Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Kamis, Oktober 22, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

Vaksin Sinovac Kurang Efektif, Tapi Pilihan Lain Terbatas

byRedaksi
01/07/2021
inBerita
100
SHARES
717
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- “Lebih baik daripada tidak.” Demikian penilaian salah seorang pakar penyakit menular terhadap vaksin COVID-19 buatan Sinovac Biotech, menyusul laporan bahwa ratusan tenaga kesehatan Indonesia yang mendapat vaksin itu tetap terjangkit COVID-19.

Menurut Ikatan Dokter Indonesia (IDI), setidaknya sepuluh dokter meninggal akibat COVID-19 meski telah mendapat dua dosis lengkap vaksin CoronaVac Sinovac. Tidak jelas seberapa luas penularan itu terjadi. Juga tidak jelas seberapa parah penularannya. Hanya sedikit data penelaahan sejawat (peer review) yang tersedia tentang vaksin itu.

Informasi yang tersedia menunjukkan bahwa vaksin itu kurang manjur dibandingkan yang lain, terutama terhadap jenis atau varian Delta yang sangat menular, yang pertama kali terdeteksi di India.

Namun vaksin yang lebih manjur belum bisa didapatkan di sebagian besar dunia, catat para ahli. Indonesia adalah salah satu dari belasan negara yang menggunakan vaksin dari pabrik di China itu, di mana vaksin yang tersedia sebagaian besar adalah vaksin Sinovac.

Keterbatasan data dari peer review mempersulit ahli untuk mengevaluasi vaksin tersebut. Meski begitu beberapa penelitian yang tersedia bisa memberikan sedikit gambaran.

Pemerintah Uruguay merilis data awal bulan ini yang menunjukkan bahwa CoronaVac mengurangi penularan COVID-19 hingga 61%, rawat inap di RS hingga 92%, dan kematian hingga 95%.

Meskipun bukan hasil studi peer review, penelitian ini adalah salah satu yang membandingkan CoronaVac dengan vaksin lain.

Pfizer-BioNTech

Dalam penelitian itu, ditemukan Vaksin Pfizer-BioNTech lebih efektif mengurangi penularan secara umum, menurunkan tingkat penularan hingga 78%. Tapi tingkat orang yang harus dirawat dan meninggal karena COVID-19 kurang lebih sama.

Tidak jelas apa varian yang dominan yang digunakan dalam penelitian itu.

Hal penting yang menentukan keampuhan vaksin adalah tingkat antibodi penetralisir virus, yaitu protein yang diproduksi oleh sistem imun yang mencegah virus merusak sel.

Vaksin Pfizer dan Moderna memproduksi banyak antibodi ini, yang membantu melindungi tubuh terhadap varian COVID-19, kata Peter Hotez, dekan National School of Tropical Medicine dan dosen di Baylor College of Medicine.

“Ya, memang ada orang-orang yang tertular varian Delta, meskipun telah divaksin, tapi cenderung tidak parah,” jelasnya. “Mereka tidak perlu dirawat atau meninggal karena COVID-19.”

“Kalau dilihat beberapa data vaksin Sinovac, tingkat antibodi penetralisir virus, bahkan setelah vaksin kedua, masih cukup rendah,” tambahnya.

Vaksin Sinovac memproduksi lebih sedikit antibodi ini dibandingkan dengan tujuh vaksin lainnya, termasuk Pfizer, Moderna, AstraZeneca dan Johnson & Johnson, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Nature Medicine.

Respon antibodi ini bahkan lebih kurang efektif melawan varian Delta, yang melonjak tajam di Indonesia dan di berbagai belahan dunia lain.

Namun tidak jelas, apa dampak respon antibodi ini bagi pasien. Vaksin tetap memberikan perlindungan terhadap jenis-jenis penyakit COVID-19 yang paling parah, menurut pejabat China yang dikutip media pemerintah.

Ketika varian Delta pertama kali merebak di China, di provinsi Guangdong awal bulan ini, “tidak ada satupun kasus infeksi yang parah terjadi pada orang yang sudah divaksin, dan dalam kasus yang parah, tidak satupun yang divaksinasi,” kata Feng Zijian, mantan wakil direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China.

Sementara itu, persediaan vaksin dari produsen lain lama tiba di sebagian besar negara di dunia.

“Kadang, hanya vaksin itu yang bisa didapatkan orang-orang,” kata Hotez. “Lebih baik (pakai vaksin yang tersedia) daripada tidak sama sekali.”(*)


VOA Indonesia

Tags:#efektif#herdimmunity#pfizer#sinovacVaksin
Share40SendShare

Related Posts

ILAJ Minta Kajari Simalungun Serius Tangani Dugaan Korupsi Dana TPG Di SD Al Washliyah 90 Sinaksak

17/10/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., S.Th., MAPS., meminta Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari)...

ILAJ Nilai Kajari Simalungun Lambat Tetapkan Tersangka Dugaan Pungli PDAM Tirta Lihou, Potensi Kerugian Warga Rp225 Juta

17/10/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., S.Th., MAPS., menyoroti lambatnya penanganan laporan dugaan...

Kemiskinan Disorot, Rocky Marbun Tagih Keberpihakan Pemko

16/10/2026

  PIRAMIDA.ID- Pematangsiantar - Persoalan kemiskinan di Kota Pematangsiantar dinilai masih menyisakan problematika sosial yang membutuhkan intervensi serius pemerintah. Di tengah...

Ketua ILAJ Minta DLH Pematangsiantar Periksa Penggunaan Bahan Kimia PT Bumi Sari Prima, Dorong Transparansi dan Jaminan Keamanan Produk Tepung

12/10/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., MAPS., meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota...

Ketua ILAJ Desak Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Bayi 8 Bulan di Labura Diusut Tuntas

12/10/2026

PIRAMIDA.ID – Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., MAPS, menyampaikan keprihatinan mendalam atas meninggalnya seorang...

Ketua ILAJ Soroti Kasus Perundungan Siswi SD di Medan, Minta Polisi Usut Tuntas

12/10/2026

PIRAMIDA.ID – Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, S.H., MAPS, meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

ILAJ Minta Kajari Simalungun Serius Tangani Dugaan Korupsi Dana TPG Di SD Al Washliyah 90 Sinaksak

17/10/2026
Berita

ILAJ Nilai Kajari Simalungun Lambat Tetapkan Tersangka Dugaan Pungli PDAM Tirta Lihou, Potensi Kerugian Warga Rp225 Juta

17/10/2026
Berita

Kemiskinan Disorot, Rocky Marbun Tagih Keberpihakan Pemko

16/10/2026
Berita

Ketua ILAJ Minta DLH Pematangsiantar Periksa Penggunaan Bahan Kimia PT Bumi Sari Prima, Dorong Transparansi dan Jaminan Keamanan Produk Tepung

12/10/2026
Berita

Ketua ILAJ Desak Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Bayi 8 Bulan di Labura Diusut Tuntas

12/10/2026
Berita

Ketua ILAJ Soroti Kasus Perundungan Siswi SD di Medan, Minta Polisi Usut Tuntas

12/10/2026

Populer

Berita

Kemiskinan Disorot, Rocky Marbun Tagih Keberpihakan Pemko

16/10/2026
Berita

ILAJ Nilai Kajari Simalungun Lambat Tetapkan Tersangka Dugaan Pungli PDAM Tirta Lihou, Potensi Kerugian Warga Rp225 Juta

17/10/2026
Pojokan

Profesi Apoteker: Perannya Besar dan tak Sekedar Menunggui Apotek

27/09/2020
Edukasi

Kamus Digital Bahasa Batak ke Dalam Bahasa Indonesia

20/11/2022
Berita

ILAJ Minta Kajari Simalungun Serius Tangani Dugaan Korupsi Dana TPG Di SD Al Washliyah 90 Sinaksak

17/10/2026
Ilustrasi/Akun Twitter @Nobodycorp
Pojokan

Cerpen: 1998

24/08/2020
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus