Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Jumat, Juli 3, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeSorot Publik

Pegiat HAM: Jokowi Perlu Pilih Panglima TNI yang Peduli Hak Asasi Manusia

byRedaksi
15/08/2021
inSorot Publik
101
SHARES
722
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Menjelang berakhirnya masa tugas Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto yang akan pensiun pada November 2021, sejumlah pegiat HAM mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memilih panglima baru yang memahami hak asasi manusia (HAM), memiliki rekam jejak yang bersih dari dugaan terlibat kasus pelanggaran HAM, dan berkomitmen menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM yang melibatkan anggota-anggotanya di masa lalu.

“Kita berharap panglima TNI yang terpilih akan aktif melakukan promosi tentang pentingnya pemajuan hak asasi manusia,” kata Sandrayati Moniaga, Komisioner Komnas HAM.

Kekerasan dan pelanggaran HAM oleh aparat masih terjadi

Di masa kepemimpinan Marsekal Hadi Tjahjanto, masih sering terjadi kekerasan dan pelanggaran HAM yang melibatkan anggota TNI di berbagai wilayah, terutama Papua. Pada 26 Juli 2021, misalnya, dua anggota TNI Angkatan Udara menganiaya seorang penyandang disabilitas di Merauke, Papua.

Pada 30 Juli 2021 di Kabupaten Timor Tengah Utara di Nusa Tenggara Timur, seorang anggota TNI berpangkat kopral dua berinisial EP dari kesatuan Koramil Biboki Selatan diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap dua orang pelajar, MJ dan YN, yang masing-masing berusia 15 dan 17 tahun. Berdasarkan laporan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), EP diduga menganiaya dua pelajar tersebut untuk menegakkan protokol kesehatan.

Sejumlah insiden tersebut menambah panjang daftar kekerasan yang dilakukan aparat di masa pagebluk COVID-19. Pada April 2020 hingga Januari 2021, Kontras mencatat, setidaknya ada 17 peristiwa kekerasan yang melibatkan aparat keamanan, termasuk anggota TNI.

Sejak Oktober 2019 hingga September 2020, jumlah kasus kekerasan dan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh atau melibatkan anggota TNI mencapai 76 kasus, meningkat dari 58 peristiwa di 2018-2019, menurut Kontras. Aksi kekerasan yang paling banyak dilakukan adalah penganiayaan, penembakan, intimidasi, dan penculikan.

Kontraproduktif agenda reformasi keamanan

Fatia Maulidiyanti, koordinator Kontras, berharap bahwa pemerintah memanfaatkan penggantian panglima TNI sebagai momentum untuk memperbaiki kinerja institusi TNI dan mengevaluasi berbagai praktik kekerasan dan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh anggota-anggotanya.

“Yang juga penting ialah bagaimana pemerintah menuntut institusi militer untuk mengedepankan standar-standar hak asasi manusia dan demokrasi. Pemerintah juga perlu meminimalkan potensi terjadinya konflik kepentingan di dalam keterlibatan TNI di ranah-ranah sipil,” kata Fatia.

Menurut Fatia, penunjukan anggota TNI sebagai pemimpin di lembaga-lembaga negara merupakan bukti pelibatan TNI di ranah sipil, dan hal ini kontraproduktif dengan agenda reformasi keamanan di Indonesia.

M. Busyrol Fuad, manajer advokasi Lembaga Studi & Advokasi Masyarakat (ELSAM), berpendapat bahwa sosok ideal yang Presiden Jokowi perlu tunjuk sebagai pengganti Hadi Tjahjanto ialah orang yang berkomitmen melanjutkan agenda reformasi militer agar TNI menjadi institusi yang lebih profesional. Busyrol berpendapat bahwa calon panglima TNI harus berkomitmen untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM di masa lalu agar kasus serupa tidak terulang.

“ELSAM juga mendesak calon panglima TNI yang baru untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip hak asasi manusia dalam tugas dan fungsinya,” kata Busyrol.

Sandrayati dari Komnas HAM mengatakan bahwa jika berkomitmen menghormati HAM, panglima yang baru perlu menyampaikan komitmen tersebut secara terbuka kepada masyarakat. Busyrol sependapat dengan Sandrayati. Namun menurutnya, yang lebih penting ialah sesegera mungkin membuktikan komitmen tersebut dengan aksi nyata, seperti menarik pasukan-pasukannya dari Papua.

Pahami etnografi di wilayah konflik

Sementara Dr. Adriana Elisabeth, dosen hubungan internasional dan resolusi konflik di Universitas Pelita Harapan yang selama ini intens meneliti Papua, mengingatkan Jokowi bahwa TNI terlibat di dalam sejarah kekerasan di Papua, dan sebagian masyarakat Papua masih belum bisa melupakan pengalaman kelam tersebut.

“Desakan agar TNI menarik pasukannya dari Papua jelas berbasis pada pengalaman kekerasan yang dialami hampir sebagian masyarakat Papua di wilayah-wilayah konflik.

Tetapi, (jika pasukan ditarik), harus ada jaminan dari pemerintah daerah bahwa tidak akan terjadi lagi kekerasan yang dilakukan (oleh kelompok-kelompok pemberontak),” ujar Adriana.

Oleh karena itu, Adriana berpendapat bahwa Jokowi perlu memilih calon panglima yang betul-betul memahami berbagai pendekatan untuk merangkul dan mendekati masyarakat di daerah konflik seperti Papua.

“Menurut saya, tidak cukup hanya dibekali pemahaman pentingnya HAM. Tetapi lebih penting ialah sosok tersebut memahami etnografi di wilayah konflik dan memahami cara berinteraksi dengan masyarakat yang berbeda secara kultur,” kata Adriana.

Perlunya keberpihakan terhadap hak-hak perempuan

Selain peduli terhadap penegakan HAM pada umumnya, Dr. Bahrul Fuad yang menjabat sebagai komisioner di Komnas Perempuan berharap bahwa calon panglima TNI punya visi lebih kuat dalam melindungi dan memenuhi hak-hak perempuan.

“Perempuan sangat rentan mengalami kekerasan. Oleh karena itu, visi tersebut harus dimiliki oleh panglima TNI supaya pasukan-pasukannya memiliki kesadaran tentang pentingnya hak-hak perempuan,” kata Bahrul kepada DW Indonesia.

Menurut catatan Komnas Perempuan, masih sering terjadi kasus kekerasan terhadap perempuan yang melibatkan aparat TNI, salah satunya adalah tes keperawanan dalam proses rekrutmen prajurit perempuan.

Bahrul mengapresiasi pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa melalui kanal Youtube Angkatan Darat yang mengindikasikan bahwa ia menolak tes keperawanan dilanjutkan. Walakin, Komnas Perempuan mendorong Andika untuk secara resmi menghapus tes ini di Angkatan Darat dengan menerbitkan kebijakan tertulis.

“Kita berharap, panglima TNI yang akan baru juga menjadikan kebijakan (penghapusan tes keperawanan) sebagai kebijakan resmi yang didokumentasikan secara tertulis sehingga bisa diikuti oleh ketiga matra (darat, laut, dan udara),” katanya.

Tes keperawanan merupakan bentuk serangan seksual terhadap perempuan karena merendahkan derajat kemanusiaan, tegas Bahrul. Karena itu, apa pun alasannya, praktik ini tidak dapat dibenarkan.

Selain itu, meskipun presiden merupakan Panglima Tertinggi Angkatan Perang Republik Indonesia dan punya hak prerogatif dalam menunjuk calon panglima TNI, Dr. Adriana Elisabeth dari Universitas Pelita Harapan berpendapat bahwa Jokowi perlu mendengar aspirasi dari aktor nonnegara seperti akademisi, peneliti, dan aktivis.

“Presiden perlu mendengar masukan dari aktor nonnegara karena banyak dari mereka langsung berinteraksi dengan masyarakat di daerah-daerah konflik. Mereka sebetulnya jauh lebih tahu dinamika konflik di lapangan seperti apa,” kata Adriana.(*)


DW Indonesia

Tags:#HAM#Indonesia#panglima#tni
Share40SendShare

Related Posts

PMKRI Pematangsiantar Sukses Gelar MPAB 2026: Momentum Penguatan Kaderisasi Baru

25/05/2026

PIRAMIDA.ID-​SIMALUNGUN – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi sukses menyelenggarakan Masa Penerimaan Anggota Baru...

Ketua ILAJ Soroti Jalan Rusak di Pagagan Hilir, Bupati Dairi: “Kenapa Disebut Tutup Mata?”

10/05/2026

PIRAMIDA.ID - Kecamatan Pagagan Hilir kembali menjadi sorotan akibat kondisi jalan rusak yang dinilai membahayakan masyarakat. Kerusakan terjadi di sejumlah ruas...

Komjen Pol Ridwan Zulkarnaen Panca Putra Jadi Kalemdiklat Polri, Ketua ILAJ: Dimana Saja Beliau Pasti Cemerlang

10/05/2026

PIRAMIDA.ID - Ketua Institute Law And Justice (ILAJ) Fawer Full Fander Sihite memberikan apresiasi atas pelantikan Komjen Pol Drs Ridwan...

Refleksi 800 Tahun Santo Fransiskus: PMKRI Pematangsiantar Ajak Generasi Muda Hidupi Kesederhanaan dan Cinta Lingkungan

10/05/2026

PIRAMIDA.ID-PEMATANGSIANTAR — Dalam semangat memperingati 800 tahun perjalanan spiritual Santo Fransiskus dari Assisi, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang...

ILAJ Desak Dirut PTPN IV PalmCo Copot Regional Head Budi Susanto, Dinilai Lindungi Oknum VAN

04/05/2026

PIRAMIDA.ID — Institute Law and Justice (ILAJ) mendesak Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa, untuk mencopot Budi Susanto...

Isu Mobil & Rumah, Fawer Sihite Tegaskan Ilal Mahdi Nasution Sosok Taat Aturan, Minta Publik Hentikan Opini Negatif Karena Cemburu

29/04/2026

PIRAMIDA.ID — Fawer Sihite angkat bicara menanggapi berbagai isu miring yang diarahkan kepada Ilal Mahdi Nasution. Sebagai sahabat lama, Fawer...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

FESTIVAL U-12 RAMER PLUS FC 2026

01/07/2026
Berita

Sunat Gratis 41 Orang, KBG, Koin Dakwah, BKM Safinaatussalam Berkolaborasi di Bandar Huluan

28/06/2026
Berita

Warga Marteng Bangun dan Rawat Kampung Sendiri

28/06/2026
Berita

Areal Lapangan Bola Serbalawan, Mulai Diperbaiki Secara Swadaya

28/06/2026
Berita

Catat Sejarah 26 Santri Generasi Pertama SD Muhammadiyah Serbalawan di Wisuda

27/06/2026
Berita

Bentrok Warga VS PT Bridgestone Pemerintah Wajib Hadir, APH Tidak Boleh Absen

26/06/2026

Populer

Berita

Areal Lapangan Bola Serbalawan, Mulai Diperbaiki Secara Swadaya

28/06/2026
Berita

Catat Sejarah 26 Santri Generasi Pertama SD Muhammadiyah Serbalawan di Wisuda

27/06/2026
Berita

FESTIVAL U-12 RAMER PLUS FC 2026

01/07/2026
Berita

Bentrok Warga VS PT Bridgestone Pemerintah Wajib Hadir, APH Tidak Boleh Absen

26/06/2026
Berita

Warga Marteng Bangun dan Rawat Kampung Sendiri

28/06/2026
Berita

Sunat Gratis 41 Orang, KBG, Koin Dakwah, BKM Safinaatussalam Berkolaborasi di Bandar Huluan

28/06/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber