Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Jumat, Oktober 30, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDunia

Mengapa Orang Terlihat Serius dan Tidak Tersenyum di Foto-foto Kuno?

byRedaksi
30/04/2023
inDunia
107
SHARES
766
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Foto–foto pertama diambil pada akhir tahun 1820-an. Tetapi sampai tahun 1920-an, tampaknya orang-orang mulai “belajar” tersenyum saat di foto. Meski mungkin Anda dapat menemukan foto–foto orang tersenyum sebelum itu.

Mengapa di awal fotografi ditemukan, orang terlihat serius dan tidak tersenyum? Ada beberapa kemungkinan.

Salah satunya adalah gigi. Angus Trumble, direktur Galeri Potret Nasional di Canberra berpendapat bahwa kesehatan gigi sebagai salah satu faktor munculnya senyum. “Kesehatan gigi yang buruk akan menghalangi orang-orang untuk membuka mulut saat berada di lingkungan sosial,” katanya.

Lainnya berpendapat karena waktu yang dibutuhkan untuk mengambil foto cukup lama. Sehingga orang-orang dalam foto tidak dapat menahan senyum cukup lama. “Beberapa di antaranya benar,” kata Todd Gustavson, kurator teknologi di Museum George Eastman. Ketika memiliki waktu eksposur yang lama, Anda akan memilih pose yang nyaman.

Christina Kotchemidova, seorang profesor yang mempelajari budaya dan komunikasi, juga mempertanyakan argumen teknologi. Ide itu berasal dari dunia kita, di mana tampaknya “alami untuk tersenyum untuk foto“. Tapi meski orang sudah terbiasa tersenyum secara alami, tersenyum di depan kamera bukanlah respons naluriah.

Ada juga yang berpendapat bahwa fotografi awal mengikuti panduan dari kebiasaan yang sudah ada sebelumnya dalam melukis. Di zaman itu, orang menganggap seringai tidak sopan dan tidak pantas. Meskipun orang-orang kudus mungkin digambarkan dengan senyum tipis, senyum yang lebih lebar dikaitkan dengan hal lain. Seperti kegilaan, cabul, kemabukan, dan segala hal yang tidak sopan.

Sehingga fotografer studio kelas atas membuat pengaturan yang elegan dan mengarahkan subjek bagaimana berperilaku. Ini menghasilkan ekspresi tenang yang begitu akrab dalam foto–foto abad ke-19.

Tetapi bahkan sejak awal, fotografer yang kurang berpengalaman mungkin melanggar norma yang ada, menurut Gustavson. Beberapa foto awal senyuman menunjukkan pentingnya konteks dalam menentukan ekspresi wajah subjek.

Misalnya foto dua perwira dalam perang Meksiko-Amerika pada tahun 1847 menunjukkan satu tersenyum. Atau foto pria Afrika-Amerika dengan tangan terangkat dengan senyuman pada tahun 1860.

Jadi masuk akal bahwa apa yang mungkin paling mengubah ekspresi formal itu adalah munculnya fotografi potret atau snapshot.

Seiring berlalunya abad, fotografi dan lukisan mulai berinteraksi, masing-masing mencoba memanfaatkan manfaat satu sama lain. Pelukis akan mencoba untuk meniru kejelasan dan spontanitas foto. Sedangkan fotografer akan berusaha untuk membangkitkan seni lukisan yang bagus. Itu juga berlaku untuk senyuman, kata Trumble. Orang-orang mulai tersenyum dengan cara yang penuh semangat dalam lukisan potret selama periode Edwardian, sekitar 1895-1914. Perubahan yang sama pun terjadi dalam fotografi.

Sebuah studi tentang foto buku tahunan sekolah menengah di Amerika Serikat menceritakan kisah serupa tentang ekspresi yang berubah. Para peneliti membuat rata-rata gambar pria dan wanita menurut dekade. Mereka menemukan bahwa rata-rata kelengkungan bibir meningkat dari waktu ke waktu. Senyum lebar diawali oleh para wanita, yang juga tersenyum lebih banyak dari para pria.

Kotchemidova berpendapat bahwa bukanlah suatu kebetulan bahwa seringai lebar adalah fenomena Amerika. Iklan memainkan peran kunci dalam penyebarannya. Frase Kodak “Anda menekan tombol, kami melakukan sisanya” adalah bagian dari perubahan dari iklan ke strategi yang lebih positif.

Metode baru ini berfokus pada kebahagiaan konsumen dengan produk. Juga menggambarkan konsumen menggunakan kamera pada saat-saat bahagia. Isyarat komersial bahwa tersenyum adalah apa yang harus Anda lakukan dalam sebuah foto sangat efektif dalam memengaruhi orang. Sekaligus mengabaikan kebutuhan untuk menjelaskan mengapa seseorang harus tersenyum ke arah kamera. Orang-orang menginternalisasi pesan dan meniru contoh di depan mereka.

Itu mungkin pelajaran paling penting dari studi tentang senyum historis. Apakah orang tersenyum atau tidak dalam foto tidak ada hubungannya dengan betapa bahagianya mereka.

Orang-orang di tahun 1800-an tidak bahagia sepanjang waktu. Baik Ratu Victoria dan Abraham Lincoln, misalnya, terkenal karena humor mereka. Meskipun mereka pasti memiliki hal-hal yang perlu dikhawatirkan, foto-foto Lincoln terkadang memiliki sedikit sudut mulut yang terbalik dan bahkan ada foto Ratu yang tersenyum langsung.

“Orang-orang dalam sejarah manusia tersenyum, tertawa, dan berperilaku kurang lebih seperti yang mereka lakukan hari ini. Mereka melakukannya secara alami dan spontan di ruang pribadi,” kata Trumble.(*)


National Geographic Indonesia

Tags:#foto#sejarah#unik
Share43SendShare

Related Posts

KOMRAD : Jakarta Buktikan Diri, Dari Kota Rawan Jadi Salah Satu Kota Teraman Di ASEAN

09/04/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta, 8 April 2026 - Koordinator Nasional Komrad Pancasila, Antony Yudha Benusu, menyampaikan apresiasi sekaligus penegasan bahwa Jakarta...

Perang Israel-Iran Menunjukkan Pentingnya STEM, Fawer Sihite: Dukung Sikap Presiden Prabowo

22/06/2025

PIRAMIDA.ID - Dalam sebuah wawancara eksklusif yang berlangsung di Mall Atrium Senen, Jakarta Pusat, Fawer Sihite menegaskan bahwa perang antara...

Kebahagiaan Berasal dari Keyakinan dalam Diri

10/07/2023

PIRAMIDA.ID- Pernahkah Anda berkata pada diri sendiri saat marah, ‘Saya tidak boleh marah?' Atau mungkin ketika Anda merasa sedikit sedih,...

Bagaimana Asal Usul Jabat Tangan?

02/04/2023

PIRAMIDA.ID- Kita sudah begitu terbiasa berjabat tangan dengan orang lain, kita hampir tidak memikirkan bagaimana, di mana, dan mengapa kebiasaan...

Marcus Aurelius: Kaisar Romawi Baik Hati yang Juga Seorang Filsuf

05/03/2023

PIRAMIDA.ID- Marcus Aurelius lahir pada 26 April 121 Masehi di Roma dengan nama lahir Marcus Annius Verus. Perjalanan hidupnya membuat...

Melihat Penghasilan Lenin dan Stalin

22/08/2022

PIRAMIDA.ID- Ketika para pemimpin Soviet pertama berkuasa, mereka menyiarkan slogan-slogan seperti “Tanah untuk Petani! Pabrik untuk Para Pekerja!” dan berjanji bahwa...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Minim Kegiatan Pemuda, KNPI Desak Kepala Dispora Simalungun Dicopot

28/10/2026
Berita

10 Bulan Menjabat Bob Saragih Dinilai Gagal, Ketua ILAJ: Pada Hari Sumpah Pemuda Ini Kami Minta Bupati Copot Kadispora Simalungun

28/10/2026
Berita

Matinya kepakaran merupakan persoalan yang semakin relevan di tengah perkembangan teknologi informasi dan kemudahan akses internet

23/10/2026
Berita

Aktivis Antikorupsi Kritik Wacana Redefinisi Korupsi: Berpotensi impunitas

23/10/2026
Berita

ILAJ Minta Kajari Simalungun Serius Tangani Dugaan Korupsi Dana TPG Di SD Al Washliyah 90 Sinaksak

17/10/2026
Berita

ILAJ Nilai Kajari Simalungun Lambat Tetapkan Tersangka Dugaan Pungli PDAM Tirta Lihou, Potensi Kerugian Warga Rp225 Juta

17/10/2026

Populer

Berita

10 Bulan Menjabat Bob Saragih Dinilai Gagal, Ketua ILAJ: Pada Hari Sumpah Pemuda Ini Kami Minta Bupati Copot Kadispora Simalungun

28/10/2026
Berita

Minim Kegiatan Pemuda, KNPI Desak Kepala Dispora Simalungun Dicopot

28/10/2026
Ilustrasi: dw.com
Dialektika

Zoroaster, Agama Pertama Yang Menyembah Satu Tuhan

15/06/2020
Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
Edukasi

Aksi Demo Mahasiswa dan Buruh dalam Perumusan UU Cipta Kerja dilihat dari Pandangan Sosiologi Konflik

25/10/2022
ilustrasi: tirto.id/Gery
Sains

Apa itu Teori Evolusi Darwin?

27/01/2023
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus