Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Minggu, Agustus 31, 2025
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
Home Sains

Ledakan Dahsyat di Ibu Kota Lebanon Dipicu Amonium Nitrat, Apa Itu?

by Redaksi
06/08/2020
in Sains
foto: (AFP/STR)

foto: (AFP/STR)

98
SHARES
702
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Dunia dikejutkan dengan ledakan dahsyat di Beirut, ibu kota Lebanon, pada Selasa (4/8) lalu. Peristiwa tersebut menyebabkan lebih dari 100 orang meninggal dan 5.000 orang lainnya mengalami luka-luka. Belum lagi, kerusakan fatal yang terjadi pada bangunan di sekitar pelabuhan.

Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab, mengatakan bahwa ledakan diduga berasal dari 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di pelabuhan Beirut sejak 2014.

Namun, apa sebenarnya amonium nitrat dan bagaimana itu bisa menciptakan ledakan yang dahsyat?

Amonium nitrat

Dilansir dari CBC, amonium nitrat merupakan senyawa kimia dengan formula NH4 NO3 yang dibuat dengan menggabungkan amonium dengan asam nitrat. Ia biasanya digunakan sebagai pupuk untuk keperluan pertanian karena mudah larut.

Meski begitu, amonium nitrat juga kerap digunakan sebagai bahan peledak industri. Alasannya, menurut Andrea Sella, profesor kimia di University College London, adalah karena amonium nitrat sangat efisien.

“Di satu sisi, amonium mengandung hidrogen, sementara di sisi lainnya ada oksigen dan nitrogen. Jadi, ketika kedua bagian dipaksa bersatu, Anda akan mendapatkan gas dalam jumlah besar dan panas yang keluar,” papar Sella, dikutip dari CBC.

Seberapa besar bahayanya?

Sella mengatakan, dalam jumlah kecil, amonium nitrat tidak berbahaya.

“Ia merupakan molekul yang menarik karena memiliki kristal putih. Saat disimpan di dalam toples, amonium nitrat bisa aman di sana selama bertahun-tahun. Namun, jika ada ‘pemicu’ yang tepat, ia akan meledak,” katanya.

Dalam kasus Beirut, pemicunya adalah kebakaran yang terjadi sebelum ledakan. Api tersebut bertindak sebagai “bahan bakar” bagi amonium nitrat.

Diketahui bahwa jika amonium nitrat didiamkan dari waktu ke waktu, ia dapat mengeras. Hal inilah yang membuat kekuatan ledakan jauh lebih menghancurkan.

Namun, menurut Miriam Diamond, profesor departemen ilmu bumi di University of Toronto, yang paling berbahaya dari peristiwa ini adalah keteledoran manusia.

“Ada masalah penyimpanan. Sering kali—seperti yang terjadi di Beirut—begitu amonium nitrat disimpan, orang-orang melupakannya begitu saja. Ini adalah kesalahan dan kecerobohan manusia,” ungkapnya.

Apakah kecelakaan ini pernah terjadi sebelumnya?

Ini bukan pertama kalinya amonium nitrat menimbulkan ledakan seperti yang terjadi di Beirut. Mungkin, perbandingan terdekat, dilihat dari skalanya, adalah ledakan yang terjadi di Texas pada 1947. Dilansir dari CNN, kala itu, api memicul ledakan yang kemudian merusak 1.000 bangunan dan menewaskan hampir 400 orang, menurut situs Texas Historical Association.

Selain itu, ledakan akibat amonium nitrat juga pernah terjadi di beberapa wilayah lain. “Penyimpanan amonium nitrat yang buruk dapat memicu ledakan, seperti yang terjadi di Oppau, Jerman; Galveston Bay, Texas; dan yang terbaru di Tianjin, Tiongkok pada 2015,” ungkap Sella.

Menurutnya, ada peraturan mengenai bagaimana pemerintah menyimpan amonium nitrat, berapa lama waktunya, dan dalam kondisi seperti apa. Namun, hal-hal tersebut terlupakan dan akhirnya mengarah ke peristiwa mengerikan.

“Ini adalah kegagalan peraturan tentang penyimpanan amonium nitrat. Fakta bahwa zat tersebut dibiarkan begitu saja selama enam tahun, sama saja menunggu ledakan terjadi,” kata Sella.

Apakah gas yang diproduksi berbahaya?

Ketika amonium nitrat berubah bentuk dari padat menjadi gas, salah satu hasilnya adalah nitrogen dioksida.

Lalu, pada kasus Beirut, apakah nitrogen dioksida dalam jumlah besar yang dilepaskan ke atmosfer itu berbahaya?

“Karena ada api sebelumnya, kemudian disusul ledakan panas, maka gas akan dilepaskan ke arah atas dengan efektif. Dengan begitu, tidak akan ada hal serius yang terjadi di permukaan tanah,” tutur Sella.

Mengapa ia menciptakan awan jamur?

“Ledakan besar apa pun akan memberikan kita awan jamur,” ujar Cheryl Rofer, pensiunan ahli kimia dari Los Alamos National Laboratory.

Sella menambahkan: “Ketika ledakan di Beirut terjadi, itu mengirimkan gelombang kejut yang bergerak lebih cepat dari kecepatan suara. Udara kemudian dikompresi di depan gelombang kejut. Ini kemudian membuat udara di belakangnya mengembang—biasa disebut sebagai “awan Wilson.”

Awan jamur yang terlihat saat ledakan di Beirut, mengkhawatirkan banyak orang karena mereka mengira negara tersebut diserang bom nuklir.


Sumber: National Geographic Indonesia, CNN

Tags: #amoniumnitrat#beirut#ledakan
Share39SendShare

Related Posts

Akankah Waktu Berhenti?

10/07/2023

PIRAMIDA.ID- Waktu dimulai ketika alam semesta mulai tercipta. Apakah jika alam semesta berakhir maka waktu akan berakhir juga? Kami pikir...

Kesenjangan Gender dalam Sains di Indonesia

29/04/2023

Wati Hermawati* PIRAMIDA.ID- Selama ratusan tahun, sains dipandang sebagai bidang laki-laki dan maskulin. Baru pada dekade 1990-an mulai terungkap secara...

Kenapa Beberapa Orang Bisa ‘Mendengar’ Suara Orang Mati

05/03/2023

PIRAMIDA.ID- Pengalaman clairvoyance dan clairaudience merupakan pengalaman melihat atau mendengar sesuatu tanpa adanya stimulus eksternal, dan dikaitkan dengan roh orang...

Cerita tentang Bedes Bijak (Homosapiens)

27/01/2023

Oleh: Agung Baster* PIRAMIDA.ID- Sejarah manusia yang kita ketahui hari ini sebenarnya tidak lebih dari 1% dari sejarah spesies bedes...

Benarkah Mimpi Merupakan Kelanjutan dari Kehidupan Dunia Nyata?

27/01/2023

PIRAMIDA.ID- Dari mana mimpi berasal? Itu merupakan pertanyaan yang banyak diajukan orang. Peradaban kuno menginpretasikan mimpi sebagai kekuatan supernatural atau...

ilustrasi: tirto.id/Gery

Apa itu Teori Evolusi Darwin?

27/01/2023

PIRAMIDA.ID- Teori evolusi dengan seleksi alam, yang pertama kali dirumuskan dalam buku Darwin “On the Origin of Species” pada tahun...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

SERUAN PARKINDO: MENYIKAPI AKSI DEMONSTRASI AGUSTUS 2025

31/08/2025
Berita

Kematian Affan Kurniawan Adalah Tindak Pembunuhan Berencana

30/08/2025
Berita

Tanpa Etika Dewan Perwakilan berubah menjadi Dewan perampok

29/08/2025
Berita

Di Balik Duka 28 Agustus: Saatnya Kita Saling Merangkul, Bukan Saling Menusuk

29/08/2025
Berita

Aparat Gagal Humanis, Ojol Jadi Korban Maut Mobil Rantis

28/08/2025
Berita

Surat Klarifikasi Tak Direspon, ILAJ Laporkan Kadishub ke Kajari, Minta Bupati Simalungun Copot Sabar Saragih

28/08/2025

Populer

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasi barak berita hari ini danau toba

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasi barak berita hari ini danau toba

xnxx
xnxx
xnxx
xnxx