Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Selasa, Juli 7, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeSorot Publik

Quo Vadis “Pendidikan Militer” di Indonesia

byRedaksi
19/09/2020
inSorot Publik
102
SHARES
729
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Dion A. F. Siallagan & Daulat Nathanael Banjarnahor, S.H., M.H.*

PIRAMIDA.ID- Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah sebuah negara kepulauan yang berciri nusantara dengan wilayah, batas, serta hak yang melekat ditetapkan berdasarkan pada Undang-Undang. Indonesia sebagai sebuah negara tentu memiliki wilayah yang  strategis, luas, berbatasan dengan beberapa negara sehingga memiliki nilai strategis.

Konsekuensi dari hal tersebut adalah seluruh komponen negara harus bersama-sama menjaga dan mempertahankan kedaulatan dan keutuhan NKRI serta menjaga segenap warga negara Indonesia. Oleh karena itu dibutuhkan sistem penyelenggaraan negara yang memadai dikaitkan dengan setiap ancaman yang dapat timbul setiap saat.

Maka landasan dan perwujudan dari konsep bela negara, yaitu “wajib militer”. Subjek dari konsep tersebut, yaitu tentara/perangkat untuk pertahanan negara lainnya, baik untuk pekerjaan yang telah dipilih sebagai akibat dari sebuah rancangan tanpa dasar.

Melihat fakta ini, pemerintah melalui pengajuan RUU Komponen Cadangan Pertahanan Negara menawarkan konsep Pendidikan Militer bagi warga negara selain Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam batasan umur tertentu dan kondisi kesehatan tertentu dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

Jika dilihat dari sisi pihak yang pro terhadap pendidikan militer, argumen yang dibangun adalah bahwa; pertama, dari sisi filosofis, setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Hal ini menggambarkan bahwa pembelajaran negara menjadi hak dan kewajiban setiap warga negara dan bukan monopoli militer.

Kedua, fakta bahwa wilayah Indonesia yang begitu luas, belum dibarengi dengan jumlah Pasukan TNI aktif yang memadai.

Ketiga, kondisi Indonesia di mana semakin maraknya paham radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme yang dapat menguras sikap nasionalisme dan budaya bangsa, oleh karena itu bela negara, dan salah satunya melalui sarana pendidikan militer sangat dibutuhkan dalam menangkal  pengaruh-pengaruh yang dianggap berbahaya.

Keempat, dilihat dari sisi yuridis, bahwa setiap warganegara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara (Pasal 30 ayat 1 UUD 1945).

Terakhir, permasalahan/konflik luar negeri, misalnya konflik antara Amerika Serikat dan Republik Rakyat Tiongkok yang semakin memanas di Laut China Selatan, sehingga pemerintah melakukan antisipasi dan upaya dengan melakukan wajib militer yang salah satunya adalah lewat sarana pendidikan militer.

Jika dilihat dari sisi pihak yang kontra terhadap pendidikan militer, argumen yang dibangun adalah bahwa; pertama, bahwa semakin berkembangnya zaman, maka perkembangan teknologi semakin tinggi, perlengkapan dan persenjataan semakin canggih pula, sehingga tidak perlu kuantitas tetapi kualitas militernya.

Kedua, bahwa pendidikan itu bertujuan untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, serta memperhalus perasaan (Tan Malaka), yang artinya bahwa pendidikan itu tidak mengasah kemampuan berperang tetapi berpikir.

Ketiga, dari sisi filosofisnya bahwa bentuk bela negara dengan pendidikan militer atau wajib militer bukanlah suatu hal yang urgen jika dikaitkan dengan politik luar negeri Indonesia yang lebih mengedepankan perdamaian dan komunikasi dan mengatasi konflik, dan tanpa menerapkan pendidikan militer sejatinya warganegara telah menjalankan peran dalam upaya bela negara, yakni melalui pengabdian sesuai profesi dalam bidangnya masing-masing yang semata-mata merupakan wujud pengabdian terhadap bangsa dan negara.

Terakhir, dalam aspek sosiologisnya, pendidikan militer berpotensi menimbulkan dampak negatif di masyarakat, contohnya di Korea Selatan, pada bulan Juli tahun 2014 yang lalu anggota wajib militernya tewas bunuh diri karena tekanan mental, konflik lain lagi di mana anggota wajib militer menembakkan senjatanya kepada lima anggota wajib militer lainnya karena hal yang sepele.

Oleh karena itu, menimbang berbagai argumentasi tersebut penulis mengajukan konsep bela negara tanpa dengan menerapkan wajib militer dalam bentuk pendidikan militer, yaitu antara lain memulai menerapkan pendidikan karakter, dengan argumen bahwa pendidikan karakter memiliki cakupan luas, tidak hanya mampu untuk menciptakan dan menguatkan karakter seseorang, akan tetapi juga bermanfaat untuk melatih mental dan moral.

Hal ini juga akan mencegah terjadinya kondisi mental individu yang malas dan moral yang buruk, serta dengan menerapkan pendidikan karakter sejak dini, secara perlahan dan bertahap sikap dan karakter anak bangsa akan terbaharui dan memiliki jiwa nasionalisme dan cinta akan negara.


* Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kewarganegaran FKIP Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar.

** Dosen Program Studi Pendidikan Kewarganegaran FKIP Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar.

Tags:#belanegara#pemuda#pendidikanmiliter#pertahanan
Share41SendShare

Related Posts

Tak Tanggung-tanggung, Masyarakat Serbalawan Perbaiki Tribun Lapangan Dobana

03/07/2026

PIRAMIDA.ID- Setelah memperbaiki lokasi Tiang Bendera, saat ini masyarakat kelurahan Serbalawan, kecamatan Dolok Batu Nanggar (Dobana) kembali memperbaiki Atap Tribun...

PMKRI Pematangsiantar Sukses Gelar MPAB 2026: Momentum Penguatan Kaderisasi Baru

25/05/2026

PIRAMIDA.ID-​SIMALUNGUN – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi sukses menyelenggarakan Masa Penerimaan Anggota Baru...

Ketua ILAJ Soroti Jalan Rusak di Pagagan Hilir, Bupati Dairi: “Kenapa Disebut Tutup Mata?”

10/05/2026

PIRAMIDA.ID - Kecamatan Pagagan Hilir kembali menjadi sorotan akibat kondisi jalan rusak yang dinilai membahayakan masyarakat. Kerusakan terjadi di sejumlah ruas...

Komjen Pol Ridwan Zulkarnaen Panca Putra Jadi Kalemdiklat Polri, Ketua ILAJ: Dimana Saja Beliau Pasti Cemerlang

10/05/2026

PIRAMIDA.ID - Ketua Institute Law And Justice (ILAJ) Fawer Full Fander Sihite memberikan apresiasi atas pelantikan Komjen Pol Drs Ridwan...

Refleksi 800 Tahun Santo Fransiskus: PMKRI Pematangsiantar Ajak Generasi Muda Hidupi Kesederhanaan dan Cinta Lingkungan

10/05/2026

PIRAMIDA.ID-PEMATANGSIANTAR — Dalam semangat memperingati 800 tahun perjalanan spiritual Santo Fransiskus dari Assisi, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang...

ILAJ Desak Dirut PTPN IV PalmCo Copot Regional Head Budi Susanto, Dinilai Lindungi Oknum VAN

04/05/2026

PIRAMIDA.ID — Institute Law and Justice (ILAJ) mendesak Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa, untuk mencopot Budi Susanto...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

PMKRI Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi Gelar Masa Bimbingan (MABIM) 2026, Bentuk Kader Kritis, Humanis, dan Berintegritas

06/07/2026
Berita

Viral Polri Disebut Terkorup, Komrad Pancasila Pasang Badan: Metodologinya Patut Dipertanyakan!

05/07/2026
Berita

Gagalnya 27 PSW berangkat ke Manokwari. Aktivis Perempuan Kristen Kepri; Bukan Penggelapan, Ini Korupsi yang tidak berkemanusiaan

05/07/2026
Sorot Publik

Tak Tanggung-tanggung, Masyarakat Serbalawan Perbaiki Tribun Lapangan Dobana

03/07/2026
Dialektika

Ngobrol Pintar CS KERAS Bahas Dugaan Keterlibatan Wali Kota Siantar dalam Pembelian Eks Rumah Singgah COVID-19

02/07/2026
Berita

FESTIVAL U-12 RAMER PLUS FC 2026

01/07/2026

Populer

Berita

FESTIVAL U-12 RAMER PLUS FC 2026

01/07/2026
Sorot Publik

Tak Tanggung-tanggung, Masyarakat Serbalawan Perbaiki Tribun Lapangan Dobana

03/07/2026
Berita

Gagalnya 27 PSW berangkat ke Manokwari. Aktivis Perempuan Kristen Kepri; Bukan Penggelapan, Ini Korupsi yang tidak berkemanusiaan

05/07/2026
Berita

TKSK Simalungun Berduka, Kepergian Suhendra Mengejutkan Para Sahabat

25/06/2026
Berita

Areal Lapangan Bola Serbalawan, Mulai Diperbaiki Secara Swadaya

28/06/2026
Dunia

Runtuhnya Kejayaan Bangsa Viking

03/08/2021
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber