PIRAMIDA.ID- Suara-suara dan simpati publik atas tragedi sadis yang menimpa Novriansyah Yosua Hutabarat (Brigpol J) terus begemuruh.
Terbaru, puluhan mahasiswa dari elemen organisasi kepemudaan Cipayung Plus Provinsi Jambi, yakni GMKI Jambi, PMII Jambi, PMKRI Jambi, GMNI Jambi, dan KAMMI Jambi menggelar aksi solidaritas atas tragedi yang menimpa Brigpol J tepat di pusat Kota Jambi yakni di kawasan Tugu Juang, Selasa (16/08/2022).
Di depan nyala ratusan lilin, Ketua PKC PMII Jambi, Hengki Tornado mengungkap bahwa aksi ini dilandasi oleh rasa kemanusiaan para mahasiswa.
“Hari ini kita berkumpul di tempat ini untuk terus menyuarakan agar kepolisian mengungkap tuntas kasus ini. Kita mendukung penuh Kapolri agar kasus ini secepatnya diusut tuntas katanya,” kata Hengki Tornado, Selasa 16 Agustus 2022.
Kemudian, salah satu orator dalam kesmpatannya mengungkap bahwa kondisi hari ini, di mana puluhan anggota kepolisian dinyatakan telah melanggar kode etik dalam penanganan kasus kematian Brigpol J merupakan buah dari desakan publik yang konsisten terus mengalir.
“Berawal dari desakan publik dan suara-suara simpati seluruh masyarakat seluruh Indonesia, hari ini puluhan anggota kepolisian dinyatakan melanggar kode etik dalam penangana kematian Novriansyah Yosua Hutabarat. Apa artinya itu kawan-kawan, bahwa hari ini kita turun ke tempat ini atas dorongan rasa kemanusiaan kita. Saya ingin meneriakkan hal yang sama seperti yang Presiden Jokowi sampailan. Ungkap semua, jangan ada yang ditutup-tutupi,” ujar salah satu orator.
Selanjutnya, pantauan di lapangan para perwakilan dari OKP Cipayung Plus menyampaikan desakan agar kasus kematian Brigpol J secepatnya diungkap oleh Polri. Setelahnya, aksi solidaritas mahasiswa menggelar doa bersama atas tragedi Brigpol J lalu ditutup dengan tabur bunga simbolis terhadap foto Brigpol J di lokasi aksi.(Juan/Jambi).