Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Rabu, Juli 22, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDunia

Bagaimana Cara Firaun Mengetahui Jenis Kelamin Bayi?

byRedaksi
20/06/2021
inDunia
100
SHARES
714
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Segala hal yang menyangkut tentang kehidupan Mesir Kuno pastinya selalu menarik perhatian. Pada 5.000 tahun yang lalu, Raja Mesir Firaun sudah memiliki cara sendiri untuk mengetahui jenis kelamin anak yang dikandung istrinya. Mereka juga menjalani tes untuk menentukan jenis kelamin janin. Bagaimana caranya?

Dikutip dari English Arabiya, penelitian yang dilakukan lembaga Women’s Studies and Rights Centre menemukan bahwa di Mesir kuno, wanita yang baru menikah menjadi sasaran tes kehamilan dini untuk menentukan jenis kelamin janin, apakah laki-laki atau perempuan.

Najwa Al-Baroun, direktur lembaga tersebut juga menjelaskan bahwa untuk menentukan jenis kelamin janin di Mesir Kuno dengan cara menuangkan urin wanita pada biji-bijian gandum dan jelai. Jika jelai tumbuh lebih dulu, ini berarti bayinya laki-laki, dan jika gandum tumbuh lebih dulu, maka bayinya perempuan.

Lebih lanjut, studi yang disiapkan oleh Najwa al-Baroun tersebut, menunjukkan bahwa pada masa Firaun, wanita juga tahu tentang kontrasepsi. Resep kontrasepsi dan KB terdiri dari garam natron, ruth buaya, yoghurt, dan serat tumbuhan.

Penelitian tentang prediksi bayi di peradaban Mesir Kuno terus berlanjut. Orang telah mencoba untuk menebak apakah seorang wanita hamil akan memiliki anak laki-laki atau perempuan selama wanita telah hamil, tampaknya.

Beberapa orang berpikir bahwa jika seorang wanita bisa makan banyak bawang putih tetapi tidak mencium baunya, dia mengandung seorang gadis. Atau jika calon ibu kebanyakan tidur miring ke kiri, maka bayinya laki-laki.

Para peneliti yang menerjemahkan manuskrip papirus Mesir yang berusia 3.500 tahun telah menemukan beberapa nasihat kuno dan tidak biasa tentang masalah ini.

Dokumen-dokumen yang tidak diterbitkan yang dikenal sebagai Koleksi Papirus Carlsberg yang disimpan di Universitas Kopenhagen mencakup kedokteran, botani, astronomi, dan ilmu-ilmu lain yang dipraktikkan di Mesir kuno.

Para peneliti telah menemukan bahwa orang Mesir kuno menganggap astrologi sebagai ilmu yang serius.

“Saat ini, astrologi dipandang sebagai ilmu semu, tetapi di zaman kuno itu berbeda. Itu adalah alat penting untuk memprediksi masa depan dan itu dianggap sebagai ilmu yang sangat sentral,” ujar Egyptologist Kim Ryholt, Kepala Koleksi Papirus Carlsberg.

“Misalnya, seorang raja perlu memeriksa kapan hari yang baik untuk berperang,” tambahnya.

Naskah juga menunjukkan bagaimana orang Mesir mengobati penyakit mata dan bahwa mereka tahu tentang keberadaan ginjal. Namun salah satu bagian yang lebih tidak biasa menggambarkan tes prenatal.

Menurut teks yang diawetkan, seorang wanita hamil akan buang air kecil ke dalam sekantong jelai dan sekantong gandum. Kantong yang tumbuh lebih dulu menunjukkan jenis kelamin anaknya. Jika tidak ada kantong yang tumbuh maka dia tidak hamil.

Tes kehamilan yang sama yang digunakan oleh orang Mesir tampaknya juga disebutkan dalam cerita rakyat Jerman dari tahun 1699.

“Itu benar-benar menempatkan segala sesuatunya ke dalam perspektif, karena ini menunjukkan bahwa ide-ide Mesir telah meninggalkan jejak ribuan tahun kemudian,” kata mahasiswa Pascasarjana University of Copenhagen Sofie Schiødt.(*)


National Geographic Indonesia

Tags:#firaun#mesirkuno#sejarah
Share40SendShare

Related Posts

KOMRAD : Jakarta Buktikan Diri, Dari Kota Rawan Jadi Salah Satu Kota Teraman Di ASEAN

09/04/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta, 8 April 2026 - Koordinator Nasional Komrad Pancasila, Antony Yudha Benusu, menyampaikan apresiasi sekaligus penegasan bahwa Jakarta...

Perang Israel-Iran Menunjukkan Pentingnya STEM, Fawer Sihite: Dukung Sikap Presiden Prabowo

22/06/2025

PIRAMIDA.ID - Dalam sebuah wawancara eksklusif yang berlangsung di Mall Atrium Senen, Jakarta Pusat, Fawer Sihite menegaskan bahwa perang antara...

Kebahagiaan Berasal dari Keyakinan dalam Diri

10/07/2023

PIRAMIDA.ID- Pernahkah Anda berkata pada diri sendiri saat marah, ‘Saya tidak boleh marah?' Atau mungkin ketika Anda merasa sedikit sedih,...

Mengapa Orang Terlihat Serius dan Tidak Tersenyum di Foto-foto Kuno?

30/04/2023

PIRAMIDA.ID- Foto-foto pertama diambil pada akhir tahun 1820-an. Tetapi sampai tahun 1920-an, tampaknya orang-orang mulai “belajar” tersenyum saat di foto....

Bagaimana Asal Usul Jabat Tangan?

02/04/2023

PIRAMIDA.ID- Kita sudah begitu terbiasa berjabat tangan dengan orang lain, kita hampir tidak memikirkan bagaimana, di mana, dan mengapa kebiasaan...

Marcus Aurelius: Kaisar Romawi Baik Hati yang Juga Seorang Filsuf

05/03/2023

PIRAMIDA.ID- Marcus Aurelius lahir pada 26 April 121 Masehi di Roma dengan nama lahir Marcus Annius Verus. Perjalanan hidupnya membuat...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Dorong Kemandirian Ekonomi, Bendahara GP Ansor Pematangsiantar Ajak Masyarakat Aktif Kembangkan UMKM

21/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Negara Hukum Harus Berani Mengoreksi Diri, Jangan Pertahankan Status Tersangka Tanpa Dasar Hukum yang Kuat

21/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Tantang Penegakan Hukum yang Objektif: Jika Bukti Tak Cukup, Mengapa SP3 Tidak Dipertimbangkan?

21/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Jangan Biarkan Due Process of Law Kalah oleh Trial by Opinion, Ini 8 Alasan Hukum Soal Perkara Febrie Adriansyah

21/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Hukum Tidak Boleh Tunduk pada Tekanan Opini, Penyidik Harus Berani Evaluasi Perkara Febrie Adriansyah

21/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Sebut Ada 8 Alasan Mengapa Perkara Febrie Adriansyah Patut Dipertimbangkan untuk Dihentikan Penyidikannya

21/07/2026

Populer

Berita

Dorong Kemandirian Ekonomi, Bendahara GP Ansor Pematangsiantar Ajak Masyarakat Aktif Kembangkan UMKM

21/07/2026
Berita

SILPA Rp264,75 Miliar, PMKRI Soroti Perencanaan Anggaran dan Dorong Penguatan Sinergi Pemkab–DPRD

19/07/2026
Berita

ILAJ Desak PWI Pusat: Wujudkan Keberpihakan Nyata dengan Tegur Perusahaan Media yang Abaikan Hak Jurnalis

21/07/2026
Berita

Ketua Umum Jaringan Muda Pendukung Prabowo: 12 Poin Pernyataan Hotman Paris Tentang Febrie Adriansyah Tidak Bisa Dibantah Karena Berdasarkan Fakta

18/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Hukum Tidak Boleh Tunduk pada Tekanan Opini, Penyidik Harus Berani Evaluasi Perkara Febrie Adriansyah

21/07/2026
Berita

ILAJ Resmi Surati Presiden Prabowo, Ajukan Permohonan Pertimbangan Pemberian Abolisi atau Amnesti kepada Febrie Adriansyah

17/07/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber