Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Minggu, Januari 18, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
Home Sorot Publik

Karena Corona, Kepercayaan Publik pada Demokrasi Menurun

by Redaksi
25/08/2020
in Sorot Publik
Seorang pria mengenakan pelindung wajah berdiri dekat mural tentang virus corona (COVID-19) di Jakarta, 19 Agustus 2020. (Foto: Reuters)

Seorang pria mengenakan pelindung wajah berdiri dekat mural tentang virus corona (COVID-19) di Jakarta, 19 Agustus 2020. (Foto: Reuters)

98
SHARES
700
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan 67 persen warga puas atau sangat puas dengan jalannya demokrasi di Indonesia. Sedangkan yang kurang atau tidak puas dengan demokrasi sekitar 27 persen. Survei ini melibatkan 2.202 responden yang ditelepon pada 12-15 Agustus 2020, dengan tingkat kesalahan +/-2,1 persen.

Pendiri SMRC, Saiful Mujani mengatakan, kepuasan terhadap demokrasi sempat mengalami penurunan dibandingkan sebelum wabah virus corona dari 74 persen menjadi 59 persen pada awal Juni 2020. Kendati naik kembali pada Agustus, virus corona membuat tingkat kepuasan menjadi menurun dibanding sebelum wabah. ”

Karena mungkin Covid-19 membuat komplikasi-komplikasi dalam pelaksanaan pemerintahan sehingga masyarakat punya penilaian agak pesimis atau kurang positif tentang pelaksanaan demokrasi,” jelas Saiful Mujani dalam konferensi pers online, Minggu (23/8/2020).

Saiful Mujani menambahkan penurunan kepuasan pada demokrasi merupakan gejala yang banyak terjadi di banyak negara pada masa pandemi, seperti India dan Filipina. Hal tersebut dikarenakan langkah pemerintah dalam menangani demokrasi terkesan tidak demokratis, ditambah dengan memburuknya ekonomi dan keamanan.

Menurutnya, kepercayaan publik di Indonesia saat ini masih tergolong besar. Namun, kata dia, kepercayaan tersebut dapat terus menurun jika potensi krisis ekonomi tidak dapat ditangani dengan baik.

“Bila kinerja presiden dan pemerintah, kondisi politik, keamanan, dan ekonomi memburuk. Itu bisa berdampak pada merosotnya dukungan atau komitmen pada demokrasi,” tambah Saiful.

Survei SMRC juga menemukan mayoritas warga atau sebesar 71 persen mendukung supremasi sipil, sejalan dengan warga yang mendukung TNI di bawah kontrol presiden sebanyak 76 persen. Lebih dari separuh responden juga tidak setuju TNI terlibat dalam masalah keamanan dan penegakan hukum di masyarakat.

Penurunan Kepuasan Warga Wajar

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid menilai penurunan kepuasan warga terhadap jalannya demokrasi pada masa pandemi merupakan hal yang wajar. Menurutnya, angka tersebut dapat ditingkatkan kembali dengan memperbaiki kinerja pemerintahan. Meskipun, kata dia, ada sejumlah kelompok yang menilai demokrasi di Indonesia tercoreng pada masa pandemi ini.

“Kalau melihat survei ini, harusnya pemerintah dan DPR bisa on the track seperti yang dilakukan saat ini. Dan tidak perlu terganggu dengan opini-opini yang memeriahkan, tapi berbeda dengan opini masyarakat,” jelas Meutya Hafid.

Sementara untuk pelibatan TNI, Meutya menambahkan pihaknya tidak terlalu khawatir dengan pelibatan TNI dalam penanganan pandemi virus corona. Semisal penunjukkan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Andika Perkasa sebagai Wakil Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Ia menilai peran TNI masih dibutuhkan dalam penanganan virus corona. Kendati demikian, Meutya menegaskan DPR akan terus mengontrol pelibatan TNI dalam penanganan virus corona yang merupakan penugasan di luar pertahanan.

TNI Dibutuhkan di Luar Tugas Perang

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menambahkan kepuasan masyarakat terhadap demokrasi yang masih tergolong tinggi dikarenakan pemerintah serius dalam menangani virus corona. Meskipun, kata dia, pemerintah gamang dalam menangani virus corona karena merupakan pandemi yang tergolong baru. Selain itu, ia mengklaim pemerintah juga menggunakan data dalam membuat kebijakan pada saat pandemi.

“Kita intensif betul dan rapat hampir sehari dua-tiga kali membahas masalah ini (baca:virus corona) saat itu. Sehingga pada umumnya masyarakat yang waras percaya, memang itu yang dilakukan,” jelas Mahfud.

Mahfudz menambahkan pelibatan TNI di luar pertahanan dan ancaman kedaulatan atau ideologi negara tidak dapat diterapkan secara tegas. Ia beralasan peran TNI masih dibutuhkan di luar tugas-tugas perang. Semisal dalam pemberantasan aksi terorisme. Karena itu, kata dia, pemerintah sedang menyiapkan peraturan presiden keterlibatan TNI dalam aksi terorisme.


Sumber: VOA Indonesia

Tags: #demokrasi#pandemi#survei
Share39SendShare

Related Posts

GMKI P.SIANTAR-SIMALUNGUN TOLAK WACANA PEMILIHAN KEPALA DAERAH OLEH DPRD

12/01/2026

PIRAMIDA.ID | Pematangsiantar - Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun menyatakan penolakan tegas terhadap wacana pemilihan kepala daerah oleh...

POLRI Tetap Dibawah Presiden. Komrad Pancasila : Operasi Politik Menjatuhkan Polri Gagal Total !!!

12/01/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta — Komisi III DPR RI menegaskan kedudukan Polri harus tetap berada di bawah Presiden, sekaligus menegaskan pengangkatan...

Merayakan Natal Dengan Penuh Empati, Komrad Pancasila Bagikan Bingkisan Natal Untuk Pemuda Dan Mahasiswa Rantau

26/12/2025

PIRAMIDA.ID | Jakarta - Dalam semangat Natal yang sarat dengan nilai kasih, solidaritas, dan kemanusiaan, Komrad Pancasila menggelar kegiatan berbagi...

SERUAN PARKINDO: MERAYAKAN NATAL DENGAN RATAPAN

25/12/2025

Kalau dipijak-pijak dengan kaki tawanan-tawanan di dunia, kalau hak orang dibelokkan di hadapan Yang Mahatinggi, atau orang diperlakukan tidak adil...

GMKI Dukung Persembahan Natal Nasional 2025 Untuk Kemanusiaan Palestina

22/11/2025

PIRAMIDA.ID | Jakarta - Perayaan Hari Natal Nasional 2025 akan berlangsung Stadion Tenis Indoor pada 5 Januari 2026. Natal nasional...

Jefri Gultom Apresiasi Seruan Kemanusiaan Maruarar Sirait: “Sejalan dengan Presiden Prabowo dan Momentum Perayaan Harus Menjadi Ruang Solidaritas untuk Palestina”

21/11/2025

PIRAMIDA.ID | Jakarta — Tokoh Nasional Kristen, Jefri Gultom, menyampaikan apresiasi atas pernyataan Maruarar Sirait yang mengajak masyarakat memaknai momentum...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

UU Narkotika Dinilai Tertinggal, Komrad Pancasila Dukung untuk Percepatan RUU Narkoba Demi Selamatkan Generasi Muda

13/01/2026
Berita

GMKI P.SIANTAR-SIMALUNGUN TOLAK WACANA PEMILIHAN KEPALA DAERAH OLEH DPRD

12/01/2026
Sorot Publik

POLRI Tetap Dibawah Presiden. Komrad Pancasila : Operasi Politik Menjatuhkan Polri Gagal Total !!!

12/01/2026
Berita

PC PMII Pematangsiantar–Simalungun Soroti Lambannya Kinerja Kejari Pematangsiantar dalam Penanganan Kasus dan Minimnya Transparansi Penanganan Tindak Pidana Korupsi

12/01/2026
Berita

Pengadilan Agama Gandeng LBH-AP Muhammadiyah Simalungun Jadi Posbakum

06/01/2026
Berita

Wacana Pilkada Melalui DPRD, Komrad Pancasila: Harus Disikapi Hati-Hati, Berpotensi memantik “Agustus Kelabu”.

05/01/2026

Populer

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasi barak berita hari ini berita bola danau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasi barak berita hari ini berita bola danau tobasumber