PIRAMIDA.ID-Seorang wanita, Dewi Sartika Sitinjak yang bekerja di perusahaan industri milik Yageo Corporation, kritis selama 12 hari dan berujung tewas di RS Awal Bros Batam yang diduga dampak suntikan 3 botol pasca operasi ambeien.
Kira-kira pukul 14.30 Wib, keluarga mendapatkan perkembangan informasi dari pihak rumah sakit bahwa Dewi Sitinjak dikabarkan telah meninggal dunia setelah 12 hari terbaring tanpa pergerakan diatas kasurnya.
Saat mencoba dikonfirmasi melalui kuasa hukum RS Awal Bros
Beberapa jam kemudian, para rekan kerja dan keluarganya berdatangan untuk memberikan simpatik atas duka yang mereka alami.
*Kronologi Dewi Sartika Sitinjak Kritis hingga tewas dampak suntikan 3 botol pasca operasi ambeien di RS Awal Bros.*
Menurut keluarga, Dewi Sartika sebelum masuk ke ruangan operasi masih sangat sehat dan bugar. Hal yang membawanya untuk melakukan operasi ambeien beranjak dari hasil rekam medis rutin bulanan dari perusahaan yang, dikarenakan hasil rekam medis tersebut menyebut bahwa ada ambeien yang ia derita.
Berangkatlah Dewi dengan keluarga yang mendampingi, di lakukannya rawat inap oleh RS Awal Bros dan masuk di ruang operasi, namun tidak ada tindakan bedah di sana, hanya diikat saja ambeiennya dan dimasukkan kembali ke dalam.
Setelahnya kembali ke ruang inap, tidak berapa lama datanglah perawat membawa 3 (tiga) botol suntikan. Saat suntikan pertama, Dewi sudah mengeluh kesakitan. Namun perawat tetap melanjutkan tindakan tersebut hingga memasukan 2 (dua) botol cairan ke dalam tubuh Dewi, dan menambahkan 1 suntikan dalam infus.
Tidak berselang lama, Dewi langsung tidak sadarkan diri hingga saat ini. Hal itu terjadi pada tanggal 28 Juli 2026 sampai saat ini belum sadar.
Bahkan dari keterangan dokter Aldi, saat ini klien kami telah mengalami rusak jantung, hati, ginjal dan paru. Hal itu terjadi pasca suntikan 3 botol yang dilakukan perawat tersebut.
Atas dugaan malpraktik tersebut, keluarga bersama kuasa hukumnya telah membawa perkara itu ke jalur hukum
“Kami sudah laporkan ke polresta barelang, atas dugaan malpraktik” Ucap Kuasa hukum Jendris Sihombing di salah satu kopi cafe daerah sagulung.
“Kami berharap ada transparansi dan keadilan dalam proses hukumnya” lanjut Jendris
Diwaktu yang sama, Ketua DPD Toga Sitinjak Kota Batam, Jisman Sitinjak mengungkap bahwa ada hal yang tersembunyi dilakukan oleh pihak RS Awal Bros Batam.
“Sepertinya ada yang ditutupi oleh pihak RS Awal Bros, sehingga ini harus diusut” Kata Jisman Sitinjak.(AFP)














