Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Minggu, Juni 21, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeEdukasi

Sumpah Pemuda Sebagai Alat Pemersatu dalam Menghadapi Tantangan Zaman

byRedaksi
28/10/2022
inEdukasi
106
SHARES
755
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Oleh: Repsol Pernando Togatorop*

PIRAMIDA.ID- Selamat Hari Sumpah Pemuda yang ke-94 tahun. Merdeka! Peringatan Hari Sumpah Pemuda merupakan hari besar yang sangat bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia merebut kemerdekaan. Tepatnya pada tangga 27- 28 Oktober 1928, digelar Kongres Pemuda II. Para pemuda Indonesia bersatu untuk membuat keputusan/ikrar. Ikrar itulah yang sampai saat ini kemudian diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.

Dalam buku Menguak Misteri Sejarah (2010), Kongres Pemuda II yang dipimpin ole Sugondo Joyopuspito, kemudian dikenal dengan tujuan Sumpah Pemuda memiliki maksud, yakni melahirkan cita-cita semua perkumpulan pemuda-pemuda Indonesia, membicarakan masalah pergerakan Indonesia, memperkuat kesadaran bangsa Indonesia, dan memperteguh persatuan Indonesia.

“Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia. Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia,” demikian ikrar Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Jika dikaji secara mendalam Sumpah Pemuda mengajarkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Hal ini juga menjadi pembuktian bahwa perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia dapat disatukan dan sebagai manifestasi “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu (suku, agama, budaya, bahasa daerah).

Sumpah Pemuda mengandung nilai-nilai patriotisme, cinta tanah air, persatuan (nasionalisme), kegotongroyongan. Selain itu Sumpah Pemuda dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Peringatan secara nasionalnya pertama kali, diperingati pada tahun 1957. Masa di mana Soekarno sedang aktif mengkonsolidasikan kekuatannya bersama dengan TNI-AD yang saat itu dipimpin oleh Nasution. Sumpah Pemuda merupakan warisan simbolistik masa peralihan dari demokrasi parlementer ke demokrasi terpimpin.

Wacana Sumpah Pemuda sebagai alat pemersatu/pelanggengan kekuasaan, dalam tafsiran teorinya, Friedrich Nietzche seorang filsuf Jerman mengatakan bahwa sejarah itu adalah sesuatu yang begitu gemulai, sehingga sangat gampang untuk diperkosa, sebagaimana keperluan masa itu.

Nah Sumpah Pemuda saat itu seolah merupakan sesuatu yang digunakan sebagai alat untuk keperluan pada masanya. Teks Sumpah Pemuda yang ada sekarang ini juga disebut-sebut sebagai produk masa depan terutama kata-kata ‘satu’ yang ada di tiap poin Sumpah Pemuda itu. Kata-kata ‘satu’ dibuat pada era Soekarno tersebut adalah karena adanya ramalan ataupun kekhawatiran Soekarno sendiri, untuk menghindari adanya kegiatan yang berusaha memecah belah bangsa.

Hal yang sama terjadi ketika sejarah Majapahit seolah menjadi hegemoni, yang berusaha menyatukan nusantara, akan tetapi disisi lain sejarah Majapahit dan Gajah Mada, Sumpah Palapa adalah wacana yang didesain sebagai alat pelanggeng kekuasaan secara turun-temurun.

Terlepas dari sebuah analisis patahan sejarah tersebut, Sumpah Pemuda bagi sebagian masyarakat Indonesia bukanlah sekedar sumpah yang hanya diteriakkan sesaat kemudian dilupakan. Namun lebih dari itu mampu mengobarkan semangat persaudaraan, persatuan dan nasionalisme.

Sumpah pemuda dalam perjalanannya sangat berperan penting atas bangkit dan bersatunya seluruh rakyat Indonesia melawan penjajahan, niat yang muncul dari hati tanpa iming-iming, kemudian yang ada hanyalah pilihan merdeka atau mati.

Kemudian di waktu sekarang, di momen Sumpah Pemuda ini, tak salah jika semua warga negara kembali meneriakkan dan menggelorakan semangat sumpah itu.

Bicara soal persatuan dan nasionalisme kedua hal itu adalah harga mati, semangat sumpah pemuda akan terus berkobar di dada setiap pejuang Indonesia. Dengan satu tekad dan satu semangat, satu tanah air, satu bangsa satu bahasa persatuan.(*)


Penulis merupakan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jambi. Kader GMNI Cabang Jambi.

Tags:#Indonesia#pemuda#sumpahpemuda
Share42SendShare

Related Posts

Budaya Adat di Lingkungan Masyarakat Era Modern saat ini

15/11/2025

PIRAMIDA.ID-Dalam kehidupan Masyarakat era modern, budaya adat sering kali terpinggirkan oleh pengaruh media sosial dan perkembangan teknologi pada saat ini....

Geowisata Kaldera Toba Untuk Bumi Untuk Kita

15/07/2025

Geowisata Kaldera Toba Untuk Bumi Untuk Kita Oleh: Edis Galingging Geliat sektor pariwisata pacu terus pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Tampaknya...

Refleksi Paskah dan Titik Balik Kebangkitan Ekonomi Indonesia

20/04/2025

Refleksi Paskah dan Titik Balik Kebangkitan Ekonomi Indonesia Oleh: Fawer Full Fander Sihite, S.Th.,S.H.,MAPS 1. Menghadapi Perang Dagang Global Perang...

Presiden Prabowo ke Timur Tengah: Mengukuhkan Posisi Indonesia di Panggung Global

14/04/2025

Presiden Prabowo ke Timur Tengah: Mengukuhkan Posisi Indonesia di Panggung Global Oleh: Fawer Full Fander Sihite, S.Th., S.H., MAPS Kunjungan...

Pertemuan Prabowo dan Megawati: Sebuah Sinyal Positif bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

11/04/2025

Pertemuan Prabowo dan Megawati: Sebuah Sinyal Positif bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Refleksi Mahasiswa Kristen dalam Perspektif Alkitabiah Ditulis Oleh: Fawer...

Ekonomi Indonesia di Tengah Perang Dagang Global: Perspektif Alkitabiah dan Peran Mahasiswa Kristen

01/04/2025

Ekonomi Indonesia di Tengah Perang Dagang Global: Perspektif Alkitabiah dan Peran Mahasiswa Kristen Oleh: Fawer Full Fander Sihite.,S.Th.,S.H.,MAPS Perang dagang...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

663 Lulusan USI Diwisuda, Rektor USI: Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Pengabdian kepada Masyarakat

20/06/2026
Berita

Di Demo Puluhan Massa,!Hotbinson Damanik dan Mhd Ali Damanik Akan di Periksa? Kejatisu Akan Bentuk Tim Penelaa Penelaahan

17/06/2026
Berita

Masa Perkenalan (MAPER) Gel. III 2026 GMKI Pematangsiantar-Simalungun Sukses Terlaksana

16/06/2026
Berita

“Tuntutan 45” Aliansi Mahasiswa Batam; Desak Sahkan RUU Perampasan Aset, Evaluasi MBG hingga sorot isu Lingkungan di Kota Batam

15/06/2026
Berita

Ketua Pemuda Muhammadiyah Simalungun, Film Children of Heaven: Dakwah Kultural Muhammadiyah.

11/06/2026
Berita

Ketua ILAJ Minta Presiden Prabowo Atensi Kasus Fitri Agus Karo Karo, Petisi Rakyat Bebaskan FAK Tembus 1.283 Tanda Tangan

09/06/2026

Populer

Berita

“Tuntutan 45” Aliansi Mahasiswa Batam; Desak Sahkan RUU Perampasan Aset, Evaluasi MBG hingga sorot isu Lingkungan di Kota Batam

15/06/2026
Berita

Masa Perkenalan (MAPER) Gel. III 2026 GMKI Pematangsiantar-Simalungun Sukses Terlaksana

16/06/2026
ilustrasi: tirto.id/Gery
Sains

Apa itu Teori Evolusi Darwin?

27/01/2023
Pojokan

Pesan Tersembunyi Ki Narto Sabdo Dalam Lagu Kelinci Ucul

23/09/2020
Berita

Di Demo Puluhan Massa,!Hotbinson Damanik dan Mhd Ali Damanik Akan di Periksa? Kejatisu Akan Bentuk Tim Penelaa Penelaahan

17/06/2026
Berita

Kunjungi Gereja JKI Petra, PARKINDO ajak Warga Gereja Hentikan Diskriminasi Penyandang Disabilitas

02/03/2022
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber