Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Sabtu, September 5, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

Vaksin Sinovac Kurang Efektif, Tapi Pilihan Lain Terbatas

byRedaksi
01/07/2021
inBerita
100
SHARES
716
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- “Lebih baik daripada tidak.” Demikian penilaian salah seorang pakar penyakit menular terhadap vaksin COVID-19 buatan Sinovac Biotech, menyusul laporan bahwa ratusan tenaga kesehatan Indonesia yang mendapat vaksin itu tetap terjangkit COVID-19.

Menurut Ikatan Dokter Indonesia (IDI), setidaknya sepuluh dokter meninggal akibat COVID-19 meski telah mendapat dua dosis lengkap vaksin CoronaVac Sinovac. Tidak jelas seberapa luas penularan itu terjadi. Juga tidak jelas seberapa parah penularannya. Hanya sedikit data penelaahan sejawat (peer review) yang tersedia tentang vaksin itu.

Informasi yang tersedia menunjukkan bahwa vaksin itu kurang manjur dibandingkan yang lain, terutama terhadap jenis atau varian Delta yang sangat menular, yang pertama kali terdeteksi di India.

Namun vaksin yang lebih manjur belum bisa didapatkan di sebagian besar dunia, catat para ahli. Indonesia adalah salah satu dari belasan negara yang menggunakan vaksin dari pabrik di China itu, di mana vaksin yang tersedia sebagaian besar adalah vaksin Sinovac.

Keterbatasan data dari peer review mempersulit ahli untuk mengevaluasi vaksin tersebut. Meski begitu beberapa penelitian yang tersedia bisa memberikan sedikit gambaran.

Pemerintah Uruguay merilis data awal bulan ini yang menunjukkan bahwa CoronaVac mengurangi penularan COVID-19 hingga 61%, rawat inap di RS hingga 92%, dan kematian hingga 95%.

Meskipun bukan hasil studi peer review, penelitian ini adalah salah satu yang membandingkan CoronaVac dengan vaksin lain.

Pfizer-BioNTech

Dalam penelitian itu, ditemukan Vaksin Pfizer-BioNTech lebih efektif mengurangi penularan secara umum, menurunkan tingkat penularan hingga 78%. Tapi tingkat orang yang harus dirawat dan meninggal karena COVID-19 kurang lebih sama.

Tidak jelas apa varian yang dominan yang digunakan dalam penelitian itu.

Hal penting yang menentukan keampuhan vaksin adalah tingkat antibodi penetralisir virus, yaitu protein yang diproduksi oleh sistem imun yang mencegah virus merusak sel.

Vaksin Pfizer dan Moderna memproduksi banyak antibodi ini, yang membantu melindungi tubuh terhadap varian COVID-19, kata Peter Hotez, dekan National School of Tropical Medicine dan dosen di Baylor College of Medicine.

“Ya, memang ada orang-orang yang tertular varian Delta, meskipun telah divaksin, tapi cenderung tidak parah,” jelasnya. “Mereka tidak perlu dirawat atau meninggal karena COVID-19.”

“Kalau dilihat beberapa data vaksin Sinovac, tingkat antibodi penetralisir virus, bahkan setelah vaksin kedua, masih cukup rendah,” tambahnya.

Vaksin Sinovac memproduksi lebih sedikit antibodi ini dibandingkan dengan tujuh vaksin lainnya, termasuk Pfizer, Moderna, AstraZeneca dan Johnson & Johnson, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Nature Medicine.

Respon antibodi ini bahkan lebih kurang efektif melawan varian Delta, yang melonjak tajam di Indonesia dan di berbagai belahan dunia lain.

Namun tidak jelas, apa dampak respon antibodi ini bagi pasien. Vaksin tetap memberikan perlindungan terhadap jenis-jenis penyakit COVID-19 yang paling parah, menurut pejabat China yang dikutip media pemerintah.

Ketika varian Delta pertama kali merebak di China, di provinsi Guangdong awal bulan ini, “tidak ada satupun kasus infeksi yang parah terjadi pada orang yang sudah divaksin, dan dalam kasus yang parah, tidak satupun yang divaksinasi,” kata Feng Zijian, mantan wakil direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China.

Sementara itu, persediaan vaksin dari produsen lain lama tiba di sebagian besar negara di dunia.

“Kadang, hanya vaksin itu yang bisa didapatkan orang-orang,” kata Hotez. “Lebih baik (pakai vaksin yang tersedia) daripada tidak sama sekali.”(*)


VOA Indonesia

Tags:#efektif#herdimmunity#pfizer#sinovacVaksin
Share40SendShare

Related Posts

Persatuan Tak Dibela dengan Kekerasan: Komrad Pancasila Dukung Polri Bongkar Tuntas Kematian Bambang Setiyawan

04/09/2026

PIRAMIDA.ID | JAKARTA — Kematian Bambang Setiyawan (59), pedagang cermin di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, menyisakan luka sekaligus pertanyaan serius....

Dugaan Fee Proyek di Simalungun, Pro-Public Institute Minta PPATK dan KPK Tulusuri Aliran Dana ke JR. Saragih Mantan Bupati

31/08/2026

PIRAMIDA.ID – Direktur Pro-Public Institute, Goklif Manurung, meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)...

Iptu Yanti Harefa Tidak Terima Ada Wartawan Saat Melakukan Olah TKP di Djuwita Play Group

29/08/2026

PIRAMIDA.ID-Tim penyidik Polda Kepri yang dipimpin oleh Iptu Yanti Harefa mendatangi lingkungan Djuwita Play Group dan memeriksa sejumlah titik yang...

Mahasiswa di Batam Akan Gelar Unjuk Rasa, Desak Pemkot Batam Tinjau Ulang Kerja Sama Pembangunan Pasar Induk Jodoh

27/08/2026

PIRAMIDA.ID- BATAM, Sejumlah mahasiswa di Kota Batam yang tergabung dalam Koalisi Angkatan Muda Bersatu Kota Batam akan menggelar aksi unjuk...

Bank Mandiri Jangan Berlindung di Balik “Permintaan Aparat”, Publik Berhak Tahu Dasar Hukumnya

25/08/2026

PIRAMIDA.ID- MEDAN, 25 Agustus 2026 — Polemik penundaan transaksi rekening milik Supriyono alias Botok, koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB),...

Jalin Sinergi Pendidikan, PCM Siantar Utara Studi Tiru ke Perguruan Muhammadiyah Aekkanopan

25/08/2026

PIRAMIDA.ID- AEKKANOPAN, LABURA — Senin, 24 Agustus 2026 — PCM Siantar Utara bersama Majelis Dikdasmen Siantar Utara, jajaran kepala sekolah...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Persatuan Tak Dibela dengan Kekerasan: Komrad Pancasila Dukung Polri Bongkar Tuntas Kematian Bambang Setiyawan

04/09/2026
Berita

Dugaan Fee Proyek di Simalungun, Pro-Public Institute Minta PPATK dan KPK Tulusuri Aliran Dana ke JR. Saragih Mantan Bupati

31/08/2026
Berita

Iptu Yanti Harefa Tidak Terima Ada Wartawan Saat Melakukan Olah TKP di Djuwita Play Group

29/08/2026
Berita

Mahasiswa di Batam Akan Gelar Unjuk Rasa, Desak Pemkot Batam Tinjau Ulang Kerja Sama Pembangunan Pasar Induk Jodoh

27/08/2026
Berita

Bank Mandiri Jangan Berlindung di Balik “Permintaan Aparat”, Publik Berhak Tahu Dasar Hukumnya

25/08/2026
Berita

Jalin Sinergi Pendidikan, PCM Siantar Utara Studi Tiru ke Perguruan Muhammadiyah Aekkanopan

25/08/2026

Populer

Berita

Iptu Yanti Harefa Tidak Terima Ada Wartawan Saat Melakukan Olah TKP di Djuwita Play Group

29/08/2026
Berita

Dugaan Fee Proyek di Simalungun, Pro-Public Institute Minta PPATK dan KPK Tulusuri Aliran Dana ke JR. Saragih Mantan Bupati

31/08/2026
Berita

Jaksa Rumondang Manurung tuntut 1 Tahun penjara petugas Imigrasi yang membantu mengatur penyelundupan Narkotika Cair

23/07/2026
Berita

Resmi Dilantik, GMKI Pangkalpinang Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Elemen Masyarakat Mengatasi Pandemi

29/09/2021
Berita

Mahasiswa di Batam Akan Gelar Unjuk Rasa, Desak Pemkot Batam Tinjau Ulang Kerja Sama Pembangunan Pasar Induk Jodoh

27/08/2026
Edukasi

Kesenjangan Sosial Wilayah Perkotaan Menurut Pandangan Sosiologi

25/10/2022
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber