Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Jumat, September 18, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeSopolitika

Kedangkalan Radikalisme (Agama)

byRedaksi
06/11/2022
inSopolitika
106
SHARES
760
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Kristian Silitonga*

PIRAMIDA.ID- Untuk mereka yang merasa memiliki Tuhan dan memonopoli kebenaran lalu menegasikan sesama yang lain; “Tuhan saja tidak memaksa kita untuk harus mengikut Dia dan bahkan memberi kita kebebasan untuk percaya atau tidak kepada-Nya. Lantas mengapa kalian malah mengambil otoritas-Nya dan menjadi tuhan bagi sesamamu yang lain?”

Renungan di atas menjadi titik berangkat saya memulai tulisan ini sekaligus membongkar keprihatinan terhadap gejala pendangkalan yang semakin mengeras dan membuat masyarakat kita semakin terbelah belakangan ini. Hampir di setiap sektor dan lapisan kita tak kunjung selesai dengan urusan tua dan dangkal ini.

Bahkan dalam urusan berbangsa dan bernegarapun kita tetap terjebak dalam urusan ini yang sejatinya sangat berdimensi personal ketimbang publik. Kita semakin disibukkan dengan urusan beragama (organisasi) ketimbang ber-keyakinan (spiritualitas).

Keyakinan (akan Tuhan) itu sejatinya bukanlah sekedar tradisi yang nencekik. Keyakinan juga bukan sekedar warisan yang diturunkan begitu saja tapi hampa makna. Bahkan keyakinan itu bukan kepentingan dan paham yang diorganisasikan (agama) sesuai kepentingan para petinggi dan pemuka lembaganya. Maaf, itu salah dan menyesatkan.

Dalam konteks spritualitas; keyakinan adalah sebuah pencarian akan Tuhan secara terus-menerus selama hidup melalui ibadah dan doa-doa kita terlepas apapun agama (organisasi) kita masing-masing. Pencarian itu akan mencerahkan dan menjernihkan jiwa dan akal budi. Bukan memenjarakan dan menakut-nakuti kehidupan.

Keyakinan tidaklah bersifat statis dan ritual seremonial. Ia terus bertumbuh dan berkembang mengikuti peradaban dan zamannya tanpa kehilangan jati diri dan nilai utama keagungan-Nya melalui kebajikan adab dan perilaku kita menjalani hidup. Dengan kata lain, keyakinan itu membebaskan kehidupan, bukan malah memenjarakannya.

Pada titik ini radikalisme (agama) itu adalah gerakan yang justru mereduksi dan memasung substansi keyakinan akan Tuhan itu sendiri dengan memonopoli kebenaran hanya milik kelompoknya saja dan menegasikan kelompok lainnya.

Tidak usah heran kalau kemudian agama dijadikan alat untuk memproduksi kebencian dan kekerasan yang memecah belah masyarakat. Agama tidak lagi membawa rahmat dan kesejukan antar umat, tetapi berubah menjadi “arena perang” dan pertarungan kepentingan dan keyakinan kelompok semata.

Mereka bahkan “mengkudeta” Tuhan dan mengambil otoritas agungnya untuk menentukan hitam-putih kehidupan seturut kepentingan dan ego kelompoknya saja. Sudah terlalu banyak contoh yang berlangsung belakangan ini dalam langit keseharian kita pada semua level dan aspek kehidupan.

Percayalah, itu bukan ajaran dan  kehendak Tuhan. Itu adalah ajaran2 dan Tuhan palsu yang sedang menjajakan kepentungannya. Dan itu mesti kita abaikan.

Tuhan yang agung itu, tidak boleh dikunci hanya ada di gedung-gedung yang sakral dan agung itu atau di jubah-jubah mewah yang seolah suci dan kudus itu. Tidak juga di dalam kotbah2 yang hanya mengumbar kebencian atas sesama dan memonopoli kebenaran hanya milik mereka.

Tuhan juga bukan simbol dan kepentingan organisasi keagamaan yang kering dan hanya mendikte saja.  Tidak sama sekali. Tuhan tidak kemana-mana. Dia ada di sini dan saat ini bersamamu dan kita semua. Kita hanya perlu mencarinya dalam diri kita senantiasa lewat ibadah, doa-doa dan  agamamu. Dan begitulah cara keyakinan (spiritualitas) bekerja. Selamat mencari Tuhan dalam diri!(*)


Penulis merupakan Pengasuh Rubrik Sopolitika. Pengamat sosial.

Tags:#agama#radikalitas#tuhan
Share42SendShare

Related Posts

Ilusi Kepemimpinan

16/04/2021

Kristian Silitonga* PIRAMIDA.ID- Dalam era demokrasi padat modal dan politik biaya tinggi seperti saat ini, apa sesungguhnya yang bisa kita...

Toleransi

15/02/2021

Kristian Silitonga* PIRAMIDA.ID- Siang jelang sore itu saya sedang nongkrong menikmati kopi dan ngobrol bareng teman di salah satu warung...

Merayakan Kedangkalan

02/11/2020

Kristian Silitonga* PIRAMIDA.ID- "Intelektualisme tidak pernah identik dengan gelar akademis. Intelektualisme juga tidak identik dengan banyaknya pengamat dan pakar." ~Jeremy...

Pandemikada

23/09/2020

Kristian Silitonga* PIRAMIDA.ID- Sudah terlalu banyak informasi, opini bahkan spekulasi membanjiri ruang publik kita yang mengaitkan pelaksanaan Pilkada dengan situasi...

Menjadi Bangsa

01/09/2020

Kristian Silitonga* PIRAMIDA.ID- "Suatu bangsa adalah keinginan untuk hidup bersama dan kesepakatan untuk berkorban." Ernest Renan (1823-1892) Saya tertarik dengan...

Politik Dusta

04/08/2020

Kristian Silitonga* PIRAMIDA.ID- Hufft, galau sedang menghampiri ketika saya memulai tulisan ini. Yups, saya memang sedang mengalami kegalauan melihat perkembangan...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Berita

Demisioner Ketua Umum HMI Cabang Pematangsiantar-Simalungun priode 2024-2025 : Robert Hidayat Pardosi Tantang Kapolres Simalungun komitmen terkait pemberantasan judi dan narkoba 

14/09/2026
Berita

PMKRI Pematangsiantar Serukan Rekonsiliasi Nasional, Tegaskan Organisasi Terlalu Besar untuk Dikorbankan dalam Dualisme

10/09/2026
Berita

DITENGAH ANCAMAN KARHUTLA, DPD GMNI SOROTI DUGAAN PELANGGARAN LAHAN HCV PT LONSUM ! SERUKAN KEBERLANJUTAN EKOLOGIS SUMATERA UTARA.

08/09/2026
Berita

PMKRI Cabang Pematangsiantar Gelar Camping Rohani 2026: Perkuat Iman Orang Muda dan Komitmen Ekowisata Melalui Penanaman Pohon

08/09/2026
Berita

4 Terdakwa Pembunuh Calon LC dituntut Hukuman Mati, Utusan Sarumaha Kaget dan Sebut Kliennya Tidak Sejajar dengan Terdakwa lain

07/09/2026
Berita

Think Talk: RUU Perampasan Aset Jangan Hanya Dikejar untuk Disahkan

07/09/2026

Populer

Berita

Diduga Terjadi Tindakan Represif terhadap Warga; Mahasiswa Kecam Keras Sikap Subkontraktor BP Batam

07/09/2026
Berita

Proyek Parit Pasangan Nagori Simpang Panei Simalungun Dipertanyakan

23/12/2023
Berita

4 Terdakwa Pembunuh Calon LC dituntut Hukuman Mati, Utusan Sarumaha Kaget dan Sebut Kliennya Tidak Sejajar dengan Terdakwa lain

07/09/2026
Edukasi

Kamus Digital Bahasa Batak ke Dalam Bahasa Indonesia

20/11/2022
Dunia

Sumber Air Bersih dan Air Minum di Arab Saudi

07/06/2020
Berita

PMKRI Pematangsiantar Serukan Rekonsiliasi Nasional, Tegaskan Organisasi Terlalu Besar untuk Dikorbankan dalam Dualisme

10/09/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobasumber