Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Minggu, Juli 19, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDialektika

Antara Spinoza, Film PK, dan Agama

byRedaksi
23/09/2020
inDialektika
ilustrasi/poster film PK

ilustrasi/poster film PK

107
SHARES
763
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Agung Baster*

PIRAMIDA.ID- Beberapa waktu ini saya tertarik untuk nonton film India yang berjudul PK, padahal biasanya saya sendiri tidak suka dengan film India dan hanya sedikit sekali film Bollywood yang masuk selera saya.

Dan dari sedikit film India yang masuk selera ini, film PK adalah salah satunya.

FIlm yang dibintangi Amir Khan dan Anuskha Sharma ini sendiri sebenarnya film berbudget rendah dengan sedikit pemain jika dibandingkan dengan film-film kolosal India lainnya. Namun, film ini menawarkan sesuatu yang unik dan tidak biasa di mana alur cerita film ini penuh dengan komedi-satir yang mengkritik fenomena kaum agamais di India khususnya, mulai dari golongan Hindu, Islam, Kristen, dan lainnya.

Film ini diawali dengan menggambarkan tokoh utamanya, alien bernama PK (Peekay/pemabuk) dikirim untuk meneliti namun tersesat di bumi dan tak bisa pulang karena ‘remote control’ nya dicuri. Dalam usaha pencarian ‘remote control’ tersebut sebagai jalan ia untuk pulang, ia justru diperhadapkan kebingungan terhadap budaya manusia terutama tentang konsep agama yang sering kontradiktif.

Di film ini sendiri digambarkan banyak perilaku konyol kaum agamais, seperti:

1. Memberi minum patung-patung dan arca-arca Hindu dengan susu, padahal di jalanan India banyak anak-anak yang kelaparan. Di film ini juga digambarkan para tokoh agama terutama para baba (orang suci) mengeruk harta dan mempermainkan umatnya demi kepentingan pribadinya sehingga bisa hidup mewah;

2. Selain itu juga di film ini digambarkan bagaimana para pendeta Kristen sibuk menyales agamanya, atau mengusir orang dari gereja karena memberikan air kelapa bukanya anggur, seperti kebiasan umum peribadatan Kristen;

3. Dan terakhir, film ini juga menggambarkan bagaimana oknum teroris dari kalangan fundamentalis Islam mengebom sebuah kereta api yang sarat penumpang dengan alasan membela Tuhan.

Bagian yang lain paling menyentil dalam film ini ialah tatkala ia menunjukkan bagaimana menciptakan bisnis ‘ketakutan’ kepada orang dengan hanya bermodalkan sebuah batu biasa yang cukup dihiasi dengan sirih dan dibentuk seakan-akan lingga, nyatanya bisa mendatangkan lebih banyak uang dari seorang pedagang teh yang harus bekerja keras.

Hal ini karena batu tersebut menjadi objek benda yang dipuja banyak orang — dalam film ini, secara satir, ditunjukkan justru para intelektual mahasiswa yang memuja batu buatan itu karena dilanda kegamangan menghadapi ujian.

Fenomena seperti ini hampir terjadi pada agama di mana tempat-tempat atau simbol-simbol yang konon dianggap suci bagi kaum agamais bisa dimanipulasi menjadi lahan bisnis yang menguntungkan bagi orang yang lebih cerdas.

Di film ini sendiri pada akhirnya alien PK ini bilang bahwa mungkin saja di luar sana ada sosok Tuhan Yang Maha tapi tentunya sosok ini berbeda dengan yang disaleskan para oknum tokoh agama di bumi, karena Tuhan Yang Maha Segalanya tentunya adalah Tuhan yang universal dan gak bisa dimasukan dalam doktrin suatu agama, atau Tuhan dipaksa berdasarkan ego manusia karena alam semesta sangat luas.

Dalam satu scene pamungkas ia mengatakan, “Tuhan itu ada dua; Tuhan yang menciptakan manusia dan tuhan yang diciptakan manusia.”

“Kamu bilang Tuhan itu tunggal/esa/satu, ya? Tidak!! Tuhan itu ada Dua! Satu yang menciptakan kita semua, satu lagi yang diciptakan oleh orang-orang sepertimu.“-Peekay

Dan pandangan filosofis ini mengingatkan kita akan pandangan Baruch Spinoza yang dianggap sebagai pionir yang mempopulerkan Panteisme.

Satu waktu, Spinoza sendiri pernah mengatakan bahwa Tuhan yang asli adalah sosok yang tidak terbatas seperti tidak terbatasnya alam semesta ini; Tuhan sendiri tidak akan tunduk kepada doktrin suatu agama atau kehendak seseorang.

Karena Dia-lah yang mengatur dan menjadi bagian alam semesta ini termasuk manusia di dalamnya. Dus, secara simplenya, dalam pandangannya, alam semesta ini sendiri adalah Tuhan dan manusia adalah bagian di dalamnya, di mana jelas manusia gak mungkin bisa mengatur-atur alam semesta yang serba luas ini, tapi sebaliknya alam semesta bisa mengatur takdir manusia.

Bahkan dalam filsafat Spinoza yang lebih dalam sendiri, konsep moral baik-buruk, benar-salah, hitam-putih, ala pemikiran manusia tidak akan masuk dalam konsep Tuhan.

Karena Tuhan tidak bergerak secara benar atau salah sesuai persepsi manusia, Tuhan harusnya bergerak independen dan terbebas dari semua konsep bikinan manusia.

Hal ini berbeda dengan konsep Tuhan dalam agama kebanyakan, yang menggambarkan Tuhan adalah bagian terang, kebaikan, kebenaran, sedangkan anti-tesisnya adalah iblis atau setan yang mewakili kegelapan, kejahatan, dan hal buruk lainnya.

Konsep tuhan seperti ini adalah konsep tuhan yang tidak maha menurut Spinoza, karena hanya menjadi bagian dari pelengkap konsep iblis — dalam artian lain, konsep tuhan dan iblis tersebut seperti 2 sisi dari sebuah koin; tanpa salah satunya maka yang lain tidak ada.

Sebagaimana menurut Spinoza, harusnya karena Ia maha segalanya, Tuhan tidak akan masuk dalam suatu konsep agama apapun karena hal itu akan melanggar sifat omninya (Maha segalanya), termasuk maha adil, maha mengetahui, maha berkehendak, maha independen, terhadap manusia di sebuah planet kecil yang bernama bumi ini.

Pada akhirnya film PK atau pandangan Spinoza ini mau mengatakan bila sebenarnya kehidupan kita di bumi ini sebenarnya gak penting-penting amat di bawah luasnya alam semesta ini. Kita beranggapan diri kita penting, karena saat kitab-kitab agama dulu ditulis, manusia tidak mengetahui seluas apa alam semesta ini dan belum memiliki konsep alien dari planet lainnya.

Saya kira, refleksi demikian yang kita butuhkan untuk merajut toleransi dan kebersamaan menjaga bumi.


Penulis merupakan penggiat media sosial dan memiliki minat terhadap sejarah dan sains.

Editor: Hendra Sinurat

Tags:#film bagus#filosofi#konsep#panteisme#peekay#pemabuk
Share43SendShare

Related Posts

Ngobrol Pintar CS KERAS Bahas Dugaan Keterlibatan Wali Kota Siantar dalam Pembelian Eks Rumah Singgah COVID-19

02/07/2026

PIRAMIDA.ID – ALIANSI CS KERAS (Control Sosial – Kumpulan Elemen Rakyat Anti Suap) menggelar diskusi publik bertajuk NGOPI (Ngobrol Pintar) dengan...

Menantang Narasi Pikiran Ferry Irwandi Desak Reformasi Total Polri

05/09/2025

PIRAMIDA.ID - Seruan Ferry Irwandi dalam beberapa media berita online yang mendesak “reformasi total Polri” terdengar lantang, tetapi jika ditelisik...

Pidato Lengkap Jefri Gultom di Dies Natalis GMKI ke-74: Bangkit Ditengah Pergumulan

26/02/2024

Bangkit Ditengah Pergumulan Pidato 74 tahun GMKI Jefri Edi Irawan Gultom Para peletak sejarah selalu berpegang pada prinsip ini, ‘’perjalanan...

Pewaris Opera Batak

11/07/2023

Oleh: Thompson Hs* PIRAMIDA.ID- Tahun 2016 saya menerima Anugerah Kebudayaan dari Kemdikbud (sekarang Kemendikbudristek) Republik Indonesia di kategori Pelestari. Sederhananya,...

Mengapa Membahas Masa Depan Guru “Dianggap” Tidak Menarik?

01/05/2023

Oleh: Agi Julianto Martuah Purba PIRAMIDA.ID- “Mengapa sejauh ini kampus kita tidak mengadakan seminar tentang tantangan dan strategi profesi guru di...

Membangun Demokrasi: Merawat Partisipasi Perempuan di Bidang Politik

14/04/2023

Oleh: Anggith Sabarofek* PIRAMIDA.ID- Demokrasi, perempuan dan politik merupakan tiga unsur yang saling berkesinambungan satu dengan yang lain. Berbicara mengenai...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Ketua ILAJ: Seluruh Jajaran Satgas PKH Layak Dianugerahi Bintang Mahaputera atas Jasa Luar Biasa Memulihkan Keuangan dan Aset Negara

19/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Apresiasi Kepemimpinan Satgas PKH: Sjafrie Sjamsoeddin, ST Burhanuddin, dan Febrie Adriansyah Berhasil Selamatkan Aset Negara Senilai Rp402,4 Triliun

18/07/2026
Berita

Ketua Umum Jaringan Muda Pendukung Prabowo: 12 Poin Pernyataan Hotman Paris Tentang Febrie Adriansyah Tidak Bisa Dibantah Karena Berdasarkan Fakta

18/07/2026
Berita

Bupati Simalungun Terima Audensi Pimpinan BWI

17/07/2026
Berita

ILAJ Resmi Surati Presiden Prabowo, Ajukan Permohonan Pertimbangan Pemberian Abolisi atau Amnesti kepada Febrie Adriansyah

17/07/2026
Berita

Kejaksaan Agung Jangan Takut terhadap Tekanan Buzzer yang Memiliki Kepentingan, Menempatkan Febrie Adriansyah sebagai Saksi Merupakan Langkah yang Tepat

15/07/2026

Populer

Berita

Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah, Adi Putra dan Dody Arfan Rela Cuti Kerja

13/07/2026
Berita

Tak Mau Bahas LKPD, Aktivis ingatkan Anggota DPRD bisa dilaporkan

15/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Sebut Kita Harus Jujur Febrie dan ST Burhanuddin Paling Berani Lawan Koruptor dan Mafia, Dalam 4 Tahun Kejaksaan Agung Ungkap Kasus Korupsi Ribuan Triliun

12/07/2026
Berita

Hari Pertama Sekolah, TK ABA Serbalawan Dipadati Emak-emak

13/07/2026
Berita

Ketua Umum Jaringan Muda Pendukung Prabowo: 12 Poin Pernyataan Hotman Paris Tentang Febrie Adriansyah Tidak Bisa Dibantah Karena Berdasarkan Fakta

18/07/2026
Berita

Usai Pertemuan Kapolri dan Jaksa Agung, Ketua ILAJ: Stop Mendegradasi Kepercayaan Publik terhadap Kejaksaan, Percayakan Sepenuhnya Proses Hukum

13/07/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber