Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Kamis, November 5, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

GMKI Sukses Gelar Perayaan Paskah Nasional

byRedaksi
12/04/2021
inBerita
98
SHARES
702
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Perayaan Paskah Nasional Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dirayakan di Kota Medan pada tanggal 9-10 April 2021. Serangkaian kegiatan perayaan paskah tahun ini diisi dengan refleksi Paskah melalui study meeting dengan mengambil tema Reforma Agraria diikuti Ibadah Puncak.

Tema reforma agraria diambil oleh GMKI karena melihat bahwa Sumatera Utara adalah provinsi yang memiliki konflik agraria terbanyak di Indonesia dan hal ini bisa menjadi refleksi mahasiswa untuk ikut berkolaborasi memperjuangkan gerakan masyarakat.

Study meeting mengambil 3 isu konflik agraria di Sumatera Utara, yakni Pertambangan, Food Estate dan Mafia Tanah. Sesi pertama mengangkat topik “Pertambangan Mengundang Bencana Di Tanah Dairi”, dengan narasumber: Merah Johansyah (Jaringan Advokasi Tambang Nasional-JATAM) dan Sarah Naibaho (Yayasan Diakonia Pelangi Kasih)

“Pertambangan di daerah rawan gempa tidak pernah membawa mafaat bagi masyarakat lokal. Ruang hidup hilang dan bencana ekologis akan semakin merajalela, pemerintah harus evaluasi izin operasi PT. DPM,” tegas Sarah Naibaho.

Merah Johansyah dalam paparannya menyatakan kopi dan durian adalah identitas Dairi bukan tambang, jika tanah Dairi sudah terkontaminasi mineral berbahaya ancamannya adalah kehilangan tanah dan air sebagai ruang hidup masyarakat.

Sesi kedua dari study meeting mengangkat topik “Food Estate: Solusi Ketahanan Pangan atau Korporasi Petani”, dengan narasumber: Apik Karyana (Sekretaris Ditjen Perhutanan Sosial KLHK), Dahnil Anzar Simanjuntak (Jubir Kemenhan), Delima Silalahi (KSPPM) dan Ridwan Samosir (Petrasa)

“Pemerintah dalam perumusan program Food Estate telah melakukan berbagai riset dan kajian yang tujuannya adalah untuk mengantisipasi krisis pangan, meskipun kita akui banyak terdapat pro kontra didalamnya. Pemerintah memaksimalkan potensi hutan sebagai sumber produksi pangan,” jelas Apik Karyana

“Filosofi ketahanan militer dan non militer yaitu Senjata (alutsista), suplai makanan, obat-obatan dan bahan bakar (energi). UU no 3 tahun 2002 mewajibkan Kemhan untuk gelar kekuatan non militer termasuk memenuhi cadangan pangan, farmasi dan energi,” papar Dahnil Anzar Simanjuntak

“Kami menolak program food estate di wilayah adat. Akui dulu wilayah adat baru bisa memasukkan program pemerintah dengan melibatkan masyarakat sebagai pengambil keputusan,” papar Delima Silalahi

“Kami menolak adanya food estate yang tidak melakukan proyek pertanian berkelanjutan. Petani seharusnya memiliki kedaulatan atas pengembangan lahannya dan menolak untuk menanam dengan sistem homogen,” papar Ridwan Samosir

Sesi ketiga mengangkat topik “Mafia Tanah di Sumatera Utara”, dengan narasumber
Nazaruddin (Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia) dan Roganda Simanjuntak (Ketua AMAN Tano Batak)

“Untuk pembangunan yang dilakukan di lahan rakyat penunggu seharusnya dikembalikan terlebih dahulu kepada rakyat penunggu. Salah satu contoh, pembangunan Deli Megapolitan akan menghabiskan tanah rakyat penunggu,” papar Nazaruddin

“Tanah Adat akan selalu eksis dengan kerjasama mahasiswa dan gerakan rakyat untuk tidak membiarkan TPL, Food Estate dan pengembangan pariwisata yang merebut lahan masyarakat adat,” papar Roganda Simanjuntak

Hawari Hasibuan (Konsorsium Pembaruan Agraria) menyatakan semakin tahun bukan semakin menurun, sejak pandemi masuk di bulan maret 2020, konflik agraria semakin meningkat. Mafia tanah itu lebih besar bahkan berubah, ketika terjadi perampasan tanah oleh Negara bisa dikatakan bahwa mafia adalah Negara, jika dilakukan oleh korporasi maka mafia adalah korporasi.”(*)

 

Tags:#GMKI#paskah#reformaagraria
Share39SendShare

Related Posts

Bintang Empat Bukan Tameng Hukum, Komrad Pancasila Dukung Kapolri Bersih-Bersih Institusi

04/11/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta-Komrad Pancasila mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto beserta jajaran dalam mengusut kasus dugaan penyadapan ilegal...

Pentingnya Pemahaman UU Ketenagakerjaan, Forum Think Talk Bahas Pentingnya ‘Memahami UU Ketenagakerjaan’

04/11/2026

PIRAMIDA.ID.- Pemahaman terhadap aturan ketenagakerjaan merupakan hal penting bagi setiap pekerja maupun pemberi kerja. Hal ini diperlukan agar hubungan industrial...

KETUA ILAJ: REGISTER 18 BUKAN WARISAN PARA MAFIA! JANGAN SAMPAI HUTAN NEGARA HANYA JADI LADANG BISNIS SEGELINTIR ORANG

03/11/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, menyindir keras dugaan penguasaan kawasan Hutan Register 18...

REGISTER 18 SIMALUNGUN JANGAN JADI WARISAN SEGELINTIR ORANG! KETUA ILAJ DESAK DINAS KEHUTANAN SUMUT DAN SATGAS PKH BERTINDAK!

03/11/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, melontarkan desakan keras kepada Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera...

Ketua ILAJ Desak Dinas Kehutanan Sumut dan Satgas PKH Selamatkan Register 18 Simalungun

03/11/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, mendesak Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara segera berkoordinasi...

Keamanan Bukan Intimidasi, KOMRAD Pancasila Bela Langkah Preventif Polda Jateng Terkait Kasus Sukoharjo

31/10/2026

PIRAMIDA.ID | JAKARTA – Langkah Polda Jawa Tengah dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan di tengah polemik penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Edukasi

HALO USI – APA KABAR PEMILIHAN REKTOR “DEADLOCK”

04/11/2026
Berita

Bintang Empat Bukan Tameng Hukum, Komrad Pancasila Dukung Kapolri Bersih-Bersih Institusi

04/11/2026
Berita

Pentingnya Pemahaman UU Ketenagakerjaan, Forum Think Talk Bahas Pentingnya ‘Memahami UU Ketenagakerjaan’

04/11/2026
Berita

KETUA ILAJ: REGISTER 18 BUKAN WARISAN PARA MAFIA! JANGAN SAMPAI HUTAN NEGARA HANYA JADI LADANG BISNIS SEGELINTIR ORANG

03/11/2026
Berita

REGISTER 18 SIMALUNGUN JANGAN JADI WARISAN SEGELINTIR ORANG! KETUA ILAJ DESAK DINAS KEHUTANAN SUMUT DAN SATGAS PKH BERTINDAK!

03/11/2026
Berita

Ketua ILAJ Desak Dinas Kehutanan Sumut dan Satgas PKH Selamatkan Register 18 Simalungun

03/11/2026

Populer

Berita

Keamanan Bukan Intimidasi, KOMRAD Pancasila Bela Langkah Preventif Polda Jateng Terkait Kasus Sukoharjo

31/10/2026
Edukasi

HALO USI – APA KABAR PEMILIHAN REKTOR “DEADLOCK”

04/11/2026
Berita

Pentingnya Pemahaman UU Ketenagakerjaan, Forum Think Talk Bahas Pentingnya ‘Memahami UU Ketenagakerjaan’

04/11/2026
ilustrasi/getty images
Pojokan

Sejarah Tai

03/08/2020
Ilustrasi/Akun Twitter @Nobodycorp
Pojokan

Cerpen: 1998

24/08/2020
ilustrasi/science photo library
Dunia

Kisah Akhir Hidup Blackbeard, Bajak Laut Paling Kesohor Sepanjang Masa

16/01/2022
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus