Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Selasa, Juli 21, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDunia

Bagaimana Badan Intelijen Soviet, KGB Meyakinkan Dunia bahwa AIDS adalah Senjata Biologis Amerika?

byRedaksi
24/02/2021
inDunia
99
SHARES
704
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Kisah eksperimen militer AS yang mungkin menghasilkan AIDS pada awalnya hanya rumor, tetapi menyebar seperti kebakaran hutan di seluruh benua Afrika dan sekitarnya. “Sebuah terbitan militer Soviet mengklaim bahwa virus yang menyebabkan AIDS bocor dari laboratorium Angkatan Darat AS yang melakukan eksperimen perang biologis,” pembawa acara CBS Dan Rather mengumumkan pada 30 Maret 1987, kepada jutaan orang Amerika yang resah dan  secara praktis tidak memiliki kemungkinan untuk memverifikasi kebenaran laporan Soviet itu.

Skandal internasional ini dimulai pertama kali dari publikasi lokal yang awalnya kurang dikenal dari New Delhi, India, yang mengaitkan Pentagon dengan AIDS. Pada Juli 1983 , harian India ‘Patriot’ menyatakan bahwa AIDS adalah “hasil dari eksperimen Pentagon untuk mengembangkan senjata biologis baru dan berbahaya.”

Penyakit ini terutama diduga menyerang imigran Haiti di Amerika Serikat (AS), serta “pecandu narkoba dan homoseksual” Amerika. Klaim yang tersirat adalah target utama “pencipta” virus adalah kelompok-kelompok terpinggirkan dalam intrik mereka yang tidak manusiawi dan jahat.

“Kisah tentang eksperimen militer AS yang mungkin menghasilkan AIDS menyebar perlahan tetapi akhirnya menyebar di benua Afrika dan sekitarnya seperti kebakaran hutan.”

Departemen “A”

Departemen Direktorat Utama Kedua KGB Soviet yang bertanggung jawab atas kontra-intelijen dibentuk pada 18 Maret 1954, dengan menggunakan nama dari huruf alfabet Sirilik.

Departemen analitis yang menggunakan huruf pertama Sirilik ‘A’ memiliki tugas yang sangat spesifik: mempersiapkan dan melaksanakan “inisiatif dan operasi rahasia untuk mempengaruhi pemerintah asing dan masyarakat umum, serta membentuk persepsi individu dan kelompok yang memusuhi kepentingan Soviet”. Agen tersebut menyebarkan laporan palsu dan mengamati apakah tindakan mereka berdampak positif pada Uni Soviet.

Mendiang Ladislav Bittman, yang kemudian berganti nama menjadi Lawrence Martin, adalah seorang agen KGB di Departemen ‘A’ yang kemudian membelot ke AS pada 1968. Pada awal karirnya, dia mengelola rumah bordil di Jerman untuk berkompromi dengan politisi. Pada 1964 ia juga menempatkan dokumen palsu Nazi di dasar danau Ceko “untuk membangkitkan perasaan anti-Jerman”.

Dalam salah satu wawancara terakhirnya sebelum wafat pada 2018, Bittmann yang saat itu berusia 87 tahun membeberkan definisi yang tajam tentang “disinformasi” — pekerjaan dan keahlian seumur hidupnya yang disebut sebagai “tindakan aktif” di lingkaran KGB.

“Informasi yang sengaja diubah dan dibocorkan secara diam-diam ke dalam proses komunikasi untuk menipu dan memanipulasi,” jelas Bittman.

Mantan rekan KGB Bittmann, Yuri Besmenow, yang juga beremigrasi ke AS dengan nama Tomas David Schuman pada 1970, mengeklaim bahwa lebih dari 80 persen uang yang dihabiskan KGB di luar negeri digunakan untuk membiayai “subversi ideologis” yang dirancang untuk mengacaukan sistem ekonomi, politik dan ideologi negara. Dalam kasus kisah AIDS, efek destabilisasi di AS sudah semakin dekat.

Sukses Merusak Citra AS 

Pada 1981, beberapa pegawai Departemen Luar Negeri AS, CIA, FBI, Departemen Pertahanan, dan badan-badan AS lainnya membentuk sebuah “Kelompok Kerja untuk Tindakan Aktif” yang bertugas menangkal disinformasi Soviet.

“Semua orang bekerja paruh waktu untuk masalah ini. Kami semua duduk mengelilingi meja setiap satu atau dua minggu sekali, mereka yang bisa menyumbangkan waktu untuk datang melakukannya,” kata Kathleen C. Bailey, Sekretaris Negara di Departemen Luar Negeri dan kemudian anggota Kelompok Kerja, menggambarkan pendekatan santai pemerintah AS untuk melawan upaya disinformasi Soviet.

Sementara itu, kisah AIDS mulai sangat membahayakan kepentingan AS di luar negeri. Tuduhan bahwa pangkalan militer AS telah menyebarkan AIDS ke populasi lokal di negara tuan rumah dari pangkalan militer AS di luar negeri telah merusak prospek untuk memperpanjang masa sewa pangkalan-pangkalan militer mereka. Personel militer AS pun diawasi dengan ketat di negara-negara seperti Jerman, Korea Selatan, Nikaragua, Panama, Turki dan Kenya.

“Tuduhan bahwa pangkalan militer AS di luar negeri telah menularkan AIDS kepada penduduk lokal negara tuan rumah merusak prospek perpanjangan kontrak sewa untuk pangkalan tersebut.”

Pada 1987, Bailey menggelar konferensi pers untuk menyampaikan laporan tentang upaya KGB dalam menyebarkan cerita AIDS. “Citra AS di luar negeri telah rusak dan kebijakan luar negeri AS terhambat oleh disinformasi. Soviet adalah sumber utama dari informasi yang salah tentang AS di luar negeri,” tegas Bailey dalam laporan tersebut.

Upaya pelurusan informasi Bailey secara tidak sengaja didukung oleh komunitas medis Soviet. Ilmuwan Soviet Viktor Zhdanov, yang telah mengepalai Institut Virologi Ivanovsky di Moskow selama 26 tahun, menghadiri banyak konferensi internasional dan memberikan wawancara kepada media massa. Di dalamnya dia selalu menyangkal dengan tegas bahwa AIDS diciptakan secara artifisial.

Dalam sebuah wawancara di Neue Zeit edisi Soviet, Zhdanov berkata: “Memang, pandangan yang paling beragam sedang diungkapkan. Saya menyesal untuk mengatakan bahwa ini sebagian besar adalah pandangan non ahli. Virus AIDS berasal dari alam dan tampaknya menyebar dengan cepat.(*)


Russia Beyond

Tags:#intelijen#rusia#sejarah
Share40SendShare

Related Posts

KOMRAD : Jakarta Buktikan Diri, Dari Kota Rawan Jadi Salah Satu Kota Teraman Di ASEAN

09/04/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta, 8 April 2026 - Koordinator Nasional Komrad Pancasila, Antony Yudha Benusu, menyampaikan apresiasi sekaligus penegasan bahwa Jakarta...

Perang Israel-Iran Menunjukkan Pentingnya STEM, Fawer Sihite: Dukung Sikap Presiden Prabowo

22/06/2025

PIRAMIDA.ID - Dalam sebuah wawancara eksklusif yang berlangsung di Mall Atrium Senen, Jakarta Pusat, Fawer Sihite menegaskan bahwa perang antara...

Kebahagiaan Berasal dari Keyakinan dalam Diri

10/07/2023

PIRAMIDA.ID- Pernahkah Anda berkata pada diri sendiri saat marah, ‘Saya tidak boleh marah?' Atau mungkin ketika Anda merasa sedikit sedih,...

Mengapa Orang Terlihat Serius dan Tidak Tersenyum di Foto-foto Kuno?

30/04/2023

PIRAMIDA.ID- Foto-foto pertama diambil pada akhir tahun 1820-an. Tetapi sampai tahun 1920-an, tampaknya orang-orang mulai “belajar” tersenyum saat di foto....

Bagaimana Asal Usul Jabat Tangan?

02/04/2023

PIRAMIDA.ID- Kita sudah begitu terbiasa berjabat tangan dengan orang lain, kita hampir tidak memikirkan bagaimana, di mana, dan mengapa kebiasaan...

Marcus Aurelius: Kaisar Romawi Baik Hati yang Juga Seorang Filsuf

05/03/2023

PIRAMIDA.ID- Marcus Aurelius lahir pada 26 April 121 Masehi di Roma dengan nama lahir Marcus Annius Verus. Perjalanan hidupnya membuat...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Ketua ILAJ: Mengapa Narasi yang Menyerang Febrie Dibiarkan, Sementara Pembelaan Berdasarkan Hukum Dipersoalkan?

21/07/2026
Berita

ILAJ Desak PWI Pusat: Wujudkan Keberpihakan Nyata dengan Tegur Perusahaan Media yang Abaikan Hak Jurnalis

21/07/2026
Berita

SILPA Rp264,75 Miliar, PMKRI Soroti Perencanaan Anggaran dan Dorong Penguatan Sinergi Pemkab–DPRD

19/07/2026
Berita

Ketua ILAJ: Seluruh Jajaran Satgas PKH Layak Dianugerahi Bintang Mahaputera atas Jasa Luar Biasa Memulihkan Keuangan dan Aset Negara

19/07/2026
Berita

Ketua ILAJ Apresiasi Kepemimpinan Satgas PKH: Sjafrie Sjamsoeddin, ST Burhanuddin, dan Febrie Adriansyah Berhasil Selamatkan Aset Negara Senilai Rp402,4 Triliun

18/07/2026
Berita

Ketua Umum Jaringan Muda Pendukung Prabowo: 12 Poin Pernyataan Hotman Paris Tentang Febrie Adriansyah Tidak Bisa Dibantah Karena Berdasarkan Fakta

18/07/2026

Populer

Berita

Tak Mau Bahas LKPD, Aktivis ingatkan Anggota DPRD bisa dilaporkan

15/07/2026
Berita

Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah, Adi Putra dan Dody Arfan Rela Cuti Kerja

13/07/2026
Berita

Ketua Umum Jaringan Muda Pendukung Prabowo: 12 Poin Pernyataan Hotman Paris Tentang Febrie Adriansyah Tidak Bisa Dibantah Karena Berdasarkan Fakta

18/07/2026
Berita

SILPA Rp264,75 Miliar, PMKRI Soroti Perencanaan Anggaran dan Dorong Penguatan Sinergi Pemkab–DPRD

19/07/2026
Berita

ILAJ Resmi Surati Presiden Prabowo, Ajukan Permohonan Pertimbangan Pemberian Abolisi atau Amnesti kepada Febrie Adriansyah

17/07/2026
Berita

Potensi Rugikan Negara ± Rp 90–100 Miliar/Tahun, ILAJ Menduga Bea Cukai Pematangsiantar Lindungi Oknum NS Mafia Rokok Ilegal

28/03/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber