Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Minggu, Juni 28, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeDunia

Friedrich Fröbel dan Lahirnya Pendidikan Anak Usia Dini

byRedaksi
22/11/2021
inDunia, Edukasi
140
SHARES
998
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PIRAMIDA.ID- Seorang Jerman dengan pemikirannya, gliadganzes, memercayai bahwa anak adalah pribadi yang unik, sehingga perlu memperoleh tempat yang baik untuk tumbuh kembangnya dalam masyarakat.

Ia adalah Friedrich Wilhelm August Fröbel (baca: Froebel), seorang tokoh pendidikan dunia berkebangsaan Jerman. Ia dibesarkan di desa Oberweißbach, yang kaya di Hutan Thuringian dan telah dikenal berabad-abad lamanya untuk pengobatan herbal alami, sabun, dan salepnya.

Pada tahun 1811, Fröbel sekolah di Göttingen dan Berlin. “Diduga dari sini, dia mendapatkan banyak pencerahan tentang pemikiran-pemikiran pendidikan yang cemerlang,” tulis Kahr. Bart Kahr menulisnya dalam jurnal ACS Publications.

Ia menjelaskan tentang lika-liku perjuangan awal Fröbel dalam memperjuangkan pendidikan anak-anak. Ia menulis dalam jurnalnya berjudul Crystal Engineering in Kindergarten, dipublikasikan pada tahun 2004.

Pasca lulus, Fröbel menjadi guru di Plamannsche Schule di Berlin, sebuah sekolah asrama untuk anak laki-laki. Dari sana, ia menajamkan pemikiran dan pengalamannya, melatih kemampuan pedagogis dan patriotiknya.

“Perjalanan hidupnya rumit, hingga dia terlibat dalam kampanye perlawanan dengan Napoleon,” tambah Kahr.

Setelah Waterloo dan Kongres Wina, ia menjadi asisten di Museum Mineralogi di bawah Christian Samuel Weiss selama 1814–1816, mempelajari dan membuat katalog kristal mineral.

Agaknya perantauan intelektualnya semakin matang manakala bekerja sebagai asisten di Museum Mineralogi. “Geologi dan kristalografi tidak hanya membuka bagi saya lingkaran pengetahuan dan wawasan yang lebih tinggi, tetapi juga menunjukkan kepada saya tujuan yang lebih tinggi untuk penyelidikan, spekulasi, dan usaha saya,” lanjutnya.

Menurut Kahr, ia telah memiliki kemampuan yang luar biasa dalam kontribusinya terhadap ilmu pengetahuan dan sains. Namun, prinsipnya dalam membangun pendidikan untuk anak, mendorongnya untuk memilih mendirikan sebuah sekolah.

“Pada tahun 1816, ia ditawari jabatan profesor di Stockholm, tetapi ia menolaknya dan malah mendirikan Allgemeine Deutsche Erziehungsanstalt (Institut Pendidikan Umum Jerman) di Griesheim dekat Arnstadt di Thuringia,” imbuh Kahr.

Tak berhenti disitu, pada tahun 1828 dan 1829, ia membuat rencana untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan rakyat (Volkserziehungsanstalt) di Helba, meskipun hal itu tidak pernah terwujud.

Kemudian, dari tahun 1831 hingga 1836, Fröbel sekali lagi tinggal di Swiss. Pada tahun 1831 ia mendirikan sebuah lembaga pendidikan di Wartensee (Lucerne). Sampai akhirnya kembali lagi ke Jerman.

“Di Jerman, ia mendedikasikan dirinya hampir secara eksklusif untuk pendidikan anak prasekolah dan mulai memproduksi bahan bermain untuk anak di Bad Blankenburg,” sambung Kahr.

Baginya, pendidikan anak akan sangat menentukan arah kehidupan. Melalui pendidikan, permainan spontan, dan konsep menarik lainnya, anak diarahkan sebagai pembelajar yang siap beradaptasi pada masa depannya.

Pada tahun 1837, ia mendirikan lembaga pengasuhan, permainan, dan kegiatan untuk anak-anak kecil di Bad Blankenburg. Ini yang kemudian menjadi cikal bakal kindergarten atau pendidikan anak usia dini.

“Dia merancang materi permainan pendidikan yang dikenal sebagai Hadiah Fröbel atau Fröbelgaben,” tulis University of Roehampton London dalam laman resminya, berjudul Froebel History: Friedrich Froebel.

“Fröbel membuka Anstalt für Kleinkinderpflege, Lembaga pengasuhan anak-anak kecil di Thuringia pada tahun 1837 yang ia beri nama Taman Kanak-kanak pada tahun 1840,” tambahnya.

Alih-alih menerapkan pembelajaran formal sebagaimana sekolah pada umumnya, ia menempatkan permainan dalam fokus pembelajarannya dan mendorong kreativitas dan spontanitas bagi anak-anak.

Fröbel menyadari, pada anak usia dini, permainan adalah pembelajaran penting bagi tumbuh kembang anak. Begitu juga pendidikan yang lebih berfokus dengan kurikulumnya, mengarahkan anak kepada pertumbuhan yang ideal.

Bagi Fröbel, permainan spontan untuk anak dan pola permainan lainnya, pada tahap ini bukanlah hal yang sepele, itu sangat serius dan sangat penting, sehingga memengaruhi kehidupan masa depan anak.

Nahas, setelah kampanye oleh otoritas Prusia melawan gerakan demokrasi pada akhir 1840-an, pendidikan taman kanak-kanak Fröbel dilarang di negara bagian Jerman pada tahun 1850.

“Para pendukung pemikiran Fröbel, akhirnya menerapkan teori-teori pendidikan anak Fröbel, dengan mendirikan ‘gerakan Fröbel’ di Inggris,” lanjutnya. Mereka setuju akan gagasannya tentang pendidikan yang bergantung pada usia dini sebagai pondasi bagi masa depan anak.

Pada tahun 1874, Froebel Society for the Promotion of the Kindergarten System dibentuk. Komunitas ini bertujuan mempromosikan kerjasama di antara mereka yang terlibat dalam pembelajaran anak usia dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK).

“Mereka mulai menyebarkan konsep pengetahuan dan praktik mengajar, serta mempertahankan standar efisiensi yang tinggi antara guru PAUD dan TK di Inggris,” pungkasnya.

Hari ini, konsep pendidikannya tak pernah usang. Pendidikan anak usia dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) menjadi sistem yang diterapkan hampir di semua negara, termasuk Indonesia.

Pemerintah Hindia-Belanda dianggap membawa pengaruhnya dari Eropa. Hal itu dibuktikan dengan mendirikan Fröbel School untuk anak-anak Belanda di Indonesia dan berkembang terus hingga kini.(*)


Source: National Geographic Indonesia

Tags:#anak#frobel#jerman#PAUD#sejarah#sekolah
Share56SendShare

Related Posts

KOMRAD : Jakarta Buktikan Diri, Dari Kota Rawan Jadi Salah Satu Kota Teraman Di ASEAN

09/04/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta, 8 April 2026 - Koordinator Nasional Komrad Pancasila, Antony Yudha Benusu, menyampaikan apresiasi sekaligus penegasan bahwa Jakarta...

Budaya Adat di Lingkungan Masyarakat Era Modern saat ini

15/11/2025

PIRAMIDA.ID-Dalam kehidupan Masyarakat era modern, budaya adat sering kali terpinggirkan oleh pengaruh media sosial dan perkembangan teknologi pada saat ini....

Geowisata Kaldera Toba Untuk Bumi Untuk Kita

15/07/2025

Geowisata Kaldera Toba Untuk Bumi Untuk Kita Oleh: Edis Galingging Geliat sektor pariwisata pacu terus pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Tampaknya...

Perang Israel-Iran Menunjukkan Pentingnya STEM, Fawer Sihite: Dukung Sikap Presiden Prabowo

22/06/2025

PIRAMIDA.ID - Dalam sebuah wawancara eksklusif yang berlangsung di Mall Atrium Senen, Jakarta Pusat, Fawer Sihite menegaskan bahwa perang antara...

Refleksi Paskah dan Titik Balik Kebangkitan Ekonomi Indonesia

20/04/2025

Refleksi Paskah dan Titik Balik Kebangkitan Ekonomi Indonesia Oleh: Fawer Full Fander Sihite, S.Th.,S.H.,MAPS 1. Menghadapi Perang Dagang Global Perang...

Presiden Prabowo ke Timur Tengah: Mengukuhkan Posisi Indonesia di Panggung Global

14/04/2025

Presiden Prabowo ke Timur Tengah: Mengukuhkan Posisi Indonesia di Panggung Global Oleh: Fawer Full Fander Sihite, S.Th., S.H., MAPS Kunjungan...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Catat Sejarah 26 Santri Generasi Pertama SD Muhammadiyah Serbalawan di Wisuda

27/06/2026
Berita

Bentrok Warga VS PT Bridgestone Pemerintah Wajib Hadir, APH Tidak Boleh Absen

26/06/2026
Berita

TKSK Simalungun Berduka, Kepergian Suhendra Mengejutkan Para Sahabat

25/06/2026
Berita

Edis Galingging: Justice Delayed is Justice Denied, Propam Polri Harus Periksa Kapolres Pematangsiantar

21/06/2026
Berita

663 Lulusan USI Diwisuda, Rektor USI: Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Pengabdian kepada Masyarakat

20/06/2026
Berita

Di Demo Puluhan Massa,!Hotbinson Damanik dan Mhd Ali Damanik Akan di Periksa? Kejatisu Akan Bentuk Tim Penelaa Penelaahan

17/06/2026

Populer

Berita

TKSK Simalungun Berduka, Kepergian Suhendra Mengejutkan Para Sahabat

25/06/2026
Berita

Bentrok Warga VS PT Bridgestone Pemerintah Wajib Hadir, APH Tidak Boleh Absen

26/06/2026
Berita

Catat Sejarah 26 Santri Generasi Pertama SD Muhammadiyah Serbalawan di Wisuda

27/06/2026
Berita

Edis Galingging: Justice Delayed is Justice Denied, Propam Polri Harus Periksa Kapolres Pematangsiantar

21/06/2026
Berita

Disdik Simalungun Tidak Mau Tau,Pemborong Proyekpun Senang

31/10/2023
Edukasi

Surat Cinta untuk Kristina

29/11/2022
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber