Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Selasa, Juli 7, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

KOMRAD Pancasila Apresiasi Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya: Negara Tak Boleh Kalah oleh Sindikat Judi Online Internasional

byCFT
12/05/2026
inBerita
98
SHARES
700
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID | Jakarta — Keberhasilan tim gabungan Bareskrim Mabes Polri dan Polda Metro Jaya dalam membongkar dugaan jaringan judi online internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta, patut mendapat apresiasi publik. Operasi tersebut bukan sekadar penindakan hukum biasa, melainkan pesan tegas bahwa Indonesia tidak boleh menjadi ruang aman bagi sindikat kejahatan transnasional.

Dalam pengungkapan itu, aparat memeriksa 321 warga negara asing dan menetapkan 275 orang di antaranya sebagai tersangka. Kasus ini menunjukkan bahwa praktik judi online bukan lagi sekadar pelanggaran moral dan hukum, tetapi telah menjelma sebagai ancaman lintas negara yang memanfaatkan teknologi, celah mobilitas internasional, serta jaringan operasional yang terorganisasi.

Koordinator Komrad Pancasila, Antony Komrad, menilai langkah Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya sebagai bukti nyata hadirnya negara dalam melindungi masyarakat dari kejahatan digital yang merusak sendi sosial, ekonomi, dan moral bangsa.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya keberhasilan Bareskrim Mabes Polri dan Polda Metro Jaya. Ini bukan hanya soal menangkap pelaku judi online, tetapi soal menjaga marwah negara. Indonesia tidak boleh menjadi halaman belakang bagi mafia digital internasional. Ketika aparat bergerak tegas, rakyat melihat bahwa hukum masih berdiri, negara masih hadir, dan Pancasila masih menjadi kompas moral bangsa,” ujar Antony Komrad.

Menurut Antony, judi online adalah wajah baru penjajahan sosial di era digital. Ia tidak datang dengan senjata, tetapi dengan algoritma, bujuk rayu keuntungan instan, dan sistem yang menghisap ekonomi rakyat kecil. Karena itu, pengungkapan jaringan internasional ini harus dibaca sebagai momentum besar untuk memperkuat perang nasional terhadap judi online.

Antony juga mendorong agar penyidikan tidak berhenti pada operator lapangan. Ia meminta aparat menelusuri aktor intelektual, pemodal, penyedia fasilitas, jaringan perekrutan, aliran dana, hingga kemungkinan pihak-pihak yang membantu operasi sindikat tersebut di dalam negeri.

“Penindakan ini harus dibongkar sampai ke akar. Jangan hanya memotong ranting, tetapi cabut pohonnya. Siapa penyewa tempat, siapa pemodalnya, siapa penghubungnya, siapa yang menikmati keuntungan, semua harus dibuka secara terang. Kejahatan digital hanya bisa dikalahkan dengan keberanian, kecerdasan, dan konsistensi hukum,” tegas Antony.

Komrad Pancasila menilai sinergi antara Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya menjadi contoh penting bagaimana aparat penegak hukum mampu membaca perubahan zaman. Di tengah derasnya arus kejahatan siber, negara membutuhkan aparat yang tidak hanya kuat secara tindakan, tetapi juga cerdas secara teknologi dan tajam dalam membongkar jaringan.

Antony menambahkan, masyarakat juga memiliki peran penting dalam memutus mata rantai judi online. Keluarga, sekolah, organisasi masyarakat, tokoh agama, dan komunitas digital harus bergerak bersama membangun kesadaran bahwa judi online bukan hiburan, melainkan jebakan yang menghancurkan masa depan.

 

“Kemenangan melawan judi online tidak cukup hanya dengan borgol dan pasal. Harus ada pendidikan publik, literasi digital, dan ketahanan moral masyarakat. Aparat menindak, rakyat mendukung, negara menguatkan sistem. Itulah gotong royong kebangsaan di era digital,” kata Antony.

Komrad Pancasila berharap keberhasilan ini menjadi pintu masuk bagi operasi yang lebih luas dan berkelanjutan. Negara harus memastikan Indonesia tidak dijadikan basis, pasar, maupun tempat transit kejahatan digital internasional.

“Bareskrim Mabes Polri dan Polda Metro Jaya telah menunjukkan langkah yang presisi dan berani. Kini publik menunggu kelanjutan yang lebih besar: bongkar jaringan, kejar aktor utama, sita aset kejahatan, dan selamatkan generasi bangsa dari kolonialisme digital bernama judi online,” pungkas Antony Komrad.

Share39SendShare

Related Posts

PMKRI Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi Gelar Masa Bimbingan (MABIM) 2026, Bentuk Kader Kritis, Humanis, dan Berintegritas

06/07/2026

PPIRAMIDA.ID- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi menyelenggarakan Masa Bimbingan (MABIM) Tahun 2026 dengan...

Viral Polri Disebut Terkorup, Komrad Pancasila Pasang Badan: Metodologinya Patut Dipertanyakan!

05/07/2026

PIRAMIDA.ID | JAKARTA — Narasi yang menyebut Polri sebagai institusi kepolisian paling korup di Asia Tenggara mendadak viral dan memantik...

Gagalnya 27 PSW berangkat ke Manokwari. Aktivis Perempuan Kristen Kepri; Bukan Penggelapan, Ini Korupsi yang tidak berkemanusiaan

05/07/2026

PIRAMIDA.ID-Dampak gagal berangkatnya peserta Pesparawi dari Provinsi Kepri menuju Manokwari, Papua untuk mengikuti kegiatan Pesparawi Nasional membuat Jumaga Nadeak melaporkan...

FESTIVAL U-12 RAMER PLUS FC 2026

01/07/2026

PIRAMIDA.ID-Ramer Plus FC salah satu klub/ssb yg berdomisli di Nagori Rambung Merah Kec Siantar Kab Simalungun, pada hari Minggu tgl...

Sunat Gratis 41 Orang, KBG, Koin Dakwah, BKM Safinaatussalam Berkolaborasi di Bandar Huluan

28/06/2026

PIRAMIDA.ID-Sebanyak 41orang anak sunatan gratis di Desa Naga Jaya 1, Kecamatan Bandar Huluan, Minggu (28/6/26). Sunatan Massal Gratis tersebut hasil...

Warga Marteng Bangun dan Rawat Kampung Sendiri

28/06/2026

PIRAMIDA.ID-Kekompakan warga Marihat Tengah (Marteng), Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun dalam membangun daerahnya sudah tidak diragukan lagi....

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

PMKRI Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi Gelar Masa Bimbingan (MABIM) 2026, Bentuk Kader Kritis, Humanis, dan Berintegritas

06/07/2026
Berita

Viral Polri Disebut Terkorup, Komrad Pancasila Pasang Badan: Metodologinya Patut Dipertanyakan!

05/07/2026
Berita

Gagalnya 27 PSW berangkat ke Manokwari. Aktivis Perempuan Kristen Kepri; Bukan Penggelapan, Ini Korupsi yang tidak berkemanusiaan

05/07/2026
Sorot Publik

Tak Tanggung-tanggung, Masyarakat Serbalawan Perbaiki Tribun Lapangan Dobana

03/07/2026
Dialektika

Ngobrol Pintar CS KERAS Bahas Dugaan Keterlibatan Wali Kota Siantar dalam Pembelian Eks Rumah Singgah COVID-19

02/07/2026
Berita

FESTIVAL U-12 RAMER PLUS FC 2026

01/07/2026

Populer

Berita

FESTIVAL U-12 RAMER PLUS FC 2026

01/07/2026
Sorot Publik

Tak Tanggung-tanggung, Masyarakat Serbalawan Perbaiki Tribun Lapangan Dobana

03/07/2026
Berita

Gagalnya 27 PSW berangkat ke Manokwari. Aktivis Perempuan Kristen Kepri; Bukan Penggelapan, Ini Korupsi yang tidak berkemanusiaan

05/07/2026
Berita

TKSK Simalungun Berduka, Kepergian Suhendra Mengejutkan Para Sahabat

25/06/2026
Berita

Areal Lapangan Bola Serbalawan, Mulai Diperbaiki Secara Swadaya

28/06/2026
Berita

Bentrok Warga VS PT Bridgestone Pemerintah Wajib Hadir, APH Tidak Boleh Absen

26/06/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber