Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Selasa, Oktober 27, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

PP PMKRI: Kebijakan Impor Garam Merupakan Bentuk Pengabaian Terhadap Petambak Garam

byRedaksi
25/03/2021
inBerita
100
SHARES
717
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono mengatakan untuk masalah impor garam, telah diputuskan dalam rapat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi beberapa waktu lalu.

Berdasarkan hasil pertemuan tersebut pemerintah berencana mengimpor garam sebanyak 3,07 juta ton.

Rencana impor garam tersebut akan dilakukan secara bertahap dimulai akhir Maret ini. Menurut Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, alasan dilakukannya impor garam berkaitan dengan kualitas dan kuantitas garam lokal. Ia menjelaskan, pada dasarnya garam impor tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri.

Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) menolak rencana impor ini dan meminta pemerintah untuk mengkaji ulang kebijakan ini dengan keberpihakan pada petambak garam.
Alboin Samosir selaku Presidium Gerakan Kemasyarakatan PP PMKRI mengatakan, “Fenomana impor garam di Indonesia bukanlah hal yang baru lagi, tercatat dalam beberapa kurun waktu terakhir tercatat Indonesia terus melakukan impor garam secara berkesinambungan dan cenderung meningkat setiap tahunnya.”

“Data dari Badan Pusat Statistik mencatat realisasi impor garam RI sepanjang 2020 mencapai 2,61 juta ton dengan nilai mencapai US$ 94,55 juta, secara volume meningkat dibandingkan realisasi impor pada 2019 yang sebanyak 2,59 juta ton. Sementara, pada 2018 volume impor garam RI mencapai 2,84 juta ton atau setara dengan US$ 90,65 juta,” urainya.

“Fenomena impor garam yang kian tahun kian subur semakin mempertegas hilangnya jati diri bangsa kita sebagai salah satu negara dengan bentangan pantai terluas di dunia, di mana harusnya ini menjadi berkat untuk menggenjot produksi garam di Indonesia justru diabaikan,” ujarnya.

Pemerintah berdalih keterbatasan stok menjadi alasan dilakukannya impor justu berbanding terbalik dengan melimpahnya stok garam di beberapa daerah, seperti stok garam di Jawa Timur mencapai 2,9 juta ton. Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Serang mengatakan produksi garam mencapai 400 ribu ton per tahun, pun hal yang sama terjadi di beberapa daerah.

Kemudian, alasan pemerintah mengatakan produk garam lokal kurang berkualitas dan tidak kontiniutas merupakan pengabaian relasi antara negara dengan petambak garam. Alasan ini setiap tahunnya seolah melegitimasi impor garam pemerintah, sementara di sisi lain, pemerintah sangat minim memberikan pelatihan dan peningkatan SDM para petambak, stimulus dana yang minim, dan membuka akses pasar yang masih tertutup, serta minimnya proteksi sosial ekonomi.

Ia menegaskan, pola yang dilakukan pemerintah ini juga mempertegas bahwa kebijakan impor garam bersifat reaktif-responsif namun tidak konstruktif. Pemerintah belum memiliki gambaran yang utuh terkait dengan pengelolaan garam di Indonesia, minim strategi, enggan berinovasi, dan keberpihakan kepada para petambak yang belum dimaksimalkan.

“Oleh karena itu, kiranya kebijakan ini segera dihentikan karena sudah pasti kebijakan ini akan merugikan para petambak yang ada di Indonesia, salah satu upaya yang bisa dilakukan pemerintah yakni memaksimalkan penyerapan garam lokal seraya berupaya meningkatkan kualitas garam tersebut,” tutupnya.(*)

Tags:#kebijakanimpor#KKP#pemerintahan#pmkri#polemik
Share40SendShare

Related Posts

Matinya kepakaran merupakan persoalan yang semakin relevan di tengah perkembangan teknologi informasi dan kemudahan akses internet

23/10/2026

MPIRAMIDA.ID-Matinya kepakaran merupakan persoalan yang semakin relevan di tengah perkembangan teknologi informasi dan kemudahan akses internet. Istilah ini tidak sekadar...

Aktivis Antikorupsi Kritik Wacana Redefinisi Korupsi: Berpotensi impunitas

23/10/2026

PIRAMIDA.ID- Gading Simangunsong, Alumni Diklat Antikorupsi Nasional 2025, menolak wacana Ketua DEN Luhut Binsar Panjaitan yang hendak me-redefinisi tindak pidana...

ILAJ Minta Kajari Simalungun Serius Tangani Dugaan Korupsi Dana TPG Di SD Al Washliyah 90 Sinaksak

17/10/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., S.Th., MAPS., meminta Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari)...

ILAJ Nilai Kajari Simalungun Lambat Tetapkan Tersangka Dugaan Pungli PDAM Tirta Lihou, Potensi Kerugian Warga Rp225 Juta

17/10/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., S.Th., MAPS., menyoroti lambatnya penanganan laporan dugaan...

Kemiskinan Disorot, Rocky Marbun Tagih Keberpihakan Pemko

16/10/2026

  PIRAMIDA.ID- Pematangsiantar - Persoalan kemiskinan di Kota Pematangsiantar dinilai masih menyisakan problematika sosial yang membutuhkan intervensi serius pemerintah. Di tengah...

Ketua ILAJ Minta DLH Pematangsiantar Periksa Penggunaan Bahan Kimia PT Bumi Sari Prima, Dorong Transparansi dan Jaminan Keamanan Produk Tepung

12/10/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., MAPS., meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Matinya kepakaran merupakan persoalan yang semakin relevan di tengah perkembangan teknologi informasi dan kemudahan akses internet

23/10/2026
Berita

Aktivis Antikorupsi Kritik Wacana Redefinisi Korupsi: Berpotensi impunitas

23/10/2026
Berita

ILAJ Minta Kajari Simalungun Serius Tangani Dugaan Korupsi Dana TPG Di SD Al Washliyah 90 Sinaksak

17/10/2026
Berita

ILAJ Nilai Kajari Simalungun Lambat Tetapkan Tersangka Dugaan Pungli PDAM Tirta Lihou, Potensi Kerugian Warga Rp225 Juta

17/10/2026
Berita

Kemiskinan Disorot, Rocky Marbun Tagih Keberpihakan Pemko

16/10/2026
Berita

Ketua ILAJ Minta DLH Pematangsiantar Periksa Penggunaan Bahan Kimia PT Bumi Sari Prima, Dorong Transparansi dan Jaminan Keamanan Produk Tepung

12/10/2026

Populer

Berita

Aktivis Antikorupsi Kritik Wacana Redefinisi Korupsi: Berpotensi impunitas

23/10/2026
Berita

Matinya kepakaran merupakan persoalan yang semakin relevan di tengah perkembangan teknologi informasi dan kemudahan akses internet

23/10/2026
Pojokan

Musik Disco, Bagaimana Asal Mula Terbentuknya?

17/05/2022
Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
Pojokan

Pesan Tersembunyi Ki Narto Sabdo Dalam Lagu Kelinci Ucul

23/09/2020
Kabar Desa

Lumbung Jea, Modal Masyarakat Adat Batak Jaga Ketahanan Pangan Saat Pandemi

16/07/2020
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus