Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Kamis, Juni 11, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeEkosospolbud

Pancasila On Reresh And Action

byRedaksi
06/06/2020
inEkosospolbud
98
SHARES
703
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Jen Maro*

PIRAMIDA.ID- Saat ini terpapar fakta tak terbantahkan bahwa sudah lama bangsa ini diurus tidak berasas Pancasila. Fakta apa? Bansos, BLT, PKH dan lain lain menunjukkan banyaknya orang miskin, tatanan ekonomi timpang dan memiskinkan yang melahirkan segelintir orang kaya raya bin super kaya. Data-data seolah tersembunyi di bawah meja, “si COVID” lah yang membuat data itu bicara, mahasiswa sudah sibuk Webinar.

Ada orang berlindung dengan topeng demokrasi dan hak asasi manusia,  seolah semua punya hak melakukan apapun. Seorang Profesor di sebuah kota di Sumatera Utara punya bisnis sampingan usaha kos-kosan. Padahal negara sudah menyekolahkan sampai doktor, punya honor sebagai (jabatan) profesor dan tunjangan struktural lainnya.

Boleh saja kita berkata itu haknya. Nah, coba kalau penderita COVID-19 keluyuran dan penderita teriak itu haknya. Apa hubungannya? Si Profesor yang sudah digaji negara (masyarakat) menutup kesempatan pada orang lain untuk bisnis kos kosan, itu sama dengan keluyurannya si penderita COVID-19, dia merampas kesehatan orang lain.

Begitu hebatnya HAM dan demokrasi yang kita anut sampai praktik pemilihan Bupati pun berongkos tinggi. Masyarakat dibiarkan terjebak dalam praktik politik uang, dan saat ini terbukti.

Banyak Bupati yang hari-hari bagi Bansos, tersenyum pula. Seharusnya dia menangis, karena banyak warganya masih miskin dan melarat. Dengan bangganya si Bupati kasih ayam dan vitamin, padahal sudah menjabat 5 tahun. Inilah dampak politik dari politik uang, oligarki, dan pembodohan masyarakat.

Apakah harus dibiarkan?

Selama kita masih bersepakat dengan Pancasila yang kelahirannya 01 Juni adalah Dasar Negara, sebuah kontrak tersepakati, maka tidak ada pilihan, Pancasila perlu direfresh dan diaplikasi secara konkrit, bukan dengan diksi-diksi sinetron.

Pengelolaan demokrasi berbasis kebhinnekaan dan gotong royong bukan demokrasi berbasis kapitalis. Ngeri kan kalau tersadar setelah corona yang virus itu mengoreksi kita.

Apa yang kami lakukan?

Pada 1 Juni 2018, kami merumuskan dan mendirikan sebuah kelembagaan di Yogyakarta, namanya BARAK 106: Barisan Rakyat Satu Juni, menunjuk pada hari lahirnya Pancasila.

Tujuan utama adalah menerapkan Pancasila dalam berdemokrasi khususnya di bidang ekonomi. Saat ini agenda ekonomi masyarakat lebih difokus untuk menguatkan kapasitas warga bangsa untuk berdemokrasi.

Salah satu agenda adalah penanaman pohon aren di berbagai daerah di Indonesia, karena selain memperbaiki lingkungan juga berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat. Agenda itu berbasis masyarakat, tidak didesain jadi agenda pemerintah, karena mereka sibuk bangun jalan dan pelabuhan, tentu suatu saat bermanfaat untuk pra-sarana ekspor gula aren.

Saat ini, agenda konkrit saat pandemi ini di pinggir Danau Toba, rawa-rawa di pinggir Danau Toba kami upayakan dengan gotong royong untuk jadi lahan pertanian, tambak ikan, dan jalan nelayan.

Kami tidak mampu beli perahu, ya bikin rakitlah, tidak mampu bangun jalan beton, pengerasan tanahlah. Eceng gondok dan tumbuhan lain di rawa dirubah jadi kompos, bermanfaat utk pertanian masyarakat.

Sasarannya jelas, ketahanan pangan masyarakat dan produktivitas. Nelayan akan lebih mudah beraktivitas, lahan pertanian bertambah, pupuk kompos diproduksi. Beberapa orang terdampak COVID-19 bergotong royong di sana yang kadang “ngebon” di warung supaya bisa bikin kopi teh di lapangan sembari terkekeh-kekeh.

Itu tidak didesain menjadi program padat karya Pemda, karena Bupatinya sibuk bagi-bagi bansos dan ayam.

Kenapa? Berharap pada pejabat produk demokrasi kapitalis sama saja bikin stres. Lebih menarik mengumpulkan semangat warga, sebagian tentunya, bekerja dalam terik panas dan hujan, melakukan kegiatan produktif dan membangun harapan hidup. Itulah makna Pancasila yang kami pahami.

Imajo tusi. Selamat Hari Lahir Pancasila. Tetap semangat dan berupaya, karena Tuhan itu ada.

Salam dari Teluk Toba, Sumatera Utara.


Penulis adalah seorang pegiat tanaman aren.

Share39SendShare

Related Posts

Petani Kopi: Penjaga Lingkungan dan Intelektualitas

29/04/2023

PIRAMIDA.ID- Tanaman kopi, mungkin satu-satunya tanaman yang dikembangkan Belanda yang memberikan pengaruh positif terhadap peradaban bangsa Indonesia....

Sanggar Seni Sebagai Organisasi Budaya

02/04/2023

Thompson Hs* PIRAMIDA.ID- Sanggar identik sebagai suatu tempat untuk berlatih dan berguru. Luas tempat untuk sebuah sanggar tidak harus luas,...

Tangkap Bos 303, Ketua ILAJ Sebut Integritas Kapolri dan Kapolda Sumut Tidak Perlu Diragukan

17/10/2022

PIRAMIDA.ID - Bos judi online asal Sumatera Utara Apin BK yang kabur ke Malaysia tiba di Bandara Soekarno-Hatta Jumat malam,...

Visi Presiden RI Jokowi dan Agenda Menparekraf Sandiaga Uno Hadiri Nias Pro & Maniamolo Fest

28/06/2022

Oleh: Firman Jaya Daeli (Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia) PIRAMIDA.ID- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf RI), Sandiaga...

Pengalaman Sebagai Ketua SPI

06/06/2022

Oleh: Manahati Zebua* PIRAMIDA.ID- Setiap perusahaan yang mau menginginkan organisasinya bekerja lebih baik kinerjanya dalam bidang keuangan, biasanya pemimpinnya menghadirkan...

Munculnya Generasi Tuna Budaya

24/01/2022

Oleh: Arianto Sitorus Pane* PIRAMIDA.ID- Salah satu yang paling menggelisahkan dari negeri ini adalah semakin jauhnya kebudayaan dari kehidupan generasi...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Ketua ILAJ Minta Presiden Prabowo Atensi Kasus Fitri Agus Karo Karo, Petisi Rakyat Bebaskan FAK Tembus 1.283 Tanda Tangan

09/06/2026
Berita

Tumbuhkan Kesadaran Diri, PMKRI Sukses Gelar Diskusi Interaktif “Knowing Yourself”

09/06/2026
Berita

PA Simalungun dan Posbakum Perkuat Komitmen Berikan Akses Keadilan Masyarakat.

06/06/2026
Berita

Ketua BEM FE USI: Uang Rakyat Harus Kembali untuk Rakyat

03/06/2026
Berita

Jakarta Bisa Kalahkan Sampah! Komrad Pancasila Puji Gebrakan Polda Metro, Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta Lewat Gerakan Pilah Sampah

03/06/2026
Berita

Pancasila Bukan Hanya Seremonial: Saatnya Menjadi Etika Kekuasaan dan Jalan Keadilan Rakyat

01/06/2026

Populer

Berita

PA Simalungun dan Posbakum Perkuat Komitmen Berikan Akses Keadilan Masyarakat.

06/06/2026
Pojokan

Asal Usul Kata Rokok di Indonesia

05/08/2022
Berita

Ketua ILAJ Minta Presiden Prabowo Atensi Kasus Fitri Agus Karo Karo, Petisi Rakyat Bebaskan FAK Tembus 1.283 Tanda Tangan

09/06/2026
Edukasi

Sosiologi Hukum Memandang Kekerasaan dan Pelecehan Seksual

21/12/2021
istimewa
Dialektika

Ana ‘Abdu Man ‘Allamani

17/06/2020
Pojokan

Musik Disco, Bagaimana Asal Mula Terbentuknya?

17/05/2022
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber