Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

Viral Polri Disebut Terkorup, Komrad Pancasila Pasang Badan: Metodologinya Patut Dipertanyakan!

byCFT
05/07/2026
inBerita
98
SHARES
702
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID | JAKARTA — Narasi yang menyebut Polri sebagai institusi kepolisian paling korup di Asia Tenggara mendadak viral dan memantik perdebatan publik. Klaim tersebut beredar setelah sejumlah pihak mengutip data IndexMundi, lalu mengemasnya seolah-olah menjadi vonis final terhadap institusi Polri.

Namun, Koordinator Komrad Pancasila, Antony Komrad, menilai masyarakat perlu lebih kritis dalam membaca data tersebut. Menurutnya, angka survei yang tidak dijelaskan secara utuh justru berpotensi menyesatkan publik dan menggiring persepsi negatif terhadap aparat penegak hukum.

“Publik harus hati-hati. Jangan sampai satu angka yang metodologinya tidak dipahami secara luas berubah menjadi senjata untuk membangun kebencian terhadap Polri. Kritik boleh, tetapi propaganda yang melemahkan penegak hukum harus dilawan dengan akal sehat,” ujar Antony dalam keterangannya di Jakarta.

Antony menegaskan, penyebutan Polri sebagai institusi “paling korup” tidak bisa diterima begitu saja tanpa membaca secara utuh bagaimana data itu diperoleh. Dalam kajian akademik, sebuah survei harus diuji dari banyak aspek, mulai dari jumlah responden, teknik pengambilan sampel, karakteristik responden, validitas pertanyaan, hingga apakah hasilnya benar-benar representatif untuk menilai institusi sebesar Polri.

Menurutnya, jika aspek-aspek tersebut tidak dijelaskan secara terang, maka hasil survei sangat rawan digunakan sebagai alat framing. Apalagi bila data berbasis persepsi kemudian diperlakukan seolah-olah sebagai fakta hukum atau hasil investigasi resmi.

“Persepsi itu penting, tetapi persepsi bukan putusan hukum. Persepsi bisa terbentuk karena pengalaman, pemberitaan, opini media sosial, bahkan narasi yang terus diulang-ulang. Karena itu, ketika ada data yang langsung dipakai untuk memukul Polri secara institusional, kita patut bertanya: ini murni kritik atau ada agenda untuk melemahkan kepercayaan publik?” tegas Antony.

Ia menilai kritik terhadap Polri tetap sah dan diperlukan dalam negara demokrasi. Namun, kritik tersebut harus ditempatkan dalam kerangka perbaikan, bukan kebencian. Jika ada oknum yang melanggar, maka harus diproses secara tegas. Jika ada pelayanan yang belum maksimal, maka harus dibenahi. Tetapi kesalahan oknum tidak boleh dijadikan alasan untuk menghancurkan citra seluruh institusi.

“Jangan karena ada oknum bermasalah, lalu seluruh institusi dipukul rata. Itu bukan keadilan, itu penggiringan opini. Negara ini butuh polisi yang kuat, bersih, dan profesional. Kalau ada kekurangan, kita dorong perbaikan, bukan membakar kebencian,” kata Antony.

Lebih jauh, Antony mengingatkan bahwa Polri adalah institusi vital negara yang bekerja langsung di tengah masyarakat. Polri hadir dalam penanganan kriminalitas, pengamanan ruang publik, pengawalan konflik sosial, pelayanan masyarakat, hingga menjaga stabilitas nasional. Karena itu, menurutnya, melemahkan kepercayaan publik terhadap Polri bukan persoalan kecil.

“Kalau rakyat terus-menerus dijejali narasi bahwa aparat penegak hukum tidak bisa dipercaya, siapa yang diuntungkan? Tentu bukan masyarakat. Yang diuntungkan adalah pihak-pihak yang ingin negara ini lemah, kacau, dan kehilangan otoritas hukum,” ujarnya.

Antony menambahkan, Polri memang harus terus berbenah. Reformasi Polri harus dikawal, pengawasan internal harus diperkuat, pelayanan publik harus semakin transparan, dan penindakan terhadap oknum bermasalah harus dilakukan tanpa kompromi. Namun, agenda pembenahan tersebut tidak boleh dibajak menjadi kampanye delegitimasi terhadap institusi penegak hukum.

“Polri harus terus berbenah, itu benar. Reformasi Polri harus terus dikawal, itu wajib. Tetapi jangan sampai agenda pembenahan justru dibajak menjadi agenda kebencian. Kita ingin Polri makin profesional, bukan Polri dilemahkan oleh narasi yang belum tentu objektif,” jelas Antony.

Ia juga meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh judul-judul sensasional yang menyerang institusi negara tanpa kajian utuh. Menurut Antony, di era banjir informasi seperti saat ini, publik tidak cukup hanya cepat membaca, tetapi juga harus cerdas membedah sumber, konteks, dan metodologi sebuah data.

“Tidak semua angka adalah kebenaran final. Tidak semua survei bisa langsung dijadikan palu vonis. Dan tidak semua kritik lahir dari niat memperbaiki. Publik harus mampu membedakan mana kritik yang membangun dan mana agitasi yang merusak,” katanya.

Komrad Pancasila, lanjut Antony, mendukung penuh kritik yang objektif, transparan, dan berbasis data terhadap Polri. Namun, pihaknya menolak segala bentuk framing yang menjadikan survei persepsi sebagai alat untuk mengadu domba masyarakat dengan aparat penegak hukum.

“Bangsa yang besar tidak boleh gampang diadu domba oleh angka yang belum tentu dibaca dengan benar. Kita perlu akal sehat, literasi data, dan keberanian untuk membedakan mana kritik yang membangun dan mana agitasi yang merusak,” tutup Antony.

Polemik ini menjadi pengingat bahwa data harus dibaca dengan nalar kritis. Angka yang tampak ilmiah sekalipun bisa berubah menjadi alat propaganda apabila dilepaskan dari metodologi, konteks, dan kepentingan di balik penyebarannya

Tags:#polri #indonesia
Share39SendShare

Related Posts

HMI BATAM; TPPU Jadi Gerbang Membongkar Gerbong Kerajaan Gelap Ini, Selidiki Aliran Keuangannya Dan Tangkap Pemodalnya.

20/08/2026

PIRAMIDA.ID- BATAM Penggerebekan lokasi perjudian kasino di kawasan Nagoya, Batam, pada 16 Agustus 2026 lalu, yang mengamankan 197 orang dan...

Sekretaris HMI Kota Batam; Tantang Kapolda Kepri Ungkap Oknum Aparat Yang Melindungi Perjudian Dan Narkoba Di Kota Batam

18/08/2026

PIRAMIDA.ID-Aktivitas perjudian yang berkedok gelanggang permainan (gelper) hingga Casino serta pergerakan narkoba yang telah menggurita di Kota Batam dibrangus oleh...

Planet Group Yang Dikendalikan Basri, Runtuh Ditangan Bareskrim Mabes Polri

15/08/2026

PIRAMIDA.ID- Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggelar operasi besar-besaran di Batam. Sasaran operasi yakni jaringan tempat hiburan malam THM...

ILAJ Nilai Pernyataan Bupati Karo Tentang Ratusan Siswa Keracunan Langgar Etika Pemerintahan, Mendagri Diminta Proses Pemberhentian Antonius Ginting

14/08/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law and Justice (ILAJ) Fawer Sihite menilai pernyataan Bupati Karo Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius...

PMKRI Pematangsiantar Desak Penyusunan Mekanisme Baku Pengawasan dan Sanksi Program MBG Usai Ratusan Pelajar Keracunan di Berastagi

14/08/2026

PIRAMIDA.ID — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi* angkat bicara menanggapi insiden keracunan massal...

Buntut Dugaan Manipulasi Ekspor Pulp PT TPL, Ketua ILAJ Minta Kejagung Periksa Sukanto Tanoto

13/08/2026

PIRAMIDA.ID  — Langkah Kejaksaan Agung mengusut dugaan korupsi terkait manipulasi ekspor pulp PT Toba Pulp Lestari Tbk (PT TPL) mendapat...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

HMI BATAM; TPPU Jadi Gerbang Membongkar Gerbong Kerajaan Gelap Ini, Selidiki Aliran Keuangannya Dan Tangkap Pemodalnya.

20/08/2026
Berita

Sekretaris HMI Kota Batam; Tantang Kapolda Kepri Ungkap Oknum Aparat Yang Melindungi Perjudian Dan Narkoba Di Kota Batam

18/08/2026
Berita

Planet Group Yang Dikendalikan Basri, Runtuh Ditangan Bareskrim Mabes Polri

15/08/2026
Berita

ILAJ Nilai Pernyataan Bupati Karo Tentang Ratusan Siswa Keracunan Langgar Etika Pemerintahan, Mendagri Diminta Proses Pemberhentian Antonius Ginting

14/08/2026
Berita

PMKRI Pematangsiantar Desak Penyusunan Mekanisme Baku Pengawasan dan Sanksi Program MBG Usai Ratusan Pelajar Keracunan di Berastagi

14/08/2026
Berita

Buntut Dugaan Manipulasi Ekspor Pulp PT TPL, Ketua ILAJ Minta Kejagung Periksa Sukanto Tanoto

13/08/2026

Populer

Berita

Planet Group Yang Dikendalikan Basri, Runtuh Ditangan Bareskrim Mabes Polri

15/08/2026
Berita

Sekretaris HMI Kota Batam; Tantang Kapolda Kepri Ungkap Oknum Aparat Yang Melindungi Perjudian Dan Narkoba Di Kota Batam

18/08/2026
Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
Berita

HMI BATAM; TPPU Jadi Gerbang Membongkar Gerbong Kerajaan Gelap Ini, Selidiki Aliran Keuangannya Dan Tangkap Pemodalnya.

20/08/2026
Berita

Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH): Penegakan Hukum atau Alibi Militerisasi Atas Nama Konservasi?

09/05/2025
istimewa
Dialektika

Ana ‘Abdu Man ‘Allamani

17/06/2020
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber