Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Rabu, Juli 8, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDunia

Bagaimana Uni Soviet Dibentuk dan Menjadi Negara Otoriter?

byRedaksi
01/10/2020
inDunia
domain publik

domain publik

129
SHARES
921
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Apa! Apakah kaum Bolshevik baru saja menciptakan kembali Kekaisaran Rusia yang baru saja mereka hancurkan?” Mungkin itulah yang ada di benak orang-orang di seluruh dunia ketika pada 1922, Uni Soviet secara resmi dinyatakan sebagai “negara kesatuan tunggal” yang terdiri dari 4 republik (Rusia, Ukraina, Belarus, dan Republik Sosialis Soviet Transkaukasia).

Namun, pembentukan Uni Soviet tidak hanya sesaat dan sesederhana itu.

Bagaimana Penyatuan Dipersiapkan?

Saat menyusun proyek untuk Uni Soviet, Lenin dan Stalin memainkan permainan ‘polisi baik dan polisi jahat’. Setelah 1918, sebagian besar bekas wilayah Kekaisaran Rusia menjadi Republik Sosialis Soviet. Ide awal Joseph Stalin adalah menggabungkan semua republik lain ke dalam SFSR dengan pemerintahan terpusat dan satu undang-undang untuk semua.

Fakta menarik: Pada 1922, Stalin adalah Komisaris Rakyat (de facto, menteri) untuk Bangsa Republik Rusia. Bersama Lenin, Stalin menandatangani ‘Deklarasi Hak-hak Rakyat Rusia’ pada 3 November 1917, yang secara khusus mengatakan: “Rakyat Rusia berhak untuk menentukan nasib sendiri secara bebas, bahkan untuk titik pemisahan dan pembentukan negara merdeka.” Akan tetapi, Stalin justru melakukan hal yang bertolak belakang.

Lenin dengan keras menentang gagasan negara terpusat dan menyebutnya anti demokrasi. Dia menyarankan agar Republik independen bersatu dengan hak yang sama, yaitu mempertahankan pemerintahannya masing-masing. Sejumlah sumber mengatakan, Lenin memang memproyeksikan Uni Soviet yang lebih luas lagi, yang akan memiliki banyak negara di wilayah Eropa dan Asia.

Untuk Apa Uni Soviet Dibentuk?

Bolshevik mengerti, mereka bisa menyatukan mantan Kegubernuran Kekaisaran menjadi negara tunggal untuk “memiliki sikap yang lebih baik terhadap perseteruan ‘kapitalistik’ lingkungan”,  ujar sejarawan Aleksandr Orlov. Akan tetapi,  tampaknya penyatuan yang diperlukan sudah ada sebelum Uni Soviet didirikan. Bagaimana ini bisa terjadi?

Pada 1920, perjanjian penyatuan ditandatangani antara Rusia dan Ukraina, disusul pada 1921 – antara Rusia dan Belarusia, serta kemudian republik Kaukasia. Menurut perjanjian tersebut, SFSR Rusia memperoleh hak untuk mewakili semua Republik lainnya secara internasional dan menandatangani dokumen diplomatik atas nama mereka.

Selain itu, tujuh Komisaris Rakyat (Kementerian) terpenting, yaitu Pertahanan, Ekonomi Nasional, Perdagangan Luar Negeri, Keuangan, Tenaga Kerja, Kereta Api, Pos dan Telegraf, semuanya juga tersentralisasi. Artinya, Komisaris Rakyat Rusia mengatur bidang masing-masing tidak hanya di Rusia, tetapi juga di Republik Sosialis lainnya.

Secara resmi, Uni Soviet dibentuk pada 30 Desember 1922, ketika Perjanjian tentang pembentukan Uni Soviet (ditandatangani antara SFSR Rusia, SFSR Transkaukasia, Republik Sosialis Soviet (SSR) Ukraina, dan SSR Belarus) disetujui oleh Kongres Pertama Uni Soviet.

Lenin ingin menciptakan Uni Soviet sebagai basis untuk persatuan masa depan bagi semua negara Sosialis di Republik Sosialis Soviet Dunia. Setidakny, itulah yang tercantum Konstitusi Uni Soviet (31 Januari 1924). Akan tetapi, pada akhirnya, rencana Stalin untuk menjadikan Uni Soviet sebagai negara otoriter terpusat berhasil.

Bagaimana Uni Soviet Menjadi Negara Otoriter?

Pada 1925, Partai Komunis SFSR Rusia menjadi Partai Komunis Seluruh Soviet (Bolshevik) dan Stalin menjabat sebagai Sekretaris Jenderal. Sebagai partai yang berkuasa, Partai Komunis Seluruh Soviet menyelesaikan dan mengarahkan keputusan pemerintah. Sebagai contoh, Kongres ke-15 Partai Komunis Seluruh Soviet menyetujui rencana Kolektivisasi.

Inilah yang dimaksud dengan “Kontrol Partai”. Pada dasarnya, semua keputusan dari organ negara Uni Soviet dikendalikan dan disetujui oleh Partai Komunis. Partai mengatur semuanya. Namun perlu diingat, para pemimpin Soviet disebut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Sentral Partai Komunis Uni Soviet. Jadi pada akhirnya, masih ada satu orang yang berada di atas segalanya, yaitu Sekjen — sederhananya, negara otoriter lain, dan orang itu, sejak 1922 – 923 adalah Joseph Stalin.

