Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Selasa, Juli 7, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

Kelompok Cipayung Kota Pematangsiantar Soroti Rapuhnya Kualitas Pendidikan Dan Meminta Walikota Untuk Transparansi dan Reformasi Birokrasi

byAFP
30/04/2026
inBerita
102
SHARES
728
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID-(Pematangsiantar, 29 April 2026)Pendidikan di Kota Pematangsiantar sedang tidak baik-baik saja. Sebagai kota yang secara historis dijuluki sebagai “Kota Pendidikan” kenyataan di lapangan justru menunjukkan adanya degradasi kualitas, manajerial, dan kualitas infrastruktur yang tidak kunjung usai.

​Daftar Merah Masalah Pendidikan di Pematangsiantar berdasarkan kajian dan pantauan lapangan organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Pematangsiantar yang terdiri dari GMKI, GMNI, HMI dan PMKRI menyampaikan bahwa kualitas pendidikan di Kota Pematangsiantar mengalami degradasi yang cukup signifikan.

Ketua GMKI Pematangsiantar-Simalungun Yova Ivo Cordiaz Purba, mengatakan kualitas pendidikan di pematangsiantar saat ini berada dalam kondisi darurat yang tidak bisa lagi ditutupi dengan narasi keberhasilan semu.

“Fakta bahwa 9 dari 14 SMP Negeri mengalami kekurangan peserta didik. Itu merupakan bukti nyata kegagalan Walikota dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pendidikan negeri. Ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi kegagalan dalam mengelola sektor pendidikan. Ketika sekolah negeri mulai ditinggalkan maka yang runtuh bukan hanya sistem tetapi juga harapan masyarakat terhadap masa depan anak-anak mereka.”

“Kami menilai Walikota Pematangsiantar tidak memiliki arah yang jelas dalam membangun pendidikan. Ketimpangan kualitas antar sekolah dibiarkan, kebijakan dibuat tanpa kajian matang dan pengawasan berjalan lemah tanpa ketegasan. Ini adalah bentuk kelalaian serius. Lebih parah lagi, persoalan kesejahteraan guru yang masih bermasalah menunjukkan bahwa Walikota tidak sungguh-sungguh menghargai peran tenaga pendidik. Bagaimana mungkin berbicara tentang kualitas jika fondasi utamanya justru diabaikan.”

Kemudian Ketua Terpilih DPC GMNI Pematangsiantar Nicho Gurning menyampaikan, Kulitas pendidikan di Kota Pematangsiantar hari ini sangat memprihatinkan

“Kita tidak boleh hanya terpaku pada deretan angka statistik kelulusan atau megahnya gedung-gedung sekolah. Pendidikan di Siantar harus dikembalikan pada khitah yang dicita-citakan fajar menyingsing Alat perjuangan untuk membentuk manusia Indonesia yang baru.”

​”Pendidikan Bukan Pabrik Ijazah, Tapi Kawah Candradimuka Bung Karno pernah berpesan bahwa pendidikan bukanlah sekadar mentransfer ilmu pengetahuan secara mekanis. Di Pematangsiantar, sekolah-sekolah harus menjadi tempat persemaian pemuda yang memiliki Machtsvorming (pembentukan kekuatan).

​Kita menolak pendidikan yang hanya mencetak “buruh-buruh kerah putih” Pendidikan di Siantar harus mencetak pemikir yang radikal (berakar) dan berani mendobrak kejumudan sosial.”

“Pendidikan di Pematangsiantar harus mendorong kemandirian ekonomi dan intelektual. Siswa tidak boleh dididik menjadi peminta-minta kerja, melainkan pencipta kerja yang inovatif.”

Selanjutnya Formateur/Ketua Umum HMI Cabang Pematangsiantar-Simalungun Raja Doli Lubis, Menegaskan bahwa komitmen yang disampaikan oleh Wesly Silalahi terkait rencana pendirian perguruan tinggi negeri di Kota Pematangsiantar tidak boleh berhenti sebagai janji kampanye.

“Hingga saat ini, tidak terlihat langkah konkret yang terukur dan transparan. Pemerintah kota belum menunjukkan arah kebijakan yang jelas, baik dalam bentuk kajian, peta jalan, maupun komunikasi publik yang sistematis. Kondisi ini menimbulkan keraguan serius terhadap keseriusan pemerintah dalam menunaikan komitmen yang telah disampaikan kepada masyarakat.”

“Kehadiran perguruan tinggi negeri bukan sekadar simbol pembangunan. Institusi tersebut berfungsi sebagai pusat produksi pengetahuan, inovasi, dan penguatan ekonomi lokal. Dalam kerangka teori human capital, investasi pada pendidikan tinggi terbukti meningkatkan produktivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Mengabaikan agenda ini berarti mengabaikan fondasi pembangunan daerah itu sendiri.”

Kemudian Fransisco Mezgion Hutauruk Ketua PMKRI Cabang Pematangsiantar menyatakan, kritik keras terhadap krisis multidimensi pendidikan di Kota Pematangsiantar, mulai dari karut-marut PPDB hingga runtuhnya disiplin siswa.

“Realitas hari ini sangat ironis; sistem PPDB yang cacat pengelolaan telah memicu ketimpangan ekstrem. Di satu sisi terjadi penumpukan siswa di sekolah tertentu sementara sejumlah SMP Negeri justru sekarat karena kekurangan peserta didik. Fenomena ini membuktikan kegagalan Pemerintah Kota dalam memetakan zonasi pendidikan yang adil. Jika dibiarkan sekolah negeri akan kehilangan marwahnya sebagai pusat pendidikan rakyat dan infrastruktur negara akan terbengkalai sia-sia.”

