Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Minggu, Februari 1, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
Home Sorot Publik

Mengembalikan Kepercayaan Masyarakat Pematangsiantar

by Redaksi
28/10/2020
in Sorot Publik
99
SHARES
708
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Ara Doni Nainggolan*

PIRAMIDA.ID- Hingga saat ini kasus positif COVID-19 terus meningkat, belum ada tanda-tanda penurunan. Bahkan menurut prediksi, puncak pandemi di tanah air akan berlangsung Agustus hingga September 2020.

Melihat kondisi ini, seharusnya masyarakat semakin hati-hati menjaga diri menghindari virus berbahaya ini. Disiplin mempersiapkan protokol kesehatan merupakan tindakan efektif.

Namun apa yang terjadi di masyarakat sangat kontradiktif dengan pandemi yang kian ”mengganas”. Dalam suasana adaptasi kesehatan baru saat ini, sebagian besar masyarakat justru seperti mengabaikan protokol kesehatan.

Di Kota Pematangsiantar saja, banyak orang berlalu lalang tanpa menggunakan masker, mengabaikan sosial/physical distancing, apalagi rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau pakai handsanitizer.

Lalu kenapa ini bisa terjadi? Hingga saat ini masih banyak masyarakat yang belum percaya kalau COVID-19 ini memang ada.

Mereka menganggap hanya sebagai konspirasi politik atau ekonomi pihak tertentu. Sebagian lagi menganggap kalau dirinya bakal aman-aman saja dan kemungkinan kecil terpapar virus karena tubuhnya sehat.

Anggapan masyarakat ini tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Karena banyaknya muncul berita-berita hoax dan berulang di tengah gencarnya sosialisasi pencegahan COVID-19. Kemudian adanya perilaku berbagai pihak yang memanfaatkan pandemi sebagai ladang bisnis.

Misalnya dengan pemberlakuan rapid test sebagai syarat tertentu. Padahal rapid test sendiri tidak bisa dijadikan acuan untuk mengetahui seseorang terinfeksi atau tidak.

Sebagai ladang bisnis misalnya, masyarakat sudah lama mendengar informasi adanya permainan pihak rumah sakit dalam menangani pasien.

Mereka tergiur dengan besarnya jumlah dana yang digelontorkan pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19, sehingga berbagai cara dilakukan untuk dapat “menikmati” dana tersebut.

Meski pihak rumah sakit membantah, tetapi tidak membuat masyarakat percaya dengan keadaan ini.

Pekan ini kita melihat Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah mengadu kepada Menkes, Terawan Agus Putranto tentang adanya rumah sakit ‘nakal’ di sejumlah daerah.

Dalam rapat kerja dengan pemerintah membahas laporan APBN semester I 2020, ia menyebut rumah sakit tersebut sengaja membuat pasien dinyatakan positif COVID-19 demi mendapatkan anggaran penangan corona.

“Adanya kenakalan juga di rumah sakit, tidak covid tapi dinyatakan covid. Keluarga enggak terima, dua minggu mau masuk pengadilan, akhirnya rumah sakit menyerah, oh iyah bukan Covid,” kata Abudullah dalam rapat, Rabu (15/7).

Dia melanjutkan, setelah diselidiki ternyata rumah sakit tersebut sengaja menyatakan pasien itu positif corona demi mendapatkan intensif rumah sakit.

“Telisik punya telisik, kalau dinyatakan mati COVID-19 lebih besar. Ada yang menyebut kalau orang kena COVID-19 masuk rumah sakit sampai meninggal anggaran Rp 90 juta atau 45 juta. Memang ini ujian betul, di Pasuruan, Jambi, Ciamis ini kan viral di mana-mana,” jelasnya.

Mungkin juga hal ini menjadi penyebab maraknya kasus masyarakat mengambil paksa dari rumah sakit jenazah keluarganya yang meninggal akibat COVID-19.


Penulis merupakan mahasiswa jurusan Fisika, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar.

Tags: #kepercayaan#pandemi#siantarman
Share40SendShare

Related Posts

Wacana Polri di Bawah Kementerian Dinilai “Mundur”: Komite Reformasi Diingatkan Jangan Langgar Mandat UU

27/01/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta — Wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian kembali memantik perdebatan publik. Isu itu...

Langkah Humanis Polda Metro Jaya Tuai Apresiasi, Kasus “Ijazah Palsu” Diselesaikan Lewat Restorative Justice

19/01/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta — Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri mendapat apresiasi...

GMKI P.SIANTAR-SIMALUNGUN TOLAK WACANA PEMILIHAN KEPALA DAERAH OLEH DPRD

12/01/2026

PIRAMIDA.ID | Pematangsiantar - Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun menyatakan penolakan tegas terhadap wacana pemilihan kepala daerah oleh...

POLRI Tetap Dibawah Presiden. Komrad Pancasila : Operasi Politik Menjatuhkan Polri Gagal Total !!!

12/01/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta — Komisi III DPR RI menegaskan kedudukan Polri harus tetap berada di bawah Presiden, sekaligus menegaskan pengangkatan...

Merayakan Natal Dengan Penuh Empati, Komrad Pancasila Bagikan Bingkisan Natal Untuk Pemuda Dan Mahasiswa Rantau

26/12/2025

PIRAMIDA.ID | Jakarta - Dalam semangat Natal yang sarat dengan nilai kasih, solidaritas, dan kemanusiaan, Komrad Pancasila menggelar kegiatan berbagi...

SERUAN PARKINDO: MERAYAKAN NATAL DENGAN RATAPAN

25/12/2025

Kalau dipijak-pijak dengan kaki tawanan-tawanan di dunia, kalau hak orang dibelokkan di hadapan Yang Mahatinggi, atau orang diperlakukan tidak adil...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Rakernas METI, Aktor, dan Proyek: Narasi Bersih yang Tak Pernah Bersih-Bersih

31/01/2026
Berita

Gatot Tuding Kapolri “Pembangkang”, Komrad: Ini Bukan Kritik Ini Provokasi!

30/01/2026
Berita

KOMRAD PANCASILA DKI Jakarta Apresiasi Sikap Ksatria POLDA METRO JAYA dalam Kasus Penjual Es Jadul

30/01/2026
Berita

ILAJ Desak Polda Riau Segera Menetapkan Tersangka dan Menangkap Pelaku Pembunuhan di Keritang, Indragiri Hilir

28/01/2026
Sorot Publik

Wacana Polri di Bawah Kementerian Dinilai “Mundur”: Komite Reformasi Diingatkan Jangan Langgar Mandat UU

27/01/2026
Berita

IJLS: PT TPL Disebut Ditutup, Namun Masyarakat Adat Masih Menyaksikan Dugaan Aktivitas Operasional di Lapangan

22/01/2026

Populer

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasi barak berita hari ini berita bola danau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasi barak berita hari ini berita bola danau tobasumber