Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Selasa, November 3, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

Pasca OTT Bupati Langkat, Ketua ILAJ Minta KPK Juga Turut Periksa Wakil Bupati demi Mengungkap Dugaan Keterlibatan Pihak Lain

byPiramida.id
24/07/2026
inBerita
98
SHARES
703
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID – Ketua Institute Law and Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk tidak berhenti pada penetapan tersangka terhadap Bupati Langkat nonaktif, Syah Afandin (Ondim), dalam kasus dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat. Menurutnya, penyidikan harus diperluas dengan memeriksa seluruh pihak yang memiliki keterkaitan dengan proses pengambilan keputusan, termasuk Wakil Bupati Langkat, guna memastikan tidak ada pihak yang luput dari proses hukum.

Fawer menegaskan bahwa permintaan tersebut bukanlah bentuk tuduhan kepada siapa pun, melainkan dorongan agar KPK mengusut perkara secara menyeluruh berdasarkan alat bukti dan fakta hukum yang ditemukan selama proses penyidikan.

“Saya meminta KPK memeriksa Wakil Bupati Langkat dan seluruh pihak yang memiliki hubungan dengan tata kelola proyek maupun pengambilan kebijakan di Pemerintah Kabupaten Langkat. Pemeriksaan merupakan bagian dari proses hukum yang wajar untuk memastikan apakah ada atau tidak keterlibatan pihak lain,” ujar Fawer dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Menurut Fawer, pengalaman berbagai perkara korupsi menunjukkan bahwa tindak pidana korupsi di pemerintahan daerah sering kali melibatkan lebih dari satu pihak. Oleh karena itu, ia berharap KPK menerapkan prinsip follow the evidence (mengikuti alat bukti), bukan berhenti hanya pada satu orang tersangka.

“KPK harus menelusuri seluruh rangkaian peristiwa, mulai dari proses perencanaan, penentuan proyek, hingga dugaan aliran dana. Jangan sampai ada pihak yang sebenarnya mengetahui atau bahkan turut berperan, tetapi tidak tersentuh proses hukum karena penyidikan tidak dikembangkan secara maksimal,” katanya.

Fawer juga mengingatkan bahwa Kabupaten Langkat kembali menjadi sorotan nasional setelah dua kepala daerah berturut-turut terjerat operasi tangkap tangan KPK. Sebelumnya, pada 2022, Bupati Langkat saat itu, Terbit Rencana Perangin Angin, juga ditangkap KPK. Kini, penggantinya, Syah Afandin, kembali ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap proyek. Kondisi ini bahkan disebut KPK sebagai fenomena yang menunjukkan praktik korupsi yang berlangsung secara berulang.

“Peristiwa ini harus menjadi momentum bagi KPK untuk membongkar apakah ada pola, sistem, atau jaringan yang membuat praktik korupsi terus berulang di Kabupaten Langkat. Jangan sampai penindakan hanya menyentuh permukaan persoalan,” tegasnya.

Fawer menilai pemeriksaan terhadap Wakil Bupati juga penting untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. Apabila tidak ditemukan keterlibatan, hal itu akan menjadi bentuk pemulihan nama baik. Sebaliknya, apabila terdapat fakta hukum baru, maka KPK memiliki dasar untuk mengembangkan perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kita semua harus menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Karena itu saya tidak menyatakan Wakil Bupati bersalah. Yang saya dorong adalah agar KPK melakukan pemeriksaan secara profesional, objektif, dan menyeluruh sehingga masyarakat memperoleh kepastian hukum yang jelas,” ujarnya.

Di akhir keterangannya, Fawer menyatakan ILAJ akan terus mengawal proses penegakan hukum di Kabupaten Langkat sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam pemberantas korupsi.

“KPK harus membuktikan bahwa pemberantasan korupsi tidak berhenti pada satu nama. Siapa pun yang diduga terlibat berdasarkan alat bukti harus dimintai pertanggungjawaban. Sebaliknya, siapa pun yang tidak terbukti juga harus mendapatkan kepastian hukum. Itulah esensi negara hukum yang adil dan berintegritas,” pungkasnya. (TIM)

Share39SendShare

Related Posts

Keamanan Bukan Intimidasi, KOMRAD Pancasila Bela Langkah Preventif Polda Jateng Terkait Kasus Sukoharjo

31/10/2026

PIRAMIDA.ID | JAKARTA – Langkah Polda Jawa Tengah dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan di tengah polemik penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul...

Minim Kegiatan Pemuda, KNPI Desak Kepala Dispora Simalungun Dicopot

28/10/2026

PIRAMIDA.ID - Minimnya kegiatan kepemudaan di Kabupaten Simalungun menjadi sorotan. Sekretaris KNPI Kabupaten Simalungun, Edis Galingging, mengkritik kinerja Dinas Pemuda...

10 Bulan Menjabat Bob Saragih Dinilai Gagal, Ketua ILAJ: Pada Hari Sumpah Pemuda Ini Kami Minta Bupati Copot Kadispora Simalungun

28/10/2026

PIRAMIDA.ID — Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, mendesak Bupati...

Matinya kepakaran merupakan persoalan yang semakin relevan di tengah perkembangan teknologi informasi dan kemudahan akses internet

23/10/2026

MPIRAMIDA.ID-Matinya kepakaran merupakan persoalan yang semakin relevan di tengah perkembangan teknologi informasi dan kemudahan akses internet. Istilah ini tidak sekadar...

Aktivis Antikorupsi Kritik Wacana Redefinisi Korupsi: Berpotensi impunitas

23/10/2026

PIRAMIDA.ID- Gading Simangunsong, Alumni Diklat Antikorupsi Nasional 2025, menolak wacana Ketua DEN Luhut Binsar Panjaitan yang hendak me-redefinisi tindak pidana...

ILAJ Minta Kajari Simalungun Serius Tangani Dugaan Korupsi Dana TPG Di SD Al Washliyah 90 Sinaksak

17/10/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., S.Th., MAPS., meminta Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari)...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Keamanan Bukan Intimidasi, KOMRAD Pancasila Bela Langkah Preventif Polda Jateng Terkait Kasus Sukoharjo

31/10/2026
Berita

Minim Kegiatan Pemuda, KNPI Desak Kepala Dispora Simalungun Dicopot

28/10/2026
Berita

10 Bulan Menjabat Bob Saragih Dinilai Gagal, Ketua ILAJ: Pada Hari Sumpah Pemuda Ini Kami Minta Bupati Copot Kadispora Simalungun

28/10/2026
Berita

Matinya kepakaran merupakan persoalan yang semakin relevan di tengah perkembangan teknologi informasi dan kemudahan akses internet

23/10/2026
Berita

Aktivis Antikorupsi Kritik Wacana Redefinisi Korupsi: Berpotensi impunitas

23/10/2026
Berita

ILAJ Minta Kajari Simalungun Serius Tangani Dugaan Korupsi Dana TPG Di SD Al Washliyah 90 Sinaksak

17/10/2026

Populer

Berita

Keamanan Bukan Intimidasi, KOMRAD Pancasila Bela Langkah Preventif Polda Jateng Terkait Kasus Sukoharjo

31/10/2026
Berita

10 Bulan Menjabat Bob Saragih Dinilai Gagal, Ketua ILAJ: Pada Hari Sumpah Pemuda Ini Kami Minta Bupati Copot Kadispora Simalungun

28/10/2026
Berita

Minim Kegiatan Pemuda, KNPI Desak Kepala Dispora Simalungun Dicopot

28/10/2026
Ilustrasi: dw.com
Dialektika

Zoroaster, Agama Pertama Yang Menyembah Satu Tuhan

15/06/2020
Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
Berita

SMP Cinta Rakyat 2 Sukses Gelar Olimpiade Tingkat SD

04/04/2022
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus