Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Selasa, November 3, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

Robot Polri Tuai Kritik Netizen, Fawer Sihite: Inovasi Harus Disambut Baik, Tapi Polri Perlu Bangun Instrumen Komunikasi yang Efektif

byPiramida.id
30/06/2025
inBerita
101
SHARES
721
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID — Peluncuran Robot Polri sebagai bagian dari langkah modernisasi institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menuai beragam respons dari publik. Meski membawa semangat inovasi berbasis teknologi, namun sejumlah kritik dari masyarakat di media sosial mengemuka, terutama terkait belum optimalnya kinerja robot tersebut serta pertanyaan publik terhadap urgensi dan efektivitasnya di tengah berbagai tantangan yang dihadapi institusi Polri saat ini. Senin, 30 Juni 2025.

Kritik ini berkembang pesat di ruang digital. Sejumlah netizen mempertanyakan apakah kehadiran Robot Polri benar-benar menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat, atau justru menjadi bentuk pemborosan anggaran di tengah turunnya kepercayaan terhadap institusi hukum tersebut. Tak sedikit pula yang membandingkan inovasi ini dengan realitas di lapangan, seperti rendahnya respons terhadap laporan masyarakat, penyelesaian kasus-kasus hukum yang lambat, hingga persoalan integritas oknum aparat.

Menanggapi hal tersebut, Fawer Sihite, seorang pengamat kebijakan publik dan alumni Pascasarjana Universitas Kristen Duta Wacana dengan jurusan Magister Kajian Konflik dan Perdamaian, menyampaikan pandangannya. Ia menilai bahwa inovasi berbasis teknologi seperti Robot Polri pada dasarnya merupakan langkah positif dalam menjawab tantangan zaman yang serba digital dan cepat berubah. Namun, menurutnya, masalah utamanya bukan pada inovasinya, melainkan pada cara komunikasi dan penjelasan kepada publik yang belum maksimal.

“Kita tidak bisa menolak perkembangan teknologi. Robot Polri adalah bentuk niat baik institusi untuk melakukan transformasi. Tapi problemnya adalah masyarakat gagal memahami apa maksud dari inovasi itu, dan ini karena tidak adanya penjelasan yang utuh, narasi yang menyeluruh, dan komunikasi yang efektif dari pihak Polri sendiri,” ujar Fawer.

Fawer menegaskan bahwa dalam era keterbukaan informasi seperti sekarang ini, niat baik saja tidak cukup. Setiap langkah inovasi yang dilakukan institusi negara harus disertai dengan instrumen komunikasi publik yang transparan, terbuka, dan menyentuh akal sehat masyarakat.

“Sekarang ini bukan eranya di mana cukup dengan niat baik. Publik akan menilai berdasarkan persepsi yang mereka tangkap. Maka, jika Polri tidak membangun komunikasi strategis yang menjelaskan maksud dan tujuan dari inovasi seperti Robot Polri, maka ruang misinterpretasi akan terus terbuka. Ini bisa berakibat fatal, karena bukan hanya inovasi itu tidak diterima, tapi tingkat kepercayaan terhadap institusi pun bisa makin tergerus,” tegasnya.

Fawer juga mengingatkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum sangat menentukan stabilitas sosial dan rasa aman di masyarakat. Karena itu, ia menyarankan agar Polri tidak hanya fokus pada peluncuran inovasi, tetapi juga menyusun program yang menyentuh akar persoalan komunikasi publik dan membangun dialog yang jujur serta terbuka dengan masyarakat.

Di tengah tantangan zaman dan meningkatnya ekspektasi publik, Fawer berharap Polri bisa menjadikan momentum kritik terhadap Robot Polri ini sebagai refleksi dan kesempatan untuk membenahi pendekatan komunikasi serta orientasi pelayanan publik secara menyeluruh.

“Setiap institusi harus mampu belajar dari kritik, bukan alergi terhadapnya. Kritik netizen itu adalah bentuk partisipasi publik. Tinggal bagaimana institusi seperti Polri menyikapinya secara dewasa dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi dan penguatan,” tutup Fawer. (Tim)

Share40SendShare

Related Posts

KETUA ILAJ: REGISTER 18 BUKAN WARISAN PARA MAFIA! JANGAN SAMPAI HUTAN NEGARA HANYA JADI LADANG BISNIS SEGELINTIR ORANG

03/11/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, menyindir keras dugaan penguasaan kawasan Hutan Register 18...

REGISTER 18 SIMALUNGUN JANGAN JADI WARISAN SEGELINTIR ORANG! KETUA ILAJ DESAK DINAS KEHUTANAN SUMUT DAN SATGAS PKH BERTINDAK!

03/11/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, melontarkan desakan keras kepada Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera...

Ketua ILAJ Desak Dinas Kehutanan Sumut dan Satgas PKH Selamatkan Register 18 Simalungun

03/11/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, mendesak Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara segera berkoordinasi...

Keamanan Bukan Intimidasi, KOMRAD Pancasila Bela Langkah Preventif Polda Jateng Terkait Kasus Sukoharjo

31/10/2026

PIRAMIDA.ID | JAKARTA – Langkah Polda Jawa Tengah dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan di tengah polemik penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul...

Minim Kegiatan Pemuda, KNPI Desak Kepala Dispora Simalungun Dicopot

28/10/2026

PIRAMIDA.ID - Minimnya kegiatan kepemudaan di Kabupaten Simalungun menjadi sorotan. Sekretaris KNPI Kabupaten Simalungun, Edis Galingging, mengkritik kinerja Dinas Pemuda...

10 Bulan Menjabat Bob Saragih Dinilai Gagal, Ketua ILAJ: Pada Hari Sumpah Pemuda Ini Kami Minta Bupati Copot Kadispora Simalungun

28/10/2026

PIRAMIDA.ID — Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, mendesak Bupati...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

KETUA ILAJ: REGISTER 18 BUKAN WARISAN PARA MAFIA! JANGAN SAMPAI HUTAN NEGARA HANYA JADI LADANG BISNIS SEGELINTIR ORANG

03/11/2026
Berita

REGISTER 18 SIMALUNGUN JANGAN JADI WARISAN SEGELINTIR ORANG! KETUA ILAJ DESAK DINAS KEHUTANAN SUMUT DAN SATGAS PKH BERTINDAK!

03/11/2026
Berita

Ketua ILAJ Desak Dinas Kehutanan Sumut dan Satgas PKH Selamatkan Register 18 Simalungun

03/11/2026
Berita

Keamanan Bukan Intimidasi, KOMRAD Pancasila Bela Langkah Preventif Polda Jateng Terkait Kasus Sukoharjo

31/10/2026
Berita

Minim Kegiatan Pemuda, KNPI Desak Kepala Dispora Simalungun Dicopot

28/10/2026
Berita

10 Bulan Menjabat Bob Saragih Dinilai Gagal, Ketua ILAJ: Pada Hari Sumpah Pemuda Ini Kami Minta Bupati Copot Kadispora Simalungun

28/10/2026

Populer

Berita

Keamanan Bukan Intimidasi, KOMRAD Pancasila Bela Langkah Preventif Polda Jateng Terkait Kasus Sukoharjo

31/10/2026
Berita

10 Bulan Menjabat Bob Saragih Dinilai Gagal, Ketua ILAJ: Pada Hari Sumpah Pemuda Ini Kami Minta Bupati Copot Kadispora Simalungun

28/10/2026
Berita

Minim Kegiatan Pemuda, KNPI Desak Kepala Dispora Simalungun Dicopot

28/10/2026
Ilustrasi: dw.com
Dialektika

Zoroaster, Agama Pertama Yang Menyembah Satu Tuhan

15/06/2020
Berita

SMP Cinta Rakyat 2 Sukses Gelar Olimpiade Tingkat SD

04/04/2022
Pojokan

Mengenal Perasa Rokok dalam Kretek

03/02/2021
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus