PIRAMIDA.ID- Batam, 29 April 2026. Publik Kota Batam dihebohkan oleh beredarnya video yang menampilkan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dituding berbicara dengan nada tinggi kepada seorang pelaku pengeruk/pengambil pasir secara ilegal. Video tersebut cepat menyebar di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat pada Selasa 28 April 2026.
Dalam rekaman itu, Li Claudia Chandra terlihat menegur seorang penggali pasir di pinggir jalan yang diduga sedang mengeruk pasir illegal.
_“Ini saya benci ya, Pak. Saya sedang rapikan KTP juga. Kalau bukan orang Batam datang ke sini, nggak kerja, nyolong-nyolong, langsung pulang saja ke daerahnya!”_ ucapnya dalam video tersebut.
Namun, cara penyampaian yang digunakan dengan gaya khas emak-emaknya dicecar dari berbagai kalangan.
Sudut pandang berbeda pun datang dari Aktivis Perempuan, May Shine Debora Panaha menyampaikan bahwa tidak ada yang salah dari narasi dan sikap yang disampaikan oleh Li Claudia Chandra, Wakil Walikota Batam itu.
_“Tidak ada yang salah, dan tidak terpenuhi unsur diskriminatif dari narasi yang disampaikan oleh Ibu Li Claudia”._ Ucap May Shine, Aktivis Perempuan Kota Batam itu
_“Rekan-rekan yang mencecar hanya perlu jujur merasakan dampak kebijakan dan sikap ibu Wakil Walikota itu, yang saya rasa juga resah melihat para pelaku melangsungkan aksinya di pinggir jalan yang ada di beberapa titik yang ada di Kota Batam.”_ Sambungnya lagi
Dalam keterangannya saat di jumpai oleh wartawan kami di salah satu Coffee Shop Batam Center, ia menekankan agar akademisi dan mahasiswa tidak membangun narasi provokatif dan mendeskreditkan pejabat negara.
“Harus kita sebagai kelompok intelektual, ditengah batam mengalami kemajuan, bersama-sama menjaga dengan tidak Distorsi Kognitif . “_ Ujar May Shine Panaha, Satu-satunya perempuan yang pernah memimpin salah satu organisasi Mahasiswa Kelompok Cipayung (GMKI 2023-2025)
“Pola komunikasi yang sering kita sebut power of emak-emak adalah ciri khas dari Ibu Li Claudia, yang merupakan perempuan pertama memimpin Kota Batam ini. Sehingga kita perlu terbiasa saja.”_ Tutup May Shine Debora Panaha, Mahasiswa Profesi Apoteker di salah satu perguruan tinggi swasta Kota Batam.(AFP)
















