Connect with us

Masukkan kata pencarian...

Pojokan

Kenapa Anak Sekolah Susah Bangun Pagi?

PIRAMIDA.ID- Di berbagai belahan dunia, anak remaja kerap disalahkan karena begadang, sehingga kesulitan untuk bangun di pagi hari. Meski benar bahwa banyak remaja (sama seperti orang dewasa) memiliki kebiasaan tidur yang buruk, para peneliti telah lama membuktikan bahwa sulitnya remaja untuk bangun pagi ini memiliki alasan biologis.

Pada 2014, kelompok peneliti dari University of Munich di Jerman membuktikan bahwa remaja sebenarnya mengalami waktu dengan cara yang berbeda. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa siklus 24 jam yang menentukan kapan Anda bangun dan tidur menjadi lebih siang selama usia remaja, hal ini berlangsung hingga mereka berusia 20 tahun.

Setelah usia 20, waktu bangun dan tidur Anda perlahan pulih hingga usia 55 saat di mana Anda secara alami terbangun di jam yang sama seperti ketika Anda berusia 10. Hubungan antara pergerakan jam biologis dan proses pubertas ini sangatlah kuat sehingga peneliti menunjukkan bahwa semakin siangnya mereka bangun di akhir masa remaja bisa menjadi penanda biologis berakhirnya masa pubertas.

Kurang tidur

Pada waktu yang hampir bersamaan dengan penelitian Munich, Russell Foster di Universitas Oxford, Inggris, membuat terobosan penting dalam ilmu neurosains tentang waktu. Dengan menggunakan tikus buta, Foster menunjukkan bahwa semua waktu tidur mamalia hanya bergantung pada sinar matahari.

Ini berarti bahwa waktu biologis–yang menentukan kapan Anda merasa mengantuk–berbeda dari waktu sosial, yang ditentukan oleh jam dan kebiasaan kapan hal-hal tersebut harus dilakukan.

Ketika waktu biologis dan waktu sosial berbenturan, hal itu dapat menyebabkan kekurangan tidur. Jam masuk sekolah dan kuliah–biasanya antara jam 7.30 pagi dan 8.30 pagi–terlalu dini untuk remaja di seluruh dunia. Perubahan biologis yang dialami remaja berarti mereka harus tidur lebih malam, bangun lebih siang dan tidur selama delapan atau sembilan jam.

Sekarang ini, banyak remaja kehilangan dua hingga tiga jam tidur setiap hari sekolah. Seperti yang disimpulkan Steven Lockley dari Harvard University, Amerika Serikat, para remaja secara sistematis kekurangan tidur dan tidak dapat dipulihkan . Hal ini membahayakan kesehatan mereka.

Apa solusinya?

Secara teori, solusinya sederhana: Jam masuk sekolah harus disesuaikan dengan kebutuhan remaja yang perlu bangun lebih siang seiring bertambahnya usia.

Namun dalam praktiknya, ada tiga tantangan utama: pembuktian bahwa masuk lebih awal secara langsung dapat merusak kesehatan remaja, mengidentifikasi jam masuk sekolah terbaik, dan mengatasi keengganan para pejabat pendidikan untuk mengubah jam masuk sekolah yang sudah ditentukan pada pagi hari.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat telah mengumpulkan banyak studi ilmiah yang menunjukkan bahwa sekolah-sekolah di sana harus menetapkan jam masuk yang lebih siang. Ada bukti medis yang kuat tentang bahaya memulai sekolah atau kuliah terlalu dini: jam masuk pada pagi hari membuat siswa remaja berisiko lebih besar mengalami obesitas, depresi, menggunakan narkotika, dan mendapat nilai buruk.

Saat ini, Asosiasi Kesehatan Amerika Serikat merekomendasikan agar tidak lagi ada kelas yang dimulai sebelum pukul 8:30. Namun, jam masuk lebih pagi masih diterapkan di banyak negara di dunia, seperti di Australia, Inggris, Prancis, dan Swedia.

Ada penelitian lebih jauh tentang baiknya masuk sekolah lebih siang: penelitian ini menunjukkan bahwa ada manfaat kesehatan yang jelas untuk anak usia 13 hingga 16 tahun yang masuk sekolah pukul 10 pagi.

Mariah Evans dari University of Nevada, Amerika Serikat, Reno, menggunakan metode baru untuk mengidentifikasi jam masuk terbaik untuk remaja berusia 18 hingga 19. Kesimpulannya mengejutkan: Kegiatan belajar yang dimulai pukul 11 atau bahkan 12 siang merupakan waktu terbaik bagi proses pengetahuan.

Sekolah dan orang tua di seluruh dunia perlu mengubah cara mereka memperlakukan remaja: daripada menyalahkan mereka karena mengantuk di pagi hari, biarkan mereka bangun dan tidur terlambat agar sesuai dengan waktu biologis mereka.

Dengan memulai kegiatan belajar lebih siang, kita membesarkan remaja yang lebih sehat dan lebih pintar. Ini hanya masalah waktu.


Penulis: Paul Kelley, Honorary Associate in Sleep, Circadian and Memory Neuroscience, The Open University

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Click to comment

Tinggalkan Komentar

Baca juga...

Sorot Publik

PIRAMIDA.ID- Veronica Koman lahir di Medan, 14 Juni 1988; umur 31 tahun adalah seorang pengacara dan pegiat hak asasi manusia (HAM) asal Indonesia yang...

Pojokan

Tia Lestari Sidabutar* PIRAMIDA.ID- Dua bulan sudah aku berada di sini. Rasanya aku telah menyatu dengan segala hal di desa ini dan nama Tiga...

Dialektika

Zaprulkhan* PIRAMIDA.ID- Apakah makna cinta sejati? Menurut Thich Nhat Hanh, dalam karya cemerlangnya “True Love”, dalam perspektif Buddisme, harus ada empat unsur untuk memenuhi...

Sopolitika

 Kristian Silitonga* PIRAMIDA.ID- “Sejumlah kecil orang yang memiliki energi lebih besar dari masyarakatnya yang letih. Memiliki kejernihan di tengah lautan kekeruhan pikiran di sekitarnya,...

Dialektika

Yudhie Haryono* PIRAMIDA.ID- Dalam salah satu tulisan yang sangat menyentuh, (almarhum) Arief Budiman menulis, ”Seorang intelektual yang bebas adalah seorang pejuang yang sendirian. Mula-mula...

Dialektika

May Luther Dewanto Sinaga* PIRAMIDA.ID- Coronakrasi? Mungkin beberapa orang akan bertanya-tanya terkait kata itu. Apa maknanya? Kenapa muncul? Dan apa pentingnya membahas kata itu?...

Pojokan

PIRAMIDA.ID– Beberapa waktu lalu, jagat laman facebook, khususnya Sumatera Utara, digegerkan dengan viralnya video (dugaan) persekusi disertai pengrusakan yang dilakukan segerombolan orang dari FPI...

Dialektika

Fitzerald Kennedy Sitorus* PIRAMIDA.ID- Saya sedang menulis buku tentang metafisika pada Kant dan Hegel. Saya mengawali bagian tentang Kant dengan cerita tentang gaya hidupnya....