Banyak bekas wilayah Kekaisaran Rusia tidak segera menjadi bagian dari Uni Soviet pada 1922, tetapi “bergabung” belakangan. Karena sebagian besar republik ini tidak benar-benar memiliki pemerintahan independen (republik sosialis) dan dikendalikan oleh Komite Sentral Partai Komunis Seluruh Rusia, ‘keputusan’ mereka untuk bergabung dengan Soviet sebenarnya hanya formalitas belaka.

Pada 1925, SSR Uzbekistan dan Turkmenistan; pada 1929, SSR Tajikistan; pada 1936, SSR Kazakhstan, Kirgizistan, Georgia, Azerbaijan, dan Armenia; pada 1940, SSR Latvia, Lithuania, Estonia, dan Moldavia, semuanya bergabung ke dalam Republik Uni Soviet. Ditambah dengan yang sebelumnya, pada 1940, terdapat 17 republik di dalam Uni Soviet.

Ketujuh belas republik ini, pada kenyataannya diperintah dari pusat, Moskow, tempat Komite Sentral dan Sekretaris Jendralnya berada. Memang, rencana Stalin menang dan Republik Sosialis Soviet tidak menjadi negara Sosialis merdeka, melainkan tetap menjadi republik satelit di dalam Uni Soviet.


Source: Russia Beyond

Tags:#otoriter#sejarah#soviet#terbentuk
Share52SendShare

Related Posts

KOMRAD : Jakarta Buktikan Diri, Dari Kota Rawan Jadi Salah Satu Kota Teraman Di ASEAN

09/04/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta, 8 April 2026 - Koordinator Nasional Komrad Pancasila, Antony Yudha Benusu, menyampaikan apresiasi sekaligus penegasan bahwa Jakarta...

Perang Israel-Iran Menunjukkan Pentingnya STEM, Fawer Sihite: Dukung Sikap Presiden Prabowo

22/06/2025

PIRAMIDA.ID - Dalam sebuah wawancara eksklusif yang berlangsung di Mall Atrium Senen, Jakarta Pusat, Fawer Sihite menegaskan bahwa perang antara...

Kebahagiaan Berasal dari Keyakinan dalam Diri

10/07/2023

PIRAMIDA.ID- Pernahkah Anda berkata pada diri sendiri saat marah, ‘Saya tidak boleh marah?' Atau mungkin ketika Anda merasa sedikit sedih,...

Mengapa Orang Terlihat Serius dan Tidak Tersenyum di Foto-foto Kuno?

30/04/2023

PIRAMIDA.ID- Foto-foto pertama diambil pada akhir tahun 1820-an. Tetapi sampai tahun 1920-an, tampaknya orang-orang mulai “belajar” tersenyum saat di foto....

Bagaimana Asal Usul Jabat Tangan?

02/04/2023

PIRAMIDA.ID- Kita sudah begitu terbiasa berjabat tangan dengan orang lain, kita hampir tidak memikirkan bagaimana, di mana, dan mengapa kebiasaan...

Marcus Aurelius: Kaisar Romawi Baik Hati yang Juga Seorang Filsuf

05/03/2023

PIRAMIDA.ID- Marcus Aurelius lahir pada 26 April 121 Masehi di Roma dengan nama lahir Marcus Annius Verus. Perjalanan hidupnya membuat...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Pimpinan Ranting Muhammadiyah Dolok Maraja Gelar Workshop Perangkat Pembelajaran

07/07/2026
Berita

PMKRI Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi Gelar Masa Bimbingan (MABIM) 2026, Bentuk Kader Kritis, Humanis, dan Berintegritas

06/07/2026
Berita

Viral Polri Disebut Terkorup, Komrad Pancasila Pasang Badan: Metodologinya Patut Dipertanyakan!

05/07/2026
Berita

Gagalnya 27 PSW berangkat ke Manokwari. Aktivis Perempuan Kristen Kepri; Bukan Penggelapan, Ini Korupsi yang tidak berkemanusiaan

05/07/2026
Sorot Publik

Tak Tanggung-tanggung, Masyarakat Serbalawan Perbaiki Tribun Lapangan Dobana

03/07/2026
Dialektika

Ngobrol Pintar CS KERAS Bahas Dugaan Keterlibatan Wali Kota Siantar dalam Pembelian Eks Rumah Singgah COVID-19

02/07/2026

Populer

Sorot Publik

Tak Tanggung-tanggung, Masyarakat Serbalawan Perbaiki Tribun Lapangan Dobana

03/07/2026
Berita

Pimpinan Ranting Muhammadiyah Dolok Maraja Gelar Workshop Perangkat Pembelajaran

07/07/2026
Berita

Gagalnya 27 PSW berangkat ke Manokwari. Aktivis Perempuan Kristen Kepri; Bukan Penggelapan, Ini Korupsi yang tidak berkemanusiaan

05/07/2026
Berita

TKSK Simalungun Berduka, Kepergian Suhendra Mengejutkan Para Sahabat

25/06/2026
Dunia

Runtuhnya Kejayaan Bangsa Viking

03/08/2021
Berita

PMKRI Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi Gelar Masa Bimbingan (MABIM) 2026, Bentuk Kader Kritis, Humanis, dan Berintegritas

06/07/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber