Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Sabtu, Juni 6, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomePojokan

Apakah yang Membedakan Seni dan Bukan Seni?

byRedaksi
24/11/2020
inPojokan
278
SHARES
2k
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Apa yang membedakan seni dan bukan seni? Pertanyaan itu banyak diajukan oleh orang-orang terutama yang awam terhadap seni.

Untuk menjawab pertanyaan, apa yang membedakan seni dan bukan seni, mari kita coba menggali dari dasar.

Tujuan dari seni ialah untuk membangkitkan emosi estetik. Dalam filsafat, seni disebutjuga sebagai alat untuk menyampaikan kebenaran. Maka filsafat seni memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap seni.

Seni secara etimologi berarti keterampilan, ilmu dan kecakapan. Karena itu, seni selalu berbasis dengan tiga hal tersebut. Seorang seniman harus terampil, memiliki dasar ilmu pengetahuan dan juga kecakapan untuk mengimplementasikan idenya ke dalam bentuk karya seni.

Mari simak beberapa pendapat filsuf terhadap seni. Aristoteles menyebut seni adalah sesuatu yang bentuk pengungkapan serta penampilan tidak berbeda jauh (tidak menyimpang) dari kenyataan (realita). Maka menurut Aristoteles, seni adalah alam.

Sedangkan Alexander Baum Garton menyebutkan bahwa seni adalah keindahan (estetika). Maka seni memiliki tujuan untuk membuat penikmat/penonton/pembaca dari karya seni tersebut merasakan atau menghayati lebih dalam sebuah pesan yang disampaikan oleh seniman.

Maka pertanyaannya, apakah ada batasan dari sebuah seni dengan yang bukan seni. Kita bisa merujuk ke The Institutional Theory of Art di seni rupa Barat.

Dalam teori tersebut, sebuah objek (dalam hal ini seni rupa) bisa dimasukkan dalam kategori seni, bila ia hidup dalam sebuah ekosistem yang disebut sebagai “medan seni rupa”. Maka begitu pula seni yang lain. Ia mesti hidup di dalam ekosistem yang sama untuk dalam masuk kategori seni.

Maka muncul pertanyaan baru:

 

Kenapa harus masuk dalam ekosistem? 

Seperti apa pula ekosistem tersebut?

Mari kita jawab dari apa itu ekosistem kesenian. Ekosistem kesenian adalah satu lingkungan atau medan yang berisi seniman, kurator, kritikus, penonton dan sebagainya (individu) yang dilengkapi dengan institusi atau lembaga (seperti galeri, gedung pertunjukan, museum, dan sebagainya) di mana dua hal tersebut (individu dan lembaga) harus saling keterkaitan.

Sebab, kritikus, kurator dan juga lembaga adalah bidang yang bertanggung jawab untuk menganalisis apakah karya seni yang dipamerkan/ditampilkan/dipertunjukkan/dipentaskan tersebut termasuk karya seni atau bukan. Atau berkualitas tinggi atau bermutu jelek.

Itulah kenapa harus berada di dalam ekosistem yang kita sebut saja ekosistem kesenian. Ada batasan antara seni dan bukan yang kemudian bisa dipertegas dengan akademis dan praktis.

Selain itu, objek atau karya yang dipamerkan/ditampilkan/dipertunjukan/dipentaskan tersebut juga bisa dianalisis apakah termasuk karya seni atau tidak dengan berdasarkan objeknya sendiri.

Misalnya, objeknya dianalisis berasa dari mana, apa tujuan penciptaannya, kapan diciptakan, siapa yang membuatnya dan dimana karya itu dipentaskan/ditampilkan/dipertunjukkan.

Maka dari itu, diketahui bahwa karya tersebut termasuk karya seni atau bukan. Seandainya termasuk karya seni, apakah memiliki kualitas yang baik atau tidak. Maka estetikanya tidak terlepas dari filsafat.

Apakah itu karya seni, atau hanya sesuatu yang artificial, tempelan, jiplakan dan sebagainya. Seni berawal dari kehendak. Dan kehendak adalah dasar dari apa yang ada di dunia ini, baik itu penderitaan maupun hal lainnya.(*)


Pojok Seni

Tags:#ekosistem#filsuf#Seni
Share111SendShare

Related Posts

Asal-usul Permainan Tradisional Anak-anak

12/07/2023

PIRAMIDA.ID- Anda merasa jenuh dengan bermain dengan gim di ponsel dan laptop? Terlalu lama bermain gim bisa menyebabkan kerusakan mata akibat...

Mengapa ada Tujuh Hari dalam Seminggu?

11/07/2023

PIRAMIDA.ID- Akhir pekan selalu tak kunjung tiba, kita harus menunggu enam hari penuh antara Senin dan Sabtu. Satu minggu itu...

Ini Medan, Bung!

05/03/2023

Supriadi Harja* PIRAMIDA.ID- Aku lupa, kapan aku pernah mengenal orang ini. Begitu melihatku, ia memperkenalkan diri. Namanya Pak Sukri. Namun...

Seperti Apa Sistem Absensi yang Banyak Digunakan di Indonesia?

20/12/2022

PIRAMIDA.ID- Aset terbesar perusahaan adalah karyawan. Tanpa karyawan, perusahaan tidak akan dapat mencapai tujuan perusahaan. Untuk mencapai tujuannya, human resources...

Mimpi

07/12/2022

Billie Gregorine* PIRAMIDA.ID- Semua orang sekiranya pastilah pernah bermimpi. Sambil rebahan, sayup-sayup kudengar lagu dari Nadin Hamizah yang judulnya 'Rumpang'....

Mengantongi Ragam Cerita dari Tanah Papua

04/09/2022

Oleh: Roberto Duma Buladja* PIRAMIDA.ID- Konsultasi Nasional (Konas) GMKI berlangsung pada 23–27 Agustus 2022 di Jayapura, tanah Papua. Kurang lebih...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

PA Simalungun dan Posbakum Perkuat Komitmen Berikan Akses Keadilan Masyarakat.

06/06/2026
Berita

Ketua BEM FE USI: Uang Rakyat Harus Kembali untuk Rakyat

03/06/2026
Berita

Jakarta Bisa Kalahkan Sampah! Komrad Pancasila Puji Gebrakan Polda Metro, Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta Lewat Gerakan Pilah Sampah

03/06/2026
Berita

Pancasila Bukan Hanya Seremonial: Saatnya Menjadi Etika Kekuasaan dan Jalan Keadilan Rakyat

01/06/2026
Berita

KNPI Simalungun Apresiasi Pemkab Simalungun Pertahankan Opini WTP dari BPK RI

31/05/2026
Berita

Pemkab Simalungun Raih Opini WTP dari BPK Tahun Anggaran 2025, ILAJ: Bupati, Sekretaris Daerah dan Inspektorat Layak di Apresiasi

31/05/2026

Populer

Berita

PA Simalungun dan Posbakum Perkuat Komitmen Berikan Akses Keadilan Masyarakat.

06/06/2026
Pojokan

Asal Usul Kata Rokok di Indonesia

05/08/2022
Berita

Penyidik Polsek Bandar Huluan Dinilai Lambat” PH Tegaskan: BAP Tersangka Adalah Hak, Bukan Pemberian

29/05/2026
Berita

Ketua ILAJ Fawer Sihite Minta Kapolres Simalungun & Kasat Reskrim Serius Tangani Dugaan Pungli PDAM Totap Majawa

26/05/2026
Berita

Ketua BEM FE USI: Uang Rakyat Harus Kembali untuk Rakyat

03/06/2026
Berita

Pemkab Simalungun Raih Opini WTP dari BPK Tahun Anggaran 2025, ILAJ: Bupati, Sekretaris Daerah dan Inspektorat Layak di Apresiasi

31/05/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber