Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Senin, Oktober 5, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeEkosospolbud

Sanggar Seni Sebagai Organisasi Budaya

byRedaksi
02/04/2023
inEkosospolbud
171
SHARES
1.2k
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Thompson Hs*

PIRAMIDA.ID- Sanggar identik sebagai suatu tempat untuk berlatih dan berguru. Luas tempat untuk sebuah sanggar tidak harus luas, seperti luasan lokasi padepokan di Pulau Jawa. Dulunya makna sanggar dalam tradisi Jawa adalah sebuah tempat pemujaan di dalam rumah.

Namun dalam makna sehari-hari dan teknisnya adalah tempat berlatih dan menghasilkan produk pelatihan. Jadi di sebuah sanggar harus ada aktivitas pelatihan; rutin atau terbuka. Dikatakan rutin karena ada kaitan dengan upacara tertentu seperti di Bali.

Konon di setiap desa di Bali ada muncul banyak sanggar sesuai dengan latar belakang dan tujuan seni/budaya yang dilatih dan ditampilkan. Dikatakan terbuka karena setiap saat murid-murid ingin berlatih kepada sepuh yang terkadang tinggal di sanggar.

Nah, itu spekulasi kecil untuk mengantar pemahaman kita tentang sanggar seni budaya. Sanggar Seni Budaya dapat mencakup bidang-bidang yang begitu luas. Misalnya untuk produksi tertentu. Juga untuk menunjukkan minat atau kecenderungan, seperti kecantikan.

Jadi ada yang disebut sanggar produksi, sanggar kecantikan (seperti salon), sanggar tari, sanggar seni lukis, sanggar seni drama/teater, sanggar menjahit (tempat kursus menjahit), sanggar tenun, sanggar patung, sanggar kuliner, sanggar sastra, sanggar musikalisasi puisi, dan sanggar-sanggar yang lebih dikenal fungsinya melalui pendiri dan pimpinannya.

Kalau sanggar ditekankan pada namanya saja tanpa kejelasan bidang kegaitan dan aktivitas itu akan sangat meragukan.

Sanggar dapat tergantung kepada pendiri dan pimpinannya. Sebagai pendiri sanggar, fungsi sanggar itu dapat dijelaskan pula melalui latar belakang dan tujuannya. Lalu pimpinannya mengoperasikan pelatihan dan sasaran yang diinginkan.

Umumnya sanggar didirikan atau dibentuk untuk para generasi muda dan para pendirinya menyadari sesuatu bidang kegiatan harus berlanjut dan diteruskan generasi selanjutnya. Maka melalui sanggar, tradisi tertentu dari budaya dapat dilanjutkan.

Sanggar Seni dan Managemen Organisasi Budaya

Sanggar Seni merupakan bentuk organisasi budaya dalam tingkat yang sederhana. Sederhananya sebuah sanggar seni karena ada proses pelatihan di sana. Proses itu dapat berkembang kemudian menjadi sebuah program rutin atau proyek percontohan.

Namun dalam konteks organisasi, setiap sanggar seni harus mulai bangun dalam berbagai macam strategi. Pertama, harus ada managemen organisasi budaya yang diterapkan. Bagaimana bentuk managemen organisasi budaya pada setiap sanggar seni dapat dilihat dari perumusan bersama tentang nama sanggar, misi dan visinya, dan programnya.

Namun ada juga kekuatan satu sanggar tergantung kepada kapasitas pendirinya. Kalau pendirinya itu meninggal, maka berhentilah sanggar itu, karena sifat ketergantungan kepada sosok atau ketokohan.

Ada anggapan umum membuat sanggar itu sulit atau gampang. Sulit karena tidak adanya pengetahuan tentang sanggar, termasuk karena semangatnya yang belum jelas. Sedangkan dibuat gampang karena peluang di sekitarnya mendorong situasi itu. Dalam konteks pariwisata budaya, sanggar-sanggar harus muncul dengan spesifikasi masing-masing.

Jangan sampai muncul beruntun sanggar-sanggar karena melihat yang dilakukan orang lain lebih laris. Percayalah, sanggar yang lebih laris itu semua menurut teori managemen karena strategi.

Berbagai strategi muncul karena fungsi managemen itu tidak dilupakan oleh pendiri, pimpinan, dan kordinator bidang-bidang yang digarap. Gampang juga dibuat karena ada dorongan dan kendali dari pemerintah setempat.

Kita mungkin masih ingat tentang dasar-dasar managemen atau tata kelola. Ada empat dasar-dasar managemen yang ternyata masih berkembang untuk membantu operasional organisasi apapun.

Keempat dasar itu seperti dalihan natolu plus paopat sihal-sihal, yakni: perencanaan (suhut), pengorganisasian (boru), pengarahan (hula-hula), dan pengendalian (pemerintah setempat). Perencanaan dibayangkan sebagai konsep untuk memecahkan masalah/ide/gagasan menuju situasi yang lebih baik.

Pengandaiannya dapat menyadari apa prestasi sekarang dan apa prestasi seharusnya atau yang harus dicapai, lalu menentukan apa yang harus dilakukan. Manfaat setiap perencanaan dapat mengurangi resiko ketidakpastian, memusatkan perhatian pada sasaran, dan menjadi dasar untuk fungsi managemen yang lain.

Setiap perencanaan ada juga ciri-ciri kemantapannya, yakni: adanya pengetahuan dengan bidang kegiatan atau aktivitas, adanya batas toleransi atas penyimpangan, memperluas sumber daya yang dimiliki, fleksibel, melihat kemungkinan adaptasi, dan memperhatikan kendala-kendala.

Pengorganisasian dimaksudkan untuk menjamin kemampuan orang-orang yang terlibat di dalam sanggar, terutama para pengurusnya. Proses pengorganisasian ini harus diperhatikan dengan membuat rincian pekerjaan, mengelompokkan pekerjaan, dan menyusun mekanisme untuk kordinasi semua pekerjaan. Konsep dasarnya harus bertumpu kepada spesialisasi atau pembagian kerja, kesatuan komando, rentang kendali, wewenang/tanggung jawab/sistem hubungan.

Pengarahan dimaksudkan sebagai bukti adanya kepemimpinan dengan berbagai gayanya. Seorang pimpinan sanggar harus mempelajari psikologi motivasi karena itu terkait dengan kekuatan kepemimpinan.

Terakhir soal pengendalian menurut teori managemen dimaksudkan ada atau perlu untuk sebuah sanggar merupakan tanda adanya fungsi kontrol. Ciri pengendalian yang baik ada lima, yakni: fokus pada hal yang penting, pengendalian harus ekonomis, tepat waktu, dapat dimengerti, dan dapat diterima.

Demikianlah kira-kira masukan untuk sanggar-sanggar dalam konteks pariwisata budaya. Sekarang hubungan komunitas pariwisata dan komunitas seni budaya dapat memikirkan strategi bersama untuk membuat sanggar. Zamannya sanggar dengan kekuatan pendirinya saja tidak memadai lagi. Harus ada jaringan, militansi, penguasaan komunikasi dan diplomasi yang baik, intelektualitas, dan dokumentasi yang rapi.

Tahun 2013 ada 300-an grup seni budaya di Sumatera Utara. permasalahan utamanya adalah tata kelola. Tata kelola yang belum mandiri biasanya menciptakan ketergantungan terhadap bantuan, bukan prinsip kerjasama. Sehingga kesannya gampang menciptakan grup atau sanggar. Namun mempertahankannya sulit.

Dunia Pariwisata Budaya selalu berubah dan berkembang. Grup atau sanggar seni/budaya juga harus berubah dan berkembang. (Dari berbagai sumber).(*)


Penulis adalah Penerima Penghargaan Kebudayaan dari Kemendikbud RI pada September 2016 dan terlibat dalam Tim Kreatif Presiden untuk Acara Karnaval Kemerdekaan Danau Toba pada Agustus 2016.

Tags:#Budaya#kultural#organisasi
Share68SendShare

Related Posts

Petani Kopi: Penjaga Lingkungan dan Intelektualitas

29/04/2023

PIRAMIDA.ID- Tanaman kopi, mungkin satu-satunya tanaman yang dikembangkan Belanda yang memberikan pengaruh positif terhadap peradaban bangsa Indonesia....

Tangkap Bos 303, Ketua ILAJ Sebut Integritas Kapolri dan Kapolda Sumut Tidak Perlu Diragukan

17/10/2022

PIRAMIDA.ID - Bos judi online asal Sumatera Utara Apin BK yang kabur ke Malaysia tiba di Bandara Soekarno-Hatta Jumat malam,...

Visi Presiden RI Jokowi dan Agenda Menparekraf Sandiaga Uno Hadiri Nias Pro & Maniamolo Fest

28/06/2022

Oleh: Firman Jaya Daeli (Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia) PIRAMIDA.ID- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf RI), Sandiaga...

Pengalaman Sebagai Ketua SPI

06/06/2022

Oleh: Manahati Zebua* PIRAMIDA.ID- Setiap perusahaan yang mau menginginkan organisasinya bekerja lebih baik kinerjanya dalam bidang keuangan, biasanya pemimpinnya menghadirkan...

Munculnya Generasi Tuna Budaya

24/01/2022

Oleh: Arianto Sitorus Pane* PIRAMIDA.ID- Salah satu yang paling menggelisahkan dari negeri ini adalah semakin jauhnya kebudayaan dari kehidupan generasi...

Meninjau Kiprah Pemuda Indonesia dalam Sektor Pertanian

15/01/2022

PIRAMIDA.ID- Sebanyak 64,92 juta jiwa pemuda Indonesia merupakan aset yang memiliki kiprah penting bagi kemajuan Indonesia dalam berbagai sektor ekonomi,...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

62 Tahun PMKRI Pematangsiantar: Bertumbuh dalam Persaudaraan, Mengabdi dalam Perjuangan

05/10/2026
Berita

Tokoh Simalungun: Pemilihan Rektor USI PerluMengedepankan Kapasitas dan Visi

05/10/2026
Berita

5 Fraksi DPRD tidak mau bahas P-APBD berpotensi melakukan Perbuatan Melawan Hukum

02/10/2026
Berita

Apresiasi Polda Metro Jaya Dalam Pengungkapan Kasus Alm Bambang Setiawan, Komrad Pancasila: Jangan Naikkan Dugaan Menjadi Vonis

01/10/2026
Berita

PMKRI Pematangsiantar Kota Pendidikan Tak Boleh Membiarkan Anak Belajar dalam Ketakutan

26/09/2026
Berita

Dugaan Perundungan di SMP Negeri 12 Siantar, Ketua ILAJ: Masalah Anak Tidak Boleh Dianggap Sepele

26/09/2026

Populer

Berita

5 Fraksi DPRD tidak mau bahas P-APBD berpotensi melakukan Perbuatan Melawan Hukum

02/10/2026
Pojokan

Seperti Apa Sistem Absensi yang Banyak Digunakan di Indonesia?

20/12/2022
istimewa
Dialektika

Ana ‘Abdu Man ‘Allamani

17/06/2020
Berita

BNN Bekuk ‘Mami’ Dua Ton Sabu, Komrad Pancasila: Kemenangan Negara atas Kartel Narkoba Internasional

03/12/2025
Dialektika

Kesehatan Mental & Jiwa dalam Perspektif Sosiologi & Hukum

05/07/2022
Ekologi

Mengenal Prof. Mr. St. Munadjat Danusaputro, Guru Besar Hukum Lingkungan Hidup

22/06/2020
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus