Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Kamis, Oktober 8, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

PMKRI Pematangsiantar Nobar Film ‘Pesta Babi’: Suarakan Perlawanan Terhadap Kolonialisme Modern di Tanah Papua

byAFP
06/05/2026
inBerita
99
SHARES
705
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Pematangsiantar, 6 Mei 2026 – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi menggelar nonton bareng (nobar) dan diskusi mendalam atas film dokumenter investigatif “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”. Kegiatan yang berlangsung di Margasiswa PMKRI Pematangsiantar pada Selasa malam (05/05/2026) bertujuan untuk membedah realitas perampasan ruang hidup masyarakat adat di Papua Selatan yang dibungkus dengan narasi Proyek Strategis Nasional (PSN).

Film karya sutradara Dandhy Laksono dan Cypri Dale ini menyingkap tabir gelap di balik ambisi pemerintah dalam proyek ketahanan pangan dan energi (biodiesel dan bioetanol). Film ini merekam momen traumatik warga, seperti Yasinta Moiwend yang menyaksikan kedatangan 2.000 ekskavator di dermaga kampungnya, hingga aksi heroik Franky Woro dan komunitas Awyu yang memasang 1.800 salib merah sebagai benteng spiritual dan fisik melawan ekspansi korporasi dan militer.

Diskusi ini menghadirkan *Br. Fransiskus Malau, OFMCap* sebagai pemantik, *Fransisco Mezgion Hutauruk* (Ketua Presidium PMKRI Pematangsiantar) sebagai penanggap kritis dan *Paulinus Mersiwince Gulo* (Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Pematangsiantar) sebagai moderator diskusi.

Dalam paparannya, Br. Fransiskus Malau menekankan bahwa apa yang terjadi di Papua adalah potret ketidakadilan pembangunan. “Tanah Papua bukan tanah kosong. Di sana ada Suku Marind, Yei, dan Awyu yang identitasnya melekat pada hutan. Ketika hutan dikonversi menjadi kebun tebu dan sawit seluas 2,5 juta hektar tanpa persetujuan mereka, itu bukan pembangunan, melainkan penghancuran peradaban,” tegasnya.

Ketua Presidium PMKRI Pematangsiantar, Fransisco Mezgion Hutauruk, memberikan tanggapan keras terhadap fenomena yang ditampilkan dalam film tersebut. Ia menilai bahwa pola-pola marjinalisasi masyarakat adat atas nama investasi adalah bentuk kolonialisme gaya baru yang nyata.

“Film Pesta Babi adalah refleksi pahit bagi kita semua. Sebagai mahasiswa, kita tidak boleh hanya menjadi penonton akademik. Kita harus memiliki sensitivitas dan keberpihakan yang jelas kepada mereka yang termarjinalkan. Jika hari ini hutan Papua dirampas, bukan tidak mungkin besok tanah di sekitar kita yang akan menjadi korban atas nama kepentingan elit,” ujar Fransisco.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan jaringan politikus, investor, bahkan oknum gereja dalam mendukung eksploitasi tersebut harus dikritisi oleh gerakan mahasiswa. “Mahasiswa harus peka. Isu Papua adalah isu kemanusiaan universal. Kita dituntut untuk berani menyuarakan kebenaran di tengah relasi kuasa yang tidak seimbang antara negara-korporasi melawan masyarakat adat yang hanya bersenjatakan salib dan palang adat,” tambahnya.

Kegiatan nobar ini diakhiri dengan komitmen bersama anggota PMKRI Pematangsiantar untuk terus mengawal isu-isu konflik agraria dan hak asasi manusia. PMKRI menegaskan bahwa ruang intelektual seperti ini akan terus digalakkan agar mahasiswa tetap menjadi kompas moral dalam membela hak-hak rakyat kecil yang seringkali dikorbankan di atas altar pembangunan ekonomi. (AFP)

Share40SendShare

Related Posts

FAJAR BARU TRUNOJOYO: MENANTI REVOLUSI POLRI DI TANGAN JENDRAL SUYUDI

05/10/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta - Penunjukan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang baru membawa...

62 Tahun PMKRI Pematangsiantar: Bertumbuh dalam Persaudaraan, Mengabdi dalam Perjuangan

05/10/2026

PIRAMIDA.ID- Pematangsiantar, 4 Oktober 2026 — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi memperingati Dies...

Tokoh Simalungun: Pemilihan Rektor USI PerluMengedepankan Kapasitas dan Visi

05/10/2026

PIRAMIDA.ID  – Pemilihan Rektor Universitas Simalungun (USI) tengah berlangsung. Sejumlah tokohmasyarakat Simalungun meminta proses tersebutmempertimbangkan kapasitas, integritas, rekam jejak, serta...

5 Fraksi DPRD tidak mau bahas P-APBD berpotensi melakukan Perbuatan Melawan Hukum

02/10/2026

PIRAMIDA.ID- Karena tidak menjalankan fungsi legislasi dengan tidak membahas Perubahan P-APBD Pematangsiantar Tahun Anggaran (TA) 2026, mencuat pernyataan, 5 Ketua...

Apresiasi Polda Metro Jaya Dalam Pengungkapan Kasus Alm Bambang Setiawan, Komrad Pancasila: Jangan Naikkan Dugaan Menjadi Vonis

01/10/2026

PIRAMIDA | JAKARTA — Koordinator Komrad Pancasila, Antony Komrad, mengingatkan pentingnya menjaga ketelitian dalam menanggapi laporan investigasi mengenai kematian Bambang...

PMKRI Pematangsiantar Kota Pendidikan Tak Boleh Membiarkan Anak Belajar dalam Ketakutan

26/09/2026

PIRAMIDA.ID- Pematangsiantar, 26 September 2026 — DPC PMKRI Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi Periode 2026–2027 menyoroti persoalan perundungan (bullying)...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

FAJAR BARU TRUNOJOYO: MENANTI REVOLUSI POLRI DI TANGAN JENDRAL SUYUDI

05/10/2026
Berita

62 Tahun PMKRI Pematangsiantar: Bertumbuh dalam Persaudaraan, Mengabdi dalam Perjuangan

05/10/2026
Berita

Tokoh Simalungun: Pemilihan Rektor USI PerluMengedepankan Kapasitas dan Visi

05/10/2026
Berita

5 Fraksi DPRD tidak mau bahas P-APBD berpotensi melakukan Perbuatan Melawan Hukum

02/10/2026
Berita

Apresiasi Polda Metro Jaya Dalam Pengungkapan Kasus Alm Bambang Setiawan, Komrad Pancasila: Jangan Naikkan Dugaan Menjadi Vonis

01/10/2026
Berita

PMKRI Pematangsiantar Kota Pendidikan Tak Boleh Membiarkan Anak Belajar dalam Ketakutan

26/09/2026

Populer

Berita

5 Fraksi DPRD tidak mau bahas P-APBD berpotensi melakukan Perbuatan Melawan Hukum

02/10/2026
Berita

FAJAR BARU TRUNOJOYO: MENANTI REVOLUSI POLRI DI TANGAN JENDRAL SUYUDI

05/10/2026
Berita

62 Tahun PMKRI Pematangsiantar: Bertumbuh dalam Persaudaraan, Mengabdi dalam Perjuangan

05/10/2026
Pojokan

Putu Laxman Pendit, Doktor Perpustakaan yang Tidak Dapat Tempat di Indonesia

30/07/2021
Berita

Tokoh Simalungun: Pemilihan Rektor USI PerluMengedepankan Kapasitas dan Visi

05/10/2026
Pojokan

Pesan Tersembunyi Ki Narto Sabdo Dalam Lagu Kelinci Ucul

23/09/2020
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus