Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Minggu, Juni 28, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

Merespons Maraknya Intoleransi-Radikalisme di Indonesia, GAMKI Tapanuli Utara Gelar FGD

byRedaksi
01/12/2020
inBerita
99
SHARES
704
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Tapanuli Utara menggelar acara Forum Group Discussion (FGD) dengan menggandeng Kesbangpol Tapanuli Utara dan Kodim 0210 Tapanuli Utara Senin (30/11/20) di Kantor GAMKI Tapanuli Utara, Tarutung, Kab.Tapanuli Utara.

Forum Group Discussion (FGD) yang digelar di Kantor Gamki Taput tersebut diikuti oleh 30 orang peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pemuda gereja yang ada di Tapanuli Utara, serta dihadiri oleh Sodogoran Situmorang (Pasi Inteldim 0210/TU) dan Jonter Hutapea (Kabid Ideologi Kesbangpol Taput) sebagai narasumber.

FGD dengan tema “Membangun Nilai Nasionalisme dan Persatuan Melalui Peningkatan Nilai-nilai Wawasan Kebangsaan Pemuda/i Kab.Tapanuli Utara” ini dilakukan dengan protokoler kesehatan yang ketat. Para peserta diwajibkan mencuci tangan sebelum memasuki ruangan acara FGD, memakai masker, serta menjaga jarak selama kegiatan berlangsung.

Sekretaris Gamki Taput yang juga selaku Ketua Panitia FGD, Jhon Karson Sinaga menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk menambah wawasan kebangsaan para generasi muda Taput di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat seiring dengan merebaknya aksi teror radikalisme di Indonesia.

“Kita melihat dalam baru-baru ini merebak aksi teror radikalisme yang terjadi di Sigi, Sulawesi Tengah. Sehingga kita harus semakin memperkuat wawasan kebangsaan sehingga paham-paham radikalisme ini bisa kita tolak dan lawan bersama-sama,” ungkapnya.

Jhonter Hutapea selaku Kabid Ideologi Kesbangpol hadir di acara FGD sebagai marasumber mengatakan, bahwa NKRI harga mati harus dijunjung tinggi oleh seluruh masyarakat Indonesia, terkhusus para generasi muda dan harus selalu mengingat bahwa Pancasila adalah Ideologi final bangsa Indonesia sehingga harus dijaga dan dirawat karena menyangkut keselamatan bangsa dan negara mengadapi tantangan kemajuan tekhnologi yang semakin berkembang secara mutakhir.

“Kalian para generasi muda harus menjunjung tinggi semboyan NKRI harga mati dan harus selalu mengingat bahwa Pancasila adalah ideologi final bangsa kita, karena itulah pondasi kita sehingga kita selalu hidup damai, sejuk di tengah-tengah keberagaman yang begitu majemuk,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang begitu berharga itu juga hadir Sodogoran Situmorang selaku PASI INTELDIM 0210/TU sebagai pembicara. Beliau menyampaikan radikalisme bisa terjadi di mana saja tanpa mengenal tempat dan waktu karena menurut pengalaman beliau para pelaku teror ini tidak mengenal rasa takut sedikitpun dan yang mereka tahu hanyalah mati lalu masuk surga walaupun menghalalkan kekerasan sekalipun terhadap orang yang berbeda dengan mereka.

“Generasi muda harus menjadi salah satu pilar untuk melawan paham radikalisme ini, banyak ciri-ciri fisik yang bisa kita lihat sehingga kita semua bisa sama-sama waspada karena teror bisa terjadi di manapun dan kapanpun tanpa mengenal rasa takut sedikitpun,” tegasnya.

suasana berlangsungnya FGD/istimewa

Dalam acara FGD tersebut terlihat antusias yang begitu besar dari para pesertanya, hal itu terlihat dari salah satu peserta dari mahasiswa bertanya tentang bagaimana mengidentifikasi serta menangkal aksi intoleransi-radikalisme di lingkungan sekitarnya.

Pasi Inteldim, Sodogoran Situmorang menambahkan bahwa mengidentifikasi dan menangkal paham radikalisme ini bisa kita lakukan bersama-sama, banyak hal yang bisa kita lakukan, yakni melihat bentuk fisik dan tingkah lakunya.

“Biasanya paham radikalisme ini biasa disebarkan melalui media-media pengajaran di rumah ibadah, sekolah dan juga media sosial dan kebanyakan menurut penelitian biasanya paling dominan yang terpapar radikalisme ini adalah tamatan setara SMA/SMK dan juga S-1,” tutupnya.(*)

Tags:#bhineka#intolerasi#kebangsaan
Share40SendShare

Related Posts

Catat Sejarah 26 Santri Generasi Pertama SD Muhammadiyah Serbalawan di Wisuda

27/06/2026

PIRAMIDA.ID-Sekolah Dasar Muhammadiyah Serbelawan (SD Muhasaba), mencatat sejarah sejak dirikan tahun 2020 silam. "Hari ini Sabtu 27 Juni 2026, menjadi...

Bentrok Warga VS PT Bridgestone Pemerintah Wajib Hadir, APH Tidak Boleh Absen

26/06/2026

PIRAMIDA.ID-Kamis (25/6/2026) sore, bentrok kembali terjadi antara sekelompok warga dengan tim pengamanan (security) PT.Bridgestone Sumatera Rubber Estate (BSRE). Sebagaimana kita...

TKSK Simalungun Berduka, Kepergian Suhendra Mengejutkan Para Sahabat

25/06/2026

PIRAMIDA.ID- Suhendra (45) salah seorang Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Hutabayuraja, Kabupaten Simalungun meninggal dunia, Kamis (25/5/26). Sosok pria yang...

Edis Galingging: Justice Delayed is Justice Denied, Propam Polri Harus Periksa Kapolres Pematangsiantar

21/06/2026

PIRAMIDA.ID – Kasus dugaan penganiayaan yang berujung pada meninggalnya Jaka Jannes Malau (24) di Kota Pematangsiantar terus menuai perhatian publik....

663 Lulusan USI Diwisuda, Rektor USI: Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Pengabdian kepada Masyarakat

20/06/2026

PIRAMIDA.ID – Universitas Simalungun (USI) mewisuda sebanyak 663 lulusan pada Wisuda Gelombang I Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Radjamin Poerba,...

Di Demo Puluhan Massa,!Hotbinson Damanik dan Mhd Ali Damanik Akan di Periksa? Kejatisu Akan Bentuk Tim Penelaa Penelaahan

17/06/2026

PIRAMIDA.ID - Puluhan massa yang tergabung dalam PRO-PUBLIC Institute menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Catat Sejarah 26 Santri Generasi Pertama SD Muhammadiyah Serbalawan di Wisuda

27/06/2026
Berita

Bentrok Warga VS PT Bridgestone Pemerintah Wajib Hadir, APH Tidak Boleh Absen

26/06/2026
Berita

TKSK Simalungun Berduka, Kepergian Suhendra Mengejutkan Para Sahabat

25/06/2026
Berita

Edis Galingging: Justice Delayed is Justice Denied, Propam Polri Harus Periksa Kapolres Pematangsiantar

21/06/2026
Berita

663 Lulusan USI Diwisuda, Rektor USI: Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Pengabdian kepada Masyarakat

20/06/2026
Berita

Di Demo Puluhan Massa,!Hotbinson Damanik dan Mhd Ali Damanik Akan di Periksa? Kejatisu Akan Bentuk Tim Penelaa Penelaahan

17/06/2026

Populer

Berita

TKSK Simalungun Berduka, Kepergian Suhendra Mengejutkan Para Sahabat

25/06/2026
Berita

Bentrok Warga VS PT Bridgestone Pemerintah Wajib Hadir, APH Tidak Boleh Absen

26/06/2026
Berita

Catat Sejarah 26 Santri Generasi Pertama SD Muhammadiyah Serbalawan di Wisuda

27/06/2026
Edukasi

Surat Cinta untuk Kristina

29/11/2022
Berita

663 Lulusan USI Diwisuda, Rektor USI: Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Pengabdian kepada Masyarakat

20/06/2026
Berita

Edis Galingging: Justice Delayed is Justice Denied, Propam Polri Harus Periksa Kapolres Pematangsiantar

21/06/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber