Dialektika

Zoroaster, Agama Pertama Yang Menyembah Satu Tuhan

15/06/2020
Berita

Aktivis Antikorupsi Kritik Wacana Redefinisi Korupsi: Berpotensi impunitas

23/10/2026
Edukasi

Aksi Demo Mahasiswa dan Buruh dalam Perumusan UU Cipta Kerja dilihat dari Pandangan Sosiologi Konflik

25/10/2022
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus