Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Senin, Juli 20, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeSains

Benarkah Mimpi Merupakan Kelanjutan dari Kehidupan Dunia Nyata?

byRedaksi
27/01/2023
inSains
103
SHARES
734
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Dari mana mimpi berasal? Itu merupakan pertanyaan yang banyak diajukan orang. Peradaban kuno menginpretasikan mimpi sebagai kekuatan supernatural atau spiritual. Sementara masyarakat modern cenderung menganalisis mimpi dengan kehidupan nyata—mencoba mencari koneksi bermakna yang menghubungkan isi mimpi dengan pengalaman sehari-hari.

“Beberapa ilmuwan telah mengungkapkan tentang “hipotesis kesinambungan mimpi”, yakni bahwa mimpi kebanyakan merupakan kelanjutan dari apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Alessandro Fogli, ilmuwan komputer dari Roma Tre University dalam studi terbaru seperti yang dikutip dari Science Alert.

“Ternyata kehidupan sehari-hari memengaruhi mimpi. Misalnya, kecemasan dalam hidup mengarah ke mimpi dengan pengaruh negatif. Sebaliknya, mimpi yang baik memengaruhi kemampuan kita dalam memecahkan masalah,” imbuhnya.

Teori-teori psikologis seperti ini sudah ada sejak penelitian Sigmund Freud dan yang lainnya pada abad ke-20. Mereka memelopori gagasan bahwa makna mimpi yang tersembunyi dapat terungkap jika melihat pengalaman dunia nyata orang tersebut.

Dalam analisis mimpi kontemporer, terapis berusaha membantu pasien menafsirkan mimpi mereka melalui penggunaan laporan mimpi, mencari petunjuk, simbol, dan struktur yang mungkin sesuai dengan bagian lain dari kehidupan nyata si pemimpi.

Salah satu sistem yang paling dihormati untuk menafsirkan laporan mimpi adalah sistem Hall dan Van de Castle. Ia menyusun mimpi berdasarkan karakter yang muncul di dalamnya, interaksi yang dimiliki karakter tersebut dan efek interaksi terhadap karakter.

Namun, masalahnya dengan sistem ini adalah proses yang lambat dan memakan waktu dalam menyaring laporan mimpi secara manual untuk mengidentifikasi elemen-elemen ini. Oleh sebab itu, para ilmuwan tidur terus mencari solusi algoritmie yang secara otomatis dapat mengenali dan membuat anotasi isi mimpi sesuai sistem Hall dan Van de Castle.

Dalam studi terbarunya, Fogli dan tim hadir dengan cara baru untuk melacak mimpi orang dalam skala besar. Mereka menganalisis 24 ribu data dari ‘bank mimpi’ terbesar atau yang biasa dikenal dengan DreamBank.

“Kami membuat alat yang secara otomatis dapat menilai laporan mimpi dengan mengoperasikan skala analisis mimpi dari Hall and Van de Castle,” kata peneliti.

“Kami memvalidasi keefektifan alat pada laporan mimpi yang dianotasi dengan tangan, kemudian menguji apa yang oleh para ilmuwan tidur disebut ‘hipotesis kontinuitas’ pada skala yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” imbuh mereka.

Alat pengolah mimpi yang baru dikembangkan ini menyederhanakan sistem Hall and Van de Castle: mengurai teks laporan mimpi dan berfokus pada karakter, interaksi sosial, dan kata-kata emosi.

“Ketiga dimensi tersebut dianggap paling penting dalam membantu interpretasi mimpi karena menentukan plot tentang siapa yang hadir, tindakan apa yang dilakukan dan emosi mana yang diungkapkan,” papar tim peneliti.

Ketika membandingkan hasilnya dari alat pengolah bahasa dengan catatan laporan mimpi yang dianotasi tangan oleh para ahli mimpi, itu menunjukkan kesesuaian hingga ¾. Bukan skor sempurna, tetapi perkembangan teknologi seperti ini dapat mengarah ke terobosan baru dalam penelitian mimpi.

Hasil studi ini juga mendukung hipotesis kontinuitas tadi—bahwa mimpi adalah kelanjutan dari apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut para peneliti, laporan mimpi mengandung beberapa “penanda statistik” yang mencerminkan apa yang dialami pemimpi di dunia nyata.

Meskipun sulit untuk menafsirkan arti mimpi kita sebenarnya dan dari mana asalnya, para peneliti mengatakan bahwa pendekatan seperti ini akan mempermudah untuk mengukur aspek penting dari mimpi. Bahkan memungkinkan untuk “membangun teknologi yang menjembatani kesenjangan antara kehidupan nyata dan mimpi”.


Sumber: National Geographic, Science Alert

Tags:#mimpi#psikoanalisa#psikologi#Sains
Share41SendShare

Related Posts

Akankah Waktu Berhenti?

10/07/2023

PIRAMIDA.ID- Waktu dimulai ketika alam semesta mulai tercipta. Apakah jika alam semesta berakhir maka waktu akan berakhir juga? Kami pikir...

Kesenjangan Gender dalam Sains di Indonesia

29/04/2023

Wati Hermawati* PIRAMIDA.ID- Selama ratusan tahun, sains dipandang sebagai bidang laki-laki dan maskulin. Baru pada dekade 1990-an mulai terungkap secara...

Kenapa Beberapa Orang Bisa ‘Mendengar’ Suara Orang Mati

05/03/2023

PIRAMIDA.ID- Pengalaman clairvoyance dan clairaudience merupakan pengalaman melihat atau mendengar sesuatu tanpa adanya stimulus eksternal, dan dikaitkan dengan roh orang...

Cerita tentang Bedes Bijak (Homosapiens)

27/01/2023

Oleh: Agung Baster* PIRAMIDA.ID- Sejarah manusia yang kita ketahui hari ini sebenarnya tidak lebih dari 1% dari sejarah spesies bedes...

ilustrasi: tirto.id/Gery

Apa itu Teori Evolusi Darwin?

27/01/2023

PIRAMIDA.ID- Teori evolusi dengan seleksi alam, yang pertama kali dirumuskan dalam buku Darwin “On the Origin of Species” pada tahun...

Mengapa Bulu Mata Atas lebih Panjang daripada yang Bawah?

29/06/2022

PIRAMIDA.ID- Kelopak mata atas lebih besar, lebih panjang, dan memiliki akar yang lebih dalam sehingga bisa memiliki bulu mata indah...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

SILPA Rp264,75 Miliar, PMKRI Soroti Perencanaan Anggaran dan Dorong Penguatan Sinergi Pemkab–DPRD

19/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Seluruh Jajaran Satgas PKH Layak Dianugerahi Bintang Mahaputera atas Jasa Luar Biasa Memulihkan Keuangan dan Aset Negara

19/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Apresiasi Kepemimpinan Satgas PKH: Sjafrie Sjamsoeddin, ST Burhanuddin, dan Febrie Adriansyah Berhasil Selamatkan Aset Negara Senilai Rp402,4 Triliun

18/07/2026
Berita

Ketua Umum Jaringan Muda Pendukung Prabowo: 12 Poin Pernyataan Hotman Paris Tentang Febrie Adriansyah Tidak Bisa Dibantah Karena Berdasarkan Fakta

18/07/2026
Berita

Bupati Simalungun Terima Audensi Pimpinan BWI

17/07/2026
Berita

ILAJ Resmi Surati Presiden Prabowo, Ajukan Permohonan Pertimbangan Pemberian Abolisi atau Amnesti kepada Febrie Adriansyah

17/07/2026

Populer

Berita

Tak Mau Bahas LKPD, Aktivis ingatkan Anggota DPRD bisa dilaporkan

15/07/2026
Berita

Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah, Adi Putra dan Dody Arfan Rela Cuti Kerja

13/07/2026
Berita

Ketua Umum Jaringan Muda Pendukung Prabowo: 12 Poin Pernyataan Hotman Paris Tentang Febrie Adriansyah Tidak Bisa Dibantah Karena Berdasarkan Fakta

18/07/2026
Berita

SILPA Rp264,75 Miliar, PMKRI Soroti Perencanaan Anggaran dan Dorong Penguatan Sinergi Pemkab–DPRD

19/07/2026
Pojokan

Pesan Tersembunyi Ki Narto Sabdo Dalam Lagu Kelinci Ucul

23/09/2020
Berita

ILAJ Resmi Surati Presiden Prabowo, Ajukan Permohonan Pertimbangan Pemberian Abolisi atau Amnesti kepada Febrie Adriansyah

17/07/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber