Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Kamis, Oktober 8, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

KOMRAD Pancasila Apresiasi Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya: Negara Tak Boleh Kalah oleh Sindikat Judi Online Internasional

byCFT
12/05/2026
inBerita
98
SHARES
700
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID | Jakarta — Keberhasilan tim gabungan Bareskrim Mabes Polri dan Polda Metro Jaya dalam membongkar dugaan jaringan judi online internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta, patut mendapat apresiasi publik. Operasi tersebut bukan sekadar penindakan hukum biasa, melainkan pesan tegas bahwa Indonesia tidak boleh menjadi ruang aman bagi sindikat kejahatan transnasional.

Dalam pengungkapan itu, aparat memeriksa 321 warga negara asing dan menetapkan 275 orang di antaranya sebagai tersangka. Kasus ini menunjukkan bahwa praktik judi online bukan lagi sekadar pelanggaran moral dan hukum, tetapi telah menjelma sebagai ancaman lintas negara yang memanfaatkan teknologi, celah mobilitas internasional, serta jaringan operasional yang terorganisasi.

Koordinator Komrad Pancasila, Antony Komrad, menilai langkah Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya sebagai bukti nyata hadirnya negara dalam melindungi masyarakat dari kejahatan digital yang merusak sendi sosial, ekonomi, dan moral bangsa.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya keberhasilan Bareskrim Mabes Polri dan Polda Metro Jaya. Ini bukan hanya soal menangkap pelaku judi online, tetapi soal menjaga marwah negara. Indonesia tidak boleh menjadi halaman belakang bagi mafia digital internasional. Ketika aparat bergerak tegas, rakyat melihat bahwa hukum masih berdiri, negara masih hadir, dan Pancasila masih menjadi kompas moral bangsa,” ujar Antony Komrad.

Menurut Antony, judi online adalah wajah baru penjajahan sosial di era digital. Ia tidak datang dengan senjata, tetapi dengan algoritma, bujuk rayu keuntungan instan, dan sistem yang menghisap ekonomi rakyat kecil. Karena itu, pengungkapan jaringan internasional ini harus dibaca sebagai momentum besar untuk memperkuat perang nasional terhadap judi online.

Antony juga mendorong agar penyidikan tidak berhenti pada operator lapangan. Ia meminta aparat menelusuri aktor intelektual, pemodal, penyedia fasilitas, jaringan perekrutan, aliran dana, hingga kemungkinan pihak-pihak yang membantu operasi sindikat tersebut di dalam negeri.

“Penindakan ini harus dibongkar sampai ke akar. Jangan hanya memotong ranting, tetapi cabut pohonnya. Siapa penyewa tempat, siapa pemodalnya, siapa penghubungnya, siapa yang menikmati keuntungan, semua harus dibuka secara terang. Kejahatan digital hanya bisa dikalahkan dengan keberanian, kecerdasan, dan konsistensi hukum,” tegas Antony.

Komrad Pancasila menilai sinergi antara Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya menjadi contoh penting bagaimana aparat penegak hukum mampu membaca perubahan zaman. Di tengah derasnya arus kejahatan siber, negara membutuhkan aparat yang tidak hanya kuat secara tindakan, tetapi juga cerdas secara teknologi dan tajam dalam membongkar jaringan.

Antony menambahkan, masyarakat juga memiliki peran penting dalam memutus mata rantai judi online. Keluarga, sekolah, organisasi masyarakat, tokoh agama, dan komunitas digital harus bergerak bersama membangun kesadaran bahwa judi online bukan hiburan, melainkan jebakan yang menghancurkan masa depan.

 

“Kemenangan melawan judi online tidak cukup hanya dengan borgol dan pasal. Harus ada pendidikan publik, literasi digital, dan ketahanan moral masyarakat. Aparat menindak, rakyat mendukung, negara menguatkan sistem. Itulah gotong royong kebangsaan di era digital,” kata Antony.

Komrad Pancasila berharap keberhasilan ini menjadi pintu masuk bagi operasi yang lebih luas dan berkelanjutan. Negara harus memastikan Indonesia tidak dijadikan basis, pasar, maupun tempat transit kejahatan digital internasional.

“Bareskrim Mabes Polri dan Polda Metro Jaya telah menunjukkan langkah yang presisi dan berani. Kini publik menunggu kelanjutan yang lebih besar: bongkar jaringan, kejar aktor utama, sita aset kejahatan, dan selamatkan generasi bangsa dari kolonialisme digital bernama judi online,” pungkas Antony Komrad.

Share39SendShare

Related Posts

FAJAR BARU TRUNOJOYO: MENANTI REVOLUSI POLRI DI TANGAN JENDRAL SUYUDI

05/10/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta - Penunjukan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang baru membawa...

62 Tahun PMKRI Pematangsiantar: Bertumbuh dalam Persaudaraan, Mengabdi dalam Perjuangan

05/10/2026

PIRAMIDA.ID- Pematangsiantar, 4 Oktober 2026 — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi memperingati Dies...

Tokoh Simalungun: Pemilihan Rektor USI PerluMengedepankan Kapasitas dan Visi

05/10/2026

PIRAMIDA.ID  – Pemilihan Rektor Universitas Simalungun (USI) tengah berlangsung. Sejumlah tokohmasyarakat Simalungun meminta proses tersebutmempertimbangkan kapasitas, integritas, rekam jejak, serta...

5 Fraksi DPRD tidak mau bahas P-APBD berpotensi melakukan Perbuatan Melawan Hukum

02/10/2026

PIRAMIDA.ID- Karena tidak menjalankan fungsi legislasi dengan tidak membahas Perubahan P-APBD Pematangsiantar Tahun Anggaran (TA) 2026, mencuat pernyataan, 5 Ketua...

Apresiasi Polda Metro Jaya Dalam Pengungkapan Kasus Alm Bambang Setiawan, Komrad Pancasila: Jangan Naikkan Dugaan Menjadi Vonis

01/10/2026

PIRAMIDA | JAKARTA — Koordinator Komrad Pancasila, Antony Komrad, mengingatkan pentingnya menjaga ketelitian dalam menanggapi laporan investigasi mengenai kematian Bambang...

PMKRI Pematangsiantar Kota Pendidikan Tak Boleh Membiarkan Anak Belajar dalam Ketakutan

26/09/2026

PIRAMIDA.ID- Pematangsiantar, 26 September 2026 — DPC PMKRI Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi Periode 2026–2027 menyoroti persoalan perundungan (bullying)...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

FAJAR BARU TRUNOJOYO: MENANTI REVOLUSI POLRI DI TANGAN JENDRAL SUYUDI

05/10/2026
Berita

62 Tahun PMKRI Pematangsiantar: Bertumbuh dalam Persaudaraan, Mengabdi dalam Perjuangan

05/10/2026
Berita

Tokoh Simalungun: Pemilihan Rektor USI PerluMengedepankan Kapasitas dan Visi

05/10/2026
Berita

5 Fraksi DPRD tidak mau bahas P-APBD berpotensi melakukan Perbuatan Melawan Hukum

02/10/2026
Berita

Apresiasi Polda Metro Jaya Dalam Pengungkapan Kasus Alm Bambang Setiawan, Komrad Pancasila: Jangan Naikkan Dugaan Menjadi Vonis

01/10/2026
Berita

PMKRI Pematangsiantar Kota Pendidikan Tak Boleh Membiarkan Anak Belajar dalam Ketakutan

26/09/2026

Populer

Berita

5 Fraksi DPRD tidak mau bahas P-APBD berpotensi melakukan Perbuatan Melawan Hukum

02/10/2026
Berita

FAJAR BARU TRUNOJOYO: MENANTI REVOLUSI POLRI DI TANGAN JENDRAL SUYUDI

05/10/2026
Berita

62 Tahun PMKRI Pematangsiantar: Bertumbuh dalam Persaudaraan, Mengabdi dalam Perjuangan

05/10/2026
Pojokan

Putu Laxman Pendit, Doktor Perpustakaan yang Tidak Dapat Tempat di Indonesia

30/07/2021
Berita

Tokoh Simalungun: Pemilihan Rektor USI PerluMengedepankan Kapasitas dan Visi

05/10/2026
Pojokan

Pesan Tersembunyi Ki Narto Sabdo Dalam Lagu Kelinci Ucul

23/09/2020
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus