Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Kamis, Juni 4, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

Robot Polri Tuai Kritik Netizen, Fawer Sihite: Inovasi Harus Disambut Baik, Tapi Polri Perlu Bangun Instrumen Komunikasi yang Efektif

byPiramida.id
30/06/2025
inBerita
101
SHARES
721
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID — Peluncuran Robot Polri sebagai bagian dari langkah modernisasi institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menuai beragam respons dari publik. Meski membawa semangat inovasi berbasis teknologi, namun sejumlah kritik dari masyarakat di media sosial mengemuka, terutama terkait belum optimalnya kinerja robot tersebut serta pertanyaan publik terhadap urgensi dan efektivitasnya di tengah berbagai tantangan yang dihadapi institusi Polri saat ini. Senin, 30 Juni 2025.

Kritik ini berkembang pesat di ruang digital. Sejumlah netizen mempertanyakan apakah kehadiran Robot Polri benar-benar menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat, atau justru menjadi bentuk pemborosan anggaran di tengah turunnya kepercayaan terhadap institusi hukum tersebut. Tak sedikit pula yang membandingkan inovasi ini dengan realitas di lapangan, seperti rendahnya respons terhadap laporan masyarakat, penyelesaian kasus-kasus hukum yang lambat, hingga persoalan integritas oknum aparat.

Menanggapi hal tersebut, Fawer Sihite, seorang pengamat kebijakan publik dan alumni Pascasarjana Universitas Kristen Duta Wacana dengan jurusan Magister Kajian Konflik dan Perdamaian, menyampaikan pandangannya. Ia menilai bahwa inovasi berbasis teknologi seperti Robot Polri pada dasarnya merupakan langkah positif dalam menjawab tantangan zaman yang serba digital dan cepat berubah. Namun, menurutnya, masalah utamanya bukan pada inovasinya, melainkan pada cara komunikasi dan penjelasan kepada publik yang belum maksimal.

“Kita tidak bisa menolak perkembangan teknologi. Robot Polri adalah bentuk niat baik institusi untuk melakukan transformasi. Tapi problemnya adalah masyarakat gagal memahami apa maksud dari inovasi itu, dan ini karena tidak adanya penjelasan yang utuh, narasi yang menyeluruh, dan komunikasi yang efektif dari pihak Polri sendiri,” ujar Fawer.

Fawer menegaskan bahwa dalam era keterbukaan informasi seperti sekarang ini, niat baik saja tidak cukup. Setiap langkah inovasi yang dilakukan institusi negara harus disertai dengan instrumen komunikasi publik yang transparan, terbuka, dan menyentuh akal sehat masyarakat.

“Sekarang ini bukan eranya di mana cukup dengan niat baik. Publik akan menilai berdasarkan persepsi yang mereka tangkap. Maka, jika Polri tidak membangun komunikasi strategis yang menjelaskan maksud dan tujuan dari inovasi seperti Robot Polri, maka ruang misinterpretasi akan terus terbuka. Ini bisa berakibat fatal, karena bukan hanya inovasi itu tidak diterima, tapi tingkat kepercayaan terhadap institusi pun bisa makin tergerus,” tegasnya.

Fawer juga mengingatkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum sangat menentukan stabilitas sosial dan rasa aman di masyarakat. Karena itu, ia menyarankan agar Polri tidak hanya fokus pada peluncuran inovasi, tetapi juga menyusun program yang menyentuh akar persoalan komunikasi publik dan membangun dialog yang jujur serta terbuka dengan masyarakat.

Di tengah tantangan zaman dan meningkatnya ekspektasi publik, Fawer berharap Polri bisa menjadikan momentum kritik terhadap Robot Polri ini sebagai refleksi dan kesempatan untuk membenahi pendekatan komunikasi serta orientasi pelayanan publik secara menyeluruh.

“Setiap institusi harus mampu belajar dari kritik, bukan alergi terhadapnya. Kritik netizen itu adalah bentuk partisipasi publik. Tinggal bagaimana institusi seperti Polri menyikapinya secara dewasa dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi dan penguatan,” tutup Fawer. (Tim)

Share40SendShare

Related Posts

Ketua BEM FE USI: Uang Rakyat Harus Kembali untuk Rakyat

03/06/2026

PIRAMIDA.ID-Pematangsiantar — Ketua BEM Fakultas Ekonomi Universitas Sisingamangaraja Indonesia (FE USI) menilai tata kelola anggaran Pemerintah Kota Pematangsiantar masih belum...

Jakarta Bisa Kalahkan Sampah! Komrad Pancasila Puji Gebrakan Polda Metro, Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta Lewat Gerakan Pilah Sampah

03/06/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta — Gerakan pemilahan sampah terpadu melalui program Jaga Jakarta Bersih dan Asri yang digagas Polda Metro Jaya...

Pancasila Bukan Hanya Seremonial: Saatnya Menjadi Etika Kekuasaan dan Jalan Keadilan Rakyat

01/06/2026

Peringatan Hari Lahir Pancasila selalu menghadirkan dua sisi sekaligus: penghormatan terhadap sejarah dan ujian terhadap kenyataan hari ini. Di satu...

KNPI Simalungun Apresiasi Pemkab Simalungun Pertahankan Opini WTP dari BPK RI

31/05/2026

PIRAMIDA.ID – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Simalungun mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Simalungun yang kembali berhasil mempertahankan...

Pemkab Simalungun Raih Opini WTP dari BPK Tahun Anggaran 2025, ILAJ: Bupati, Sekretaris Daerah dan Inspektorat Layak di Apresiasi

31/05/2026

PIRAMIDA.ID – Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Sihite, menyampaikan apresiasi atas capaian Pemerintah Kabupaten Simalungun yang berhasil memperoleh...

Minta Publik Tidak Menghakimi Kajari Medan, Ketua ILAJ Sebut Ridwan Sujana Angsar Dikenal Berdedikasi Baik

30/05/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Sihite, mengajak seluruh pihak untuk menghormati asas praduga tak bersalah terkait...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Ketua BEM FE USI: Uang Rakyat Harus Kembali untuk Rakyat

03/06/2026
Berita

Jakarta Bisa Kalahkan Sampah! Komrad Pancasila Puji Gebrakan Polda Metro, Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta Lewat Gerakan Pilah Sampah

03/06/2026
Berita

Pancasila Bukan Hanya Seremonial: Saatnya Menjadi Etika Kekuasaan dan Jalan Keadilan Rakyat

01/06/2026
Berita

KNPI Simalungun Apresiasi Pemkab Simalungun Pertahankan Opini WTP dari BPK RI

31/05/2026
Berita

Pemkab Simalungun Raih Opini WTP dari BPK Tahun Anggaran 2025, ILAJ: Bupati, Sekretaris Daerah dan Inspektorat Layak di Apresiasi

31/05/2026
Berita

Minta Publik Tidak Menghakimi Kajari Medan, Ketua ILAJ Sebut Ridwan Sujana Angsar Dikenal Berdedikasi Baik

30/05/2026

Populer

Berita

Ketua ILAJ Fawer Sihite Minta Kapolres Simalungun & Kasat Reskrim Serius Tangani Dugaan Pungli PDAM Totap Majawa

26/05/2026
Berita

Penyidik Polsek Bandar Huluan Dinilai Lambat” PH Tegaskan: BAP Tersangka Adalah Hak, Bukan Pemberian

29/05/2026
Berita

Minta Publik Tidak Menghakimi Kajari Medan, Ketua ILAJ Sebut Ridwan Sujana Angsar Dikenal Berdedikasi Baik

30/05/2026
Berita

ILAJ Resmi Laporkan Camat, Sekcam & Bendahara Kecamatan Tapian Dolok ke Kejari Simalungun Atas Dugaan Korupsi Anggaran Tahun 2023

26/05/2026
Berita

Pemkab Simalungun Raih Opini WTP dari BPK Tahun Anggaran 2025, ILAJ: Bupati, Sekretaris Daerah dan Inspektorat Layak di Apresiasi

31/05/2026
Pojokan

Pesan Tersembunyi Ki Narto Sabdo Dalam Lagu Kelinci Ucul

23/09/2020
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber