Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Rabu, Oktober 7, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

Jakarta Bisa Kalahkan Sampah! Komrad Pancasila Puji Gebrakan Polda Metro, Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta Lewat Gerakan Pilah Sampah

byCFT
03/06/2026
inBerita
98
SHARES
702
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID | Jakarta — Gerakan pemilahan sampah terpadu melalui program Jaga Jakarta Bersih dan Asri yang digagas Polda Metro Jaya mendapat apresiasi dari Komrad Pancasila. Langkah ini dinilai bukan sekadar seremoni kebersihan, melainkan bentuk nyata perubahan paradigma dalam mengelola problem lingkungan perkotaan.

Polda Metro Jaya mencanangkan gerakan tersebut pada Sabtu, 23 Mei 2026, sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan pengelolaan sampah perkotaan berbasis energi terbarukan. Program ini melibatkan jajaran Polda, Polres, hingga Polsek, serta mendorong pemilahan sampah sejak dari lingkungan kerja.

Koordinator Komrad Pancasila, Antony Komrad, menilai langkah Polda Metro Jaya bersama Pemprov DKI Jakarta dan Kodam Jaya patut diapresiasi karena menyentuh akar persoalan sampah, yaitu budaya masyarakat dalam memilah dan mengelola limbah sejak dari sumbernya.

“Kami mengapresiasi Polda Metro Jaya, Kodam Jayakarta dan Pemprov DKI Jakarta yang menunjukkan sinergisitas konkret dalam mengkampanyekan gerakan pilah sampah. Ini bukan hanya urusan kebersihan, tetapi urusan peradaban kota. Jakarta tidak cukup hanya aman, tetapi juga harus sehat, bersih, asri, dan berkelanjutan,” ujar Antony Komrad.

Menurut Antony, keterlibatan institusi kepolisian dalam isu lingkungan menunjukkan bahwa keamanan kota tidak bisa lagi dipahami secara sempit. Keamanan publik juga menyangkut kualitas udara, kebersihan ruang hidup, kesehatan warga, serta kemampuan kota mengelola sampah secara modern.

“Polri hadir bukan hanya sebagai penjaga ketertiban, tetapi juga sebagai penggerak kesadaran ekologis. Ketika Polda Metro Jaya turun mengkampanyekan pilah sampah, pesan moralnya sangat kuat: menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga Jakarta,” tegasnya.

Ia juga menilai dukungan Forkopimda DKI Jakarta penting agar gerakan ini tidak berhenti di lingkungan internal kepolisian. Menurutnya, kampanye pilah sampah harus diperluas hingga permukiman warga, sekolah, pasar, perkantoran, rumah ibadah, dan ruang-ruang publik.

“Sinergi Polda Metro Jaya, Kodam Jayakarta dan Pemprov DKI Jakarta harus menjadi model kolaborasi perkotaan. Aparat memberi teladan disiplin sosial, pemerintah daerah memastikan sistemnya berjalan, dan masyarakat menjadi pelaku utama perubahan,” kata Antony.

Dalam gerakan tersebut, Polda Metro Jaya juga menyiapkan tempat sampah terpilah untuk kategori organik, anorganik, dan B3. Sejumlah pemberitaan menyebut ribuan personel dilibatkan dalam pencanangan gerakan ini, termasuk jajaran Polres dan Polsek di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Antony menegaskan, pemilahan sampah adalah langkah sederhana tetapi strategis. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sampah anorganik dapat masuk ke rantai daur ulang, sementara limbah B3 harus dipisahkan agar tidak mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat.

“Kota besar seperti Jakarta tidak boleh lagi memperlakukan sampah sebagai urusan buang dan angkut semata. Sampah harus dipandang sebagai isu tata kelola, isu kesehatan publik, bahkan isu ekonomi sirkular. Dari pilah sampah, kita sedang membangun disiplin baru warga kota,” ujarnya.

Komrad Pancasila berharap gerakan Jaga Jakarta Bersih dan Asri menjadi kampanye berkelanjutan, bukan agenda sesaat. Menurut Antony, keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi edukasi publik, ketersediaan fasilitas, pengawasan di lapangan, serta keteladanan para pemimpin institusi.

“Kami mendorong agar gerakan ini diperkuat menjadi gerakan sosial bersama. Bila Forkopimda DKI Jakarta, komunitas masyarakat, dunia usaha, sekolah, dan warga bergerak dalam satu irama, maka Jakarta punya peluang besar menjadi kota yang bukan hanya sibuk dan modern, tetapi juga bersih, manusiawi, dan beradab,” pungkas Antony Komrad.

Share39SendShare

Related Posts

FAJAR BARU TRUNOJOYO: MENANTI REVOLUSI POLRI DI TANGAN JENDRAL SUYUDI

05/10/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta - Penunjukan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang baru membawa...

62 Tahun PMKRI Pematangsiantar: Bertumbuh dalam Persaudaraan, Mengabdi dalam Perjuangan

05/10/2026

PIRAMIDA.ID- Pematangsiantar, 4 Oktober 2026 — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi memperingati Dies...

Tokoh Simalungun: Pemilihan Rektor USI PerluMengedepankan Kapasitas dan Visi

05/10/2026

PIRAMIDA.ID  – Pemilihan Rektor Universitas Simalungun (USI) tengah berlangsung. Sejumlah tokohmasyarakat Simalungun meminta proses tersebutmempertimbangkan kapasitas, integritas, rekam jejak, serta...

5 Fraksi DPRD tidak mau bahas P-APBD berpotensi melakukan Perbuatan Melawan Hukum

02/10/2026

PIRAMIDA.ID- Karena tidak menjalankan fungsi legislasi dengan tidak membahas Perubahan P-APBD Pematangsiantar Tahun Anggaran (TA) 2026, mencuat pernyataan, 5 Ketua...

Apresiasi Polda Metro Jaya Dalam Pengungkapan Kasus Alm Bambang Setiawan, Komrad Pancasila: Jangan Naikkan Dugaan Menjadi Vonis

01/10/2026

PIRAMIDA | JAKARTA — Koordinator Komrad Pancasila, Antony Komrad, mengingatkan pentingnya menjaga ketelitian dalam menanggapi laporan investigasi mengenai kematian Bambang...

PMKRI Pematangsiantar Kota Pendidikan Tak Boleh Membiarkan Anak Belajar dalam Ketakutan

26/09/2026

PIRAMIDA.ID- Pematangsiantar, 26 September 2026 — DPC PMKRI Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi Periode 2026–2027 menyoroti persoalan perundungan (bullying)...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

FAJAR BARU TRUNOJOYO: MENANTI REVOLUSI POLRI DI TANGAN JENDRAL SUYUDI

05/10/2026
Berita

62 Tahun PMKRI Pematangsiantar: Bertumbuh dalam Persaudaraan, Mengabdi dalam Perjuangan

05/10/2026
Berita

Tokoh Simalungun: Pemilihan Rektor USI PerluMengedepankan Kapasitas dan Visi

05/10/2026
Berita

5 Fraksi DPRD tidak mau bahas P-APBD berpotensi melakukan Perbuatan Melawan Hukum

02/10/2026
Berita

Apresiasi Polda Metro Jaya Dalam Pengungkapan Kasus Alm Bambang Setiawan, Komrad Pancasila: Jangan Naikkan Dugaan Menjadi Vonis

01/10/2026
Berita

PMKRI Pematangsiantar Kota Pendidikan Tak Boleh Membiarkan Anak Belajar dalam Ketakutan

26/09/2026

Populer

Berita

5 Fraksi DPRD tidak mau bahas P-APBD berpotensi melakukan Perbuatan Melawan Hukum

02/10/2026
Berita

FAJAR BARU TRUNOJOYO: MENANTI REVOLUSI POLRI DI TANGAN JENDRAL SUYUDI

05/10/2026
Berita

62 Tahun PMKRI Pematangsiantar: Bertumbuh dalam Persaudaraan, Mengabdi dalam Perjuangan

05/10/2026
Pojokan

Putu Laxman Pendit, Doktor Perpustakaan yang Tidak Dapat Tempat di Indonesia

30/07/2021
Berita

Tokoh Simalungun: Pemilihan Rektor USI PerluMengedepankan Kapasitas dan Visi

05/10/2026
Pojokan

Pesan Tersembunyi Ki Narto Sabdo Dalam Lagu Kelinci Ucul

23/09/2020
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus