Piramida.id
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
Sabtu, November 7, 2026
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas
No Result
View All Result
Piramida.id
  • Berita
  • Dialektika
  • Dunia
  • Edukasi
  • Ekologi
  • Ekosospolbud
  • Kabar Desa
  • Pojokan
  • Sains
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Spiritualitas
HomeBerita

Kritik Sastra: Pengertian, Fungsi, Manfaat dan Pendekatan

byRedaksi
14/11/2022
inBerita
678
SHARES
4.8k
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Oleh: Sonia Sinaga*

PIRAMIDA.ID- A. Pengertian Kritik Sastra

Istilah” kritik” (sastra) berasal dari bahasa Yunani, yaitu “krites” yang berarti ” hakim”. “Krites” sendiri berasal dari “krinein” yang berarti “menghakimi”, “kriterion” yang berarti “dasar penghakiman” dan “kritikos” berarti”hakim kesustraan”. Kritik sastra dapat diartikan sebagai salah satu objek studi sastra (cabang ilmu sastra) yang melakukan analisis, penafsiran, dan penilaian terhadap teks sastra sebagai karya seni.

Menurut Graham Hough (1966: 3), kritik sastra tidak hanya terbatas pada penyuntingan, penetapan teks, interprestasi, serta pertimbangan nilai. Menurutnya, kritik sastra meliputi masalah yang lebih luas tentang apakah kusastraan itu sendiri, apa tujuannya, dan bagaimana hubungannya dengan masalah-masalah kemanusiaan yang lain.

Abrams dalam “Pengkajian Sastra” (2005: 57) mendeskripsikan bahwa kritik sastra merupakan cabang ilmu yang berurusan dengan perumusan, klasifikasi, penerangan, dan penilaian karya sastra. Menurut Rene Wellek dan Austin Warren, studi sastra ( lima sastra ) mencakup tiga bidang, yakni: teori sastra, kritik sastra, dan sejarah sastra. Kegiatannya memiliki hubungan yang erat dan saling mengait.

Kritik sastra dapat diartikan sebagai salah satu objek studi sastra (cabang ilmu sastra) yang melakukan analisis, penafsiran, dan penilaian terhadap teks sastra.

B. Fungsi Kritik Sastra

Menurut Pradopo, fungsi utama kritik sastra dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu:

1. Untuk perkembangan ilmu sastra sendiri. Kritik sastra dapat membantu penyusunan teori sastra dan sejarah sastra. Hal ini tersirat dalam ungkapan Rene Wellek. “Karya sastra tidak dapat dianalisis, dikolong-golongkan, dan dinilai tanpa dukungan prinsip-prinsip kritik sastra.”

2. Untuk perkembangan kesusastraan. Maksudnya, kritik sastra membentuk perkembangan kesusastraan suatu bangsa dengan menjelaskan karya sastra, mengenai baik buruknya, dan menunjukkan daerah-daerah jangkauan persoalan karya sastra.

3.Sebagai penerangan masyarakat umumnya yang menginginkan penjelasan tentang karya sastra, kritik sastra menguraikan (menganalisis, menginterprestasi, dan menilai) karya sastra agar masyarakat umum dapat mengambil manfaat kritik sastra ini bagi pemahaman dan apresiasinya terhadap karya sastra (Pradopo, 2009: 93).

Berdasarkan uraian di atas, fungsi kritik sastra dapat digolongkan menjadi dua:

1. Fungsi kritik sastra untuk pembaca:
a. Membantu memahami karya sastra
b. Menunjukkan keindahan yang terdapat dalam karya sastra
c. Menunjukkan parameter atau ukuran dalam menilai suatu karya sastra.
d. Menunjukkan nilai-nilai yang dapat dipetik dari sebuah karya sastra

2. Fungsi kritik sastra untuk penulis:
a. Mengetahui kekurangan atau kelemahan karyanya
b. Mengetahui kelebihan karyanya
C. Mengetahui masalah-masalah yang mungkin dijadikan tema tulisannya

C. Manfaat Kritik Sastra

Manfaat dari kritik sastra dapat diuraikan menjadi 3, yaitu:
1. Manfaat kritik sastra bagi penulis:
a. Memperluas wawasan penulis, baik yang berkaitan dengan bahasa, objek atau tema-tema tulisan, maupun teknik bersastra.
b. Menumbuh suburkan motivasi untuk menulis
c. Meningkatkan kualitas tulisan.

2. Manfaat kritik sastra bagi pembaca:
a. Menjembatani kesenjangan antara pembaca dan karya sastra.
b. Menumbuhkan kecintaan pembaca terhadap karya sastra
c. Meningkatkan kemampuan dalam mengapresiasi karya sastra
d. membuka mata hati dan pikiran pembaca akan nilai-nilai yang terdapat dalam karya sastra.

3. Manfaat kritik sastra bagi perkembangan sastra:
a. Menolong laju perkembangan sastra, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
b. Memperluas cakrawala atau permasalahan yang ada dalam karya sastra.

D. Jenis-jenis Pendekatan Kritik Sastra

Abrams (1981: 36-37) membagi pendekatan terhadap suatu karya sastra ke dalam empat tipe, yakni kritik mimetik, kritik pramatik, kritik ekspresif, dan kritik objektif.

1. Kritik Mimetik

Menurut Abrams, kritik jenis ini memandang karya sastra sebagai tiruan aspek-aspek alam. Karya sastra dianggap sebagai cerminan atau penggambaran dunia nyata, sehingga ukuran yang digunakan adalah sejauh mana karya sastra itu mampu menggambarkan objek yang sebenarnya. Semakin jelas karya sastra menggambarkan realita yang ada, semakin baguslah karya sastra ini. Kritik jenis ini jelas dipengaruhi oleh paham Aristoteles dari Plato, yang menyatakan bahwa sastra dalam tiruan kenyataan. Di Indonesia, kritik jenis ini banyak digunakan pada Angkatan 45.

2. Kritik Pramatik

Kritik jenis ini memandang karya sastra sebagai alat untuk mencapai tujuan (mendapatkan sesuatu yang diharapkan). Tujuan karya sastra pada umumnya bersifat edukatif, estetis, atau politis. Dengan kata lain kritis ini cenderung menilai karya sastra atau keberhasilannya mencapai tujuan. Ada yang berpendapat bahwa kritik jenis ini lebih bergantung pada pembacanya (reseptif). Kritik jenis ini berkembang pada Angkatan Balai Pustaka. Sutan Takdir Alisjahbana pernah menulis kritik jenis ini yang dibukukan dengan judul “Perjuangan dan Tanggung Jawab dalam Kesusastraan”.

3. Kritik Ekspresif

Kritik ekspresif menitip beratkan pada diri penulis karya sastra ini. Kritik ekspresif menyakinkan bahwa sastrawan (penulis) karya sastra merupakan unsur pokok yang melahirkan pikiran-pikiran, persegi-persegi, dan perasaan yang dikombinasikan dalam karya sastra.

Dengan menggunakan kritik jenis ini, kritikus cenderung menimba karya sastra berdasarkan kemulusan, kesejahteraan, kecocokan penglihatan mata batin penulis atau keadaan pikirannya. Pendekatan ini sering mencari fakta tentang watak khusus dan pengalaman-pengalaman sastrawan yang secara sadar atau tidak, telah membuka dirinya dalam karyanya.

Umumnya, sastrawan romantik zaman Balai Pustaka pujangga baru menggunakan orientasi ekspresif ini dalam teori-teori kritikannya.

Di Indonesia contoh kritik sastra jenis ini antara lain:
a. “Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan” karya Arif Budiman.
b. “Dibalik Sejumlah Nama” karya Linus Sury Adi.
c. “Sosok Pribadi Dalam Sajafk” karya Subagio Satro Wardoyo
d. “WS Rendra dan Imajinasinya” karya Anto. Lake.
e. “Cerita Pendek Indonesia: Sebuah Pembicaraan” karya korrie Layun Rampan.

4. Kritik kritikf

Karya sastra seluruhnya mencakup dirinya, jadi unsur ini (objektif) tidak hanya atas pada alur, tema, tokoh dan seterusnya. Di Indonesia kritik jenis ini di kembangkan oleh kelompok kritikus aliran Rawamangun:
a. “Bentuk Lakon dalam Sastra Indonesia” karya Boen S. Oemaryati
b. “Novel Baru Iwan Simatupang” menghasilkan dami N. To da.
c. ” Pengarang Pengarang Wanita Indonesia” karya Th. Rahayu Prihatmi.(*)


Penulis merupakan Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Tags:#Indonesia#kritik#pendekatan#Sastra
Share271SendShare

Related Posts

Bintang Empat Bukan Tameng Hukum, Komrad Pancasila Dukung Kapolri Bersih-Bersih Institusi

04/11/2026

PIRAMIDA.ID | Jakarta-Komrad Pancasila mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto beserta jajaran dalam mengusut kasus dugaan penyadapan ilegal...

Pentingnya Pemahaman UU Ketenagakerjaan, Forum Think Talk Bahas Pentingnya ‘Memahami UU Ketenagakerjaan’

04/11/2026

PIRAMIDA.ID.- Pemahaman terhadap aturan ketenagakerjaan merupakan hal penting bagi setiap pekerja maupun pemberi kerja. Hal ini diperlukan agar hubungan industrial...

KETUA ILAJ: REGISTER 18 BUKAN WARISAN PARA MAFIA! JANGAN SAMPAI HUTAN NEGARA HANYA JADI LADANG BISNIS SEGELINTIR ORANG

03/11/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, menyindir keras dugaan penguasaan kawasan Hutan Register 18...

REGISTER 18 SIMALUNGUN JANGAN JADI WARISAN SEGELINTIR ORANG! KETUA ILAJ DESAK DINAS KEHUTANAN SUMUT DAN SATGAS PKH BERTINDAK!

03/11/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, melontarkan desakan keras kepada Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera...

Ketua ILAJ Desak Dinas Kehutanan Sumut dan Satgas PKH Selamatkan Register 18 Simalungun

03/11/2026

PIRAMIDA.ID — Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite, mendesak Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara segera berkoordinasi...

Keamanan Bukan Intimidasi, KOMRAD Pancasila Bela Langkah Preventif Polda Jateng Terkait Kasus Sukoharjo

31/10/2026

PIRAMIDA.ID | JAKARTA – Langkah Polda Jawa Tengah dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan di tengah polemik penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul...

Load More

Tinggalkan KomentarBatalkan balasan

Terkini

Edukasi

HALO USI – APA KABAR PEMILIHAN REKTOR “DEADLOCK”

04/11/2026
Berita

Bintang Empat Bukan Tameng Hukum, Komrad Pancasila Dukung Kapolri Bersih-Bersih Institusi

04/11/2026
Berita

Pentingnya Pemahaman UU Ketenagakerjaan, Forum Think Talk Bahas Pentingnya ‘Memahami UU Ketenagakerjaan’

04/11/2026
Berita

KETUA ILAJ: REGISTER 18 BUKAN WARISAN PARA MAFIA! JANGAN SAMPAI HUTAN NEGARA HANYA JADI LADANG BISNIS SEGELINTIR ORANG

03/11/2026
Berita

REGISTER 18 SIMALUNGUN JANGAN JADI WARISAN SEGELINTIR ORANG! KETUA ILAJ DESAK DINAS KEHUTANAN SUMUT DAN SATGAS PKH BERTINDAK!

03/11/2026
Berita

Ketua ILAJ Desak Dinas Kehutanan Sumut dan Satgas PKH Selamatkan Register 18 Simalungun

03/11/2026

Populer

Edukasi

HALO USI – APA KABAR PEMILIHAN REKTOR “DEADLOCK”

04/11/2026
Berita

Pentingnya Pemahaman UU Ketenagakerjaan, Forum Think Talk Bahas Pentingnya ‘Memahami UU Ketenagakerjaan’

04/11/2026
ilustrasi/getty images
Pojokan

Sejarah Tai

03/08/2020
Pojokan

Profesi Apoteker: Perannya Besar dan tak Sekedar Menunggui Apotek

27/09/2020
Ilustrasi/Akun Twitter @Nobodycorp
Pojokan

Cerpen: 1998

24/08/2020
Berita

Keamanan Bukan Intimidasi, KOMRAD Pancasila Bela Langkah Preventif Polda Jateng Terkait Kasus Sukoharjo

31/10/2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • Kabar Desa
  • Dunia
  • Ekologi
  • Dialektika
  • Sopolitika
  • Sorot Publik
  • Lainnya
    • Ekosospolbud
    • Pojokan
    • Sains
    • Spiritualitas

© 2020-2024 Piramida ID

rotasibarakberita hari iniberita boladanau tobafons nuntiorum infamissimus