“PMKRI juga menyoroti degradasi moral siswa yang kian mengkhawatirkan. Maraknya bolos massal dan perilaku negatif di luar sekolah adalah sinyal kuat bahwa pendidikan di Siantar telah kehilangan ruh pembangunan karakternya. Pendidikan tidak boleh sekadar menjadi formalitas akademik melainkan harus menjadi kawah candradimuka bagi integritas dan disiplin generasi muda.”

Sebagai bentuk tanggung jawab moral Kelompok Cipayung Kota Pematangsiantar mendesak Walikota Pematangsiantar Wesly Silalahi untuk melakukan evaluasi total terhadap kinerja Dinas Pendidikan. ​Meminta transparansi penuh terkait alokasi dan penggunaan dana pendidikan agar dapat diakses oleh masyarakat luas. ​Segera audit kelayakan infrastruktur seluruh sekolah negeri di Pematangsiantar demi keamanan dan kenyamanan siswa. ​Hadirkan skema kesejahteraan yang jelas bagi guru honorer sebagai garda terdepan pencerdas bangsa.

Kelompok Cipayung Kota Pematangsiantar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu pendidikan di kota Pematangsiantar dan tidak akan ragu untuk turun ke jalan jika suara kritis ini hanya dianggap sebagai angin lalu oleh pemangku kebijakan.(AFP)

Share41SendShare

Related Posts

PMKRI Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi Gelar Masa Bimbingan (MABIM) 2026, Bentuk Kader Kritis, Humanis, dan Berintegritas

06/07/2026

PPIRAMIDA.ID- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi menyelenggarakan Masa Bimbingan (MABIM) Tahun 2026 dengan...

Viral Polri Disebut Terkorup, Komrad Pancasila Pasang Badan: Metodologinya Patut Dipertanyakan!

05/07/2026

PIRAMIDA.ID | JAKARTA — Narasi yang menyebut Polri sebagai institusi kepolisian paling korup di Asia Tenggara mendadak viral dan memantik...

Gagalnya 27 PSW berangkat ke Manokwari. Aktivis Perempuan Kristen Kepri; Bukan Penggelapan, Ini Korupsi yang tidak berkemanusiaan

05/07/2026

PIRAMIDA.ID-Dampak gagal berangkatnya peserta Pesparawi dari Provinsi Kepri menuju Manokwari, Papua untuk mengikuti kegiatan Pesparawi Nasional membuat Jumaga Nadeak melaporkan...

FESTIVAL U-12 RAMER PLUS FC 2026

01/07/2026

PIRAMIDA.ID-Ramer Plus FC salah satu klub/ssb yg berdomisli di Nagori Rambung Merah Kec Siantar Kab Simalungun, pada hari Minggu tgl...

Sunat Gratis 41 Orang, KBG, Koin Dakwah, BKM Safinaatussalam Berkolaborasi di Bandar Huluan

28/06/2026

PIRAMIDA.ID-Sebanyak 41orang anak sunatan gratis di Desa Naga Jaya 1, Kecamatan Bandar Huluan, Minggu (28/6/26). Sunatan Massal Gratis tersebut hasil...

Warga Marteng Bangun dan Rawat Kampung Sendiri

28/06/2026

PIRAMIDA.ID-Kekompakan warga Marihat Tengah (Marteng), Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun dalam membangun daerahnya sudah tidak diragukan lagi....

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

PMKRI Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi Gelar Masa Bimbingan (MABIM) 2026, Bentuk Kader Kritis, Humanis, dan Berintegritas

06/07/2026
Berita

Viral Polri Disebut Terkorup, Komrad Pancasila Pasang Badan: Metodologinya Patut Dipertanyakan!

05/07/2026
Berita

Gagalnya 27 PSW berangkat ke Manokwari. Aktivis Perempuan Kristen Kepri; Bukan Penggelapan, Ini Korupsi yang tidak berkemanusiaan

05/07/2026
Sorot Publik

Tak Tanggung-tanggung, Masyarakat Serbalawan Perbaiki Tribun Lapangan Dobana

03/07/2026
Dialektika

Ngobrol Pintar CS KERAS Bahas Dugaan Keterlibatan Wali Kota Siantar dalam Pembelian Eks Rumah Singgah COVID-19

02/07/2026
Berita

FESTIVAL U-12 RAMER PLUS FC 2026

01/07/2026

Populer

Berita

FESTIVAL U-12 RAMER PLUS FC 2026

01/07/2026
Sorot Publik

Tak Tanggung-tanggung, Masyarakat Serbalawan Perbaiki Tribun Lapangan Dobana

03/07/2026
Berita

Gagalnya 27 PSW berangkat ke Manokwari. Aktivis Perempuan Kristen Kepri; Bukan Penggelapan, Ini Korupsi yang tidak berkemanusiaan

05/07/2026
Berita

TKSK Simalungun Berduka, Kepergian Suhendra Mengejutkan Para Sahabat

25/06/2026
Dunia

Runtuhnya Kejayaan Bangsa Viking

03/08/2021
Berita

Areal Lapangan Bola Serbalawan, Mulai Diperbaiki Secara Swadaya

28/06/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber