Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Rabu, Januari 21, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
Home Sorot Publik

Pariwisata Danau Toba

by Redaksi
28/04/2023
in Sorot Publik
101
SHARES
723
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Thompson Hs

PIRAMIDA.ID- Bicara tentang pariwisata Danau Toba sangatlah menarik. Daya tarik Danau Toba itu sendiri yang bikin menarik, selain daya tolak yang ditimbulkannya.

Apa sajakah daya tarik Danau Toba itu? Daya tarik pertama adalah keindahan alamnya.

Keindahan alam itu selalu diterjemahkan dalam berbagai program pariwisata, selain promosi kekayaan budaya yang masih dapat dikemas untuk konsumsi dan tontonan pariwisata.

Daya tarik kedua Danau Toba adalah sejarah geologisnya. Sehingga sejak 2012 mulai diperjuangkan untuk menjadi bagian dari trend geopark global yang disertifikasi UNESCO pada Juli 2020 lalu.

Nah, kurang apa lagi daya tarik Danau Toba selain kedua fakta itu? Dari tahun ke tahun perhatian dan kunjungan mungkin dapat dilihat melalui statistik dan entri di google.

Anak-anak Tongging ikut bersihkan Danau Toba pada November 2020 lalu/istimewa

Parapat merupakan pintu gerbang pertama dalam sejarah pariwisata Danau Toba, terutama di masa kolonial Belanda dan Jepang. Sedangkan pariwisata Danau Toba di tangan pemerintah Indonesia baru mencuat pada tahun 1970-an. Bayangkan, Parapat di masa kolonial dengan saat ini!

Di masa kolonial tentu saja belum ada usaha keramba, kecuali penangkapan dan penjualan ikan secara tradisional. Sedangkan saat ini kemiskinan dengan cara tradisional menjadi salah satu daya tolak dari sekitar Danau Toba.

Percuma bicara keindahan alam dan supervulcano yang tersiar dan mempengaruhi dunia. Begitukah?

Di zaman kolonial juga tidak ada perambahan hutan di sekitar Danau Toba. Padahal bangunan tradisional membutuhkan bahan alami dan kayu-kayu pilihan bermutu.

Rumah-rumah adat, Sopo, dan Bale pada saat ini malahan sudah bisa dibuat dari bahan-bahan modern dan semen. Tinggal arsiteknya saja yang perlu dipilih untuk memastikan warna lokal yang dibutuhkan untuk tujuan pariwisata.

Hotel-hotel dan penginapan dengan warna lokal di Parapat betul-betul sudah mengalami modifikasi kalau tidak elok dianggap mengalami modernisasi. Orang bilang mau ke Parapat sampai tahun 1980-an maksudnya adalah berwisata ke Danau Toba.

Mengatakan langsung ke Danau Toba belum bergengsi dibandingkan ke Parapat. Di mana-mana orang Parapat bisa dianggap lebih memungkinkan dibandingkan orang Siantar yang terstigma karena premannya.

Perambah dan Keramba

Setiap ada perwakilan pemerintah pusat datang ke Danau Toba dan terkait dengan pariwisata pasti selalu muncul harapan agar pemulihan Danau Toba jangan cuma di ujung lidah.

Perambahan hutan sudah pasti merusak keindahan alam atau habitasi di kawasan Danau Toba sejak 30 tahun terakhir. Perambahan hutan yang 30 tahun sudah kalah dengan titik berangkat pemerintah tahun 1970-an untuk membangun pariwisata Danau Toba.

Ini di mana salahnya? Bahkan pada masa PRRI saja bukit-bukit dan hutan ditanami dengan pinus. Malah saat pariwisata Danau Toba masih berkembang sampai ke Tuktuk Samosir perambah hutan diikuti oleh usaha keramba dengan dalih investasi.

Mungkin perambahan hutan belum dipromosikan sebagai bagian dari investasi sejak 30 tahun lalu.

Sedangkan usaha keramba yang menjadi tontonan khusus dalam pariwisata Danau Toba belum termasuk dalam kerangka investasi, kecuali hanya modal atau sumber uang untuk kepentingan lokal di Sumatera Utara.

Masyarakat di kawasan Danau Toba selalu mencoba optimis setiap ada kunjungan perwakilan pemerintah dari Jakarta. Itu kelihatan kembali mulai terbingkai dengan kedatangan Presiden Jokowi sampai berapa kali ke kawasan Danau Toba.

Jadi semakin berkali-kali pejabat dan tamu pemerintah pusat datang ke kawasan Danau Toba, masyarakat akan melihat kebijakan dan kebajikan yang dianggap akan melepaskan mereka dari bayang-bayang kemiskinan secara material.

Selain lepas dari kemiskinan material itu, mereka tidak ingin terjebak dalam kemiskinan gaya yang dituntut dalam dunia pariwisata. Bagaimana itu bisa dibuktikan?(*)


Penulis merupakan sastrawan Sumatera Utara.  Direktur Pusat Latihan Opera Batak (PLOt).

Tags: #alam#Danautoba#Pariwisata
Share40SendShare

Related Posts

Langkah Humanis Polda Metro Jaya Tuai Apresiasi, Kasus “Ijazah Palsu” Diselesaikan Lewat Restorative Justice

19/01/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta — Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri mendapat apresiasi...

GMKI P.SIANTAR-SIMALUNGUN TOLAK WACANA PEMILIHAN KEPALA DAERAH OLEH DPRD

12/01/2026

PIRAMIDA.ID | Pematangsiantar - Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun menyatakan penolakan tegas terhadap wacana pemilihan kepala daerah oleh...

POLRI Tetap Dibawah Presiden. Komrad Pancasila : Operasi Politik Menjatuhkan Polri Gagal Total !!!

12/01/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta — Komisi III DPR RI menegaskan kedudukan Polri harus tetap berada di bawah Presiden, sekaligus menegaskan pengangkatan...

Merayakan Natal Dengan Penuh Empati, Komrad Pancasila Bagikan Bingkisan Natal Untuk Pemuda Dan Mahasiswa Rantau

26/12/2025

PIRAMIDA.ID | Jakarta - Dalam semangat Natal yang sarat dengan nilai kasih, solidaritas, dan kemanusiaan, Komrad Pancasila menggelar kegiatan berbagi...

SERUAN PARKINDO: MERAYAKAN NATAL DENGAN RATAPAN

25/12/2025

Kalau dipijak-pijak dengan kaki tawanan-tawanan di dunia, kalau hak orang dibelokkan di hadapan Yang Mahatinggi, atau orang diperlakukan tidak adil...

GMKI Dukung Persembahan Natal Nasional 2025 Untuk Kemanusiaan Palestina

22/11/2025

PIRAMIDA.ID | Jakarta - Perayaan Hari Natal Nasional 2025 akan berlangsung Stadion Tenis Indoor pada 5 Januari 2026. Natal nasional...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Langkah Humanis Polda Metro Jaya Tuai Apresiasi, Kasus “Ijazah Palsu” Diselesaikan Lewat Restorative Justice

19/01/2026
Berita

UU Narkotika Dinilai Tertinggal, Komrad Pancasila Dukung untuk Percepatan RUU Narkoba Demi Selamatkan Generasi Muda

13/01/2026
Berita

GMKI P.SIANTAR-SIMALUNGUN TOLAK WACANA PEMILIHAN KEPALA DAERAH OLEH DPRD

12/01/2026
Sorot Publik

POLRI Tetap Dibawah Presiden. Komrad Pancasila : Operasi Politik Menjatuhkan Polri Gagal Total !!!

12/01/2026
Berita

PC PMII Pematangsiantar–Simalungun Soroti Lambannya Kinerja Kejari Pematangsiantar dalam Penanganan Kasus dan Minimnya Transparansi Penanganan Tindak Pidana Korupsi

12/01/2026
Berita

Pengadilan Agama Gandeng LBH-AP Muhammadiyah Simalungun Jadi Posbakum

06/01/2026

Populer

No Content Available
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasi barak berita hari ini berita bola danau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasi barak berita hari ini berita bola danau tobasumber