Connect with us

Masukkan kata pencarian...

Pojokan

Kenapa Orang Dewasa Sulit Mempelajari Bahasa Asing?

PIRAMIDA.ID- Semua orang mengetahui bahwa sulit untuk mempelajari bahasa lain saat umur semakin bertambah. Dalam sebuah studi, para peneliti memberi tahu kita batas umur belajar bahasa asing yang baik, yakni usia 10 tahun.

Studi yang dipublikasikan pada jurnal Cognition, menemukan fakta bahwa “hampir tidak mungkin” bagi seseorang untuk fasih berbahasa asing apabila mereka baru mulai mempelajarinya di atas usia 10 tahun.

“Bukan karena tidak bisa mencernanya, tapi karena Anda mulai kehabisan waktu. Kemampuan belajar seseorang menurun saat ia berusia 17 atau 18 tahun.

Anda masih bisa mempelajari bahasa asing ketika sudah melewati usia 10 tahun, namun tidak akan benar-benar fasih,” papar Joshua Hartshorne, pemimpin penelitian sekaligus asisten profesor psikologi di Boston College.

Hartshorne mengatakan, kehilangan kemampuan belajar bahasa asing saat dewasa ini mungkin disebabkan adanya perubahan plastisitas pada otak, memasuki kehidupan baru di universitas dan lingkungan kerja, serta keengganan untuk mencoba hal baru.

Untuk mendapatkan hasil tersebut, para peneliti menggunakan metode yang cukup unik. Mereka menciptakan kuis tata bahasa yang mudah digunakan dan viral. Kuis dengan durasi 10 menit bernama “Which English?” ini menarik perhatian karena bisa menebak bahasa ibu, dialek, dan negara asal partisipan berdasarkan tanggapan yang mereka berikan dalam bahasa inggris.

Di akhir kuis, para partisipan akan diberi pertanyaan tentang bahasa asli, kapan mempelajari bahasa asing lainnya, dan di mana mereka tinggal.

Cara tersebut cukup berhasil. Kuis “Which English?” dibagikan sebanyak 300 ribu kali di Facebook dan menempati halaman pertama Reddit.

Sebanyak 670 ribu orang mengikuti kuis tersebut – memberikan peneliti banyak data mengenai penutur bahasa Inggris dan non-Inggris dari berbagai rentang usia.

Selain batas usia 10 tahun untuk mempelajari bahasa asing, peneliti juga menemukan fakta bahwa orang-orang akan lebih mudah menyerap bahasa lain saat praktek langsung di lapangan dibanding di kelas.

Jika tidak memungkinkan untuk pindah ke negara lain, Hartshorne menyarankan untuk mencari lingkungan serupa yang bisa membantu kita menguasai bahasa asing.

Sebagai contoh, lakukan percakapan bersama wisatawan asing menggunakan bahasa asli mereka. Ini lebih baik dibanding hanya membaca buku atau menonton film berbahasa asing.

Meskipun tidak bisa sampai fasih, setidaknya Anda mampu memahami bahasa lain selain bahasa ibu.


Sumber: National Geographic Indonesia

Click to comment

Tinggalkan Komentar

Baca juga...

Sorot Publik

PIRAMIDA.ID- Veronica Koman lahir di Medan, 14 Juni 1988; umur 31 tahun adalah seorang pengacara dan pegiat hak asasi manusia (HAM) asal Indonesia yang...

Pojokan

Tia Lestari Sidabutar* PIRAMIDA.ID- Dua bulan sudah aku berada di sini. Rasanya aku telah menyatu dengan segala hal di desa ini dan nama Tiga...

Dialektika

Zaprulkhan* PIRAMIDA.ID- Apakah makna cinta sejati? Menurut Thich Nhat Hanh, dalam karya cemerlangnya “True Love”, dalam perspektif Buddisme, harus ada empat unsur untuk memenuhi...

Sopolitika

 Kristian Silitonga* PIRAMIDA.ID- “Sejumlah kecil orang yang memiliki energi lebih besar dari masyarakatnya yang letih. Memiliki kejernihan di tengah lautan kekeruhan pikiran di sekitarnya,...

Dialektika

Yudhie Haryono* PIRAMIDA.ID- Dalam salah satu tulisan yang sangat menyentuh, (almarhum) Arief Budiman menulis, ”Seorang intelektual yang bebas adalah seorang pejuang yang sendirian. Mula-mula...

Dialektika

May Luther Dewanto Sinaga* PIRAMIDA.ID- Coronakrasi? Mungkin beberapa orang akan bertanya-tanya terkait kata itu. Apa maknanya? Kenapa muncul? Dan apa pentingnya membahas kata itu?...

Pojokan

PIRAMIDA.ID– Beberapa waktu lalu, jagat laman facebook, khususnya Sumatera Utara, digegerkan dengan viralnya video (dugaan) persekusi disertai pengrusakan yang dilakukan segerombolan orang dari FPI...

Dialektika

Fitzerald Kennedy Sitorus* PIRAMIDA.ID- Saya sedang menulis buku tentang metafisika pada Kant dan Hegel. Saya mengawali bagian tentang Kant dengan cerita tentang gaya hidupnya....