Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Rabu, Juli 22, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDunia

Runtuhnya Kejayaan Bangsa Viking

byRedaksi
03/08/2021
inDunia
222
SHARES
1.6k
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Oleh: Ticklas Babua-Hodja*

PIRAMIDA.ID- Viking adalah sebutan untuk orang-orang Skandinavia yang pernah menjelajah dan menjarah di wilayah Eropa mulai sekitar akhir abad ke-8. Dalam sejarahnya, mereka mulai menyerbu daerah pesisir, terutama biara yang tidak dijaga, di Kepulauan Inggris.Selama tiga abad berikutnya, mereka dikenal sebagai perampok dan pedagang yang bermukim di sebagian besar benua Eropa.

Bahkan bangsa Viking juga pernah berlayar hingga mencapai Mediterania, Afrika Utara, Timur Tengah, dan Amerika Utara. Di beberapa wilayah yang pernah mereka datangi, periode tersebut disebut sebagai Abad Viking. Sementara itu, bangsa Viking menyebut diri mereka sebagai Norsemen (orang utara), hal ini merujuk pada daerah asal mereka, yaitu Skandinavia yang berada di Eropa Utara.

Asal-usul bangsa Viking

Istilah Viking hanya berlaku untuk orang-orang Skandinavia yang menjelajah melalui laut dan menjarah negeri lain. Oleh karena itu, tidak tepat apabila menganggap semua orang Skandinavia adalah bangsa Viking. Bangsa Viking, yang terkenal menakutkan karena kerap menjarah daerah yang mereka datangi, berasal dari Swedia, Norwegia, dan Denmark.

Satu hal yang membuat orang Viking berbeda dengan bangsa Eropa lainnya adalah mereka tidak beradab. Alasan mereka untuk menjelajah dan mencari peruntungan di daerah lain masih tidak diketahui secara pasti. Namun, para sejarawan memperkirakan motivasi utama mereka adalah untuk mencari kekayaan.

Sejarah penjarahan bangsa Viking

Serangan terhadap biara Lindisfarne di lepas pantai Northumberland pada 793 Masehi menandai dimulainya Abad Viking. Bangsa Viking yang diperkirakan berasal dari Norwegia ini tidak menghancurkan biara sepenuhnya, akan tetapi sangat mengguncang dunia keagamaan Eropa. Pasalnya, mereka sama sekali tidak menghormati institusi keagamaan seperti biara, yang sangat rentan dan tanpa penjagaan. Dua tahun kemudian, mereka lanjut menyerang biara di Pulau Skye di Hebrides dan Rathlin.

Selama beberapa dekade, daerah pesisir Kepulauan Inggris dan Eropa menjadi sasaran utama bangsa Viking. Mereka kemudian memanfaatkan konflik internal di kerajaan Eropa untuk memperluas aktivitasnya hingga ke pedalaman.

Bangsa Viking sering kali dibayar oleh pangeran yang terlibat perang saudara di kerajaan.
Pada pertengahan abad ke-9, wilayah Irlandia, Skotlandia, dan Inggris menjadi target utama bagi bangsa Viking. Mereka tidak hanya menjarah, tetapi juga bermukim dan mendirikan kota perdagangan. Di tengah gencarnya serangan bangsa Viking, hanya Kerajaan Wessex yang mampu melawan. Setelah meninggalkan Wessex, orang-orang Viking yang kebanyakan berasal dari Denmark memilih untuk menjadi petani atau pedagang dan membangun York di Inggris sebagai kota dagang terkemuka.

Sepak terjang bangsa Viking di Eropa dan Amerika

Selama abad ke-9, bangsa Viking aktif menjarah benua Eropa, seperti contohnya wilayah Nantes di Perancis, pada 842 Masehi. Setelah itu, mereka mulai menyerang kota-kota pedalaman seperti Paris, Limoges, Orleans, Tours, dan Nimes. Pada 844, bangsa Viking menyerbu Seville dan menyerang Pisa pada 859 Masehi. Selain melalui penjarahan, bangsa Viking terkadang mendapatkan wilayah dari hasil kesepakatan dengan penguasa kerajaan. Pada akhir abad ke-10, orang-orang Viking mulai bergerak lebih jauh ke barat hingga mencapai Greenland.

Bahkan menurut sejarah Islandia, pemimpin bangsa Viking, Leif Eriksson, adalah orang Eropa pertama yang menemukan Amerika pada sekitar tahun 1000, jauh sebelum Christopher Columbus. Ia diduga mendirikan pemukiman di L’Anse aux Meadows, yang terletak di Newfoundland dan Labrador, Kanada.

Kebudayaan dan kepercayaan bangsa Viking
Dalam budaya bangsa Viking, masyarakatnya dibagi ke dalam tiga kelas, yaitu Jarls (bangsawan), Karls (kelas bawah), dan Thralls (budak). Perbudakan dipraktikkan secara luas di seluruh Skandinavia, dan dianggap sebagai salah satu alasan bangsa Viking menjarah negeri lain. Dalam budaya Viking, wanita memiliki kebebasan yang lebih besar dan dapat mewarisi properti sendiri. Selain itu, wanita adalah penerima wahyu dari Dewi Freya atau Dewa Odin.

Mitologi Nordik besar pengaruhnya dalam budaya dan kehidupan bangsa Viking. Bagi mereka, prajurit pemberani akan pergi dari tanah airnya untuk berperang melawan kekuatan yang dianggap berbahaya. Kepercayaan bangsa Eropa seperti ajaran Kristen sangat tidak masuk akal bagi mereka. Oleh karena itu, setelah bangsa Viking menguasai teknik pembuatan kapal dan mulai menjelajah, mereka tidak menujukkan belas kasih terhadap komunitas Kristen yang ditemui.

Kehancuran bangsa Viking

Pada 991, Sven Forkbeard memimpin serangan bangsa Viking di Inggris dan berhasil menaklukkan seluruh kerajaan pada 1013. Satu tahun berselang, Sven meninggal dan meninggalkan wilayah kekuasaan di tangan keturunannya. Pada 1042, setelah keturunan Sven meninggal, Edward the Confessor, raja terakhir dari Wangsa Wessex, kembali dari pengasingan untuk merebut takhta. Namun, Edward meninggal pada 1066 tanpa putra mahkota.

Oleh karena itu, Harold Godwinesson segera mengklaim takhta dan mengalahkan invasi besar-besaran yang dipimpin oleh raja Viking terakhir, Harald Harada. Akan tetapi, Harold kalah oleh pasukan William, Adipati Normandia, yang kemudian dinobatkan sebagai raja Inggris pada 1066. Peristiwa yang terjadi pada 1066 ini secara resmi menandai berakhirnya Abad Viking. Sejak saat itu, semua kerajaan di Skandinavia telah masuk Kristen.(*)


Penulis merupakan Pemuda Halmahera Barat yang gemar menulis dan membaca.

Tags:#bangsa#Dunia#sejarah#viking
Share89SendShare

Related Posts

KOMRAD : Jakarta Buktikan Diri, Dari Kota Rawan Jadi Salah Satu Kota Teraman Di ASEAN

09/04/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta, 8 April 2026 - Koordinator Nasional Komrad Pancasila, Antony Yudha Benusu, menyampaikan apresiasi sekaligus penegasan bahwa Jakarta...

Perang Israel-Iran Menunjukkan Pentingnya STEM, Fawer Sihite: Dukung Sikap Presiden Prabowo

22/06/2025

PIRAMIDA.ID - Dalam sebuah wawancara eksklusif yang berlangsung di Mall Atrium Senen, Jakarta Pusat, Fawer Sihite menegaskan bahwa perang antara...

Kebahagiaan Berasal dari Keyakinan dalam Diri

10/07/2023

PIRAMIDA.ID- Pernahkah Anda berkata pada diri sendiri saat marah, ‘Saya tidak boleh marah?' Atau mungkin ketika Anda merasa sedikit sedih,...

Mengapa Orang Terlihat Serius dan Tidak Tersenyum di Foto-foto Kuno?

30/04/2023

PIRAMIDA.ID- Foto-foto pertama diambil pada akhir tahun 1820-an. Tetapi sampai tahun 1920-an, tampaknya orang-orang mulai “belajar” tersenyum saat di foto....

Bagaimana Asal Usul Jabat Tangan?

02/04/2023

PIRAMIDA.ID- Kita sudah begitu terbiasa berjabat tangan dengan orang lain, kita hampir tidak memikirkan bagaimana, di mana, dan mengapa kebiasaan...

Marcus Aurelius: Kaisar Romawi Baik Hati yang Juga Seorang Filsuf

05/03/2023

PIRAMIDA.ID- Marcus Aurelius lahir pada 26 April 121 Masehi di Roma dengan nama lahir Marcus Annius Verus. Perjalanan hidupnya membuat...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Dorong Kemandirian Ekonomi, Bendahara GP Ansor Pematangsiantar Ajak Masyarakat Aktif Kembangkan UMKM

21/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Negara Hukum Harus Berani Mengoreksi Diri, Jangan Pertahankan Status Tersangka Tanpa Dasar Hukum yang Kuat

21/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Tantang Penegakan Hukum yang Objektif: Jika Bukti Tak Cukup, Mengapa SP3 Tidak Dipertimbangkan?

21/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Jangan Biarkan Due Process of Law Kalah oleh Trial by Opinion, Ini 8 Alasan Hukum Soal Perkara Febrie Adriansyah

21/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Hukum Tidak Boleh Tunduk pada Tekanan Opini, Penyidik Harus Berani Evaluasi Perkara Febrie Adriansyah

21/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Sebut Ada 8 Alasan Mengapa Perkara Febrie Adriansyah Patut Dipertimbangkan untuk Dihentikan Penyidikannya

21/07/2026

Populer

Berita

ILAJ Desak PWI Pusat: Wujudkan Keberpihakan Nyata dengan Tegur Perusahaan Media yang Abaikan Hak Jurnalis

21/07/2026
Berita

Ketua Umum Jaringan Muda Pendukung Prabowo: 12 Poin Pernyataan Hotman Paris Tentang Febrie Adriansyah Tidak Bisa Dibantah Karena Berdasarkan Fakta

18/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Hukum Tidak Boleh Tunduk pada Tekanan Opini, Penyidik Harus Berani Evaluasi Perkara Febrie Adriansyah

21/07/2026
Berita

SILPA Rp264,75 Miliar, PMKRI Soroti Perencanaan Anggaran dan Dorong Penguatan Sinergi Pemkab–DPRD

19/07/2026
Berita

ILAJ Resmi Surati Presiden Prabowo, Ajukan Permohonan Pertimbangan Pemberian Abolisi atau Amnesti kepada Febrie Adriansyah

17/07/2026
Berita

Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah, Adi Putra dan Dody Arfan Rela Cuti Kerja

13/07/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber