Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Senin, September 14, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDunia

Pengaruh Mode Louis XIV yang Bisa Kita Lihat Hingga Hari Ini

byRedaksi
23/10/2021
inDunia
100
SHARES
712
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Raja Louis XIV tercatat sebagai pemegang tahta terlama selama 72 tahun di Prancis. Tidak hanya itu saja, legasinya membawa kelahiran haute couture seperti yang dikenal orang saat ini di Prancis.

Ketika Louis XIV naik tahta pada 1643, ibu kota mode dunia adalah Madrid. Selera cenderung mengikuti kekuasaan dan selama dua abad terakhir itu Spanyol menjadi zaman keemasanya. Gaya Spanyol didominasi warna hitam dengan bentuk yang ketat dan kaku. Hitam tiak hanya dianggap bijaksana tapi bermartabat oleh monarki Katolik Habsburg. Pewarna hitam berkualitas tinggi pun sangat mahal dan orang Spanyol memamerkan kekayaannya dengan menggunakannya sebanyak mungkin. Sementara penjelajah dan tentara Spanyol menaklukan Dunia baru, busananya menaklukkan yang lama, dan gaya Spanyol diadopsi di istana di seluruh Eropa.

Bangsawan Prancis kala itu mengimpor busana mereka dari Spanyol, membeli permadani di Bruseel, renda mereka dari Venesia, dan sutra mereka dari Milan. Mereka tidak punya banyak pilihan, Prancis sama sekali tidak memproduksi barang-barang mewah dengan kualitas yang sebanding. Ia juga tidak punya pengaruh politik, ekonomi, atau budaya untuk mendikte mode ke negara lain.

Akan tetapi Louis XIV mengubah itu. Selama masa pemerintahannya yang panjang, kemewahan adalah kesepakan baru Louis XIV. Seperto Industri furnitur, tekstil, perhiasan, selera, dan teknologi.

Menteri keuangannya saat itu, Jean-Baptiste Colbert mengatakan bahwa “mode bagi Prancis seperti tambang Peru bagi Spanyol”. Artinya, mode menjadi sumber komoditas domestik dan ekspor yang menguntungkan.

Pemerintahan Louis XIV melihat, sekitar sepertiga dari penerima upah Paris mendapatkan pekerjaan di perdagangan pakaian dan tekstil. Colbert mengorganisir para pekerja ini ke dalam serikat profesional yang sangat terspesialisasi dan diatur secara ketat, memastikan kontrol kualitas dan membantu mereka bersaing dengan impor sambil mencegah mereka bersaing satu sama lain. Bisa dibilang era Louis XIV adalah masa pelaranagan impor. Bahkan ia pernah memerintahkan putranya untuk membakar mantel milikinya karena terbuat dari kain asing.

Louis XIV mengibarkan serangkaian perang mahal yang tak berakhir di Eropa. Industri barang mewah Prancis telah meningkatkan reputasinya di dalam dan luar negeri. Ia juga mengubah Versailles menjadi tempat pertunjukkan budaya dan industri Prancis terbaik. Tidak hanya mode, tapi seni, musik, teater, perkebunan lanskap, dan masakan.

Aturan berpakaian dan etiket pengadilan yang ketat memastikan pasar yang stabil untuk pakaian dan perhiasan buatan Prancis. Louis XIV percaya bahwa kemewahan diperlukan tidak hanya untuk kesehatan ekonomi negara tetapi juga untuk prestise dan kelangsungan hidup monarki. Segera, Prancis menjadi kekuatan politik dan ekonomi yang dominan di Eropa dan mode Prancis mulai melampaui Spanyol, Italia, dan Belanda.

Raja Louis XIV dan Colbert menggunakan berbagai media untuk melayani kampanye propaganda mode mereka. Sang raja juga mensubsidi produksi piring mode oleh seniman dan pengukir besar Pranvis untuk mempromosikan barang dan budaya mewah Prancis.

Sebagai penengah utama mode dan penggemar teater, Louis XIV mengambil julukkan yang ia pilih sendiri yakni “Raja Matahari”.  Busana yang ia perkenalkan berwarna-warni kebalikan dari gaya Spanyol yang keras.

Louis XIV percaya bahwa kemewahan diperlukan tidak hanya untuk kesehatan ekonomi negara, tetapi juga untuk prestise dan kelangsungan hidup monarki, menurut laman The Atlantic.(*)_


National Geographic Indonesia

Tags:#louis#mode#prancis#sejarah
Share40SendShare

Related Posts

KOMRAD : Jakarta Buktikan Diri, Dari Kota Rawan Jadi Salah Satu Kota Teraman Di ASEAN

09/04/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta, 8 April 2026 - Koordinator Nasional Komrad Pancasila, Antony Yudha Benusu, menyampaikan apresiasi sekaligus penegasan bahwa Jakarta...

Perang Israel-Iran Menunjukkan Pentingnya STEM, Fawer Sihite: Dukung Sikap Presiden Prabowo

22/06/2025

PIRAMIDA.ID - Dalam sebuah wawancara eksklusif yang berlangsung di Mall Atrium Senen, Jakarta Pusat, Fawer Sihite menegaskan bahwa perang antara...

Kebahagiaan Berasal dari Keyakinan dalam Diri

10/07/2023

PIRAMIDA.ID- Pernahkah Anda berkata pada diri sendiri saat marah, ‘Saya tidak boleh marah?' Atau mungkin ketika Anda merasa sedikit sedih,...

Mengapa Orang Terlihat Serius dan Tidak Tersenyum di Foto-foto Kuno?

30/04/2023

PIRAMIDA.ID- Foto-foto pertama diambil pada akhir tahun 1820-an. Tetapi sampai tahun 1920-an, tampaknya orang-orang mulai “belajar” tersenyum saat di foto....

Bagaimana Asal Usul Jabat Tangan?

02/04/2023

PIRAMIDA.ID- Kita sudah begitu terbiasa berjabat tangan dengan orang lain, kita hampir tidak memikirkan bagaimana, di mana, dan mengapa kebiasaan...

Marcus Aurelius: Kaisar Romawi Baik Hati yang Juga Seorang Filsuf

05/03/2023

PIRAMIDA.ID- Marcus Aurelius lahir pada 26 April 121 Masehi di Roma dengan nama lahir Marcus Annius Verus. Perjalanan hidupnya membuat...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Demisioner Ketua Umum HMI Cabang Pematangsiantar-Simalungun priode 2024-2025 : Robert Hidayat Pardosi Tantang Kapolres Simalungun komitmen terkait pemberantasan judi dan narkoba 

14/09/2026
Berita

PMKRI Pematangsiantar Serukan Rekonsiliasi Nasional, Tegaskan Organisasi Terlalu Besar untuk Dikorbankan dalam Dualisme

10/09/2026
Berita

DITENGAH ANCAMAN KARHUTLA, DPD GMNI SOROTI DUGAAN PELANGGARAN LAHAN HCV PT LONSUM ! SERUKAN KEBERLANJUTAN EKOLOGIS SUMATERA UTARA.

08/09/2026
Berita

PMKRI Cabang Pematangsiantar Gelar Camping Rohani 2026: Perkuat Iman Orang Muda dan Komitmen Ekowisata Melalui Penanaman Pohon

08/09/2026
Berita

4 Terdakwa Pembunuh Calon LC dituntut Hukuman Mati, Utusan Sarumaha Kaget dan Sebut Kliennya Tidak Sejajar dengan Terdakwa lain

07/09/2026
Berita

Think Talk: RUU Perampasan Aset Jangan Hanya Dikejar untuk Disahkan

07/09/2026

Populer

Berita

4 Terdakwa Pembunuh Calon LC dituntut Hukuman Mati, Utusan Sarumaha Kaget dan Sebut Kliennya Tidak Sejajar dengan Terdakwa lain

07/09/2026
Berita

Diduga Terjadi Tindakan Represif terhadap Warga; Mahasiswa Kecam Keras Sikap Subkontraktor BP Batam

07/09/2026
Berita

DITENGAH ANCAMAN KARHUTLA, DPD GMNI SOROTI DUGAAN PELANGGARAN LAHAN HCV PT LONSUM ! SERUKAN KEBERLANJUTAN EKOLOGIS SUMATERA UTARA.

08/09/2026
Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
Berita

PMKRI Cabang Pematangsiantar Gelar Camping Rohani 2026: Perkuat Iman Orang Muda dan Komitmen Ekowisata Melalui Penanaman Pohon

08/09/2026
Berita

PMKRI Pematangsiantar Serukan Rekonsiliasi Nasional, Tegaskan Organisasi Terlalu Besar untuk Dikorbankan dalam Dualisme

10/09/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber