Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Jumat, September 4, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeEdukasi

Peran Media Massa sebagai Watchdog Politik di Indonesia

byRedaksi
17/11/2022
inEdukasi
142
SHARES
1k
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Oleh: Syalma Sabella Dwi Harsai*

PIRAMIDA.ID- Watchdog atau anjing penjaga dalam kamus media/pers berarti media memiliki fungsi sebagai pengawas lembaga-lembaga kekuasaan yang memiliki kekuasaan yang besar terhadap masyarakat. Pengawasan ini dilakukan terhadap lembaga sosio-politik serta lembaga ekonomi dalam sektor pemerintahan, swasta maupun organisasi nirlaba.

Dalam kehidupan masyarakat demokrasi saat ini media massa sudah menjadi salah satu kekuatan politik yang tidak dapat diremehkan, perannya sebagai pengawas memiliki manfaat yang besar, media massa melakukan pengawasan terhadap pemilik kekuasaan agar tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) dan media masa juga menjadi media yang dapat menjamin adanya check and balances dari kekuasaan tersebut dan media masa memiliki keterkaitan besar dengan masyarakat, di mana dengan fungsi watchdog ini masyarakat juga memiliki peran aktif sebagai pengawas.

Di masa Orde Baru media massa dibungkam oleh rezim, pada masa itu media masa diharuskan menjadi anjing manis istana, media tidak dibenarkan untuk bersifat kritis dan mandiri, media hanya menjalankan settingan yang telah dibuat oleh rezim. Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab rezim Orde Baru berjalan selama 36 tahun lamanya. Fungsi media masa sebagai media pengawasan terhadap penyalahgunaan kekuasaan serta check and balances di pemerintah pada saat itu tidak berjalan. Jadi pada masa Orba masyarakat bersifat pasif dalam pengwasan berbagai kegiatan politik sebagaimana media masa dilumpuhkan.

Kemudian pada masa reformasi hingga saat ini media masa mulai bangkit dari mati surinya di samping itu kemajuan teknologi juga mempercepat pemulihannya, saat ini berita-berita di media massa sangat mudah diakses melalui smartphone yang hampir semua kalangan memilikinya. Berita berita juga banyak bersebar melalui media sosial, seperti Twitter, Facebook, Instagram, dll. Hal ini memudahkan kita untuk mendapatkan berita mengenai pemerintahan, keadaan politik serta keadaan ekonomi dinegara kita, kita dapat menilai kinerja lembaga-lembaga pemerintah melalui media masa, sehingga kita memiliki kesadaran dan pengetahuan dalam menilai, mengawasi, serta mengkritisi berbagai pristiwa-peristiwa yang terjadi terkait keadaan politik dan lain sebagainya.

Namun media massa pasca reformasi tidak semua bersifat positif, masih banyak penyalahgunaan media massa terhadap publik umumnya dalam upaya politik, contohnya dukungan media massa pada saat pemilu yang hanya mendominasi salah satu calon. Hal tersebut menandakan adanya dominasi pemilik media dalam kegiatan politik Indonesia yang menunjukkan adanya perubahan drastis antara masa Orde Baru dan pasca Reformasi.

Maka yang perlu diusut tuntas bersama adalah bagaimana supaya indikator posisi media di Indonesia berada di kepentingan publik, bukan untuk kepentingan elit media agar mendapatkan kekuatan politik dan tidak berada di wilayah kepentingan oligark politik.

Dan sebagai catatan kita juga harus selalu menyaring informasi dari berbagai media yang kita dapat, karena kemajuan teknologi ini tidak semua sempurna banyak berita-berita palsu (hoax) yang harus dihindari agar tidak terjadi perpecahan atau kebancian terhadap berbagai kelompok dan golongan tertentu, jadilah pembaca yang bijak dan rasional dalam menanggapi sebuah informasi, pilihlah perwakilan yang bijaksana dan berintegritas, dan awasi negara kita dari para pemegang kekuasaan yang tidak amanah.(*)


Penulis merupakan Mahasiswa Prodi Ilmu Politik Fakultas Hukum Universitas Jambi.

 

Tags:#media#mediamassa#orba#reformasi#watchdog
Share57SendShare

Related Posts

Menjaga Marwah Negara Hukum: Confirmation Bias, Perceived Institutional Bias, Hubungan Antar-Lembaga Negara, dan Due Process of Law dalam Perkara Febrie Adriansyah, Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus

28/07/2026

Menjaga Marwah Negara Hukum: Confirmation Bias, Perceived Institutional Bias, Hubungan Antar-Lembaga Negara, dan Due Process of Law dalam Perkara Febrie...

Budaya Adat di Lingkungan Masyarakat Era Modern saat ini

15/11/2025

PIRAMIDA.ID-Dalam kehidupan Masyarakat era modern, budaya adat sering kali terpinggirkan oleh pengaruh media sosial dan perkembangan teknologi pada saat ini....

Geowisata Kaldera Toba Untuk Bumi Untuk Kita

15/07/2025

Geowisata Kaldera Toba Untuk Bumi Untuk Kita Oleh: Edis Galingging Geliat sektor pariwisata pacu terus pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Tampaknya...

Refleksi Paskah dan Titik Balik Kebangkitan Ekonomi Indonesia

20/04/2025

Refleksi Paskah dan Titik Balik Kebangkitan Ekonomi Indonesia Oleh: Fawer Full Fander Sihite, S.Th.,S.H.,MAPS 1. Menghadapi Perang Dagang Global Perang...

Presiden Prabowo ke Timur Tengah: Mengukuhkan Posisi Indonesia di Panggung Global

14/04/2025

Presiden Prabowo ke Timur Tengah: Mengukuhkan Posisi Indonesia di Panggung Global Oleh: Fawer Full Fander Sihite, S.Th., S.H., MAPS Kunjungan...

Pertemuan Prabowo dan Megawati: Sebuah Sinyal Positif bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

11/04/2025

Pertemuan Prabowo dan Megawati: Sebuah Sinyal Positif bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Refleksi Mahasiswa Kristen dalam Perspektif Alkitabiah Ditulis Oleh: Fawer...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Dugaan Fee Proyek di Simalungun, Pro-Public Institute Minta PPATK dan KPK Tulusuri Aliran Dana ke JR. Saragih Mantan Bupati

31/08/2026
Berita

Iptu Yanti Harefa Tidak Terima Ada Wartawan Saat Melakukan Olah TKP di Djuwita Play Group

29/08/2026
Berita

Mahasiswa di Batam Akan Gelar Unjuk Rasa, Desak Pemkot Batam Tinjau Ulang Kerja Sama Pembangunan Pasar Induk Jodoh

27/08/2026
Berita

Bank Mandiri Jangan Berlindung di Balik “Permintaan Aparat”, Publik Berhak Tahu Dasar Hukumnya

25/08/2026
Berita

Jalin Sinergi Pendidikan, PCM Siantar Utara Studi Tiru ke Perguruan Muhammadiyah Aekkanopan

25/08/2026
Berita

KUA Siantar Utara Gercep Amankan Wakaf ummat yang belum terselesaikan

24/08/2026

Populer

Berita

Iptu Yanti Harefa Tidak Terima Ada Wartawan Saat Melakukan Olah TKP di Djuwita Play Group

29/08/2026
Berita

Mahasiswa di Batam Akan Gelar Unjuk Rasa, Desak Pemkot Batam Tinjau Ulang Kerja Sama Pembangunan Pasar Induk Jodoh

27/08/2026
Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
Berita

Dugaan Fee Proyek di Simalungun, Pro-Public Institute Minta PPATK dan KPK Tulusuri Aliran Dana ke JR. Saragih Mantan Bupati

31/08/2026
istimewa
Dialektika

Ana ‘Abdu Man ‘Allamani

17/06/2020
Dialektika

Seabad Soeharto: Selain Kontroversinya, Ada Siasat Politik Cerdik

19/06/2021
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber